
Ayla merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya, tangannya sibuk menscroll akun twitter entah milik siapa yang sedang ia stalk kali ini. Ayla merubah posisinya menjadi duduk sambil menyandarkan kepalanya di tempat tidur.
Drrtt... drrttt....
Bunyi notifikasi ponselnya menandakan ada satu atau dua pesan masuk, ia langsung meng-klik aplikasi whatsapp dan melihat siapa yang pengirim pesan padanya malam-malam begini.
Rappa
La, temenin gue yuk cari makan laper ni.
Ayla melihat ke arah jam dinding di kamarnya 20.00 tak biasanya cowok itu mengajaknya mencari makan malam-malam begini
Ayla
Tumben, banget lo ngajak gue nyari makan malem2 gini. kesambet apaan lo?
Rappa
Byk tanya deh lo curut! Udah siap2, gue tunggu depan 5mnt blm siap gue bakar koleksi novel lo ya La!!
Ayla yang membacanya pun bergidik ngeri, ia langsung saja melompat dari kasurnya dan menyambar hoodie yang ada di meja belajarnya, gadis itu menuruni anak tangga dan di ruang keluarga terdapat Devan sedang menonton TV
"mau kemana lo dek malem-malem gini?" tanya Devan yang menyadari bahwa adiknya itu menuruni tangga dengan terburu-buru " itu Raffa minta temenin ke depan bang, boleh yaa?" izin Ayla pada kakaknya, Devan menimang-nimang permintaan adiknya itu sambil mengusap dagunya kemudian ia membalas ucapan ayla
"boleh ga yaa...." kata Devan sambil berpikir, matanya melihat ke sembarang arah
"ihs cepetan bang, Raffa sudah nunggu. Lima menit Ayla nggak keluar bisa-bisa novel Ayla di bakar" ucap gadis itu pada Devan seraya menggoyangkan bahu kaka lelakinya itu, Devan yang mendengarnya pun tertawa 'mana mungkin si kunyuk setega itu sama lo dek? Mau aja diboongin, polos banget adek gue' katanya dalam hati "yaudah sonoh tapi inget, jangan balik malem-malem" serunya, yang dibalas senyum oleh gadis tersebut
"nah gitu kek dari tadi"
Ayla langsung pergi meninggalkan abangnya seorang diri tanpa mengucapkan terima kasih karena sudah diizinkan keluar rumah.
“Bilang makasih kek sama abang kesayangan lo ini"
"semerdeka lu aja deh ya, daahh gue tinggal dulu jangen kangen lo sama gue" ucap Ayla sambil tertawa lalu membuka pintu rumahnya, gadis yang memakai hoodie berwarna moca itu melihat seorang cowok yang sedang bersandar di depan mobilnya sambil sesekali memainkan kunci mobil tersebut.
"loh tumben bawa mobil, motor lo kemana Raf?” tanya Ayla keheranan, pasalnya lelaki itu tidak jarang sekali menggunakan mobilnya ia lebih sering memakai motor dengan alasan, untu menghindari macetnya ibu kota "udah malem nanti lo sakit gimana?" ucapnya seraya membukakan pintu mobil untuk Ayla, gadis itu pun masuk ke mobil lalu memasang seatbelt, kemudian Raffa duduk di kursi pengumudi dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah. Gadis itu memutar radio yang ada di mobil Raffa, tak lama lagu mengalun mengisi ke heningan di antara mereka.
Tak bisa hatiku merapikan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
__ADS_1
Mataku terus pancarkan sinarnya
Kudapati diri makin tersesat
Saat kita bersama
Desah nafas yang tak bisa teruskan
Persahabatan berubah jadi cinta
'shit' batin Raffa geram, saat mendengar lagu yang mengalun merdu malam ini 'kenapa harus lagu ini sih, ngena banget dihati gue gilak' katanya lagi.
kemudian, dia melirik Ayla yang biasa-biasa saja saat mendengarkan lagu yang dibawakan oleh Zigas itu, malah sepertinya Ayla tampak menikmati lagunya terlihat dari mulutnya yang ikut menyanyikan lirik demi lirik lagu.
