SESAL

SESAL
Visual


__ADS_3

Ok readers, beberapa yang meminta foto visual dalam novel ini. Masih pemeran cowoknya, sedangkan yang ceweknya tunggu ya!!😀


Rayhan


Tipe cowok yang setia. Walaupun dia tampan dan kaya raya tapi dia hanya jatuh cinta hanya sekali yaitu hanya pada Fani.



Erwin


Sosok pria yang begitu dingin dan kaku. Harus menunggu waktu lama sampai bisa menemukan kembali cinta sejatinya yaitu dokter Tiara.



Ridho


Pria kalem, penyayang yang mencintai seorang wanita yang bar-bar, usil dan manja. Wanita tersebut adalah Fira.



Hana's POV (Lanjutan)

__ADS_1


Aku hanya bisa duduk terpaku menerka-nerka apa yang terjadi, kenapa seperti ini. Sedangkan Mas Rasya masih terduduk di pinggir tempat tidur sambil menutup wajah dengan ke dua tangannya.


Aku ingin bertanya pada pria yang sudah sah menjadi suamiku tapi masih ada keraguan dalam hati. Akhirnya aku membaringkan tubuh mencoba untuk memejamkan mata tapi pikiran masih melayang dengan kejadian barusan. Dalam hati bertanya - tanya apa dia belum bisa menerimaku sebagai istrinya ataukah masih mengingat mantan istrinya.


Tapi apakah bisa seperti itu. Yang aku tahu laki-laki normal akan cepat on dan melakukan hubungan dengan lawan jenisnya, apalagi aku kan istrinya. Meskipun tak ada cinta.


Ataukah Mas Rasya memiliki kelainan. Tapi dia kan pernah menikah bahkan memiliki seorang anak.


Berbagai pertanyaan dalam benakku. Bertanya dan menjawab sendiri.


Aku berusaha keras memejamkan mata ini tapi tetap tak bisa. Kurasakan pergerakan di sampingku dan itu pasti Mas Rasya yang sedang berbaring.


"Aku tau kamu belum tidur, Han." Ucapnya.


"Maaf," ucapnya sendu.


"Maaf karena apa, Mas?" Ucapku pura-pura tak tahu maksudnya.


"Masalah yang tadi, aku juga tak tau kenapa seperti ini." Ujarnya masih terus menatap langit - langit kamar.


"Mas.... boleh aku bertanya?" Ucapku sedikit ragu.

__ADS_1


Dia kemudian menatapku dan sedikit mengangguk.


"Apa karena Mas belum bisa melupakan Mamanya Rafa?" Ucapku.


Dia kemudian merubah posisi tidurnya, dia terbangun dan bersandar di tempat tidur.


"Jujur...dulunya aku sangat sulit melupakan dia... kebaikannya, kesabarannya, penghianatanku padanya, tapi setelah aku melihat kebahagiaannya dengan suaminya dan memutuskan membuka lembaran baru dengan-mu aku perlahan melupakan rasa ini padanya. Jadi aku mohon Han... bantu aku untuk melupakan dia." Ujarnya menatapku penuh harap.


Ada rasa nyeri dalam hati mendengar pernyataan jujur pria yang bergelar suamiku ini. Tapi bukankah aku juga merasakan hal yang sama dalam hatiku masih ada nama mantan suamiku yang telah tiada.


"Iya, Mas aku janji, kita sama-sama punya masa yang tidak bisa terlupakan. Biarlah kita jadikan kenangan dalam hidup kita. Kita fokus ke masa depan kita, karena bagaimanapun kita sekarang adalah suami istri yang harus menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing." Ucapku bijak.


"Terima Kasih, Fan." Ucapnya.


"Hana Mas!" Ucapku cepat.


Walaupun dalam hati kecewa karena dia salah sebut tapi aku bisa menerimanya. Sangat sulit menerima orang yang baru dalam hidup kita karena akupun merasakannya.


"Ehh...Maaf." Ucapnya merasa bersalah.


"Nggak apa-apa, Mas," Ujarku.

__ADS_1


Kemudian dia mengajakku tidur. akhirnya kami pun tertidur saling membelakangi, tak ada malam pertama seperti pengantin baru pada umumnya.


Akhirnya kamipun terlelap dalam buaian mimpi masing-masing.


__ADS_2