Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Marahan


__ADS_3

Beberapa saat setelah Rini keluar dari rumah Sita, Rizal kembali kerumahnya setelah beberapa hari tugas Dinas keluar kota, rasa kangen sudah menumpuk dalam dada namun apa daya sebagai abdi negara ia harus patuh dengan segala kebijakan dan aturan instansi yang menaunginya.Dengan senyum ya ng terus mengembang ia memasuki rumahnya.


"Assalamualaikum sayang!"


"Waalaikum salam sayang" ucap Sita yang langsung berhambur memeluk suaminya.


"Aku kangen, mas" ucap Sita


"Banget!" balas Rizal


Keduanya saling berpelukan untuk melepaskan rindu setelah beberapa hari tidak bertemu, meskipun setiap hari bertukar kabar melalui pesan,telephone dan videocall, namun tetap saja rindu mengunung di hati pasangan ini.


"Ayo duduk dulu mas, nanti terus bersih-bersih terus makan aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu" ujar Sita


"Habis makan ngapain?" goda Rizal


"Ya istirahat lah" ucap Sita mengoda balik Rizal.


Rizal tersenyum inilah yang ia rindukan ketika pulang, senyum manis dilayani istri tercinta, ia sangat bersyukur dengan hidupnya saat ini.Bergegas ke kamar mereka dan mandi kemudian makan dengan disuapi istri tercinta.


"Ah...nikmat mana yang kau dustakan" ucap Rizal.


"Makanya sudah mas, kalau begitu aku bawa piringnya ke dapur" ucap Rini.


"Kamu jangan kemana-mana, aku masih kangen kamu"


"Aku cuma mau bawa piring kotor aja loh mas, nggak sampai lima menit"


"Tapi aku pingin makan" ucap Rizal lagi


"Loh bukanya tadi sudah?"


"Bukan makan itu, tapi makan kamu" ucap Rizal sambil menaikkan satu alisnya.


Setelah itu Rizal mendekati Sita dan memeluk istrinya tanganya mulai tidak terkondisikan.Sejurus kemudian pasangan ini sudah berlabuh dalam indahnya lautan asmara.Setelah pergulatan panas yang mereka lalui Sita tertidur karena kelelahan, hal ini berbeda dengan Rizal ia tampak segar bugar seperti mendapat energi baru, ia menatap sekilas istrinya lalu mengecup keningnya dan membetulkan selimut istrinya kemudian beranjak mandi.


"Bik buatkan es jeruk, kayanya seger" ucap Rizal pada Artnya.


"Baik den"


Beberapa saat kemudian Bik odah sudah membawa nampan berisi es jeruk untuk majikanya.

__ADS_1


"Silahkan diminum den!"


"Makasih bik" ucap Rizal ramah


"Selama saya pergi, siapa aja yang berkunjung kesini?"


"Nggak ada den, kan neng Sita nginep dirumah Mamanya, terus kemudian ke rumah nyonya besar, eh..tapi kemarin ada yang kesini namanya Rini sama anak-anaknya"


"Rini siapa bik?" tanya Rizal penasaran.


"Rini, itu mantan Iparnya neng Sita.Kemarin kata si Supri pas neng Sita pulang kerumah Mamanya diganguin sama mantan suaminya, lalu neng Sita memutuskan untuk menginap dirumah nyonya besar" ucap Bik Odah cepu


Rahang Rizal mengeras, ada rasa cemburu yang membakar dadanya.Ia sangat membenci Hendra apalagi setelah Sita hamil kecemburuanya bertambah berkali-kali lipat.Ia kemudian meneguk es jeruk itu hingga tandas, aura kemarahan jelas terpancar dari wajahnya.


"Bik, aku keluar sebentar ya.Nanti kalau Sita nanya bilang aja aku kerumah Mama" ujar Rizal pada Artnya.


Sejurus kemudian Rizal sudah mengeluarkan motor sportnya membelah jalanan menuju rumah Hendra.


Sementara itu Sita yang baru bangun tidur mencari keberadaan suaminya namun ia tak menemukanya, ia keluar kamar untuk mencari keberadaan suaminya.Saat bertemu bik Odah mengatakan kalau Rizal pergi kerumah Mama mertuanya, Sita jadi kepikiran pasalnya tidak mungkin kalau Rizal kerumah Mama Henny karena sebelum pulang kerumahnya laki-laki itu sudah mampir terlebih dahulu kerumah Mama Henny.


