Sekretaris Nakal (Balas dendam)

Sekretaris Nakal (Balas dendam)
Galau


__ADS_3

Belvan yang kecewa karena Nayara tidak menerima panggilannya, mengekor dibelakang dua orang yang statusnya sebagai atasan dan bawahan itu. Mereka bertiga akhirnya bertemu dalam satu lift.


Entah Tomi ada dimana, mungkin ada di lift lain.


"Belvan! kenapa kau tidak bilang kalau akan datang."


"Bagaimana kau bisa tahu, kamu terlalu sibuk," jawab Belvan sambil menatap Morgan sekilas.


"Van, maaf aku tidak tahu kamu akan datang. aku belum sempat melihat ponsel."


"Belum sempat karena terlalu sibuk." jawab Belvan lagi. Diwajahnya terlihat sekali lelaki itu sedang cemburu.


"Van ... Maaf," Nayara meraih tangan kanan Belvan dan menggenggam dengan kedua tangannya.


Sedangkan Morgan berusaha menahan rasa cemburu yang tiba-tiba memenuhi ruang dada.


"Belvan, tidak usah berlebihan, Aku dan Nayara hanya makan malam, dan saat kamu meneleponnya Nayara ada di toilet."


"Ponselnya sekarang ada padaku, karena Nayara tadi melupakannya saat mau pulang."


Belvan tentu saja merasakan keganjilan, pasti Morgan sengaja tidak memberi tahu Nayara.


"Pak, biar aku lihat panggilan Belvan."


Nayara segera mengambil ponsel dari tangan Morgan. dia membaca semua pesan dari Belvan. Nayara kembali merasa bersalah, dia benar benar tidak tahu kalau Belvan telah menjemputnya. Lelaki itu mengajak jalan-jalan bersama keluarga ke bioskop.

__ADS_1


"Belvan, apakah sekarang sudah terlambat?"


"Kalian akan kemana?" tanya Morgan, lelaki itu curiga kalau mereka akan pergi berdua.


"Aku mengajak nayara pergi ke bioskop." Belvan yang menjawab pertanyaan Morgan.


"Nay, bukannya aku melarang kamu pergi dengan Belvan, tapi ingat ini sudah larut malam, kamu harus istirahat."


"Pak, aku sepertinya harus tetap pergi. Apalagi ini keluarga Belvan yang meminta. Aku tidak mungkin mengecewakan mereka."


"Besok kita akan perjalanan jauh, aku tidak mau saat bertemu Client kamu akan mengantuk." Morgan kehabisan cara.


"Nay, apa benar kata Dia? kamu lelah?" Belvan menyibak rambut Nayara, menatap wajah wanita yang begitu dia sukai.


"Belvan, keluargamu lebih penting, jangan sampai kecewakan dia."


Morgan melihat Nayara dan Belvan keluar apartemen. Pandangan Morgan tak sekalipun terlepas dari dua insan yang sedang masuk mobil mewah itu.


"Tomi kenapa aku merasakan sakit saat Nayara pergi dengan lelaki lain."


"Tentu saja Tuan, itu karena Anda sangat mencintai Nona Nayara."jawab Tomi yang ikut menyaksikan kepergian mereka berdua.


Belvan dan Nayara memang terlihat sangat serasi, gaun ungu gelap dengan panjang selutut yang senada dengan kemeja Belvan membuat mereka tampak seperti pasangan suami istri.


Mobil Belvan meninggalkan basement. Belvan nampak bahagia sekali. Satu tangannya terus menggenggam jemari Nayara dan satu tangannya sibuk mengemudi.

__ADS_1


"Nay, kamu membuat aku cemburu." kata Belvan mengutarakan isi hatinya.


"Van, Morgan bilang aku dan dia adalah sahabat masa kecil, Aku baru tahu setelah Morgan mengatakan tadi."


"Nayara bagaimana bisa? kamu percaya?" Belvan tertawa. "Dia pasti mengarang cerita, supaya kamu selalu dekat dengannya."


"Belvan jangan tertawa!!" Nayara kesal Belvan terus menertawakan dirinya.


Nayara menunjukkan kalung yang sejak tadi ada di sakunya.


"Dia tidak mungkin berbohong." Nayara meyakinkan.


Belvan mengambil kalung dari Nayara, mengamati dengan teliti. Belvan lalu membuka isi liontin dan ternyata benar ada nama Naya dan Morgan di dalamnya.


Belvan mengelus memastikan kalau semuanya bukan rekayasa. Entah kenapa Belvan merasakan sebuah ketakutan. Belvan takut Nayara akan memilih Morgan daripada dirinya.


"Nay, apakah kamu yakin pernah memiliki liontin ini?"


"Tentu aku tidak bisa mengingatnya Belvan."


Belvan urung membawa Nayara pada keluarganya yang sudah lebih dulu tiba di gedung bioskop. Belvan ingin bicara sesuatu yang baginya lebih penting.


Belvan memilih membawa Nayara ke sebuah taman yang kebetulan lagi sepi . Belvan sepertinya harus bicara lebih serius.


"Belvan kenapa malah ke sini."

__ADS_1


" Ada yang ingin aku bicarakan, dan ini sepertinya lebih penting daripada sekedar nonton pertunjukan di bioskop."


Belvan apa yang ingin kamu katakan?"


__ADS_2