
"Karena tak menyukai bukan berarti harus menyakiti"
-Ayla Khanza.M-
Sekarang kedua remaja itu sedang berada di rumah pohon seperti biasa, gadis tersebut tampak serius menonton film sedangkan cowok berkaos oblong itu asik memetik gitarnya. Ayla melirik Raffa sejenak lalu menghampiri lelaki itu, gadis tersebut pun duduk di sebelah Raffa.
"Raf, nyanyiin gue dong sudah lama kan?"serunya, yang diajak bicara menaikkan sebelah alisnya "mau lagu apa lo hmm?" sahut lelaki tersebut, Ayla mengeryitkan dahi nampak berpikir lagu apa yang ia akan minta untuk Raffa nyanyikan "hmm, apa saja deh Raf terserah lo, gue bingung iih" kata gadis itu dengan tangan kanannya yang menopang dagu. Raffa hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan permintaan gadis disampingnya, ia mulai memetik gitar, menandakan akan menyanyikan sebuah lagu untuk Ayla.
Ketika kurasakan sudah ada
ruang dihatiku yang kau sentuh
dan ketika kusadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada
mungkin memang ku yang harus mengerti
bilaku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada dihatiku
Raffa mulai bernyanyi, setiap bait dari lagu yang ia nyanyikan seakan mewakili tentang semua hal yang telah lama Raffa simpan rapat-rapat, tentang Raffa yang menyukai sahabatnya sendiri. Lalu cowok tersebut melanjutkan lagunya lagi
adakah ku singgah dihatiku
mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit dihatimu
bilakah ku menggangu harimu
mungkinkah kau tak ingin adaku
adakah ku sedikit dihatimu
bila memang ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumuliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada dihatiku
kau yang ada dihatiku
Raffa sangat menikmati lagu yang ia bawakan, begitupun gadis disampingnya ia terlihat antusias mendengar lagu yang sedang menyanyikan sebuah lagu untuknya tak bisa dipungkiri suara cowok itu memang merdu. Raffa menatap Ayla, gadis itu membalas dengan senyum yang sangat manis 'gue seneng liat lo senyum kaya gitu dan alasannya karena gue La' katanya dalam hati. kemudian ia melanjutkan bait terakhir lagu dari maliq & D’essentials itu.
bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku singgah dihatimu
dan bilakah kau tau
kaulah yang ada dihatiku
kau yang ada dihatiku
adakah ku dihatimu
"wiiihhh gilaa sih ternyata lo bisa nyanyi juga ya Raff, berasa dihayatin banget lo tadi. Cieeee lo lagi suka sama cewek ya? Kok lo nggak cerita sih Raf? Jahat lo!" ucap Ayla yang kini ada di hadapan Raffa jarak mereka sangat dekat sekarang 'cewe yang gue suka dari dulu sampe sekarang itu lo, peka kenapa sih' batinnya, matanya menatap Ayla penuh harap "ettt tikus got, di tanya malah lihatin gue. Emang muka gue ada yang aneh ya Raf aduh di mananya?" ucap gadis berambut panjang itu, jari lentik itu sibuk meraba wajahnya sendiri. Raffa tertawa melihat tingkah gadis yang ada di depannya "di mata lo tuh ada beleknya makanya gue liatin tadi"seru Raffa yang membuat panik gadis tersebut
"ahh masa sih Raf lo bohong ya?" ucap Ayla sambil membersihkan mata dengan jari telunjuk, Raffa tertawa lagi "iya nggak ada Ayla mau saja gue bohongin" ketika Raffa mengatakan itu Ayla memukul tangan cowok di hadapannya yang masih memegang gitar.
__ADS_1
"ihh nyebelin, sudah ah gue mau pulang saja"
Gadis itu berdiri meninggalkan Raffa di rumah pohon "yaudah gue masih mau di sini, malam Ayla" ucap cowok itu pada gadis yang kini berdiri di ambang pintu "bodoamat wlee" balas Ayla sebelum ia benar-benar meninggalkan rumah pohon.
