SESAL

SESAL
Aku Juga Mau


__ADS_3

Pagi menyapa dengan indah, suara burung yang berkicau terdengar begitu syahdu di telinga.Cuaca yang dingin tak menyurutkan niat untuk melihat matahari terbit di ufuk Timur. Semilir angin berhembus menerpa wajah.


Sungguh indah ciptaan-Mu Ya Rab.


Aku dan sang pujaan hati berjalan bergandengan menaiki tangga demi tangga menuju bukit tertinggi yang ada di Rayni Flower's. Tempat yang paling indah menurutku. Karena di puncak bukit itu kita bisa melihat pemandangan, mulai dari laut, sawah yan membentang luas, rumah-rumah penduduk. Ternyata sesampainya di puncak, sudah banyak pengunjung yang sudah menikmati indahnya pemandangan.


Matahari perlahan muncul seolah tersenyum dan menyapa kami.


"Kamu suka, Sayang?" Tanya Rayhan merangkul pundak--ku.


Aku hanya mengangguk dengan tak lepas netraku memandang sekelilingku. Aku tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata saking indahnya.


"Aku ingin menghabiskan masa tua kita nanti di sini bersamamu." Ucap suamiku mempererat rangkulannya.


"Dengan senang hati, Sayang " Ucapku melingkarkan tanganku di pinggangnya.


"Oe.....tempat umum, jaga jarak " Teriak Fira mengagetkanku.


"Kamu! Ganggu aja." Ucap Rayhan.


"Kalian sih ... nggak tau tempat banget, seakan dunia milik berdua aja, kita-kita ini kayak ngontrak aja." Ucap Fira lagi.


"Yaelah ... tempat ini kan memang milik kami, kamu cuma nebeng." Balas suamiku.


Kami akhirnya duduk di rerumputan sambil merentangkan kaki.


"Dokter Tiara mana?" Tanyaku pada Fira.


"Tuh di sana lagi foto-foto sama yayang husband-nya." Ucap Fira menunjuk ke arah pak Erwin dan istrinya.


Aku melihat ke arah mereka berdua dan di sana pak Erwin dan dokter Tiara sedang ber-selfi ria.


"Lucu ya mereka? kayak ABG saja." Ucapku kagum pada pasangan itu.


"Angkatan Babe Gue." cerocos Fira.


"Mudah-mudahan kita kayak mereka, walaupun terpisah lama tapi mereka saling setia." Ucap Ridho pada istrinya.


"Mereka mah kalah sama kita, Yang! Kita itu seperti sendal jepit yang kupake ini, selalu berdua dan tak ada gunanya kalau hilang satu." Ucap Fira terkekeh.


"Kok sendal jepit sih, Yang? Yang keren kek " Ucap Ridho.


"Yuk kita ke sana " Ajak-ku sambil menunjuk taman bunga yang ada di bawah sana.


Kami berjalan ke taman bunga dan dokter Tiara dan suaminya pun bergabung .


Saat sampai di taman bunga Rayhan bersiul kemudian bernyanyi.


"Lihat kebunku penuh dengan bunga, lihat dirimu aku berbunga-bunga.”


"Kumbang-kumbang di taman jangan kau menggoda." Balasku dengan menyanyi pula.


Aku teringat awal perkenalan kami dengan panggilan kumbang dan bunga. Aku terkekeh geli mengingat masa-masa itu


Hamparan bunga yang beraneka warna seolah enggang meninggalkan tempat itu .

__ADS_1


Tibalah kami ke beraneka bunga mawar.


"Cantiknya," Ucap Fira dan menyuruh Ridho untuk mengambil fotonya lewat handphone.


"Gimana hasilnya? " Tanya Fira pada suaminya.


"Kamu lebih cantik dari bunga-bunga itu, Yang." Ucap Ridho tersenyum kalem.


"Ahhaiii.....ternyata my husband-ku bisa juga." Ucap Fira heboh.


"Cie ..cie ..Ridho " Ejekku padanya.


Kami jadi pusat perhatian dari pengunjung lain karena kehebohan kami.


"Ternyata kamu bisa gombal juga, Dho." Ucap Rayhan.


"Emangnya Kak Ray aja yang bisa?" Jawab Ridho.


"Lagi ...Yang?" Teriak Fira lagi.


"Apanya?"


"Bikin aku meleleh lagi dong?" Ucap Fira genit


"Nggak ada bahan " Ucap Ridho sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yuk kita foto-foto." Usulku supaya ada kenang-kenangan.


