
Kali ini Nayara yang mencium bibir Morgan. Ciuman itu mereka lakukan sangat lembut dan hangat. Mereka berdua menikmati ciuman dengan mata terpejam.
Saat tautan bibir mereka terlepas, Nayara ingat harus mencari cara untuk membawa Amora keluar.
"Morgan, Amora menggantikan aku disana. Kita harus selamatkan Amora."
"Morgan, bagaimana
****
"Nay, apa kamu sudah siap?" Make-up artis itu baru datang. karena pernikahannya memakai gaun jadi tidak butuh waktu terlalu lama untuk mendandani pengantinnya. Berbeda kalau pakai pakaian adat, banyak sekali pernak-pernik yang akan di hias.
__ADS_1
Nay, kamu masih sangat muda, kenapa ingin menikah cepat," kata make-up artis itu lagi. Amora menurut saja sejak tadi dipanggil 'Nay Nay' olehnya. Untung wanita yang kini tengah merias wajahnya itu tidak teliti dengan foto besar di pintu masuk tadi.
"Tentu karena aku merasa sudah menemukan lelaki yang cocok untuk mendampingku."
"Benar sekali, buat apa lama-lama sendiri kalau kita sudah menemukan yang cocok." ujar wanita berusia sekitar empat puluh lima tahunan itu.
"Tolong jangan lupa pakaikan cadar untukku nanti, aku tidak mau ada yang melihat wajahku sebelum suamiku yang membukanya di ranjang pengantin nanti. Aku ingin mempersembahkan semua untuknya nanti."
Amora hanya tersenyum. Gadis itu terlalu gegabah dalam mengambil setiap keputusan, tanpa memikirkan yang akan di dapatkan nanti. Bagaimana bisa dia punya rencana untuk menggantikan Nayara menjadi pengantin, sedangkan Belvan hanya mencintai Nayara saja. Akibat dan resikonya tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Amora bertekat kalau dia akan melakukan rencananya ini sejak jauh hari, karena dia tidak mau kakaknya menderita seumur hidup karena kehilangan yang kedua kalinya.
__ADS_1
Hal buruk ini dia pikirkan sendiri, tanpa berbicara dengan siapapun. Amora pernah baca novel kesukaannya yang berjudul Pernikahan Tanpa Cinta karya Isti Arisandi. Karena calon mempelai laki-laki kabur, jadi Dirga menggantikan Dimas, alhasil pernikahan mereka tetap berjalan meski awalnya kedua mempelai tidak saling mengenal sebelumnya, dan mereka di anugerahi banyak anak. Amora berharap Belvan akan memaafkan kesalahannya suatu hari nanti.
Usai merias wajah, Make-up artis memakaikan gaun putih yang panjang nya menjuntai kebelakang hingga bermeter-meter, sedangkan bagian dada terekpose hampir separuh, untuk menghindari terjadinya gaun melorot ada tali bening yang senada dengan warna kulitnya. Amora tahu gaun mewaj yang dipakainya saat ini harganya ratusan juta. Membuktikan kalau cinta Belvan benar-benar sangat besar.
"Apakah pengantin perempuan sudah siap? Penghulu sepertinya sudah tiba." Papa Belvan mengingatkan istrinya dan Flora unzik menjemput Nayara di kamar.
Flora memasang wajah sebal, akan tetapi beranjak juga karena papa yang memerintahnya, dalam hati dia terus berdoa semoga saat membuka kamar dia tidak bertemu Nayara di kamarnya. 'Semoga Nayara kabur, sampai mati aku tidak akan rela memiliki adik ipar dia,' batin Flora.
Flora langsung nyelonong masuk dan berbicara tidka pantas. "Aku kira kamu akan kabur di hari pernikahan seperti yang aku fokirkan beberapa hari ini, kenapa kamu tidak melakukan Nay," kata Flora.
Amora terkejut dengan ucapan kakak ipar calon suaminya. Bagaimana bisa Wanita itu berkata begitu ketus dan memperlihatkan kebencian yang begitu menohok.
__ADS_1
Amora hanya berdehem, ingin membalas ucapan wanita itu, tapi takut ketahuan. Suaranya yang tinggi melengking sangat berbeda dengan suara Nayara yang empuk, akhirnya Amora memilih diam dan menjadi gadis yang patuh.