
Hidup butuh masalah supaya kita tau kita punya kekuatan.Butuh air mata supaya kita tau merendahkan hati. Butuh di cela supaya kita tau menghargai.Butuh senyum supaya kita tau arti cinta.Butuh orang lain supaya kita tau kita tak sendiri.
Terkadang kita harus merasakan sakit sehingga kita bisa merasakan indahnya nikmat sehat, harus mengalami kekecewaan sehingga kita bisa merasakan indahnya nikmat kebahagiaan.
Sebuah kebahagiaan tak diukur dari harta dan materi walaupun tak dipungkiri itu dibutuhkan. Tapi kesetiaan, saling percaya dan kasih sayang yang menjadi landasan dalam sebuah hubungan.
Pernikahan adalah ibadah terpanjang dan terlama, karena dengan pernikahan kita akan menyempurnakan setengah perjalanan agama dan kehidupan kita. Walaupun tak dipungkiri akan ada kerikil tajam yang akan menerpa. Tapi itu dianggap hanya butiran debu yang harus di hempas-kan dalam kehidupan kita.
Kalau kamu mencintai seseorang jangan pernah menyakitinya, menghianatinya, mengecewakannya. Karena karma akan berbalik mendera-mu.Di saat kamu menyadari bahwa orang yang kamu sakiti itu adalah orang yang terbaik bagimu dan itu sudah terlambat maka hanya sesal-lah yang akan menimpamu apalagi jikalau orang tersebut sudah dimiliki oleh orang lain maka lengkaplah sudah penyesalanmu.
Aku menoleh ke arah mantan suami dan suamiku yang sedang berbicara tak jauh dariku. Dulunya, aku mengira Mas Rasya adalah cinta pertama dan terakhirku tapi nyatanya takdir berkata lain aku dipertemukan dengan cinta keduaku Rayhan, suami yang mengobati luka hatiku,mengisi kekosongan hatiku, memberi cinta yang tak terbatas buatku.
Kuakui Rayhan adalah sosok yang sempurna buatku, dia baik, dewasa, perhatian,bijak, memanjakanku. Meskipun terkadang dia bersifat ke kanak-kanakan, usil, manja di depanku. Dia tak pernah membatasi Mas Rasya untuk datang ke rumah menemui Rafa yang otomatis akan bertemu denganku. Dia percaya dan yakin padaku kalau aku akan selalu setia dengannya.
"Kok bengong, Sayang ." Sapa Rayhan tiba-tiba membuyarkan lamunanku.
Aku hanya cengengesan sambil menggaruk kepalaku yang tertutup jilbab.
"Aku pamit dulu, Fan." Ucap Mas Rasya.
"Iya, Mas." Ucapku padanya.
Setelah kepulangan Mas Rasya, para tamu undangan juga sudah pulang semua. Sedangkan anak-anak juga sudah pada tidur semua. Tiga pasangan suami istri sedang heboh bersama di ruang keluarga. Tepatnya cuma emak-emaknya yang paling heboh. Sedangkan dari pihak bapak-bapak hanya Rayhan yang paling banyak bicara sedangkan Ridho dan Erwin hanya menyumbang ketawa tapi kalau mereka berdua ngomong auto buat kami ngakak.
'Diantara kita bertiga disini aku yang paling tokcare." Ucap Rayhan angkuh.
"Sombong banget." Ucap Fira ketus.
"Lha ...terbukti kan? Pasukan aku sudah empat sedangkan kamu nikahnya paling duluan, baru bisa nyetak satu."
"Gimana nggak banyak pasukan, gituan terus kerjaannya siang malam." Timpal Fira lagi.
"Nikmati hidup, Fir,"Jangan-jangan kamu jarang kasi jatah buat si Ridho." ujar suamiku sambil memukul pundak Ridho yang duduk tepat di samping kirinya.
"Ngasih sih...cuman pasrahnya kayak batang pisang." Ujar Ridho tiba-tiba.
Fira melempar suaminya dengan tisyu bekas yang ada di tangannya.
Kami semua tertawa mendengar pengakuan Ridho.
"Aku punya vitamin lho, Fir, dijamin kamu akan minta terus." Ucap dokter Tiara.
"Promosi ya, Yang." Ucap pak Erwin.
__ADS_1
"Ya...nggak apa-apalah demi kenyamanan Mr Turtle." Ucap dokter Tiara terkekeh.
"Mau dong, dok." Ucap Ridho cepat.
"Tapi intinya jangan stress, jangan terlalu kelelahan, itu akan mempengaruhi mood dalam berhubungan." Jelas dokter Tiara.
