Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Didatangi dept collector


__ADS_3

Semenjak kejadian Rini didemo masa,Kini Boni nampak lebih perhatian kepada Rini.Ia kini tak lagi mencari pekerjaan sampingan untuk menyenangkan Wina.Ia kembali fokus pada keluarga pertamanya, sedangkan pada Wina ia berlaku sesuai kesepakatan yang ia buat bersama Rini,tiga hari dirumah istri muda dan empar hari dirumah Rini serta pembagian uang yang sebagaimana diatur oleh Rini sebelumnya.Hal ini tentunya membuat Wina meradang,segala cara telah ia lakukan namun hasilnya zonk.Tak pernah ada gang berhasil.


"Eh...mbak pelakor mau keluar.Mau cari mangsa baru ya?" ucap tetangga yang melihat Wina keluar rumah


"Suaminya sekarang jarang datang ya, kasian!,"


"Jangan-jangan dia mau kelaur jualan kue cucur, ups...keceplosan" ucap yang lainya seraya pura-pura menutup mulutnya.


Wina sama sekali tak mengindahkan guncingan tetangga yang kini sudah mulai terang-terangan mengatai dirinya.Untuk membeli sayur saja kini ia harus pergi ketempat yang jauh agar terbebas dari tekanan tetangganya.Ia juga sekarang jarang bergaul dengan teman-teman nongkynya semua itu membuat ia semakin tertekan.Ia semakin membenci Rini.Disaat ia tengah merenungi nasibnya ia mendengar pintu rumahnya diketok oleh seseorang.Ia tak peduli, Wina membiarkan begitu saja.Namun semakin lama ketokan pintu itu semakin kencang mau tak mau Wina keluar rumah.


"Ada apa sih, ganggu orang aja" Maki Wina


"Masih berani loe ya, ngomong kek gitu.Punya otak nggak sih" tanya laki-laki tadi yang ternyata adalah seorang dept collector.


"Ya maaf, aku kan sudah bilang baru bokek kenapa kalian datang lagi?,"


"Mau bokek, tokek kek kita nggak peduli.Sekarang cepat serahkan angsuran utang kamu, ini sudah ketiga kalinya kamu mangkir.Boss tidal bisa mentolelir ini semua"


"Terus kalian mau apa, hue bener-bener nggak punya uang sama sekali.Laki gue lagi rumah bininya kalian temuin dia disana minta uang sama mereka"


"Awas aja loe, bohong.Jika nanti kau bohong kau pasti akan menyesal karena sudah bermain-main dengan kami" ucap laki-laki itu.


"Ini alamat rumahnya, kalian datengi aja minta uang yang banyak sekalian.Kalau perlu tagihan lima bulan ke depan.Loe taukan muka laki gue kaya apa? Udah sono buruan pergi kalau kalian disini nggaka kan dapet apa-apa" ucap Wina.


Ketiga orang dept collector itu langsung menuju rumah Rini dan kebetulan Boni ada disana.

__ADS_1


"Selamat sore, bang Boni.Kami kesini inhin menagih utang istri anda, ia sudah tiga bulan nunggak cepat bayar sekarang,"


"Rin, tolong Mas pinjami aku uang agar orang-orang ini segera pergi.Kasian anak-anak kalau lihat mereka pasti ketakutan,"


"Pinjam uang?, enak aja kalian yang habisin duit, trus kenapa aku yang harus repot.Nggak ada uang, selesaikan urusanmu dan istrimu bersama mereka aku tidak ikut-ikutan," ucap Rini


"Rin, nggak bisa gitu dong.Uang jatah bulanan kamunkan lebih banyak dari Wina tolonglah dia, kamu sebagai sesama wanita pasti tau gimana rasanya jadi dia, Dia sangat tertekan stigma pelakor masih melekat padanya karena kamu belum iklas menerima dia.Kamu juga sedikit serakah,"


"Aku serakah?, siapa yang menemanimu dari nol?, jatah aku untuk tiga orang sementara dia hanya seoarang diri.Dimana letak serakahku.Oh..ya kamu minta pengertianku sebagai sesama wanita sayangnya,dia bukan Wanita,kalau dia wanita tak mungkin menyakiti hati sesama wanita bahkan anak-anak yang tak berdosa.Pergilah selesaikan urusanmu sama mereka, aku tak mau ikut campur,"


"Rin, nggak bisa gitu dong.Dimana hati nuranimu?,"


"Nurani?, aku bahkan sekarang sudah tidak tau apa itu nurani setelah semua luka yang kau berikan,"


"Kalian malah ribut sendiri, cepatan mana uangnya kalau kalian nggak kasih aku bakal obrak-abrik rumah ini"ucap salah satu dept colector itu


Setelah menjauh dari kediaman Rini dan ditempat yang sepi mereka menghajar Boni.


"Bugh...bugh...bugh"


"Ampun bang, ampun" ucap Boni yang sempoyongan dihajar


"Makanya nggak usah sok, buat makan aja ngutang pake gaya-gayaan istri dua.Sekarang bayar atau kami siksa sampai mampus"


"Kalian bisa datang kerumah istti mudaku, ambil sepeda motor.uhuk...uhukk" ucap Boni sambil terbatuk-batuk.

__ADS_1


"Dari tadi gitu kek,pakai berbelit-belit buang waktu saja, bawa dia masuk dalam mobil!,"


Mereka akhirnya datang kembali kerumah Wina, melihat keadaan suaminya yang mengenaskan Wina menangis histeris.Tak lama setelah itu mereka membawa sepeda motor milik Wina.


"Mas,Kenapa kamu ijinin mereka bawa sepeda motorku.Itu satu-satunya kendaraan yang kita punya.Mobil kamu juga sudah ditarik dealer, habis ini bagaimana caranya kita bila ingin bepergian?,"


"Diamlah Win, kamu nggak lihat aku babak belur begini?, masih sempat-sempatnya kamu menangisi motor itu.Kamu mau aku mati konyol dihajar mereka?," cecar Boni


"Ya, nggak gitu juga Mas.Harusnya tadi kamu minta uang sama istri tuamu yang serakah itu,selain jatah bulanan dia banyak dia juga punya usaha sekarang"


"Kalau dia kasih, aku juga nggak bakal babak belur begini.Tapi tunggu-tunggu dari mana kamu tau kalau Rini punya usaha?,"


"Hmmm...itu...itu anu" Wina menjadi gelagapan sendiri mendengar pertanyaan dari Boni


"Itu...anu apa?"


"Ya, tentu saja aku tau.Di kampung ini berita sebesar itu, pastilah semua orang tau, apalagi menyangkut kakak maduku pasdi trending topik," ucap Wina, ia dengan cepat bisa menemukan ide menjawab pertanyaan Boni


"Bener juga kamu"


"Ah...untung dia percaya, kalau dia tau selama ini aku stalking bini tuanya. bisa mampus aku.Apalagi kalau dia tau aku yang hasut warga saat itu.Untung otak cerdasku cepat berpikir" batin Wina


"Ya sudah, obati lukaku!"


"Makanya jadi suami yang pinteran dikit dong, mau aja dibodohin bini tua"

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like,comment dan favorite ya men temen


__ADS_2