Raffa berdiri dari duduknya dan menaruh gitar di tempat semula, kemudian ia melihat Ayla yang sudah masuk ke dalam rumahnya "sampai kapan lo peka sama perasaan gue La? Gue juga belum bisa ngungkapin semuanya karena gue takut lo jauh dari gue setelah tahu tentang ini" Raffa berbicara pada dirinya sendiri, pandangannya melihat kearah kamar perempuan yang sampai sekarang menjadi ratu di hatinya. Lalu ia melangkahkan kakinya untuk pulang dan tidur karena esok hari ia harus sekolah.
----
Berbeda dari biasanya, gadis bermata hazel itu bangun lebih awal dan sudah rapih sepagi ini.
"yuukk Raf berangkat" ucap Ayla yang sudah menghabiskan sarapannya "tumben lo dek bangun pagi biasanya juga belom bangun lo" ucap Devan seraya menyuapkan roti berisi selai kacang ke dalam mulutnya "bangun pagi salah ke siangan apa lagi, serba salah dede kaya Raisa" balas Ayla lalu pergi dari ruang makan, Raffa yang melihat itu langsung meneguk minumnya sampai habis lalu bergegas menyusul gadis itu yang sudah di depan "lo belom mau berangkat Van?" tanya Raffa pada cowok yang masih asik sarapan "Gue baru ada kelas jam 8"
Raffa hanya menganguk lalu menyusul Ayla yang sudah di luar. Kemudian, lelaki itu menaiki motornya dan tak lupa memakai helm. Lalu keduanya melajukan motornya ke sekolah.
"waw Ayla Raffa berangkat pagi suatu keajaiban" ucap Karrel saat mereka berdua sudah sampai di kelas. Keduanya pun duduk di bangku masing-masing.
"iyalah masa mau ke siangan mulu iya nggak La?" sahut Raffa
"tahu lo Rel, gue mau berangkat pagi biar nggak ke siangan terus" ucap gadis itu membela diri. "iya iya semoga awet nggak angotan ya La" ucap Kaffel seraya menyenggol lengan kembarannya itu, lalu mereka berdua tertawa.
Tiba-tiba Nadira datang "eh gays tadi gue habis dari kantin terus gue lihat ada anak baru di kantor kayanya bakalan masuk kelas ini deh" ucapnya, kemudian gadis itu duduk di sebelah Ayla "cewe apa cowo Ra?" tanya Kaffel penasaran "cewe, kayanya bakal masuk kelas kita. Pasti dia duduk di sebalah lo deh Raf" ucap Nadira lalu menoleh ke arah cowok yang sedang membaca buku sosiologi, yang diajak bicara mennggelengkan kepalanya "nggak dia duduk sama lo saja, Ayla yang duduk sama gue" ucap Raffa menutup bukunya.
"ih nggak mau, gue maunya sama Dira titik" balas Ayla kemudian mengambil novel yang selalu ia bawa ke sekolah .
"nyebelin lo La"
"bodo yee bawel"
Tak lama suara langkah kaki seorang masuk ke dalam kelas mereka diikuti murid perempuan di belakangnya, perempuan itu tampak cantik dengan ramput yang digerai berwarna kecoklatan itu
"asslamualaikum anak-anak hari ini kalian kedatangan teman baru, ibu harap nantinya kalian akan berteman baik dengan dia" ucap guru berkerudung cokelat itu, ia merangkul murid baru yang ada disampingnya "ayo silahkan perkenalan diri kamu nak" murid itu pun mengangguk dan mulai memperkenal dirinya.
"hallo perkenalkan nama saya Adzkia Syakira Aurelia, kalian bisa panggil saya Kia. Saya pindahan dari Bandung, saya harap disini saya bisa berteman baik dengan kalian" ucap Kia kemudian menolehkan kepalanya tanda sudah cukup untuknya memperkenal diri
"Kia duduk sini aja sama gue"
"haii Kia kamu cantik tapi aku belum mencintaimu nggak tahu kalau istirahat nanti" ucap Aldi sang ketua kelas XI IPS 4 seketika murid lainnya tertawa karena ia meniru ucapan Dylan untuk Milea.