"Jadi istri itu harus bisa muasin suami, kalau nggak ...nanti Ridho nyari pelampiasan di luar." Ucap Rayhan memanas-manasi Fira.
"Coba aja, kalau mau ucapin selamat tinggal sama burungnya." Kata Fira sambil membentuk model gunting di jarinya.
Ridho hanya tersenyum kecut mendengar ancaman istrinya sedangkan kami tertawa terbahak melihat tingkah pasangan termuda diantara kami.
"Aku itu tipe setia kok, Sayang." Ucap Ridho karena melihat istrinya cemberut.
"Asal servisnya mantap," Ucap Rayhan lagi.
"Kalau servisnya mantap bisa jadi adiknya Riyan menyusul." Ucap Pak Erwin tiba-tiba.
"Makanya sekarang Fir, kamu fokus buat adiknya Riyan, kamu juga Fan! mumpun usia kalian masih muda " Ucap dokter Tiara lagi.
"Dokter juga... lucu kali ya... kalau kita hamilnya barengan." Ucap Fira semangat.
"Kayaknya aku nggak deh, soalnya sudah beresiko karena umur. Apalagi kami kan sudah punya sepasang, Iya kan?" Ucap dokter Tiara menoleh ke suaminya.
"So swetnya mereka." batinku.
"Tapi main kuda-kudanya masih tetap jalan kan, Dok?" Ucap Rayhan mulai lagi.
"Yang itu mah...wajib, kapan--pun dan dimana-pun." Timpal Pak Erwin.
"Termasuk di kantor atau di ranjang pasien ya? Hahahaha." Rayhan tertawa seolah ada peristiwa yang sangat lucu.
Pak Erwin dan dokter Tiara saling memandang dan merasa aneh.
"Di mana-mana orang malam pertama di hotel, di ranjang pengantin, eh malah di ranjang pasien."Ucap Rayhan mengejek.
Pak Erwin dan dokter Tiara seolah mengerti dengan arah pembicaraan suamiku.
Dia langsung merona dan saling menatap dan pak Erwin mengedikkan bahunya mungkin mereka berbicara secara telepati.
Aku, Fira dan Ridho kebingungan dengan mereka bertiga.
"Apa sih?" Tanyaku pada suamiku.
__ADS_1
"Buat penasaran aja." Ujar Fira.
"Kalau nggak bilang aku nggak ngasi jatah seminggu lho " Ujarku mengancam suamiku.
"Gini..Erwin itu. ma .."
"Kalau kamu bilang Ray, aku nggak jadi nginap."
Rayhan bingung harus apa, dia kemudian berbisik padaku kalau dia akan memberitahukannya nanti saat di kamar.
Malam semakin larut, tanpa sadar kami terus berbincang tertawa bersama. Sedangkan anak-anak sedang terlelap di kamar. Mereka memang akan menginap malam ini karena esok hari libur. Dokter Tiara sudah beranjak duluan ke kamar melihat anaknya
"Gimana kalau kita tanding balapan di ranjang malam ini." Ucap Rayhan.
"Kamu gila, ya..?" Ucapku kesal.
"Tandingnya di kamar masing-masing, Sayang."
'Yang bisa melakukannya beronde-ronde dialah pemenangnya." Kata Rayhan dengan ide gilanya.
'Siapa takut!" ucap Fira.
"Aku sih nggak masalah yang penting pasangan aku siap sedia." Ucap Ridho merangkul Fira.
"Yang juara dapat vitamin gratis dari istriku selama tiga bulan.' Ucap pak Erwin semangat.
"Menginap di hotel juga gratis selama satu Minggu." Ucap Rayhan.
"Kalau aku traktir aja deh hadiahnya." Ucap Ridho..
"Kami pasti yang juara, kami kan yang pasangan paling muda, sedangkan kalian baru satu ronde aja lutut pada gemetaran." Ucap Fira meremehkan pak Erwin dan Rayhan.
'Ok...kita lihat aja besok."
"Tapi jangan ada yang bohong, ya!Aku tau itu." Ujar Rayhan lagi.
"Kamu nggak pasang CCTV di kamar kan, Ray?" Tanya pak Erwin curiga.
"Nggak."
"Serius? " Tanya pak Erwin seakan tidak percaya.
"Nggak kok, Pak." Ucapku meyakinkan.
__ADS_1
Kamipun beranjak ke kamar kami masing-masing. Tapi sebelumnya aku melihat anak-anakku di kamarnya. Rafa, Farhan dan Riyan tidur bertiga, sedangkan Farha dan Fadiyah tidur bersama di kamar yang lain.