SESAL

SESAL
Ungkapan Romantis


__ADS_3

Maaf,Pak,..aku tak tau kalau dia istri bapak." Ucap Lestari tertunduk.


"Lalu kalau bukan istri saya kamu akan seenaknya begitu?"


"Kenapa sih kamu benci banget sama aku?" Tanyaku padanya.


Dia hanya tertunduk tak menjawab apa-apa.


"Atas nama istri saya saya minta maaf, Bu. Tapi tolong jangan pecat saya." Ucap suami Lestari.


"Bagi saya yang bersalah harus menanggung sendiri akibatnya, kamu nggak salah apa-apa,tapi istri kamu yang sok berkuasa. yang aku tidak terima dia menyakiti anakku dan menghina istriku." Ucap suamiku tegas.


Kali ini aku tak menghalangi suamiku melakukannya karena ini yang ke tiga kalinya Lestari menghina aku. Aku tak terima, mungkin dulu ada perasaan iba atau kasihan tapi juga harus tegas supaya jadi pelajaran bagi karyawan lain supaya jangan memandang remeh pada orang lain. Harus ramah terhadap pengunjung karena sumber pendapatan dari tempat wisata ini adalah dari banyaknya pengunjung.


"Kamu tak akan aku pecat tapi istrimu aku tetap akan memecatnya." Ucap suamiku tegas.


Lestari tak mengatakan apa-apa hanya melirik ku sebentar dengan tatapan penuh amarah terhadapku.


"Aku tak pernah membencimu Lestari, tapi kamu sendirilah yang menaruh kebencian itu di hatimu terhadapku." Ucapku menatapnya.


"Aku tak habis pikir kamu seharusnya sudah bisa melupakan masa lalu, karena akupun juga begitu." Ucapku padanya.


"Gara-gara kamu aku harus kehilangan anakku." Ucapnya tanpa melihatku.


"Salahku di mana..ha? jangan mengkambing hitamkan aku yang tak ada sangkut pautnya dengan kematian anakmu, kamu instrospeksi diri kamu sendiri." Ucapku lantang.


"Aku tak pernah mengganggumu saat kamu jadi istri Mas Rasya, hanya kecemburuan kamu saja yang selalu menyalahkanku, seandainya aku sama Mas Rasya sampai sekarang ya kamu bisa marah padaku,tapi aku sudah punya kehidupan sendiri dengan keluargaku, jadi dimana salahnya aku.?" Ucapku panjang lebar.


"Tak baik menyimpan dengki pada seseorang, jalani saja hidupmu dan berusahalah menjadi orang yang lebih baik " Ucap Rayhan.


Aku heran kenapa dia selalu menyalahkanku dengan kematian anaknya. Padahal aku tak berbuat apa-apa padanya. Sungguh pemikiran yang picik selalu menyalahkan orang lain.


"Sebaiknya kamu lanjutkan pekerjaan kamu kalau masih mau tetap bekerja di sini " Ucap Rayhan pada suami Lestari.


"Ba--baik, Pak." Ucapnya dan kemudian berlalu sambil menarik istrinya keluar.


Niatnya mau liburan, refreshing malah ketemu sama masa lalu yang tak henti-hentinya buat masalah.


"Nggak usah di pikirin, Sayang. Mending kita nikmatin liburan." Ucap suamiku.


Kami akhirnya kembali ke penginapan. Sesampainya di penginapan yang lain masih kumpul di teras. Mereka semua tertawa karena kelucuan anak-anak yang berceloteh.


" Papa...."teriak Fhadiyah langsung memeluk papanya.


"Bagaimana dengan si perempuan sok itu, Kak?"tanya Fira.


"Udah aku pecat." Rayhan yang menjawab.


"Syukur deh...kurang ajar banget." Ucap Fira.


"Rencananya malam ini kita ngapain?" Tanya Fira.


"Bikin baby " Ucap Rayhan asal.


Aku langsung memukul lengan suamiku.

__ADS_1


"Dasar otak kamu cuma itu melulu." Ucapku.


"Lha...emang kan tujuan bulan madu begitu." Sergah Rayhan.


"Dengkulmu yang bulan madu." Ucap mama mertua.


Kami hanya tertawa mendengar ucapan mama.


"Kita begadang malam ini sambil bermain, gimana?" Usul pak Erwin


"Nggak baik begadang merusak kesehatan, iya kan Dok? Tanyaku.


"Nggak apa-apa kalau sekali-kali." timpal dokter Tiara.


Akhirnya kami sepakat setelah anak-anak kami tidur.


"Papa mau ikutan?" tanyaku pada papa mertua.


"Papa mau bernostalgia sama ayah kamu."


Akhirnya setelah anak-anak tertidur di temani ibu dan mama mertua akhirnya kami tiga pasangan suami istri menghabiskan malam dengan bermain ala anak muda.


