
Sita merasa suntuk seharian menghabiskan waktu dirumah Mamanya, siang ini setalah Amel pulang sekolah Sita mengajak Amel jalan-jalan di taman dekat rumah mereka.Sita menikmati pemandangan sore ditaman, suasana tampak ramai namun, hati Sita merasa sangat sepi karena dia memikirkan seseorang jauh disana.
"Mas, apakah kamu sudah makan?, apakah kamu mual lagi?" berbagai tanya selalu memenuhi benaknya.
"Mbak, jangan melamun terus! Aku belikan es krim ya?" ucap Amel membuyarkan lamunan Sita
"Ya, boleh. Tapi aku inginya es krim yang diseberang sana" ucap Sita
"Ok, demi keponakanku dalam perut mbak Sita, apapun akan aku lakukan.Tunggu disini bentar ya, sayang!, onty mau belikan es krim yang lezat untukmu" ucap Amel sambil mengelus perut buncit Sita.
"Iya Onty" ucap Sita menirukan gaya bicara anak kecil.
Amel langsung berlalu meninggalkan Sita untuk membelikan es krim, tanpa sepengetahuan Sita sejak tadi Hendra memperhatikan Sita,begitu melihat Amel menjauh dari Sita Hendra langsung mendekati Sita.
"Hai Sita, apa kabar?" tanya Hendra.
"M..mas Hendra?" ucap Sita gugup
Hendra langsung mendekati Sita, ia memperhatikan dengan seksama perut buncit Sita, kemudian ia tersenyum dan semakin mendekat.
"Kamu...mau apa mas?" tanya Sita takut.
"Jangan takut begitu, aku hanya ingin menyentuh anak kita"
"Menjauhlah Mas, atau aku akan teriak!" ancam Sita.
"Silahkan saja, berteriaklah sepusmu sayang" ucap Hendra menyeringai.Hal ini membuat Sita semakin ketakutan.Hendra mengikis jarak keduanya Sita sekuat tenaga mendorong Hendra, karena posisinya sedang duduk ia kesulitan untuk melarikan diri ditambah lagi perut besar yang membuncit menambah susah pergerakanya.
"Tol..." baru saja Sita Hendra berteriak Hendra sudah membekap mulut Sita dan mengelus perut buncit Sita.Perempuan itu bergerak kesana-kemari untuk menghindari Hendra.
__ADS_1
"Siapapun tolong aku, Ya Tuhan tolong kirim orang untuk mengusir laki-laki gila ini, hamba sunggu takut ya Allah" Batin Sita.
Nampak dari kejahuan Amel melihat Sita tengah didatangi Hendra, segala pikiran buruk berkecamuk dalam diri Amel.Ia segera berlari mendekati Sita hingga es krim ditanganya lepas.
"Pak, bisa minta tolong itu disana kakak saya dalam bahaya.Laki-laki itu psikopat ia bisa membahayakan kakak saya, apalagi saat ini kakak saya sedang hamil besar" ucap Sita pada segerombolan laki-laki yang sedang nongkrong di kafe dekat taman.Sejurus kemudian mereka mendatangi Sita.Mereka melihat Hendra sedang membekap mulut Sita.
"Tenanglah sayang!, aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin menyentuh anak kita" ucap Hendra. Sita dibuat ketakutan karenaya.
"Bugh,..." seseoarang memukul Hendra dari belakang hingga tanganya terlepas dari Sita.
"Amel...hiks...hiks..mbak takut" Sita langsung berlari menghambur kepelukan Amel.
"Mbak sekarang sudah aman, sebaiknya kita pulang, biar cecunguk ini diurus saam mereka" ucap Amel lalu mengandeng kakaknya untuk pulang, sesampainya dirumah Amel langsung menceritakan kejadian di taman tadi pada Mamanya.
"Sita,bukanya Mama mengusirmu tapi kamu akan lebih aman bila dirumah mertuamu, karena disana ada penjaga rumah sedangkan disini Doni nggak ada dirumah, Mama khawatir denganmu dan juga kandunganmu" ucap Mama Sita setelah mendengar cerita amel barusan
Sita hanya menganguk patuh.Tidak ada pilihan lain, memang benar apa yang dikatakan Mamanya kalau tempat yang paling aman saat ini adalah rumah Mama Henny.Dengan diantar Amel akhirnya Sita pulang ke rumah Mama Henny.Hari pertama dan kedua ia merasa tenang tinggal disana karena ia mengira Hendra tidak akan berani kerumah Mama Henny.Tepat dihari ketiga Sita tinggal dirumah Mama Henny Hendra kembali datang menyambanginya.