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapa tak kita coba persatukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
Dan gadis itu pun mengeluarkan suaranya ikut bernyanyi saat lagu itu sudah hampir berakhir, Ayla menoleh ke arah cowok itu "Raff mau makan di mana sih kok ga sampe-sampe ya? besok itu senin Raffa kalau gue kesiangan gimana?" ucap Ayla pada cowok yang tengah fokus menyetir mobil, ia menoleh "nggak bakal kesiangan Ayla, makanya pasang alarm di hp lo. Itu hp jangan dibuat stalker-in orang doang. Lagian seperti biasa gue yang bangunin lo setiap pagi kan?" ucap Raffa panjang lebar pada Ayla, sambil lelaki itu tersenyum manis.
Tak lama mobil mereka sampai di suatu taman yang dipenuhi lampu-lampu, membuat taman itu terlihat indah di pandang mata.
"loh katanya mau nyari makan kok malah ke taman Raff?" tanya Ayla yang mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman tersebut, kemudian cowok berjaket hitam itu tanpa izin dari pemiliknya ia langsung meraih tangan Ayla untuk memasuki area taman itu.
Raffa mengajak gadis tersebut duduk di salah satu kursi yang ada, di sana tampak pengunjung lain yang melihat mereka sekilas lalu sibuk kembali dengan urusan masing-masing
"liat deh La di atas bintangnya bagus kan?" tanya Raffa yang sedang memandang langit malam di taman itu, Ayla mengikuti arah pandang Raffa, gadis itu membenarkan perkataan sahabatnya itu, langit malam ini di penuhi banyak bintang dan tak lupa ada bulan juga yang menemaninya untuk menghiasi langit malam. Ayla tersenyum sumrigah, karena melihat bintang seindah ini. Untuk membuat gadis itu bahagia sangat sederhana, itu yang Raffa suka kesederhanaan dalam diri Ayla
"bagus banget Raff gue suka, makasih loh udah ngajak gue kesini"serunya pada Raffa, lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu cowok itu, entah kenapa Ayla sangat menyukai menyadarkan kepalanya di bahu Raffa aroma tubuhnya membuat gadis itu nyaman untuk bersandar, lelaki itu membalas ucapan Ayla dengan tersenyum. Tangannya mengusap lembut puncak kepala gadis tersebut.
"lo orang pertama yang gue aja kesini La" Ayla yang tadinya masih bersandar dibahu Raffa kini terbangun karena ucapan Raffa "iyaa soalnya yang kedua orang yang bakalan jadi pedamping hidup lo kan?" ucap Ayla mencubit pipi Raffa gemas. Lelaki itu menatap manik mata Ayla, yang ditatap bukannya risih malah tertawa karena melihat ekspresinya
"muka lo Raff kok kaya kambing ke jepit gitu sih" tawa Ayla meledak saat itu juga. “Ckk, yaa masa muka ganteng kaya gini di samain sama kambing sih La! Nggak seru ah lo, nggak usah gengsi gitu deh bilang aja kalau lu ngakuin gue itu, ganteng" ucap Raffa penuh percaya diri, Ayla malah makin tertawa dibuatnya "pede banget lo! Dasar ketek ayam" balas gadis itu seraya menoyor kepala Raffa pelan, yang ditoyor hanya memutar bola matanya malas.
Lalu cowok itu berdiri "ikut gue yuk" Raffa meraih tangan Ayla dan berjalan menuju ilalang yang sudah meninggi keduanya berdiri di depan ilalang tersebut.
"coba deh La, lo pegang ilalang ini terus pas gue itung sampe tiga lo gerakin ilalangnya ya" ucap Raffa sambil memegang ilalang itu.
"iihh ngapain ahhh ada-ada aja lo"
__ADS_1
Tanpa aba-aba Raffa menarik tangan Ayla lalu mengarahkan tangan gadis itu agar segera menuruti perkataannya, Ayla pun melakukan perintah Raffa dengan ogah-ogahan.
"siap ya La, satuu..... Duaaa ..... Tigaaa.."
mereka menggerakan ilalang itu berkali-kali dan tak lama muncul lah puluhan hewan kecil yang yang mengeluaran sinar ditubuhnya menghiasi malam di taman itu. Ayla tidak bisa berkata apa-apa saking terkejutnya dengan apa yang telah Raffa lakukan untuknya, tak sia-sia ia menuruti ajakan Raffa tadi.
