
(Surat tak berbalas)
To: Orang yang tak peka
From : Sihh pemendam
Mari kita mulai dengan kalimat sapaan
"hai gimana hari ini?"
Biasanya sih kamu bakalan mulai menceritakan kegiatan mu, kegiatan yang selalu dengan antusias akan aku dengarkan
Hal yang menyenangkan :)
Aku sama kamu udah kenal berapa lama yahh??
Masih ingat pertemuan pertama kita?
ehhh jangan di inget..maluu wkwkw
Udah lah nggak penting hehe
Izinkan aku menulis sesuatu untuk kamu
Kalau sampai kamu baca surat ini.. Selamat datang sih cowok yang nggak peka :)
Kenapa harus gini sihh
Katanya mencintai seseorang itu menyenangkan
tapi kenapa yang aku rasa menyakitkan
Katanya kalau mencintai seseorang itu harus diperjuangkan..
Iya aku sudah berjuang kok..tapi mau gimana lagi kalau di hati kamu cuman ada dia
Perjuangan ku bertahan di samping mu hanya kamu anggap sebagai pelarian
Jujur aku capek
Katanya dengan melihat orang yang kita cinta bahagia, kita juga akan bahagia
ahhhh bullshit
Sadar nggak sihh
Bertahan di posisi ini itu melelahkan
Hari ini berat banget untuk aku
Aku nyerah aja yahhh
Ini bukan cuman masalah cinta aku yang nggak berbalas sama kamu yahh
tapi..
__ADS_1
Ini sudah melibatkan keberlanjutan hidup aku
Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan..tapi mau gimana masa aku harus bilang ke kamu duluan..
Aku nggak seberani itu
Mana kamu juga udah punya pawang hehe..
lebih lagi aku tau kamu sayang banget sama wanita itu
Sungguh dia wanita yang beruntung
Aku jenuh
Memperlihatkan bahagia ku melulu
Terus berpura-pura tidak terjadi sesuatu
Padahal kalau kamu mau tau
Aku sudah tak setegar dulu
Di titik ini aku sudah hampir menyerah,
menyerah dengan kamu serta dengan hidup ku
Aku yang sering memberikan yang terbaik di hidup ku
hari ini..
***
(halo..lama tak berjumpa)
(akuu kembali hehe..mari buat pengakuan :) memang di hari aku menulis surat itu aku sedang di fase terendah di hidup ku, mengapa? yahh karna aku udah benar-benar mau menyerah,, aku capek harus terus bolak-balik rumah sakit karna kondisi ku saat itu memang sedang memburuk ditambah harus mendem perasaan yang nggak tau harus aku simpan sampai kapan)
(kalian mau tau kelanjutan cerita cinta ku?
kalau tidak mau..tak apa, aku akan tetap menceritakannya hehe)
*
hari itu, pertama kalinya aku mendengar kalimat "aku capek dek,, apa aku putus aja yah"
(ada gila-gilanya kan tuh orang)
"dek lu dimana??"
"cafe tempat biasa, kenapa Jo?"
"tunggu disitu !!!, aku kesana"
"iya"
__ADS_1
-----
(cafe)
"kenapa lu? asem banget tuh muka"
(sayang banget kan muka ganteng dibuat murung)
"lu kemana sih, hobby banget ngilang"
(dihhh..gua lagi ancur gila)
"mencari wasiat harta karun terbedam"
"ngajak-ngajak dong kalau mau dapet rezeki tuh, jangan pelit dek"
"dihhh,, ehhh ehh itu donat akuuu :( "
(Dateng-dateng langsung ngambil makanan orang, syukur sayang ehhðŸ¤)
"ya allah satu doang"
(gemes)
"luu kenapa sih? berantem lagi sama pacar lu yahh"
"iya"
"kalau ada masalah itu di bicarakan baik-baik Jo, jangan gini terus lahh"
"gua capek dekk, ngadepin sikap dia"
(aduhhh kok gua jadi ikut sedih)
" 2 Minggu gua tinggal kirain udah baik-baik aja, ternyata masih aja berantem, berantem kenapa lagi sih luu"
"gara-gara lu"
"lah kok gua"
(sambil nunjuk diri sendiri)
"emang aku kenapa Jo"
(lah malah diem nih orang)
........
"dia cemburu sama aku yah??"
(pede dikit nggak apa lah yah wkwk)
"iya"
(singkat, padat, menyiksa)
__ADS_1
***