"Bik, sebelum pergi apa dia mengatakan hal lainya?" tanya Sita penasaran.


"Enggak non, dia cuma nanya kemarin yang datang kesini siapa aja"


"Terus apa lagi?, ada hal lain yang membuat dia terlihat aneh begitu?"


"Ada non, kayanya tadi dia marah pas bibi kasih tau kalau non sempet diganguain mantan suami non"


"Astaga bibi, ini jelas mas Rizal pasti mau kerumah Mas Hendra pasti dia mencari ribut disana, aduh...gimana ini aku nggak mau Mas Rizal kenapa-napa soalnya Mas Hendra itu orangnya nekat" ucap Sita sambil mondar mandir.


"Bik, tolong panggilin pak Supri, aku harus menyusul mas Rizal"


Sejurus kemudian Sita sudah berada dalam mobil guna menyusul suaminya,hatinya sungguh tidak tenang.Ia tak ingin suaminya gegabah dalam bertindak.


"Pak agak cepetan dikit pak" ujar Sita.


"Iya neng, sabar dikit ini bentar lagi sampai"


Beberapa saat kemudia mobil yang ditumpangi Sita sudah sampai dikediaman Hendra, Sita langsung bergegas turun sungguh hatinya sedang tidak baik-baik saja, ia takut Rizal membuat keributan hal ini bisa merugikan Rizal sendiri karena bisa dilaporkan ke pihak yang berwajib dengan tuduhan tindakan tidak menyenangkan.Saat Sita masuk dalam ruman mantan suaminya benar saja saat itu Hendra memang memancing emosi Rizal, saat tangan Rizal hendak terangkat guna memukul Hendra Sita langsung menghentikanya.


"Hentikan Mas!"

__ADS_1


"Sita" teriak Rizal dan Hendra bersamaan.


"Jangan lakukan itu Mas, dia memang sengaja memancing emosimu agar dia bisa balas dendam melaporkanmu ke yang berwajib" ucap Sita.


"Sita sayang, aku tau kau pasti akan datang karena tak ingin melihatku terluka oleh suamimu yang nggak berguna ini"


Mendengar ucapan Hendra rahang Rizal mengeras, tanganya mengepal sempurna hingga buku tanganya memutih.


"Diam kau brengsek, kuhabisi kau sekarang juga" teriak Rizal.


Sita langsung berlari memeluk tubuh suaminya.


"Minggir Sita, biarkan aku memberi sedikit pelajaran pada pria brengsek ini"


"Jangan lakukan ini Mas please!, ayo kita pulang saja tak ada gunanya meladeni dia" ucap Sita sambil menunjuk Hendra.


"Terima kasih sayang, kau ternyata masih menyayangiku.Aku terharu" ucap Hendra.


"Cuih...dengar ya Mas, jangan pernah memperkeruh keadaan.Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.jadi stop jangan ganggu aku dan keluargaku" ucap Sita lalu mengandeng Rizal untuk keluar dari rumah itu.


"Pak Supri, tolong bawa mobil suami saya" titah Sita pada Sopir pribandinya


"Mas, kamu naik mobil sama aku aja!"


Dengan terpaksa Rizal mengikuti keiginan istrinya.Sepanjang perjalanan pulang wajah Rizal ditekuk karena kesal, niatnya untuk menghajar Hendra urung karena kedatangan istrinya.


"Mas, jangan diemin aku kek gini"


"Terus mau kamu bagaimana? Aku harus muji kamu yang terang-terangan yang belain mantan kamu, dari pada suamimu sendiri begitu!"


"Mas...."


"Sudahlah, kalau masih cinta kenapa terima pinangan aku, kalau mau balikan silahkan tapi jangan bawa anakku"


"Mas kami ini ngomong apasih, nggak jelas banget"


"Ya, aku memang nggak jelas karena yang jelas itu cuma Hendra"


"Chiiiitttt...." Sita mengerem mendadak mobilnya saat mendengar ocehan Rizal


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa,like comment dan favorite ya men temen


__ADS_2