
"La, hari ini gue nggak bisa pulang bareng lo ya. Soalnya ada rapat osis sampe sore. Lo pulangnya gimana? Sama Devan ya?" jelas Raffa pada gadis yang sedang duduk di bangkunya sambil membaca novel seperti biasa, Ayla tidak merespon perkataan Raffa yang menjelaskan bahwa dirinya tak bisa pulang bersama gadis tersebut.
Melihat Ayla yang masih saja berkutat dengan novelnya, cowok itu mengambil alih novel yang sedang dibaca gadis itu "gue tuh lagi ngomong sama lo La, dengerin dulu apa" gadis itu menoleh ke arah Raffa ia kesal karena cowok itu mengambil novel yang sedang dibaca, padahal gadis tersebut sedang asik tenggelam dalam cerita yang ada pada novel itu. "lo juga Raff, udah tahu ‘kan kalo gue lagi baca novel paling nggak suka diganggu" ucapnya seraya membalikan badan ke depan dengan raut wajah kesal. Rafa langsung menarik tubuh gadis itu agar menghadap ke arahnya "ini beda cerita La, nanti gue nggak bisa pulang sama lo. Lo, pulang sama siapa? Devan bisa barengin lo nggak La?" mendegar itu Ayla memutar bola matanya malas "ck, iihh yaudah gue pulang naik ojek atau taksi bisa Raffa" jelasnya, lelaki di hadapan Ayla menggelengkan kepalanya tanda tak setuju akan ucapannya barusan.
"Nggak La, pokonya lo nggak boleh pulang naik taksi atau ojek atau semacemnya nanti kalo lo kenapa-kenapa gimana?" ucap Raffa sambil memegang bahu Ayla, gadis itu menepis tangan Raffa dari bahunya lalu gadis tersebut mengambil ponsel yang ada di kolong meja "yaudah gue pulang sama Devan, tapi gue nggak tahu dia bisa atau nggaknya" ucap Ayla sambil mengetikkan sesuatu pada ponselnya.
Ayla
Bang, pulang sklh gue nebeng sama lo ya?
Bang Dev
Gue gabisa dek, acara di kampus hari ini. Emang si raffa kemana?
Ayla memutar bola matanya malas lalu membalas pesan kakanya itu
Ayla
Ck, yaudah gue pulang naik taksi aja.
Bang Dev
Jangan, nanti lo knp2 gmn?
Lagi-lagi baik cowok yang ada di sebalahnya maupun Devan sama saja, terlalu berlebihan. Kedua lelaki itu sangat posesif terhadap dirinya. Mungkin, mereka bersikap seperti itu karena gadis tersebut pernah kecelakaan karena pulang dengan ojek online. Itu sebabnya mereka tidak membolehkan Ayla menaiki ojek online atau kendaraan lainnya kecuali ia bersama Raffa atau orang terdekatnya. Padahal musibah bisa terjadi kapan dan di mana saja bukan?
"gimana La, lo pulang sama siapa?" tanya Raffa setelah menunggu sahabatnya itu berkirim pesan dengan kakanya. Ayla memberikan ponselnya pada Raffa agar lelaki itu membaca sendiri pesan yang dikirimkan oleh Devan "terus lo gimana La? Atau gue anter lo dulu ke rumah baru rapat ya?" ucap Raffa dengan raut wajah khawatir. "Nggak usah Raffa gue bisa jaga diri kok" ucap Ayla menjelaskan bahwa dirinya tak perlu dikhawatirkan.
ketika mereka sedang berdebat terlihat Karrel masuk kelas dari arah pintu, lalu lelaki tersebut menghampiri kedua sahabatnya yang terlihat sedang membicarakan sesuatu "halloo pasutri lagi ngomongin apa nih? serius amat kaya konfresi meja bundar, tenang apapun masalahnya ada abang Karrel ganteng disini" ucap Karrel sambil menyisir rambutnya asal menggunakan tangan. "gue nggak bisa pulang bareng Ayla" ucap Raffa, membat Karrel menoleh dan duduk di bangku depan Raffa yang kebetulan pemiliknya tidak ada
karrel meledek gadis itu ia berkata "itu doang, yaudah gini biar gue saja deh, yang anter calon istrinya aa Raffa"
"calon-calon gigi lo" ucap Ayla kesal, Karrel yang mendengarnya hanya nyengir kuda saja.
