Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Adu domba


__ADS_3

Rini berusaha menguasai dirinya ia tak boleh kalah dengan pelakor, ia melirik suaminya tampak gelisah.


"Sayang, hmmmm.....misalnya malam ini aku keluar sebentar boleh nggak?" tanya Boni ragu.


Ingin rasanya Rini membejek-bejek muka suami laknatnya ini.Tapi ia tak mau kalah begitu saja dengan adek madunya yang tak tau diri itu.Sementara itu Boni deg-degan dengan jawaban yang akan keluar dari mulut Rini.Ia sudah pasang telinga bila Rini memakinya.


"Mas mau pergi?, oh...nggak apa-apa. Ya sudah hati-hati" jawab Rini.


Boni dibuat melongo dengan jawaban istrinya, segitu gampangnya Rini memberi ijin padanya.


"Ka...kamu serius sayang, kalau kamu nggak ijinkan aku nggak akan pergi" ucap Boni.


Rini tersenyum kearah Boni, setelah memastikan Rini benar-benar iklas ditinggal.Boni tanpa tau malu, langsung berdiri dan berpamitan pada anak-anaknya.


"Dasar laki-laki nggak tau diri, lihat saja setelah ini apa kamu masih bisa pergi" batin Rini


Saat Boni mau melangkah keluar rumahnya, Rini tiba-tiba menjatuhkan dirinya, ia pura-pura kepleset.


"Arka...tolong Mama!" teriak Rini


Mendengar suara Rini, Boni langsung berbalik untuk melihat keadaan istrinya, Boni melihat istrinya tengah meringis kesakitan.


"Arka, tolong hubungi Om Hendra.Minta dia tidur disini agar kalian ada yang menemani.Kaki Mama sakit sekali" Rini mulai memerankan peranya.


Boni tak jadi beranjak pergi, niatnya bersenang-senang dengan istri mudanya gagal sudah,ia tak tega membiarkan Rini kesakitan, apalagi sampai menghubungi Hendra masalahnya akan semakin panjang.


"Mas,kenapa balik lagi?, katanya mau pergi.Dan kelihatanya penting sekali sampai-sampai mau meninggalkan anak-anak yang masih ingin bermain dengan Papanya" sindir Rini, sambil berpura-pura kesakitan.

__ADS_1


"Aku nggak tega lihat kamu kesakitan kaya gini" ujar Boni


"Hmmm....sudah kutebak, paling dia males ribut sama mas Hendra" batin Rini


"Tapi, apa nggak apa-apa Mas kalau kamu nggak jadi pergi.Tadi kelihatanya penting banget"


"Enggak apa-apa" ucap Boni lalu mengendong Rini menuju kamarnya.Setelah sampai dikamar Boni meminta ijin untuk menghubungi seseorang, ia yakin pasti itu Si Wina yang suaminya huhungi.


"Sayang.....Mas Boni!" teriak Rini sengaja memanasi Wina, ia tau saat ini suaminya tengah menghubungi adek madunya.


"Rasain kamu, berani main-main denganku.Berani main api artinya harus siap terbakar" batin Rini sambil tersenyum penuh kemenangan.Tak lama kemudian Boni menuju kamar Rini.


"Rin, kakinya masih nyeri mau aku pijitin?"tanya Boni tampak khawatir


Rini menganguk, dengan telaten Boni mengurut pergelangan kaki Rini.Kesempatan ini digunakan oleh Rini sebaik-baiknya.Ia langsung membidik kamera handphone dan tak lupa memposting di medsosnya, ia yakin hal ini akan membuat Wina kebakaran jengot.


[Ah...nikmat mana lagi yang kau dustakan.Punya suami yang penyayang,mertua yang baik anak-anak yang lucu nan mengemaskan] send..


Sementara itu Wina yang barusan menerima pangilan telephone dari suaminya yang mengatakan kalau Boni tidak jadi kerumahnya, membuat wanita cantik ini murka.


