SESAL

SESAL
Karma


__ADS_3

Cuaca yang dingin menyapa pagi yang mendung. Hujan yang turun membasahi bumi seakan membuat diri tak ingin beranjak dari peraduan.


Di saat aku bingung membuat keputusan menerima atau tidaknya sosok lain di dalam hati, mencoba untuk membuka hati yang telah terluka dengan kegagalan pernikahan yang pertama.


Jauh berbeda di sebuah rumah sederhana di sudut kota, terjadi sebuah pertengkaran hebat sepasang suami istri. Suara teriakan dan pukulan terjadi di sela rintik hujan seakan ikut menyaksikan pertengkaran tersebut.


Pasangan suami istri itu Mas Rasya istrinya Lestari.


Seperti biasa jika hari Sabtu dan Minggu Rafa akan bersama dengan Mas Rasya. Jadi dia akan bermalam di rumah ibunya. Dia tidak pernah membawa Rafa bermalam di rumahnya bersama istri barunya Rumah tersebut dia cicil sejak enam bulan yang lalu


Setelah adzan subuh berkumandang Mas Rasya rela menyusuri dinginnya pagi untuk pulang ke rumahnya, karena ingin mengambil sesuatu. Dia berangkat lebih pagi karena dia tak mau ketika Rafa bangun dari mimpi indahnya, dia tidak ada di samping anaknya.


Saat sampai di rumahnya , Mas Rasya heran karena ada sebuah sepeda motor yang terparkir di depan rumah.


Karena mempunyai kunci cadangan, dia langsung masuk ke dalam rumah.


Dia langsung menuju kamar utama. Saat dia membuka pintu, alangkah terkejutnya ketika dia melihat istrinya tertidur pulas bersama seorang pria.


Emosi Rasya memuncak, apalagi melihat ke dua manusia tersebut tidur dalam keadaan berpelukan hanya menggunakan selimut


Seketika Rasya mengambil sebuah tempat sampah yang ada di depan pintu dan melemparkannya ke arah pasangan mesum tersebut. Semua isi tempat sampah tersebut terhambur dan jatuh tepat mengenai pasangan selingkuh tersebut


Sontak ke duanya bangun karena kaget terkena lemparan.


Dengan wajah memerah karen emosi yang menggebu, Mas Rasya mendekat dan langsung menarik pria tersebut dan menghajar dengan membabi buta pria yang tak di kenalnya itu.


Pria tersebut tidak melawan mungkin karena kaget atau karena tidak memakai pakaian sehingga dia tidak menyerang balik lawannya.


Lestari yang hanya menyelimuti tubuhnya dengan selimut mencoba melerai, tapi apa daya tenaga suaminya lebih kuat. Rasya bagaikan orang kesetanan menghajar tanpa ampun selingkuhan istrinya tersebut.


Ketika Lestari melihat mulut pria selingkuhannya itu mengeluarkan darah, dia mencoba melerai.


" Sudah Mas, kamu bisa membunuhnya," teriak Lestari.


" Akan ku bunuh dia, setelah itu kamu, teriak Rasya berbalik Lestari.


Saat Rasya berbalik ke arah Lestari. Pria tersebut mengambil kesempatan untuk kabur dari rumah tersebut. Dan tak lupa dia mengambil celananya yang tergeletak di lantai.


Rasya mencoba mengejarnya tapi tangan Lestari menariknya.

__ADS_1


Plak...


Sebuah tamparan mendarat indah di pipi Lestari.


" Dasar murahan, pelacur , " teriak Rasya.


Lestari hanya memegangi pipinya dan tangan yang satunya memegang selimut.


"Dasar istri tidak tau diri, brengsek kamu ya selingkuh di belakangku,"


Teriak Rasya sambil mendorong Lestari ke arah tembok.


Lestari sudah merapat di tembok, merasa terdesak, Lestari dengan sekuat tenaga mendorong dada Rasya dengan ke dua tangannya, hingga selimut yang di gunakan melorot jatuh di lantai. Setelah Rasya terjungkal kebelakang dengan cepat Lestari mengambil kembali selimut itu dan menutupi kembali tubuhnya.


"Perempuan L***e".maki Mas Rasya lagi


"'Apa lagi Mas??? hina aku sepuasmu, apa bedanya aku sama kamu? " teriak Lestari .


