Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Keributan dipagi hari


__ADS_3

Mamanya Sita lama-lama jengah juga dengan sikab anak dari sahabatnya itu, andai ia tak mengingat Syarif itu anak sahabatnya pasti ia sudah memaki-makinya.


"Begini nak Syarif, rencana perjodohan ini tidak ada sangkut pautnya dengan kemaun Sita, saya hanya menghargai Jeng Rina sebagai sahabat saya saja, sehingga saya menyambut tawaranya untuk menyatukan keluarga kita, Sita ini sebenarnya sudah ada seorang pengusaha yang malamarnya,ada juga seorang pelayar yang melamarnya, yang terakir seoarng ustad, tapi memang dasarnya Sita memang belum ingin membina rumah tangga." ucap Mamanya Sita yang tersinggung dengan ucapan Syarif.


"Maaf loh jeng Wati, jangan berkecil hati kita masih bisa besanan dengan anak jeng yang bungsu" bujuk Mamanya Syarif.


"Saya rasa untuk wacana perjodohan ini sampai disini saja.Kita memang belum berjodoh menjadi besan" ucap Mamanya Sita mengakiri pembicaraan.


Tak lama kemudian pasangan Ibu dan anak itu berpamitan pulang, Sita bernafas lega.Mamanya menghampiri Sita.


"Maafkan Mama sayang, Mama tidak tau kalau anak Jeng Rina itu perangainya seperti itu, Mama bener-bener nggak nyangka"


"Nggak apa-apa Ma,Sita tau Mama lakukan semua ini buat kebaikan Sita" ucap Sita.


Mamanya Sita langsung mendekat dan memeluk putri sulungnya, ia benar-benar menyesal menyetujui wacana perjodohan dengan sahabatnya itu. Saat ia tau laki-laki itu merendahkan Sita tentu saja sebagai seorang Mama hatinya jauh lebih terluka.


"Ceklek"


"Assalamualikum...Anak cantik pulang!" ucap Sita dari depan pintu.


"Waduh...ada apa ini kok kaya teletubies, berpelukaannnn, Amel juga mau di peluk" ucap Amel manja.


"Haish...mandi dulu sana!, badan habis dari luar langsung nempel-nempel" ujar Sita.


"Ma, tadi Bik Ami bilang ada tamu, siapa mah?"


Sita dan Mamanya saling diam, rasanya malas untuk membahas laki-laki kurang waras tadi.


"Bukan siapa-siapa, cuma teman Mama aja" ujar Mamanya Sita.


"Temen yang mana?, jangan bilang temen Mama yang mau Mama jodohin anaknya sama Mbak sita" todong Amel tepat sasaran.


"Udah sana mandi dulu, ngobrolnya nanti"


"Pokonya kalau Mama setuju dengan perjodohan Mbak Sita sama Alien itu, Amel bakal demo" ujar Amel


Mamanya Sita dan Sita saling pandang,mereka tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Sita tau orang yang dimaksud Amel itu justru melamarnya.Dua hari setelahnya tepatnya hari minggu Keluarga Syarif datang lagi dengan rombongan yang banyak.

__ADS_1


"Mama diluar ada apaan sih?, kayanya rame banget"


"Mama juga nggak tau, coba kamu lihat ada apa?" ujar Mamanya.


Amel keluar melihat ada apa yang terjadi, betapa terkejudnya dia saat melihat diluar ada rombongan keluarga Syarif dengan iringan tanjidor.


"Astaga Naga, ini sebenarnya ada apa sih?, Kata Mama perjodohan mbak Sita batal, lah ngapain si odong-odong itu kemari" guman Amel bergidik ngeri, Mamanya dan Sita memang tidak pernah bercerita kalau Syarif pernah melamar Amel.Sita langsung lari masuk kedalam rumah


"Mas Doni..., tok...tok...tok..., bangun kebakaran...." teriak Amel


Doni yang masih terbuai mimpi terpaksa bangun, matanya masih mengantuk berat ia baru memejamkan matanya selesai sholat subuh, pekerjaanya sedang menumpuk.


"Amel!, berisik banget sih" umpat Doni


"Mas denger itu, diluar ada keributan si odong-odong itu kesini, bawa tanjidor segala, bukanya kata Mama perjodohan mbak Sita batal ya?"


