Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Desy melahirkan


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat Hari ini tepat empat bulan kehamilan Sita, Mama Henny mengadakan selamatan empat bulanan dengan menyantuni anak Yatim piatu, rasa haru dan bahagia menyelimuti perasaan Sita dan keluarga, acara berjalan dengan begutu khidmad, untaian doa mengalir untuk kebaikan Sita dan calon anaknya.


Sementara itu ditempat yang berbeda Desy tengah berjuang untuk melahirkan anaknya yang pertama, nampak Hendra dan Wiwik menunggui persalinan Desy, Wiwik sangat antusias menantikan kelahiran cucunya apalagi ia tau kalau anak yang dikandung Desy berjenis kelamin laki-laki, Tak henti-hentinya ia memposting moment ia menunggui Desy dirumah sakit di medsosnya.


"Hen, kira-kira anakmu nanti mirip siapa ya Hend?" tanya Mamanya Hendra Penasaran


"Ya kalau nggak mirip aku mirip Desylah, rasanya seperti ini rupanya mau menjadi seoarang ayah, aku sangat deg-degan bu, walaupun aku tidak mencintai Desy tapi aku sangat menantikan anak itu" ucap Hendra antusias.


Saat anak dan Ibu itu sedang asyik berbincang, nampak Yoga datang juga dirumah sakit itu, namun laki-laki itu sama sekali tidak menyapa Hendra maupun Ibunya.


"Ngapain dia kesini Hend?" tanya Wiwik


"Ntahlah bu, biarin saja toh selama ini ia masih kasih duit buat Desy, biarin sajalah nggak ada urusanya sama kita"


"Iya bener juga kamu, ngapain mikirin orang itu yang penting cuan tetap mengalir" bisik Wiwik.


Sementara itu Yoga, melihat dua orang pecundang itu hanya tersenyum sinis.


"Lihat saja setelah ini, jika aku sudah test DNA dan terbukti anak yang dikandung Desy itu anakku maka aku akan mengambilnya tapi jika dia bukan anakku jangan harap kalian bisa menikmati uangku, selama ini aku mengirimkan uang untuk bayi itu, bukan untuk para pecundang itu" batin Yoga.


Tak berapa lama kemudian dokter sudah keluar dari ruang bersalin, hal itu menandakan Desy sudah melahirkan, dokter memberitau kalau keduanya selamat, Hendra sangat senang mendengarnya.


"Hend, mulai sekarang kau harus lebih perhatian pada istrimu, lihatlah dia sudah berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan penerusmu yang tak pernah akan kau dapatkan bila kai masih bersama Sita"


Ada rasa bahagia tergambar jelas dari raut wajah Hendra, untuk pertama kalinya ia dapat memeluk seorang bayi hang mungil, seorang bayi yang sudah lama ia rindukan, ada rasa yang sulit ia jabarkan saat ini.


"Aku berjanji setelah ini aku akan lebih perhatian padamu dan anak kita Des, terima kasih kau sudah menghadirkan malaikat dalam kecil dalam rumah tangga kita" ucap Hendra sambil menitikan air mata.


"Terima kasih Mas, aku percaya padamu" ucap Desy.


"Aku akan bekerja setelah ini, aku akan bertanggung jawab pada kalian" ucap Hendra tak pernah berhenti tersenyum.


Dibalik pintu ada sepasang mata melihat kebahagiaan keluarga kecil itu dia adalah Yoga mantan suami Desy.

__ADS_1


"Aku akan beri waktu tiga bulan dari sekarang, nikmatilah dulu moment-moment kalian, setelah itu aku akan melakukam test DNA, agar semuanya jelas" batin Yoga.Ia sudah membayar seorang suster untuk mengambil sample rambut anak Desy, namun ia ada pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga dia tidak bisa langsung melakukan test DNA, dia harus bersabar sementara waktu.


Hendra gemar membagikan kebersamaanya dengan putra kecilnya di sosmednya, banyak yang berkomentar memberikan ucapan selamat padanya terutama teman-temanya, dan sekarang mereka malah menghujat Sita karena mengira Sita mandul sehingga Hendra selingkuh untuk meneruskan keturunanya, berbagai dukungan mengalir untuk Hendra.