"gini ya calon bininya Raffa, dan calon tante dari anak gue yang gantengnya melebihi Shaw Mendes. Lo balik sama gue aja dijamin aman, damai, sentosa dan sejahtera" kata Karrel dengan nada bicara yang bisa dibilang 'menyebalkan'
"nah bagus tuh, kalau Ayla pulangnya sama lo gue nggak khawatir" ucap Raffa menepuk pundak karrel, yang di tepuk hanya cengengesan "Oke, Ayla pulang sama gue ya, kapan lagi di bonceng sama kembaran manurios ini" ucap cowok itu sambil berdiri meninggalkan keduanya.
"sudah ya pasutri jangan bertengkar lagi, nanti saja di rumah kalau mau lanjutin" lalu lelaki tersebut duduk di bangkunya. Kemudian, mengeluarkan earphone di dalam tas lalu memasangkan ke telinganya.
Raffa tersenyum lalu menarik tangan gadis itu "kantin yuk La" gadis itu hanya menuruti permintaanya dan mereka berjalan menuju kantin.
"yukk La, pulang" seru cowok yang sudah mengenakan jaketnya, pada Ayla yang sedang memainkan ponsel.
"bentar Rel, gue bilang sama bang Dev dulu" ucap gadis itu tangannya sibuk mengetikkan pesan.
Ayla
Bang, gue pulang sama Karrel ya.
Bang Dev
Iya dek, hati2 lo. Jangan lupa makan!
__ADS_1
Kemudian gadis itu berdiri dari tempat duduknya lalu memasukkan ponseln ke dalam saku rok "Dira gue pulang sama Karrel ya, jangan cemburu lo" ucapnya pada gadis yang sedang merapihkan alat tulisnya ke dalam tas "yeehh nenek gambreng, ngapain cemburu sama si batu rel" ucap gadis itu kesal "tenang ya calonnya bang Karrel, aku setia kok orangnya" ucap cowok itu percaya diri "sebodo amat lah" balas Nadira lalu pergi dari kelas, ia mengambil kunci mobil dengan gantungan baymax itu. Ayla hanya tertawa, ia tau kalau sahabatnya itu tengah salting karena tingkah Karrel pada gadis tersebut.
"ayok La, lest go. Cus kita pulang" ucap lelaki itu menarik tangan Ayla agar meninggalkan kelas yang sudah sepi "yaudah nggak usah tarik-tarik Rel" ucap gadis tersbut sambil melempaskan tangannya dari genggaman cowok itu.
Setibanya di parkiran Karrel langsung menghampiri motornya kemudian tak lupa ia memberi Ayla helm.
"yuk La, naik" ucap Karrel yang dibalas anggukan oleh gadis tersebut. "La, makan dulu yuk gue laper ni" seru cowok berhelm carlos itu.
"hmmm, serah lu dah" balas Ayla cuek
"cuek amat lo, kalo sama Raffa saja kaga" ucap Karrel seraya melihat gadis itu dari kaca spionnya.
"bodo" balasnya, lalu Karrel membelokan motornya di salah satu tempat makan, lalu keduanya mencari tempat duduk. Kemudian Karrel berdiri untuk memesan makanan untuknya dan juga Ayla. Tak lama pesanan mereka datang, keduanya pun langsung memakan makanan mereka tanpa ada yang berbicara.
Setelah makan, Karrel langsung mengantar Ayla ke rumah gadis tersebut, hanya butuh waktu 10 menit motor Karrel sudah sampai di komplek perumahan Ayla lelaki itu memberhentikan motornya tepat di depan pagar bewarna hitan itu "makasih yaa Karrel" kata Ayla seraya tersenyum "sama-sama kesayangannya Raffa" kemudian cowok itu melajukan motornya meninggalkan Ayla yang masih berdiri disana, gadis itu masuk ke rumah dan membuka pintu lalu berjalan menuju kamar untuk mengganti seragamnya dengan pakaian santai.
Setelah berganti baju Ayla menuruni tangga, ia melangkahkan kakinya ke ruang keluarga dan menonton TV. Ayla berkata dalam hati 'sepii, setiap hari begini' gadis itu mengedarkan pandannya ke atap rumah yang berwarna putih itu. Tak lama kemudian Devan datang bersama temannya 'Fabian' "oi dek ngapain lo malah bengong ke sambet lo ntar" serunya, ia duduk disamping Ayla diikuti cowok yang memakai jaket army "sudah makan belom dek?" tanya Devan lagi "sudah" jawab gadis itu malas.
Fabian melirik Ayla lalu tersenyum melihat gadis yang sedang menonton TV "lo temenin Fabian dulu ya gue mau mandi gerah nih" ucap Devan lalu pergi ke kamarnya. Ayla melirik kakanya yang sudah di tangga "hhmmm, jangan lama"
Cowok di sebalah gadis itu tampak bingung karena Devan meninggalkan ia berdua dengan Ayla, Fabian mengambil ponsel di saku celanannya lalu mengetik pesan.