Tanpa babimu Doni langsung keluar rumah diikuti Mamanya, Sita dan Amel.


"Berisik!, kalau mau main tanjidor di lapangan sono jangan dirumah orang, berisik!, ganggu aja" umpat Doni kesal.Seketika Tanjidor berhenti.


"Hallo kakak Ipar, apa kabar?" Sapa Syarif.


"Ngapain kamu kesini?"


"Jangan galak-galak Kakak Ipar, aku kesini tentu saja buat Adek Amel tersayang" ucap Syarif.


Amel terbelalak mendengar ucapan laki-laki didepanya ini.Sementara itu Sita terus tertawa terpingkal-pingkal.


"Pergi!, atau aku patahkan leher pendekmu itu!" ancam Doni.


"Ini gimanasih konsepnya kok jadi aku yang dilamar?" tanya Amel bingung


"Dek Amel, kamu sudah memenuhi kreteriaku untuk menjadi pendampingku, dan Kakakmu sudah legowo menerima kekalahanya"


"Pak Syaraf yang terhormat,bukanya anda tidak suka wanita bar-bar?, sebaiknya anda pergi.Iyuuhh"


"Dek Amel, aku akan sabar dan membimbingmu menjadi wanita soleha, kita akan sama-sama menuju janahnya" ucap Syarif.

__ADS_1


"Nak Syarif sebaiknya pulanglah!, bukankan sudah saya katakan pada Mamamu kalau tidak akan ada lagi perjodohan" ucap Mamanya Sita.


Satu persatu tetangga Sita mulai keluar dan melihat tontonan menarik dihadapanya, tak sedikit yang membagikanya di medsos.Doni memijit pelipisnya, lebih baik ia menghadapi seorang preman dari pada mengahadapi orang setegah waras begini.


"Heehhhh" Doni menghembuskan nafas kasar, matanya yang mangantuk mendadak hilang kantuknya, dilihatnya tetangga sudah berjubel dihalaman rumahnya.


"Bapak-bapak, Ibu-ibu saya mohon bubar semua, dan kamu badut pergi sana! Kalau mau konser sana di lapangan atau dipasar sekalian" usir Doni


Namun Syarif tak berkeming ia tetap stay di depan rumah Doni bahkan memberi aba-aba agar tanjidor dimainkan.


"Ini gila!, biasanya yang bisa ngatasi masalah kek gini itu Kak Rizal, tapi Mama lagi antipati sama dia bagaimana ini" batin Doni.


Mendadak ponsel Doni berdering, diliriknya ID Pemanggilnya Rizal, Doni tersenyum, pucuk dicinta ulampun tiba.


"Assalamualaikum Kak, pas banget ini kakak telephone"


"Don, kamu jangan panik! Odong-odong itu paling takut sirine polisi, kamu gunakan ponselmu, bunyikan Sirene itu pasti dia akan kabur dengan sendirinya"


"Makasih Kak, ngomong-ngomong kakak tau dari mana odong-odong itu ada disini?, lebih baik Doni gulat sama preman, dari pada ngadepin orang gila, Doni stres sendiri"


"Udah curhatnya nanti saja, cepat lakukan apa yang aku bilang tadi" ucap Rizal diseberang sana, sambungan telephone langsung dimatikan.Doni langsung menjalankan aksinya sesuai instruksi dari Rizal.Beberapa saat kemudian terdengar bunyi Sirene polisi, tak Ayal Syarif langsung tunggang langang termasuk kru tanjidornya, Warga juga ikut bubar.


"Tau gini, udah dari tadi. Ngapain juga cape-cape adu mulut sama orang gila" guman Doni.


"Don, elu cerdas banget dapat Ide dari mana?" tanya Sita penasaran


"Amel aja nggak kepikiran loh!" ujar Amel


"Mau tau, atau mau tau banget?"


"Hallah" ujar Sita


"Ide ini dari Calon menantu yang diriject sama Mama" ujar Doni


"Maksud Mas Doni, Kak Rizal?, dia emang the best Mas" ucap Amel seraya mengacungkan jempolnya. Ia dan Doni kompak melirik kearah Mamanya, Dilihatnya Mamanya langsung melengos begitu saja.


Doni dan Amel langsung saling pandang.

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa, like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2