"sudah-sudah Kia sekarang kamu duduk di....." kata bu Amel terjeda, matanya mencari bangku yang bisa di tempati oleh Kia "di sebelah Raffa ya" lanjutnya, semua murid menoleh ke arah Raffa, cowok itu tampak cuek dengan apa yang terjadi. Terdengar bisik-bisik di depan sana "mampus saja tuh si kia duduk sama Raffa yang cueknya minta ampun"
Kia mendudukan dirinya di sebelah Raffa dan melirik lelaki yang sekarang menjadi teman sebangkunya, lelaki tersebut sedang serius membaca buku "hai gue Kia, nama lo siapa?" tanyanya seraya mengulurkan tangan bermaksud mengajak Raffa kenalan, yang ditanya malah membalikkan buku paket itu lalu jarinya menunjuk nama yang tertera di sana "Raffa Arfiza" gadis itu membaca nama yang tertera di buku milik Raffa, kemudian tidak berani bertanya lagi ia pun mengeluarkan buku dari dalam tasnya .
"baiklah buka buku paket halaman 61 lalu kalian kerjakan dan di kumpulkan ketika bel istirahat" kata bu Amel di depan sana, semua murid di dalam kelas itu mulai mengerjakan apa yang disuruh oleh bu Amel. Kia tampak kebingungan karena gadis itu belum mempunyai buku. Gadis tersebut melirik Raffa "berdua dong Raf, gue belum ada bukunya besok baru ada katanya" pinta gadis itu pada Raffa, lelaki tersebut hanya menggeser buku paketnya ke tengah agar Kia bisa mengerjakan "cepet gue mau ngerjain juga" ucap cowok itu dingin, kemudian mengeluarlan ponselnya lalu mengirim pesan pada Ayla.
Rappa
La, lo aja yang duduk sama gue!
Ayla yang sudah membaca pesan dari Raffa menoleh ke arahnya, gadis itu menggelengkan kepala 'ckk, kebiasaan' batinnya lalu mulai membalas pesan.
Aylaaa
Nggak mau Raff!! Knp si duduk sm Kia? Dia keliatan baik kok. Lo coba aja, ajak dia ngobrol jgn dicuekin Raffaaaaaa.
Raffa tampak sebal melihat balasan dari Ayla
Rappa
Nggak males gue. Inget, nggak semua terlihat baik seperti apa yang lo liat Ayla.
Aylaaa
Terserah lo domba garut.
Raffa tertawa membaca balasan yang gadis itu kirimkan untuknya, lalu ia melirik Kia memastikan bahwa gadis di sebelahnya sudah menyelesaikan tugas "sudah?" gadis itu menggangguk lalu menyerahkan kembali buku paket pada pemiliknya "makasih ya Raf"
Raffa mulai mengerjarkan soal-soal yang ada di buku paketnya itu hanya butuh waktu dua puluh menit Raffa sudah selesai menjawab semuanya "cepet banget lo ngerjainnya tadi gue saja harus search google dulu" ucap Kia yang kaget melihat Raffa mengerjakan soal secepat itu.
__ADS_1
"belajar lah jangan ngandelin google terus" sahut Raffa sarkas, yang membuat gadis tersebut mengerutkan dahinya 'cuek bgt nih cowo, sebelumnya gue nggak pernah diginiin sama cowo yang ada mereka nyari perhatian gue, bikin penasaran saja' batin Kia yang masih saja merhatikan cowok di sebelahnya dari ekor matanya
Tak lama kemudian suara bel tanda istirahat berbunyi membuat semua murid mengumpulkan tugasnya kemeja guru begitu juga dengan Raffa.
"hai gue Ayla" ucap ayla pada Kia yang tengah memasukan alat tulis ke dalam tasnya
"Kia" balas gadis itu pada ayla
"gue Nadira"
"kalo gue Karrel dan ini kembaran gue Kaffel dia kaka gue selisih tiga menit doang sih" ucap kKarrel seraya meranggkul pundak kakanya itu Kaffel yang merasa risih dengan tingkah adiknya yang bisa di bilang absurd, menepis tangan Karrek dari pundaknya.
