
Di sebuah ruang bawah tanah, hanya ada cahaya temaram yang menyinari. Sesosok tubuh wanita dengan pakaian lusuh, wanita itu tengah mendapat pengobatan intensif dari dokter yang disewa oleh Morgan. Morgan tidak mau Diana gila dia ingin wanita itu sembuh dan mengingat semua kejahatannya pada Nayara di masa lampau.
Morgan terus membantu rencana Nayara, karena wanita itu baru mau menikah setelah Diana mendapat balasan yang setimpal.
"Sahabat sialan, sahabat penipu. Dia telah merebut kekasihku. Uang ku juga habis hiks! hiks! Briana aku butuh kamu untuk meminta uang ke suamimu yang kaya itu, kenapa kamu harus mati hah?"
Diana terus merancau, akan tetapi dokter berkata jika kondisinya semakin hari semakin membaik. Dalam beberapa minggu ke depan Diana akan segera mengingat semuanya jika dia terus meminum obat darinya.
Nayara datang bersama Morgan untuk melihat kondisi Diana. Nayara terlihat kasihan dengan Diana. Akan tetapi dia tidak akan melupakan dendam yang sudah tertanam di jiwanya sejak kecil itu. Nayara akan tetap membalas perbuatan Diana setelah sembuh nanti. Entah pembalasan seperti apa yang sudah direncanakan oleh Nayara.
***
Usai menjenguk Diana Nayara menangis saat di dalam mobil. Nayara ingin melupakan saja dendam nya, tapi disisi lain ada Uncle Bram dan Aunty Maria yang tidak ingin dia kecewakan. Otak Nayara sudah berisi tentang cerita-cerita tragis kedua orang tuanya.
"Morgan apakah kamu yakin akan menikahi wanita seiko sepertiku? Aku seorang pembunuh."
"Kamu bagiku bukan pembunuh, Nay," jawab Morgan sambil menyodorkan tisu ke arah Nayara.
"Lalu apa namanya jika bukan pembunuh?" Nayara mengingat dia sudah membunuh Briana dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Morgan mendekati Nayara dan menenangkan, lalu mereka berdua melakukan mobilnya ke sebuah rumah makan untuk mengisi perut yang terasa kosong.
Di lampu merah, saat kendaraan berhenti, Nayara melihat seseorang sangat mirip dengan Briana dan Leon sedang bercanda di dalam mobil. Mereka berdua terlihat tengah bahagia, seperti seseorang yang sedang bersama kekasihnya.
"Morgan, aku melihat Briana masih hidup." Nayara menatap mobil sebelah yang tiba tiba kaca sampingnya dinaikan.
"Kamu pasti salah lihat Sayang, mungkin ada sedikit kemiripan saja, bukankah saat itu kau sendiri yang mengatakan kalau kau sudah menghabisi nyawanya."
"Benar, tapi wanita tadi benar-benar Briana, dan lelaki disebelahnya adalah Leon, aku pasti tidak salah lagi mengenali Leon." Nayara keras kepala, di terus saja mengatakan kalau lelaki yang menaiki kijang merah di depannya itu adalah Leon dan Briana.
"Nay, berjanjilah padaku jika dia Leon dan Briana kau tidak akan membunuh mereka berdua, aku tidak mau kau berada dalam tahanan dan kita batal menikah," ujar Morgan yang takut kekasihnya jadi nara pidana. Bagaimanapun hukum harus ditegakkan, jika polisi mencari Nayara karena benar-benar membunuh, Maka lelaki patuh hukum itu harus tetap menyerahkan Kirana.
Morgan mengejar mobil merah yang dikemudikan oleh Leon. Leon sangat panik ketika keberadaannya sudah terdeteksi oleh Nayara.
Seperti apapun dia berlari, lambat laun Nayara pasti akan tahu juga.
Morgan segera menyudutkan mobil Leon ke pinggir jalan dan memotong jalannya dengan cara menghadang di depannya. .
Leon terpaksa berhenti dan langsung turun untuk menemui Nayara. Begitu juga Nayara, dia buru-buru turun untuk menemui Leon.
__ADS_1
Nayara turun dengan gaya angkuh dan tangan dilipat di dada.
"Leon tumben kamu tidak menemui ku saat kamu sudah terbebas, untuk merayakan kebebasanmu, apakah kau sudah tidak menganggap aku penting lagi?"
"Tentu bagiku kau sangat penting Nona, aku baru saja ingin menemui anda." Leon berkata tanpa berani menatap sorot tajam yang dilayangkan Nayara padanya.
"Ouh baguslah, semoga kamu tidak berbohong. Lalu siapa wanita yang bersamamu."
"Wanita?" Leon pura-pura bodoh. Padahal Nayara melihat tadi dia bersama seorang wanita di mobil.
"Tidak ada wanita bersamaku Nona."
"Benarkah, boleh aku melihatnya." Tanya Nayara.
"Tentu Nona, anda boleh melihatnya." jawab Leon dengan raut wajah yang berubah menjadi merah.
"Hm, baiklah. Nayara mencoba mendekati mobil Leon, membungkukkan badan untuk memeriksanya, akan tetapi dia tidak melihat ada Briana di tempatnya tadi.
Nayara tersenyum dia tahu Leon sedang mengelabuinya. Nayara melihat seorang sedang bersembunyi di dalam.
__ADS_1
Nayara akan mengikuti permainan Leon, akankah lelaki itu masih setia atau telah berkhianat benar-benar berkhianat karena cinta.