Berbagai macam pose kami lakukan mulai yang serius hingga kocak.


"Kamu kenapa, Fir? Tanyaku khawatir.


"Tiba-tiba kepalaku pusing, Kak." Ucapnya.


Dokter Tiara segera berteriak memanggil Ridho dan yang lainnya karena mereka memang berjalan agak jauh di belakang kami


"Muka kamu pucat, Fir." Ucap dokter Tiara.


Kemudian mengecek pergelangan tangan Fira mungkin mengecek denyut nadinya.


Ridho yang berlari kencang ke arah kami begitu panik melihat istrinya pucat dan bercucuran keringat. Dia langsung meminumkannya air mineral yang dipegangnya


"Astaga ..kamu kenapa, Yang?" Tanyanya panik.


"Maag aku kayaknya kambuh ." Ucap Fira lemah .


"Kayaknya kamu lagi isi deh," Ujar dokter Tiara.


"Dokter yakin?" Ridho bertanya begitu semangatnya


"Menurut pengalaman aku sih kayaknya... tapi lebih jelasnya tes aja dulu. Kamu terakhir mens kapan, Fir? Tanya dokter Tiara memastikan.


"Lupa, dok." Ucap Fira.


"Kayaknya lebih dari satu bulan ini aku nggak pernah puasa." Ucap Ridho berfikir.

__ADS_1


""Ganas juga kamu, Dho!" Ucap Rayhan.


"Efek vitamin, ya?" Tambah pak Erwin lagi.


Ridho hanya tersenyum malu tapi terlihat rona bahagia di wajah kalemnya


"Yuk kita balik! Aku lapar."Ucap Fira sambil berdiri.


"Lho...nggak pusing lagi?" Tanya Ridho.


"Udah mendingan."


"Mau aku gendong?" Ujar Ridho masih khawatir .


Fira langsung mengangguk dan menyuruh suaminya berjongkok karena dia mau naik di punggung suaminya.


"Hati-hati Fir! Jangan sampai kudanya balik posisi," Teriak Rayhan.


"Dia udah jinak, Kak." balas Fira.


Setelah kepergian Fira dan Ridho, kami juga menyusul mereka.


"Mudah-mudahan Fira benar-benar hamil." Ucapku.


"InsyaAllah dia hamil, kalau nggak ...baru kali ini dugaan aku meleset." Ucap dokter Tiara yakin.


"Aku juga mau vitaminnya, Dok " Ucap suamiku.


"Nggak minum vitamin aja kamu mintanya kayak minum obat." Ucapku ketus.


"Bukan aku tapi kamu, Sayang." Ucapnya.


"Rayhan benar, Fan. Karena kita perempuan semakin umur bertambah keinginan untuk bercinta juga terkadang menurun, tidak sama dengan pria makin tua makin ganas apalagi kayak suami-suami kita ini yang rajin olahraga...Pasti minta jatah terus." Jelas dokter Tiara


Para suami hanya senyum-senyum sambil angguk-angguk kepala.


Kami akhirnya kembali ke penginapan untuk sarapan dan setelahnya mengajak anak-anak untuk menikmati wahana permainan di Rayni Flower's.


Sesampainya di penginapan kami sarapan bersama. Dan yang namanya seorang dokter pasti alat tempurnya berupa alat pemeriksaan selalu sedia setiap saat kapanpun dan di manapun. Fira pun akhirnya melakukan testpack dan hasilnya dia positif hamil anak ke dua. Rasa bahagia terpancar dari pasangan suami istri itu begitupun dengan orang tuaku dan kami semua.


"Selamat atas kerja keras kalian, hahaha " Ucap papa mertua


"Bukan kerja keras, Pa....Tapi kerja enak-enak." timpal suamiku.


"Kita kerja enak-enak yuk Sayang?"Ucap suamiku sambil merangkulku.


"Kalian sama papa kalian dulu ya, Sayang?Oma mau enak-enak juga sama Opa kalian." Ujar mama mertua sambil menarik tangan suaminya keluar rumah.


"Ayah juga mau enak-enak dulu " Ujar ayah melambaikan tangannya kepada kami dan berlalu bersama ibu.


"Batal deh enak-enak nya " Ucap Rayhan memukul jidatnya.


Seperti rencana semula akhirnya kami membawa anak-anak bermain dan menikmati liburan dengan gembira.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Liburan memang di perlukan untuk merefreshing diri yang di sibukkan dengan kegiatan sehari-hari yang membuat kita merasakan jenuh dan bosan karena tiap hari hanya melakukan hal-hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2