
"Hallo sayang"
"Hallo."
"Maaf baru menghubungi, ponselku hilang, sayang. Ada orang yang sengaja mencurinya.
"Benarkah? Morgan tersenyum tidak percaya."
"Benar sayang."
"Kamu sekarang dimana?"
"Aku ada di Singapura mengantar mama berobat, aku datang sejak Kemaren, tapi aku baru bisa menghubungi kamu sayang."
"Briana, hentikan omong kosong ini, katakan kau yang berusaha menyakiti Nayara."
"Kenapa aku harus menyakiti Nayara? kita sama-sama wanita, aku tidak mungkin berani menyakiti dia karena aku tahu dia sangat berarti untuk perusahaan."
"Sayang semenjak dia hadir di kantor itu, pikiran kamu berubah, kamu selalu menyalahkan aku, kamu menginginkan pernikahan ini, tapi sekarang kamu yang berubah."
"Ini foto aku sayang, lagi sama mama. Mama mau cek up kesehatannya."
"Kau berbohong, kau sudah pernah datang ke apartemennya dan melukainya, jika kembali ada yang melukai nya itu pasti perbuatan mu,"Sanggah Morgan.
Briana mengirimkan foto dirinya dan Diana di depan rumah sakit yang ada di negara asing itu.
"Sekarang kamu percaya kan? aku ada di Singapura."
'Maafkan aku Briana, tapi kali ini aku tidak percaya kamu lagi, aku berjanji akan lebih mencintaimu jika terbukti Nayara yang berbohong, dan aku akan memikirkan ulang hubungan kita jika kamu membohongiku, dan kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatan kamu," batin Morgan.
"Sayang kamu jangan melupakan surat dari kekasih kecilmu, dia ingin kita menikah dan punya anak banyak, dia akan bahagia melihatmu dari surga jika kamu bisa mengabulkan permintaan terakhirnya."
"Iya aku ingat, baiklah sekarang fokuslah merawat mama kamu. Aku akan menanti kedatangan mu."
"Terima kasih sayang aku sangat mencintai kamu,"
Morgan tidak membalas ungkapan cinta Dari Briana, dia memilih mengakhiri panggilannya.
Tomi kondisiku lebih baik, aku ingin kita segera keluar dari rumah sakit ini, masalah perawatan untukku selanjutnya aku akan minta dokter pribadiku datang.
__ADS_1
"Tuan tapi ...."
"Tomi, sekarang kau mulai berulah."
"Tidak Tuan. Aku akan memberitahukan dokter kalau anda ingin pulang.
Morgan tidak mau membiarkan masalah Nayara ini terus berlarut, Morgan harus mulai mengambil langkah.
"Masalah Nayara sudah termasuk kejahatan yang tidak ringan, dia berjanji akan mengusut sampai tuntas.
_
Dokter Arion datang untuk menemui Morgan.
"Lepas infus ini, aku sudah tidak membutuhkan lagi," titahnya.
"Apa? Tidak butuh infus ini, atau kamu kepanasan melihat sekretaris yang kau anggap milikmu itu selalu bersama dengan adikku, Aku yakin hubungan dia sekarang pasti sudah dalam tahap pacaran." kata Arion yang mencoba mengecek ulang tensi darah Morgan. Lelaki itu juga sanggup membuat kepala wajah Morgan memerah.
"Ini tidak ada hubungannya dengan adikmu, banyak urusan yang lebih penting daripada berdiam diri di sebuah ruangan pengap ini."
"Hahahaha Morgan! Aku tau apa yang ada dalam otak para CEO mesum sepertimu. Kau menginginkan Nayara tapi kau kalah saing dengan Adikku."
Arion akhirnya setuju Morgan pulang. lagipula kondisinya tidak parah, hanya asam lambungnya naik. Jika minum beberapa butir penurun asam lambung dan rutin makan halus, pasti dia akan baik-baik saja.
Tomi membawa semua barang Morgan ke mobil, Sedangkan Morgan hendakpir ke kamar Nayara, niatnya mau pamit. Namun, saat dia mengintip di kaca pengintai, Morgan melihat Nayara tengah duduk membelakanginya. Sedangkan Belvan tepat di depan Nayara, posisi mereka seperti orang yang hendak berciuman.
Morgan mundur pelan-pelan tanpa ingin tahu lebih jelas lagi.