"Nggak ada yang nanya pea" ucap Kaffel
"kantin yukk, Kia lo ikut ya?" ajak Nadira dan pergi duluan menarik tangan gadis itu keluar dari kelas "ehh Didira tungguin bang Karrel masa calon suami di tinggal sih!" seru lelaki itu, lalu berlari mengajar gadis berambut sebahu tersebut yang menghilang dari balik pintu kelas "yukk kantin" ucap Raffa kemudian menggandeng tangan Ayla
"mau pesen apa biar gue yang pesenin" tanya Kaffel yang sudah berdiri untuk memesan makanan mereka "samain aja" ucap Kia pada cowok yang berdiri di hadapannya "yaudah, berarti biasa ya bakso sama es jeruk" kemudian lelaki tersebut berjalan menuju stand bakso yang berada di sebelah stand somay. Tak lama Kaffel membawa nampan berisi pesanan mereka
"kalian udah sahabatan dari kapan?" tanya Kia memecah keheningan di antara mereka "kalo ayla sama Raffa tuh, udah sahabatan dari kecil rumah mereka saja sebelahan" jawab Karrel menjelaskan sedangkan Raffa dan Ayla tampak sibuk menikmati bakso mereka "gue sama Ayla juga sudah bareng dari SD Ki" jelas Nadira seraya meminum es jeruknya "kalau gue, Karrel sama Raffa sudah dari SMP" lanjut Kaffel menjelaskan pada gadis yang tengah memakan baksonya "oohh sudah lama juga ya kalian sama-sama, tapi nggak ada yang kejebak hmmm... friendzone ‘kan?" tanya gadis tersebut yang membuat Raffa tersedak mendengarnya
Hukkk.... Hukkk
Yang ada di meja itu pun menoleh ke arah cowok berkacamata itu dengan tatapan bingung "ih minum dulu nih Raf" ucap Ayla, ia memberikan minumannya pada Raffa, lelaki tersebut mengambil gelas yang di tangan Ayla. Kemudian, Raffa berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan kantin untuk menuju rooftof sekolah "gue udah kenyang" ucap cowok itu yang sudah melangkahkan kakinya meninggalkan kantin.
"Raffa kenapa?" tanya Kia bingung
Nadira, Karrel, dan Kaffel saling bertatapan bingung, harus menjawab apa masalahnya di sini Raffalah yang terjebak oleh zona sialan itu "nggak papah, Raffa emang gitu cuek kalau baru kenal" ucap Ayla menjelaskan "Nggak usah di ambil hati ya, dia emang gitu kalau sudah lama kenal nggak kok" lanjut Ayla yang mengusap punggung teman barunya itu ralat, sepertinya Kia akan menjadi sahabat barunya. Ayla memang orang yang cuek tapi jika menurutnya baik maka sifat cueknya akan dihilangkan. Itu yang ia lalukan pada Kia sekarang, menurutnya kia gadis yang baik dan cocok untuk di jadikan salah satu sahabatnya.
Terdengar bunyi bel menandakan waktu istirahat sudah habis "Ki nanti lo pulang sendiri atau di jemput?" tanya Kaffel pada gadis di sebelahnya
"hmm sendiri kenapa Fel?" Kaffel tersenyum mendengarnya
"gue anter lo pulang boleh?" Kia tersenyum menanggapinya "Emang ngak papah? Nanti ada yang cemburu gimana, fel?" Kaffel menoleh karena gadis itu memanggilnya berbeda
"Fel?" tanya cowok itu keheranan
"iya Fel, gue manggil itu nggak papah ‘kan?"