"Ini dengan siapa, sebentar saya sampaikan dulu pada Ibu Henny" ucap penjaga di rumah Mama Henny.Security langsung menghubungi Mama Henny melalui interkom jika ada tamu yang ingin bertemu Sita.Mendengar nama Hendra disebut, Mama Henny langsung menyuruh masuk pada, dia ingin bicara sendiri dengan Hendra agar tidak menggangu menantunya lagi.
"Kamu diperbolehkan masuk" ucap security.Hendra tersenyum jumawa ia mengira hal ini pasti atas permintaan Sita.Hendra memasuki rumah ya g begitu besar dan mewah, disekeliling rumah masih banyak pepohonan yang manambah asri rumah itu.Di gazebo taman nampak seorang wanita paruh baya sudah menunggunya.Hendra menghampirinya
"Permisi nyonya, saya mau bertemu Sita" ucap Hendra basa basi.
"Ada hal penting apa yang membuatmu ingin menemui menantuku?" ucap Mama Henny tanpa basa basi.
"Ada hal yang ingin saya sampaikan pada Sita, namun hanya dia yang berhak tau maka dari itu ijinkan saya bertemu dengan dia"
"Sayangnya menantuku sedang istirahat, saat ini ia sedang mengandung cucuku jadi dia membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk dia dan bayinya" ucap Mama Henny.Mendengar ucapan Mama Henny membuat Hendra meradang.
__ADS_1
"Bukanya ingin lancang dan kurang sopan santun, tapi kedatanganku kesini ingin menemuinya nyonya" ucap Hendra agak meninggi.
"Bukankah kalian tidak ada hubungan apa-apa lagi? Jadi untuk apa kau ingin menemui istri orang?"
Hendra menjadi kesal karena Mama Henny terlalu ikut campur dengan urusanya.
"Minggir nyonya, sebelum saya berbuat kekerasan!" ancam Hendra.
"Silahkan kalau berani!, ini rumahku sedikit saja kau bikin masalah disini kamu pasti tau sendiri kejadian selanjutnya" ujar Mama Henny balik menantang.
"Asal anda tau nyonya, saya adalah cinta pertama Sita, sampai kapanpun Sita tidak akan pernah bisa melupakan saya"
"Cuih...kamu terlalu percaya diri" ujar Mama Henny.
"Bangun dari mimpimu asal kamu tau realita hidup seorang wanita itu tidak hanya butuh cinta untuk melangsukan hidupnya, kerja keras dan pengahasilan akan menopang hidup bahagia setiap wanita.Kasih sayang dan perhatian dari mertua juga di butuhkan untuk memperkuat jalinan rumah tangga setiap insan" ucapan Mama Henny membungkam mulut Hendra.
"Banyak omong kamu perempuan tua!" bentak Hendra.
Sementara itu dari tadi Sita mengintip apa yang terjadi dengan Mama mertua dan Hendra, melihat Mama Henny di bentak oleh Hendra, Sita menjadi tidak tega ia mengumpulkan segala keberanian untuk menemui Hendra.
"Hentikan Mas Hendra, jangan pernah membentak Mama. Aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu bila kau menyakiti Mama, menyakitinya sama saja menyakitiku" ucap Sita tiba-tiba datang.
"Sayang, kau tetaplah didalam laki-laki ini sangat bahaya untukmu" ucap Mama Henny.
"Sita sayang, aku ingin bicara padamu, aku tau kau masih mencintaiku. Aku akan menerima bayi itu sebagai anakku sendiri.Mari kita rujuk kembali" ucap Hendra tanpa tau malu.
"Mas Hendra terimalah kenyataan kita sudah bukan suami istri lagi, lupakan aku lanjutkan hidupmu!" ujar Sita.
"Sita, jika ini hanya gara-gara masalah Ibu yang selalu jutek padamu. Aku janji aku akan lebih tegas pada Ibu. Aku akan selalu dipihakmu" ucap Hendra masih ngotot
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like,comment dan favorite ya men temen