Apa yang telah mereka lakukan, apakah benar Nayara sudah jatuh cinta pada Belvan. Itu artinya sebentar lagi Nayara akan keluar dari perusahaan dan menjadi istri Belvan.
Pikiran Morgan terus saja dikacaukan oleh bayangan Nayara.
'Mereka berciuman. Artinya hubungan mereka serius. Nayara pasti melakukan ini semua karena dia berhutang budi pada Belvan yang sudah menyelamatkannya.'
"Tuan apakah anda sudah bertemu dengan Nayara?"
"Tidak, aku tidak perlu menemuinya."
"Tuan, tapi anda akan merasa bersalah jika pergi tanpa izinnya."
__ADS_1
"Tomi! kamu tahu sekarang sudah ada Belvan yang akan selalu ada untuknya setiap saat, dia tidak butuh siapapun lagi! kamu ingin mempermalukan aku yang kedua kalinya hah!!" Morgan kali ini nampak emosi, padahal yang dilihat tidak seperti apa yang difikirkan.
Nayara hanya memberitahukan pada Belvan kalau ada semut didalam tehnya, hingga Belvan penasaran ingin melihat. Dan wajah mereka berdekatan karena sama-sama mengintip semut dalam gelas kecil.
"Maaf Tuan." Tomi akhirnya fokus menyetir saja, tapi jujur Tomi senang jika Morgan dan Nayara bersatu. Tomi tahu kalau cinta Briana tidak pernah tulus.
Di perjalanan, Morgan duduk sambil terus bersandar di jok, pikirannya tak tenang meninggalkan Nayara tanpa pamit bersama Belvan.
Tomi sesekali melirik Morgan dari spion. Dia tahu kalau majikannya sedang melamun, jiwanya di dalam mobil tapi pikirannya masih tertinggal bersama Nayara.
"Tuan Dokter meminta anda untuk tidak lupa meminum obat."
"Tidak usah diingatkan,"
"Tapi anda memiliki kebiasaan sering lupa hal sepele."
Morgan hanya diam, dia tidak mau terus berkata yang hanya menyakiti orang disekitarnya.
***
Sore hari, Nayara jalan-jalan di taman ditemani Belvan. Nayara berharap dia akan bertemu dengan Morgan seperti pagi tadi.
"Nayara, apakah kamu akan meneruskan semua balas dendam ini," tanya Belvan dengan raut khawatir.
Belvan menggeser duduknya sedikit lebih menjauh dari Nayara.
"Iya Belvan, luka yang ku alami ini sama sekali bukan alasan untuk mundur dari semuanya. Aku akan mendapatkan Pak Morgan dan membuat Briana menangis darah, setelah itu siksaan demi siksaan. akan dia rasakan seperti dia menyiksaku hari itu." Nayara menatap kosong pada dinding. Bibirnya tersenyum penuh rencana jahat.
Nayara tidak ingin memenjarakan Briana, dia akan memakai cara yang sama seperti cara Diana menghancurkan keluarganya. Bertindak tanpa meninggalkan jejak.
"Nay, aku akan mendukungmu, tapi harus kamu ketahui, musuh yang kau hadapi adalah orang licik, bisa saja dia sudah melangkah jauh di depanmu."
"Aku tahu Belvan, aku akan belajar dari pengalaman hari ini, kalau Briana tidak bisa diremehkan. Tapi aku juga tahu, kalau wanita itu sangat mencintai Morgan hingga tak mau kalau ada wanita mendekatinya. Wanita itu akan lemah tanpa Morgan."
"Nayara, jaga dirimu baik-baik, bagaimanapun Morgan itu laki laki Normal." Belvan takut Nayara akan tidak bisa menjaga diri.
"Kamu meragukan aku Belvan, kamu seperti tidak mengenalku saja." Nayara mendongak menatap Belvan yang mendorong kursi roda dengan pelan.
Belvan menunduk menatap Nayara. Ada keraguan yang Belvan sembunyikan. Belvan takut Nayara akan jatuh cinta pada Lelaki yang memiliki sejuta pesona itu.
__ADS_1
'Nayara, semoga ucapan mu hari ini akan selalu sama dengan yang kamu ucapkan suatu hari nanti. Semoga kau akan menyadari, jika cintaku padamu tak akan pernah luntur oleh jarak dan waktu.'