"iya no probelem kok, gue suka" balas cowok berseragam krem itu, lalu keduanya duduk di bangku masing-masing
----
Kedua remaja itu sedang di kedai crapes seperti biasa "lo kenapa sih tadi Raf gitu banget sama Kia?" tanya Ayla, sekarang keduanya berada di warung crapes langganan mereka "Nggak papah, tapi kayanya dia caper sama gue" jawab lelaki tersebut yang sedang memakan crapesnya "sok tau lo ah" balas Ayla seraya menyentuh pipi Raffa pelan "di bilangin nggak percaya keliatan dari sikapnya" lanjutnya menjelaskan, biarpun Raffa terkenal cuek tapi lelaki itu termasuk orang yang peka terhadap situasi yang ada, tidak seperti ayla gadis itu cuek sekaligus tidak ada pekanya sama sekali
"Kaffel juga kayanya mulai tertarik sama Kia" lanjut raffa lagi
"hmm tadi dia nganter Kia pulang loh"
"modus" ucap Raffa seketika, kemudian ia berdiri "La main timezone yuk di mall" ajak Raffa gadis itu pun memekik kegirangan "ayokkk berangkat"seru gadis itu mengangkat tanganya ke atas saking senangnya.
Sesampainya di salah satu mall kawasan jakarta Ayla dan Raffa langsung menuju lantai tiga untuk menuju timezone.
"yeah! Gue menang lo kalah Raf" seru gadis tersebut karena ia yang memenangkan permainan bola basket "gitu doang gue bisa La" sahut Raffa tak mau mengakui kekalahannya "Sudah yuk capek gue, duduk di sana yuk Raf" ajak Ayla yang mengarahkan tangannya pada salah satu kursi yang disediakan mall itu
Ayla duduk sendirian di kursi. Ia tak tau kemana Raffa sekarang, lelaki itu dengan teganya meninggalkan ia sendirian. Dari kejauhan Ayla bisa melihat cowok berseragam krem dengan jaket hitamnya kedua tangan cowok tersebut memegang es krim rasa vanila "nih buat lo seperti biasa" ucap Raffa lalu memberikan satu es krim cone pada Ayla "asikkk makasih Rapa" kata gadis tersebut sambil memakan es krimnya "Raf jangan cuek-cuek sama Kia ya, biarpun gitu “kan dia tetep temen kita Raf mungkin bakalan jadi sahabat cewe lo selain gue sama Nadira" ucap Ayla tiba-tiba, Raffa hanya diam saja menanggapi ucapan gadis disampingnya terlihat jika lelaki tersebut tidak tertarik dengan topik pembicaraan kali ini.
"Raffa kalau orang ngomong itu di dengerin terus di jawab, giliran gue kaya gini lo marahin" ucap Ayla kesal karena tak biasanya Raffa mengabaikan ucapanya, lelaki itu membalikkan badan yang tadinya memandang lurus ke depan kini tengah menatap manik mata Ayla "kok lo jadi bawel gini sih La sejak kapan?" tanya Raffa tanpa mengalihkan pandagannya dari mata gadis itu "bukannya jawab malah balik nanya. Lagian nggak papah gue bawel sekali-kali ‘kan?" Raffa mencubit pipi Ayla gemas, saat mendengar jawaban gadis tersebut. Ayla mengeryitkan dahinya
"terus gimana soal Kia? Jangan lo cuekkin ya? Se-enggaknya kalau memang dia suka sama lo dan lo nggak bisa bales perasannya lo jangan nyakitin dia Raf. Tidak menyukai bukan berarti harus menyakiti"
"gue nggak janji ya, lu tahu gue gimana kalau sama orang baru apa lagi dia itu cewe. Kalau soal perasaan, jawabannya nggak akan pernah bisa La, gue nggak bisa bales perasaan dia. Mau gue cegah biar nggak nyakitin dia tetep aja cepet atau lambat dia bakalan tersakiti sama sifat dan sikap gue, secara langsung maupun nggak" jelas Raffa, tangannya mengusap lembut puncak kepala Ayla, gadis itu hanya menghembuskan nafas pasrah atas penututan Raffa barusan
"yaudah pulang aja yuk sekarang"
"oke"
Kemudian, gadis itu berdiri dan menggandeng lengan Raffa, lalu keduanya melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah karena jam sudah menjukkan pukul 18.00 sore.
__ADS_1
Raffa bicara dalam hatinya 'gimana gue bisa nggak cuek sama cewek, atau bales perasaan cewek lain. Sedangkan hati gue maunya lo Ayla Khanza Madison'