Aturan permainan kita harus jawab jujur apapun yang di tanyakan oleh sang penanya. Permainan dibagi tiga pasangan dengan menggunakan sebuah botol yang akan di putar. Nantinya pada saat botol berhenti pada siapapun maka akan di berikan satu pertanyaan dan harus di jawab dengan jujur apapun pertanyaannya.


Permainan pun dimulai dan pak Erwin yang memutar botolnya. Setelah botol berputar dan berhenti pada pasangan Fira dan Ridho. Dan yang memberikan pertanyaan pak Erwin.


"Apa keinginan terbesar kamu , Dho?"


"Bahagiain istriku dan punya anak lagi." Ucap Ridho tersenyum manis pada Fira.


"Muacccccch" kecupan panjang ala Fira kepada suaminya membuat aku geli melihatnya


"Emang sekarang kamu bahagia, Fir?" tanyaku pada Fira.


"Banget, Kak." balas Fira.


" Jadi tinggal punya anak lagi dong," timpal dokter Tiara.


"On proses, dok.hehehe,"


Kini giliran Ridho yang memutar botolnya dan ujung botol menunjuk kearah aku dan Rayhan.Dan kini Fira yang ngotot memberikan pertanyaan.


"Kak...posisi bercinta yang paling kalian sukai apa?" Tanya Fira tanpa filter mulutnya.


"Ganti deh pertanyaannya " Protesku.


Semuanya tidak setuju dan mau tak mau aku harus menjawab. Bukan hanya aku tapi Rayhan juga.


"Rayhan aja yang jawab, kamu juga tadi cuma Ridho yang jawab." Protesku lagi pada Fira.


"Nggak boleh, Kak harus jawab sendiri-sendiri."


"Woman on the top." jawab Rayhan santai.


Benar-benar buat malu, pertanyaan Fira juga kelewatan.

__ADS_1


"Kalau Kak Fani? Tanya Fira menaik turunkan alisnya.


"Semua gaya dia aku suka, "jawabku malu.


"Yaelah pakai malu segala, nggak usah malu lah...itu mah biasa, Sayang." Ucap suamiku.


Kini botol kembali berputar dan kini giliran dokter Tiara dan Pak Erwin.


"Cinta pertama kalian siapa? Dan seandainya kalian tidak di pertemukan kembali apa kalian akan membina rumah tangga dengan yang lain?" Tanyaku pada pak Erwin dan dokter Tiara .


Sontak pak Erwin dan dokter Tiara menyebut nama pasangan masing-masing dengan bersamaan,


"So sweet- nya." Ucapku. Fira juga mengatakan hal yang sama.


Pasangan yang buat baper itu tersenyum dan saling pandang.


"Tolong aku, Yang ...aku nggak kuat pingin di peluk." Ucap Fira lebay dan memeluk suaminya.


"Mau aku peluk juga ,Sayang?" tanya suamiku.


"Nggak," Tolakku.


"Kalau aku sih... kala itu trauma yang namanya perempuan, tapi pas ketemu Tiara dan tau dia masih single, ya...keinginan untuk married lagi langsung On," Ucap pak Erwin.


"Langsung itunya On, " tanya Fira membelalak.


"Menikahnya yang "On." Timpal Ridho.


"Hehehe....nggak konsen." Fira cengengesan.


"Kalau dokter?" Tanyaku lagi.


"Nungguin dia terus sampai tua, hahahaha." Jawab dokter Tiar.


"Kalau kamu Sayang First love kamu siapa?" Tanya suamiku sambil menopang dagu menatapku .


"Yaelah pakai di tanya lagi ...pasti Kak Rasya-lah." Ucap Fira.


"Memang kamu bukan cinta pertamaku tapi kamulah yang terakhir dan selamanya bahkan seandainya aku terlahir kembali aku hanya akan menjadi istrimu di dunia dan akhirat." Kami saling menatap penuh cinta.


"Romantisnya semua, bikin baper, deh." Ucap Fira cemberut, menginginkan suaminya romantis juga.


"Sekali-kali begitu juga dong, jangan cuma bilang Fira sayang, cintaku" " Ucap Fira manyung pada suaminya.


"Aku nggak tau mengucapkan cinta dengan kata-kata romantis tapi cintaku padamu Fira sayang, cintaku...tak bisa ditakar dengan apapun Jika aku harus memilih diantara bernapas dan mencintai, aku akan menggunakan napas terakhirku untuk bilang aku mencintaimu dan mencintaimu." Ucap Ridho puitis.


"Pasti kata-katanya lihat di Tik-Tok." Ucap Fira tidak puas.


"Lagian kalau nafas terakhir itu kita Syahadat, sebut nama Allah." Ucap Rayhan.


"Salah lagi..." guman Ridho.


Kami tertawa melihat pasangan tersebut. Mereka benar-benar saling melengkapi. Ridho yang kalem dan Fira yang cerewet.


Karena malam semakin larut akhirnya kami bergegas untuk tidur karena esok kami akan jalan-jalan dan menikmati indahnya pagi di Rayni Flower's.

__ADS_1


__ADS_2