"Dasar istri brengsek kamu,"


" Sejak kapan kamu menganggap ku istri?"


" Kamu tidak pernah menganggap ku ada Mas, Kamu hanya sebagai pemuas nafsumu saja," teriak Lestari tak kalah emosinya.


" Bahkan saat kau bersamaku, memuaskan hasratmu hanya dia yang kau sebut." teriak Lestari histeris.


" Kamu memang tidak ada apa-apanya di bandingkan Fani"


"Dia bisa menjaga harga dirinya sebagai istri sedangkan kamu ..Kamu tak ubahnya seorang pelacur murahan."


"Detik ini juga aku TALAK kamu, Kamu bukan lagi istriku,"


"Keluar dari rumah ini...Aku tak sudi melihatmu."


"Aku bilang keluar dari rumahku." Mas Rasya kemudian menarik tangan wanita yang baru di jatuhkan talak itu keluar dari kamar. Saat dia menariknya , terkadang selimut yang di gunakan Lestari melorot. Tapi Rasya tidak perduli, dia terus menyeret Lestari keluar.


Kemudian Rasya kembali ke kamar dan mengambil semua pakaian Lestari dan melemparkan pakaian tersebut ke arah Lestari.


"Pergi kamu ******," teriak Rasya dan kemudian membanting pintu dengan kerasnya.

__ADS_1


Setelah mengusir Lestari, Mas Rasya kemudian kembali ke dalam rumah dan membanting semua barang yang dianggapnya milik Lestari. Puas meluapkan amarah, dia terduduk di lantai sambil menjambak rambutnya sambil menangis.


Dia menangis bukan karena terlalu mencintai istrinya, tapi karena harga dirinya sebagai laki-laki seakan di injak-injak.


Lestari seakan melemparkan kotoran tepat ke wajahnya.Menancapkan ribuan panah tepat di dadanya.


Emosi, marah, benci, semua bercampur jadi satu.


Sebenci inikah Fani dulu ketika melihatnya berselingkuh?


Dia teringat akan Fani, ibu dari anaknya, dia semakin menangis di sela derasnya hujan yang membasahi bumi.


Tak mau terbenam dalam emosi dan amarah melihat perselingkuhan istrinya, dia bergegas membersihkan diri dan kemudian kembali ke rumah ibunya.


Di dalam perjalanan, bayangan Lestari yang tidur dengan selingkuhannya terus menari di pelupuk matanya, sesekali dia memukul stir mobilnya sambil mengumpat kelakuan istri yang telah di talaknya itu.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi tanpa memperdulikan pengendara lain yang jengkel karena kelakuannya.


Tak terasa beberapa menit kemudian, dia sampai di rumah ibunya. Saat masuk didalam rumah dia mendapati Rafa anaknya yang sudah bermain dengan neneknya.


" Dari tadi Rafa mencarimu, kamu dari mana kenapa lama sekali," tanya ibu saat dia baru masuk.


Mas Rasya hanya terdiam, dan langsung melangkah ke dapur untuk mengambil air putih


Ibu mengikuti dari belakang sekalian ingin menyiapkan sarapan pagi.


" Aku sudah menalak Lestari, Bu" katanya to the point.


Respon ibu biasa saja, mungkin karena ibu dari dulu tak menyukainya jadi dia tampak biasa saja.


" Fani adalah wanita yang paling tepat untuk jadi istri kamu, tapi sayang kamu menyia-nyiakan wanita sebaik dia," kata ibu


" Ibu benar...aku membuang sebuah berlian demi batu kerikil seperti Lestari, bahkan kerikil pun lebih baik dari dia,"


Ibu menatap putranya dengan tatapan iba. sampai sekarang dia masih tidak habis pikir kenapa anaknya itu begitu bodoh.


"Memangnya kenapa kamu menceraikan Lestari"


Lama Mas Rasya terdiam hingga dia mengatakan kalau dia mendapati Lestari selingkuh di rumahnya.

__ADS_1


Ibu mengatakan kalau itu karma. Tuhan tidak buta, Dia membalas dengan cepat apa yang anaknya lakukan kepada Fani dulu sama seperti apa yang dilakukan Lestari padanya saat ini.


Karma itu ada dan secepat ini Mas Rasya mendapatkannya. Hanya perasaan sesal yang tiada henti berkecamuk di jiwa.


__ADS_2