SESAL

SESAL
Tiga Jagoan


__ADS_3

Saat hari libur tiba terkadang kami kumpul di rumah. Entah acara apa saja yang kami lakukan. Aku, Fira dan dokter Tiara mempunyai group WhatsApp bertiga. Kami janjian akan jalan-jalan hari ini. Ketika kami kumpul di rumah di temani para suami dan anak-anak. Karena rumahku memang menjadi tempat yang paling sering menjadi tempat berkumpulnya kami.Anak-anak juga sangat menyukai karena mereka memang sudah akrab. Saat mereka sudah sampai di rumah.Kami bertiga meminta izin pada suami kami masing-masing untuk keluar.


"Lho ...mau kemana sih, Sayang? Ucap Rayhan padaku.


Begitu juga Ridho dan pak Erwin menanyai istrinya.


Kami sudah kompak mengatakan akan jalan-jalan ke Mall.


"Aku ikut ya? Tawar pak Erwin.


Dokter Tiara melarangnya dengan alasan tidak ada yang menjaga Asyifa.


"Pokoknya kami hanya mau pergi bertiga, kalian para suami jaga anak aja, kami mau nikmatin jalan tanpa ada gangguan." Cerocos Fira.


"Emangnya kalau aku ikut, gangguin kamu?"ucap Ridho.


"Nggak sih....cuma nggak ada yang temanin Riyan, kalau kamu ikut juga," Timpal Fira karena dia keceplosan.


Mau tak mau mereka mengizinkan kami berangkat. Dokter Tiara yang menyetir tanpa banyak bicara.


"Dokter yakin mau bertemu dia?" Ucapku pada dokter Tiara.


"Aku penasaran sama dia, Fan." Ucap dokter Tiara sambil terus fokus menyetir.


Setelah sampai di sebuah restoran, kami bertiga keluar dari mobil dan berjalan beriringan masuk. Kami sengaja mengambil tempat duduk yang paling ujung supaya bisa leluasa menemukan orang tersebut.


Dokter Tiara kemudian mengeluarkan ponsel pak Erwin dari tasnya dan mencoba menghubungi sebuah nomor.


"Kalian perhatikan siapa yang sedang melihat ponselnya, ya." Ucap doketer Tiara.


"Kalau lihat ponsel dok, tuh banyak" Ujar Fira pelan.


"Maksudnya saat aku menelpon." Ucap dokter Tiara.


Aku dan Fira mengangguk dan mengedarkan pandanganku ke arah pengunjung restoran.


Netraku tertuju pada seorang wanita berambut panjang memakai baju warna pink. Aku memberi kode pada dokter Tiara.


Dokter Tiara langsung menoleh ke arah wanita tersebut.


"Dia tak terlalu cantik tapi masih muda, Fan." Ucapnya padaku pelan.


"Dokter serius mau menemuinya?" Tanya Fira memastikan.


""Iyalah...." Ucap dokter Tiara lagi.


"Jangan sampai dia marah dok, saat dia tau kita ngerjain dia." Ucapku.

__ADS_1


"Yaelah, Kak...kalau dia ngajak gelud nanti aku yang layanin dia." Timpal Fira.


"Kamu jangan bikin malu dokter Tiara, Fir." Ucapku mengingatkan Fira.


Derrtttt


"Suami kamu Fan telpon." dokter Tiara kemudian mengangkat ponselnya.


"Sorry, Yang, handphone kamu ngikut di tasku." Ucap dokter Tiara.


Ternyata pak Erwin yang menelpon menggunakan ponsel Rayhan.


Dokter Tiara kemudian mengetik pesan kepada wanita tersebut. Terlihat wanita tersebut tersenyum menatap layar ponselnya. Entah apa isi pesan tersebut. Perempuan tersebut berdiri dan melangkah ke arah toilet.Dokter Tiara juga segera beranjak dan berjalan ke arah toilet. Setelah beberapa saat aku dan Fira mengikutinya.


"Permisi!Mbak yang bernama Sinta?" Tanya dokter Tiara setelah bertemu wanita tersebut.


"Lho, kok Mba bisa tau nama saya?" Tanya Sinta heran.


"Kenalkan saya Tiara, istrinya Erwin. Dan suami saya tidak punya waktu untuk bertemu dengan anda jadi saya yang mewakilinya."Ucap dokter Tiara tegas.


Sinta tersenyum sinis menatap dokter Tiara. Aku dan Fira sengaja tak memperlihatkan diri kami."


