Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Aku tidak rela


__ADS_3

'Morgan, sekarang jangan pedulikan aku lagi, aku akan menikah dengan Belvan dalam waktu dekat."


"Nay, kamu pasti bercanda kan?" Morgan berusaha tersenyum meski tubuhnya gemetar seperti tersengat aliran listrik ratusan volt.


"Maafkan aku Morgan." Nayara lalu berlari masuk ke kamar. Belvan tersenyum penuh kemenangan.


"Kamu dengar sendiri siapa yang dipilih oleh Nayara. Jadi semuanya sudah berakhir, dan akulah pemenang dari semua ini." Belvan mendekati Morgan yang sedang remuk. Belvan tersenyum smirk dan merendahkan.


"Kau curang! Curaaaang!!" Morgan ingin memukul Belvan sekuat tenaga akan tetapi hanya mengenai udara, tubuh Morgan merosot ke lantai, hidupnya serasa menjadi kelabu, untuk menatap ke depan saja dia tak mampu.


'Maafkan aku Morgan, ini akan lebih baik untuk kita semua, aku yakin cinta Belvan tulus dan lama-lama aku akan bahagia dengannya.


Belvan bukan orang baru dalam hidupku, sebelum kaku kembali hadir. Belvan selalu mengisi hari hariku ynag sepi.'


***


Satu minggu berlalu.


"Nay, kamu cantik sekali." Mertua Nayara terlihat sangat senang akan memiliki menantu wanita yang begitu cantik dan penurut seperti Nayara..


Nayara hanya tersenyum menyembunyikan kepahitan. Wanita itu tidak tahu apa ynag sedang difikirkan calon menantunya.


Flora melengos, lalu pergi. Dia sama sekali tidak suka dengan Nayara. Apalagi tahu Nayara tidak sungguh mencintai Belvan. Akan tetapi semua usaha yang dilakukan untuk menggagalkan pernikahan ini seakan semuanya sia-sia. Belvan selalu ada satu langkah di depannya, dia tentu sudah mengancam Flora dengan ancaman yang menakutkan.


Saat ini Nayara sedang ada si salah satu kamar hotel. Karena pesta akan dilangsungkan di hotel bintang lima dan usai pernikahan berlangsung Belvan sudah menyiapkan kamar yang akan menjadi bulan madu mereka berdua nantinya.


Dan tentu kamar yang disewa Belvan bukanlah kamar yang biasa, melainkan kamar kelas VVIP yang menghabiskan uang ratusan juta dalam semalam.


Tuk! tuk! tuk!


Highell seorang wanita 5srdengar semakin mendekati kamar pengantin.


Amora datang menemui Nayara yang sebentar lagi akan dimake-up, dia membawa hadiah dari Morgan dan juga darinya.


"Kak Nayara, ini hadiah dariku, dan yang besar ini dari Kakak"


"Amora kamu datang kesini dengan siapa?" Nayara berharap ada yang ikut bersamanya. Seminggu ini Nayara begitu merindukan Morgan.

__ADS_1


"Aku datang sendiri. Kak Morgan tidak satang ke kantor selama seminggu, dia juga tidak keluar kamar, makanan yang dikirim oleh bibi tidak dia sentuh, Kak Morgan hanya melihat foto masa kecil kalian berdua saja, mungkin lama lama dia akan mati karena kelaparan."


"Kenapa di sangat bodoh seperti itu?" Nayara berkata dengan air mata berlinang, Morgan pasti sangat menderita dengan keputusannya.


"Kak Morgan memang selalu bodoh jika mengenai cinta, dan ini bukan pertama kalinya. Kak Morgan sudah dua kali melakukan hal yang sama, yaitu ketika mengetahui kabar kamu sudah tiada waktu itu. Apakah kak Nayara tidak ingin melihatnya meski sebentar, Setidaknya ucapkan kata perpisahan untuknya.


"Bagaimana aku bisa menemui dia, acara pernikahan akan dilangsungkan tiga jam lagi. Aku juga belum memakai gaun."


"Kak Nayara, aku akan membantu Kakak keluar dari sini."


Tapi penjaga Belvan ada dimana-mana Amora. Mereka pasti akan melaporkan pada Belvan jika aku keluar hotel ini.


"Kak Nayara pakai baju aku aja, dan sementara aku akan menunggu Kak Nayara disini sampai kembali, pakai masker penutup mulut ini, Nanti pengawal ku yang akan membantu Kakak sampai ke mansion Kak morgan, mereka sudah siaga di mobil dan ada dua yang ikut masuk mengantarku."