Fabian
eh kampret gue tau, lo bukan mau mandi tapi sengaja ninggalin gue kan?
Devan cekikikan membaca pesan dari Fabian lalu mulai membalas sesuatu diponselnya.
Devan
Fabian
Hmmm. Sahabat laknad!
Devan hanya cengegesan membaca pesan dari cowok itu tanpa membalasnya lagi.
Fabian menolehkan kepalanya pada gadis di sebelahnya "La hmm, temenin gue yuk?" yang diajak bicara pun memutar kepalanya kearahnya "kemana?" tanya gadis itu.
"ke taman mau?" Ayla tampak berpikir sejenak, lalu gadis tersebut bangkit dari sofa dan mematikan TV.
"gue ganti baju dulu" ucanya lalu melangkahkan kaki menuju kamar di lantai atas. Ayla turun dengan menggunakan celana jeans selutut dan kemeja kotak berwana mocca, kakinya dibalut menggunakan sepatu convers berwarna maroon tak lupa gadis itu membawa tas untuk menaruh ponsel dan berapa lembar uang di dalamnya. "yuk ka jalan" ajak gadis itu pada cowok yang sedang menyandarkan kepalanya di sofa, ia tersenyum melihat penampilan Ayla 'cantik' batin Fabian, lalu ia berdiri dari duduknya "nggak usah panggil ka, Fabian saja" ucap lelaki itu, Ayla tampak bingung dengan perkataan Fabian barusan.
"tapi gue maunya panggil ka gimana?" sahut gadus itu yang tak mau keputusannya diubah oleh siapapun. Cowok itu nyengir "yaudah senyaman lo saja" lalu melangkahkan kaki keluar rumah, Fabian membukakan pintu mobil untuk Ayla dan lelaki tersebut mendudukan dirinya di kursi pengemudi. Kemudian, menjalankan mobilnya meninggalkan komplek rumah bergaya minimalist itu.
Selang beberapa menit kendaraan roda empat itu sampai di tempat tujuan lalu ia membuka pintu mobil begitu juga dengan Ayla.
Gadis itu melihat ke arah taman yang tidak asing baginya lalu Fabian menarik tangan Ayla untuk masuk ke area taman. Mereka mencari tempat duduk "sebelumnya lo pernah kesini nggak?" tanya Fabian pada gadis yang sedang memandang danau di depannya "pernah" balas gadis itu singkat. Fabian menaikkan sebelah alisnya "sama siapa kalau boleh tahu?" gadis disampingnya menoleh "Raffa" jawab Ayla lagi-lagi singkat.
"ohh hmm, bentar gue mau ke toilet dulu ya La" pamit cowok itu, Ayla hanya mengganggukan kepalanya.
'Hmm seruan sama lo deh Raf, lo sih rapat osis lama banget' kata gadis itu dalam hati, ia mengeluarkan ponsel lalu membuka aplikasi whatsapp dan mengirim pesan pada seseorang, siapa lagi kalo bukan 'Raffa'
Ayla
__ADS_1
Rapaaaaa..... Nnti kl udh plg kerumah pohon ya
Hanya dua menit Raffa sudah membalas pesan gadis itu, 'katanya rapat tapi bales chat gue cepet banget' batinnya bingung.
Rappa
Iya La, kangen ya lo sama gue? :p
Ayla yang membacannya keheranan percaya diri sekali sahabatnya itu. Kemudian ia membalas pesan dari Raffa lagi
Aylaaa
Ga, pede bgt lo! Udh rmh phn aja ntr, biasa.
Disebrang sana Raffa tersenyun melihat jawaban dari gadis itu "kenapa lo Raff senyum-senyum sendiri sama hp?" tanya salah satu temannya "biasa lah siapa lagi, kalo bukan Ayla" Sahut teman Raffa yang lain, yang diajak bicara hanya menunjukkan cengiran khasnya saja.
Raffa membaca ulang pesan dari gadis itu, bibirnya tak luput dari senyum, hanya mendapat pesan singkat dari Ayla bisa membuatnya sebahagia ini.
Rappa
Iya, iyaaa. Bawel amat garpu somay. hhah
Drttt... Drtt
Cowok tersebut langsung membuka ponselnya lagi, yang berada di atas meja lalu tersenyum lagi dan lagi, saat melihat notifikasi di sana.