"Cih...ternyata Erwin seleranya murahan juga...punya istri udah tua." Ucap Sinta sinis.


Dokter Tiara tersenyum tak ada raut kemarahan di wajahnya.


"Saatnya nanti kamu akan tua juga, itupun kalau kamu diberi umur panjang sama Tuhan." Timpal dokter Tiara.


"Kamu nggak malu apa?Minta uang sama suami orang dengan menjadikan anak sebagai tamengnya?"


"Itu urusan saya, aku ibunya! Jadi aku berhak mengambilnya dari Erwin." Ucap Sinta emosi.


"Ibu ..kamu bilang? Mana ada seorang ibu yang ninggalin anaknya yang masih kecil." Ucap dokter Tiara seakan itu skatmat buat Sinta.


"Itu bukan urusan kamu." Teriak Sinta.


"Urusan aku kalau kamu suka chat suami aku, Paham!! Ingat....satu rupiah pun aku nggak akan ngasi ke kamu.Ingat itu!" Ucap dokter Tiara tegas.


"Aku akan mengambil anakku dari Erwin." Tantang Sinta.


"Silahkan aja kalau kau berani, Erwin tak segan-segan memenjarakanmu." Ujar dokter Tiara.


Baru saja Sinta mengangkat tangannya ingin menampar dokter Tiara, aku dan Fira masuk,


"Berani kamu tampar dokter Tiara, aku pastikan tanganmu akan aku patahkan."Ujar Fira.


Fira memang jago karate, dia pernah ikut lomba karate tingkat kabupaten.

__ADS_1


"Oh ... jadi ceritanya mau keroyok." Ucap Sinta tanpa rasa takut.


"Kalau iya kenapa?" Ujar Fira langsung memegang tangan Sinta dari belakang.


Sinta mulai panik, dia berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa.


"Silahkan dok kalau mau cakar wajahnya." Ucap Fira santai.


"Lepaskan aku sun**l" Teriak Sinta.


Mendengar teriakan Sinta ada seorang wanita yang kebetulan ke toilet yang mengenal dokter Tiara.


"Dokter Tiara?" Ucap wanita tersebut kaget.


Terlihat wajah dokter Tiara pias karena ada yang mengenalinya.


"Tenang aja Mbak, kami hanya memberi sedikit pelajaran pada pelakor ini." Ucap Fira santai.


Wanita tersebut juga langsung bergabung dengan kami, Ibu-ibu anti pelakor jadi ngumpul.


"Aku ambilin cabe nggak, Mbak supaya anunya nggak kegatalan." Ucap ibu tersebut.


Sinta tambah panik.


"Aku bukan pelakor, jangan percaya wanita sun**l ini." Teriak Sinta.


Fira tambah menekan tangannya membuat Sinta meringis kesakitan.


"Lepaskan aku!!" Teriak Sinta lagi.


Dokter Tiara memberikan kode pada Fira supaya melepaskan Sinta.Tapi dasar Fira yang bar-bar tidak puas memberikan pelajaran pada Sinta karena mengatainya sun**l.


"Ingat ya!!Kalau kamu masih nekat ngancam pak Erwin, aku buat wajahmu tambah jelek." Ancam Fira.


"Aku akan laporkan kalian!!Teriak Sinta.


"Laporkan saja...kami nggak takut!lagian aku istri kapolres sedangkan dia suaminya hakim." Bohong Fira sambil mengedipkan matanya kepadaku.


Aku ingin tertawa mendengar ucapan konyol Fira tapi aku tahan takut ketahuan.


"Ingat ya!!.Muka pas-pasan mental pelakor hobby selingkuh!Jangan cari masalah dengan kami atau kamu akan menyesal." Ucap Fira tegas sambil mendorong Sinta hingga jatuh.


Seketika nyali Sinta menciut. Keberaniannya seakan hilang mendengar ancaman Fira.


Kemudian kami melenggang keluar dari toilet seperti tiga cewek jagoan yang habis menaklukkan musuh.


Setelah kami keluar ternyata banyak pengunjung restoran yang rata-rata ibu-ibu yang mengintip. Mudah-mudahan tidak ada yang mengabadikan aksi kami. Bisa-bisa jadi trending topik dan suami kami akan tau.

__ADS_1


Aku sih tidak masalah tapi dokter Tiara pasti akan malu karena profesinya sudah pasti banyak yang mengenalnya.


Kami langsung keluar dari restoran dan ke Mall untuk belanja sekalian ke salon buat memanjakan diri.


__ADS_2