"gilakkk siih Raff, ini tuh lebih indah dari bintang liat deh kunang-kunangnya banyak banget" ucapnya dengan riang membuat Raffa melebarkan senyumannya, akhirnya usahanya ingin membuat gadis tersebut senang berjalan dengan sukses. Dia sangat berterimakasih pada Karrel yang telah memberi tahu tempat ini.
"lo tau tempat ini dari mana Raff?' tanya Ayla yang masih melihat kunang-kunang terbang bebas di langit malam "apa yang seorang Raffa nggak tahu sih la?" ucap cowok itu percaya diri, padahal dia tak tau apa-apa akan tempat ini kalau bukan Karrel yang memberi tahu, Raffa melihat jam yang ada ditangannya 22.00 sudah larut, artinya ia harus segera pulang "Sudah malem La, pulang yuk nanti lo dicariin sama Devan" ajak Raffa pada Ayla yang masih melihat kunang-kunang "yaahh padahal gue masih mau lihat mereka terbang, sama bintang tuh" ucap gadis itu yang melihat keatas langit sebelum dia meninggalkan taman tersebut
"yaudah besok-besok gue ajak lo kesini lagi"
"yes! Bener ya awas aja lo bohong Raf"
"iyaa bener yaudah sekarang kita pulang"
"oke, gue juga udah ngantuk takut besok telat"
"tiap hari juga lo telat La" ucap Raffa yang dibalas pukulan gadis di sebelahnya. Raffa berjalan lebih dulu, lalu
brukk.....
Ayla memeluk Raffa dari belakang membuat tubuhnya seperti tersengat listrik
"makasih yaa Rappa udah bikin gue seneng malam ini, makin sayang gue sama lo" Raffa membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Ayla "iya sama-sama, seneng kan lo diajak sahabat lo yang paling ketceh ini ke taman yang bikin lo speechles?"
Ayla melepas pelukannya dan menjitak kepala Raffa "ketceh apan si lo pede banget" cowok itu hanya tertawa mendengar ocehan Ayla, lalu mereka berjalan beriringan menuju parkiran.
Setibanya di mobil tak ada yang berbicara lagi, Raffa melajukan mobilnya dengan kecepatan seedang. Kendati kemudian ia melirik Ayla yang sudah tertidur pulas 'kebiasaan banget lo La, kalo udah ngantuk tidur-tidur saja'
Tak lama mobil Raffa sampai di depan rumah gadis itu, lalu ia menggendong tubuh Ayla untuk di pindahkan ke kamarnya yang ada di lantai dua.
"lah ngapa tuh adek gue ketiduran lagi? Emang lo ajak kemana dia Raf?" tanya Devan pada Raffa yang sedang menaiki tangga menuju kamar Ayla "ke suatu tempat yang buat dia bahagia" ucapnya sambil menaiki anak tangga yang terakhir, lalu setelah sampai di depan kamar Ayla lelaki itu membuka pintu kamarnya dan terlihat nuansa biru memenuhi kamar gadis tersebut. Raffa merebahkan tubuh Ayla di kasurnya lalu menyelimuti tubuh gadis itu dengan selimut, kemudian ia menatap wajah gadis yang sudah terlelap, Raffa berkata dalam hati 'semoga mimpi indah La. Selamat malam'
"semoga gue sama lo bisa sama-sama terus kaya gini ya la, tanpa ada yang hilang di antara kita, jangan tinggalin gue ya sekalipun nanti ada cowo lain yang ngisi kehidupan lo. Tapi, tenang saja gue nggak bakal biarin cowo manapun nyakitin orang yang paling gue sayang" ucap Raffa pada Ayla yang ia tahu gadis itu tidak akan mendengar perkataannya lalu Raffa berdiri dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kamar tersebut.
"good night Aylanya Raffa" ucapnya sebelum menutup pintu kamar gadis tersebut.
---
gimana? Raffa sama Ayla? cocok ga sih?
aku minta komennya dari kalian yaa gays, makasih. loveyou😻
__ADS_1