"Sialan kamu mbak!, bisa-bisanya kamu memanfaatkan keadaan.Pasti kamu sengaja melakukan ini agar mas Boni tidak jadi pulang" Teriak Wina


Mukanya merah padam melihat postingan kakak madunya, moodnya benar-benar di buat hancur.Hatinya panas membara apalagi melihat postingan kakak madunya yang menurutnya hanya untuk memancing emosinya.Tak ayal ia mengirimkan pesan ke nomor kakak madunya.


[Dasar perempuan licik, aku tau kamu pura-pura sakit agar bisa menahan mas Boni di sana.Dasar wanita munafik!]


Pesan langsung terkirim ke ponsel Rini, dan berubah menjadi centang biru pertanda pemiliknya sudah membaca, Wina menantikan jawaban dari kakak madunya yang terlihat sedang mengetik.

__ADS_1


[Adek maduku sayang, aku hanya belajar dari kamu...maaf ya kalau aku ternyata lebih pintar dari kamu.Selamat malam mimpi indah ya, biarpun aku sedang berhalangan kamu tidak usah khawatir mas Boni akan kubuat melayang] balas Rini.


"Sialan!, bener-bener wanita ular.Aku tidak akan tinggal diam" maki Wina


Wina meraup rakus udara sebanyak-banyaknya lalu menghembuskanya, untuk menetralisir gemuruh didadanya.Rini kini tak bisa dianggap remeh olehnya, Semenjak kejadian itu Wina sering memata-matai Rini untuk mengetahui titik lemah perempuan itu.Mulai dari stalking medsos hingga keseharian Rini ia selalu memantau.Hari ini nampak Rini sehabis dari kursus menjahit bertemu dengan entah siapa dikafe(faktanya Rini ketemuan dengan pembeli kosmetik langananya), kemudian melakukan transaksi semua tak luput dari pengamatan Wina.Hari berikutnya ia melihat rumah Rini banyak paket yang datang kesempatan ini tidak ia buang sia-sia ia langsung mengabadikan moment itu.


"Kena kamu mbak, pantas saja kamu nampak makin glowing ternyata kamu punya bisnis gelap" guman Wina sok tau.


Belum puas dengan itu semua, ia juga melihat Rini membeli sejumlah perabotan baru, tentunya menambah subur rasa iri dihatinya hingga timbulah niat jahatnya.Ia mempengaruhi warga dengan menunjukan sebuah foto dan Video dimana Rini sedang bertransaksi dan juga paket-paket yang ia terima termasuk perabotan yang ia beli kemarin.


"Coba Ibu bayangkan, kalau bisnis ini yang kena imbasnya anak Ibu bagaimana? Nanti kalau lama-lama anak Ibu tertarik dengan barang haram.Apa nggak ngeri bu?"


Terus saja memprovokasi warga dengan kata-kata yang meyakinkan.Warga dibuat meradang dan akhirnya mendemo rumah Rini.


"Rini keluar!, kami tidak menerima bandar N****** dikampung kita" teriak warga rame-rame


"Ada apa ini?" Rini mengintip dari balik jendela.Ia takut untuk keluar segera menghubungi suaminya naasnya suaminya tak mengangkat pangilanya,hal yang sama dilakukan Hendra.Rini mendesah frustasi suami dan kakak yang diharapkanya tidak bisa diharapkan.Ia sangat panik kemudian menghubungi Sita


"Mbak...tolong aku"


"Ada apa Rin, kenapa kamu sepertinya sedang menangis?"


"Diluar rumahku ada Demo mbak, aku nggak tau apa salahku.Mereka memintaku untuk pergi dari sini bagaimana ini?"


"Kamu tenang dulu, anak-anak biar aku yang jemput kebetulan mas Rizal libur.Biar mas Rizal yang kesana,karena tidak mungkin aku kesana mas Rizal pasti melarangku pergi ditengah Demo dengan perut besar begini.Kamu tenang ya.Jangan keluar dulu tunggu sampai Mas Rizal datang,kalau kamu keluar aku takut kamu diamuk masa"


"Rini Keluar!, atau kami bakar rumahmu" belum selesai Rini menghubungi Sita sudah terdengar teriakan dari luar

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen


__ADS_2