"Amora bagaimana kalau Belvan kesini dan mencariku?"


"Kakak tenang saja, Aku akan mengatakan sesuatu yang membuatnya tenang."


"Baiklah Amora, aku akan menemui Morgan."


"Hati-hati Kak." pesan Amora lalu memeluk Nayara.


Pengawal Amora mengikuti Nayara yang sekilas nampak seperti anak majikannya itu, karena seluruh pakaiannya sama. Bisa jadi pengawal tadi sudah mendapat bisikan perintah dari Amora.


Nayara yang memakai baju hitam tanpa lengan dengan panjang selutut, serta ikat pinggang berupa rantai kecil warna kuning keemasan itu tentu mengecoh semua orang yang ada disana. Apalagi pengawal yang mengekor dibelakangnya juga bukan


pengawal yang ditugaskan oleh Belvan.


Saat berjalan keluar, Nayara sebisa mungkin meniru gaya Amora hingga Belvan yang sedang menemui koleganya tidak pernah mengira kalau wanita itu adalah calon istrinya.


Pengawal bekerja sangat profesional, dia tidak sekalipun melakukan kesalahan. Pengawal keluarga Belvan berhasil membawa Nayara keluar dari gedung. Mereka langsung membawa Nayara pada Morgan.


Setelah tiba di mansion, Nayara langsung masuk ke kamar Morgan, Tuti menyambut Nayara dengan ramah, sedangkan orangtua Morgan sedang ada kepentingan di luar rumah.


Tok tok!


Morgan hanya menoleh, lalu kembali menatap foto Nayara. Tak ada niat untuk membuka pintu. Morgan mengira itu orang tuanya yang akan memberi ceramah panjang lebar. atau asisten yang mengirim makanan.

__ADS_1


Nayara mencoba mengingat kode nomor pintu Morgan. Seingat Nayara nomornya adalah hari, tanggal dan tahun kelahirannya sendiri. Nayara tentu ingat dengan sangat baik.


"Morgan!"


"Nay!" Morgan tidak percaya yang ada didepannya adalah Nayara. Morgan takut kalau dia sedang berhalusinasi. wajah Morgan pucat dan sedikit kurus.


"Nay benarkah ini kamu?"


Morgan masih takut dirinya sedang berhalusinasi.


"Nay, apakah benar ini kamu!"


"Plakk." Nayara kesal dengan Morgan. Morgan kesakitan karena Nayara menampar pipinya sangat keras.


"Apa yang kamu lakukan Nay?" Morgan merasa pipinya kebas.


"Apa yang kamu lakukan di kamar ini?"


"Morgan menyembunyikan foto Nayara di belakang tubuhnya."


"Foto siapa itu, aku ingin melihatnya? Apakah kamu sangat merindukan Briana." Nayara mencoba pura pura tidak tahu.


"Nay, aku sangat mencintaimu." Morgan memeluk Nayara sangat erat. Jangan pergi Nay, aku akan menikahimu, kita pergi ke California sekarang juga."


"Kamu bodoh. jika kamu mencintaiku kenapa kamu tidak membawaku pergi sejak lama. Kenapa kau biarkan aku bersama Belvan.


"Aku hancur Nay, bukankah kamu sudah melewati malam pertama bersama Belvan di Villa itu? dan kamu memilih dia daripada aku?"


"Bodoh, kamu percaya? Apakah kamu tidak tahu kalau saat itu aku sedang dalam tekanan Belvan.


"Apa yang dilakukan Belvan? Berani sekali dia!" Morgan merasa bersalah karena saat itu hanya mengedepankan rasa cemburu saja.


"Nay." Morgan memeluk Nayara dan mengecup pipinya berulang kali. Nayara merasakan sebuah kehangatan yang tidak dia temukan saat bersama Belvan.


Kali ini Nayara yang mencium bibir Morgan. Ciuman itu mereka lakukan sangat lembut dan hangat. Mereka berdua menikmati ciuman dengan mata terpejam.


Saat tautan bibir mereka terlepas, Nayara ingat harus mencari cara untuk membawa Amora keluar.

__ADS_1


"Morgan, Amora menggantikan aku disana. Kita harus selamatkan Amora.


*Sahabat pembaca, sambil nunggu cerita ini update bisa mampir ke cerita yang ongoing satunya. judulnya Terlambat Menyadari CINTA


__ADS_2