Aylaaa
Berisik! Cengcorang.
"Ka Fabian lama banget ya!?" ucap Ayla sambil mencari keberadaan cowok jangkung itu, ia merasakan sesuatu yang dingin di pipi kananya gadis itu menoleh ternyata Fabian membelikan es krim rasa vanila kesukaannya "nih buat lo, lo suka rasa vanila ‘kan?" tanya Fabian, ia duduk lagi di sebelah Ayla "tahu dari mana?" tanya gadis tersebut sambil memakan es krimnya "nebak saja sih" jawab Fabian, cowok itu menatap Ayla, yang ditatap malah mengalihkan pandannya ke danau .
"Makasih ya ka"
"sama-sama"
Hening.... s
Beberapa saat, Fabian bersuara lagi "La kesana yuk!" ajak Fabian pada Ayla, lelaki itu menunjukkan arah ke penjual gelembung yang ada di dekat pohon "yukk" ucap Ayla lalu ia berdiri dari duduknya dan membuang bungkus es krim ke tempat sampah yang sudah disediakan. Mereka berjalan menghampiri penjual gelembung itu "pak saya beli satu ya" pesan Fabian pada penjual tersebut. Lalu, dia mengeluarkan uang lima ribuan untuk membayar gelembung yang dibeli, cowok tersebut mengajak Ayla ke pinggir danau. Dia berharap dengan cara ini bisa membuat Ayla tersenyum karenanya.
"nih ya La, lo coba deh tiup gelembungnya" kata Fabian tangannya sibuk memasukkan sesuatu ke tempat gelembung yang tadi dia beli, lalu cowok itu mulai meniupnya dan munculah banyak gelembung beterbangan "banyak banget gelembungnya ka, gue coba dong" kata Ayla antusias kemuadian ia memberikan gelembung yang ada ditangannya "nih, lo harus coba!" Ayla menerima dengan senyum.
Gadis tersebut mulai meniupkan cairan sabun itu dan muculah gelembung lebih banyak daripada yang ditiupkan oleh Fabian tadi "hahaha gelembung gue lebih banyak dari lo ka" katanya diselingi tawa. Membuat Ayla bahagia sangat sederhana, tak perlu hal mewah, tak membutuhkan cara yang sulit juga. Hanya hal kecil bisa membuatnya bahagia, itu sebabnya Raffa jadi suka karena gadis itu berbeda.
Tak terasa hari sudah menjelang sore akhirnya Fabian mengajak Ayla pulang "pulang yuk La sudah sore banget ni" ucapnya pada gadis yang sedang duduk di rumput taman menikmati angin yang berhembus membuat rambutnya terbang ke belakang. "yuk pulang" kata Ayla lalu pergi lebih dahulu meninggalkan Fabian
Melihat gadis itu jalan lebih dulu, Fabian berkata dalam hati 'kapan lo ga cuek sama gue La?' Kemudian, ia melangkahkan kakinya menyusul Ayla yang sudah jauh di depan sana.
Sekitar dua puluh menit mereka sudah sampai di depan rumah Ayla "gue langsung pulang aja ya la, salam sama bang lo" ucap Fabian dari dalam mobilnya "iya ka, makasih buat hari ini" balas Ayla tersenyum, cowok itu mengangguk lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.
"gimana habis jalan sama Fabian seru nggak?" tanya Devan yang datang dari arah dapur sambil membawa segelas minuman, ia langsung merebut minuman di tangan Devan "biasa saja, tapi dia ngajak gue main gelembung" jawab gadis itu sambil meminum orange jus yang tadi ia ambil dari tangan Devan "Fabian atau Raffa?" tanya Devan seketika yang membuat Ayla tersedak.
Hukk.. hukk
__ADS_1
"apaan sih pertanyaan lo, ya gue milih Raffa dia ‘kan sahabat gue sedangkan ka Fabian itu cuma gue anggep kaka sama kaya lo" jelas gadis itu panjang lalu pergi meninggalkan cowok tersebut "Kalau nanti, lo suka sama Fabian gimana?" tanya Devan pada adiknya yang sudah berada di tangga "itu urusan nanti bang" jawab gadis itu malas.
Devan tidak membalas lagi perkataan adiknya, karena ia tahu percuma jika dirinya berusaha mendekatkan adiknya dengan Fabian kalau tidak ada kemauan dari Ayla sendiri. 'biarin saja deh terserah dia maunya sama siapa yang penting jangan yang nyakitin dia saja' batin Devan, dia takkan membiarkan adiknya menangis karena laki-laki yang di pilihnya nanti.