Hendra menjalani hari-harinya dengan bahagia kini ia bekerja sebagai driver ojol, semenjak punya anak ia sudah tidak lagi merecoki Sita. Ia fokus pada anaknya.


Hari terus berlalu begitu cepat.Perut Sita sudah mulai kelihatan buncit, hari ini ia memutuskan untuk berbelanja dengan Mama mertuanya untuk keperluan bayinya kelak, Mama Henny sangat antusias berbelanja.Mama Henny tak kalah posesif dari Hendra saat berbelanja ia tidak membiarkan Sita mendorong kereta belanjaan dia sendiri yang mendorong kereta belanjanya.


"Ayo istirahat dulu, kamu sepertinya cape kita ke cafetaria sana duduk sambil makan, sepertinya kamu juga lapar" ucap Mama Henny.


"Sita nggak apa-apa Ma, Sita belum lelah kok Ma"


"Nggak boleh nolak, kamu harus istirahat Mama nggak mau kamu cape" ucap Mama Henny tak terbantahkan.


Sita hanya bisa menurut apa yang dikatankan mertuanya, dengan patuh ia mengikuti mertuanya ke kafetaria.


"Mau makan apa sayang?, biar Mama pesankan"


"Sita masih kenyang Ma, minum aja"


"Es buah sepertinya enak Ma"


"Ok, Mama akan pesankan" ucap Mama Henny.


"Eh itu ada jeng Ine, teman Mama kebetulan dia disini, dia penasaran banget pingin kenal sama kamu, Mama panggil bentar" ucap Mama Henny lagi


"Jeng Ine!"


"Oh jeng Henny, sama siapa?" tanyanya


"Ini sama Sita, menantu saya" ucap Mama Henny ramah.


Mereka berjalan menuju tempat Sita duduk.

__ADS_1


"Deg...bukanya ini mantan menantu Wiwik" batin Ine.


Sita juga tak kalah kagetnya, ia tau wanita paruh baya ini adalah teman mantan mertuanya yang gayanya selangit, sifatnya hampir mirip dengan Wiwik.


"Jeng katanya pingin kenalan sama menantuku, ini dia cantik kan?" ucap Mama Henny bangga


"Deg...jadi selama ini menantu jeng Henny adalah Sita, mantan menantu Wiwik.Tapi bagaimana mungkin Wiwik bilang kalau Sita itu mandul ini perutnya gede gini jelas-jelas ia lagi hamil" batin Ine.


Ine kaget bukan main melihat Sita yang ada dihadapanya jauh berbeda dengan Sita yang ia kenal sebelumnya, dari pakaianya dan semua, jadi selama ini Wiwik mengatakan kalau Sita itu mandul adalah dusta belaka.Sita langsung menguasai keadaan ia mengulurkan tanganya pada Ine.


"Siitaa" ucapnya


"Iiinnnn...ee" ucap Ine gugup


"Mati aku, kalau sampai dia cerita ke Jeng Henny selama ini kita saling kenal dan kadang aku juga ikut membulynya. Mana utangku masih banyak sama jeng Henny, bagaimana setelah dia tau kalau menantu kesayanganya sering aku bully, ini semua gara-gara jeng Wiwik" batin Ine


Mama Henny mengeryit melihat eskpresi yang tidak biasa ketika Ine berinteraksi dengan Sita.


"Jeng Ine, apa kau ada masalah dengan menantuku?"


"Ah...tentu saja tidak, karena aku baru pertama kali lihat, dia sangat cantik dan sepertinya juga baik hati" ucap Ine


"Iya, dia memang cantik luar dalam" puji Mama Henny


"Luar biasa, wataknya sama seperti Ibu Wiwik" batin Sita


"Terima kasih atas sanjunganya tante" ucap Sita berusaha mengimbangi sikab Ine.


"Aku sangat menyayangi dia, siapapun yang bikin masalah sama dia berarti dia akan berurusan denganku" ucap Mama Henny.


"Mampus gue" batin Ine


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like comment fan favorite ya men temen


__ADS_2