
Omset penjulan warung Mama Sita naik pesat, ini semua berkat Sita dan cogan-cogan yang membantu jualan Mama sita, Pesenan order Kosmetik Sita juga makin melasat.Pundi-pundi uang langsung mengalir.
"Pesona jendes memang nggak kaleng-kaleng" ucap pelangan di Warung Mama Sita.
"Janda semakin terdepan"
Sita menikmati masa kesendirianya, kini Rizal, Erwin dan Yoga terang-terangan mendekati Sita.Namun Sita masih menikmati kesendirianya.Ia masih trauma dengan pernikahanya yang dulu.
Sementara itu Desy makin geram dengan keputusan Yoga menceraikanya, ia tetap mendapatkan gono-gini berupa rumah yang ia tempati dan sebuah mobil.Sebenarnya ia juga tau kalau Yoga mendekati Sita, namun ia memilih diam, karena Yoga mengancam jika ia akan menghentikan tunjangan bulananya hingga masa Idahnya.Hari ini memutuskan untuk kerumah Hendra meminta pertangung jawabanya.
"Assalamulaikum bu!" Sapa Desy ketika sampai dirumah Hendra
"Waalaikum salam, kamu siapa ya? Dan mau nyari siapa?" tanya Ibunya Hendra
"Saya Desy Bu, boleh saya masuk dan bicara sebentar" ucap Desy dengan nada permohonan
"Sepertinya pernah dengar nama ini" batin Ibunya Hendra
"Oh ya, silahkan masuk!" ucap Ibunya Hendra.
Setelah duduk dan berbasa-basi sebentar, Desy langsung mengutarakan maksud kedatanganya.
"Begini bu, kedatangan saya kesini itu ada hal yang ingin saya sampaikan, Saat ini saya sedang mengandung cucu Ibu, benih dari Mas Hendra" ucap Desy to the point.
__ADS_1
"Apa kamu yakin itu cucu saya?"
"Saya yakin 1000%, bahwa anak yang saya kandung ini anaknya mas Hendra karena suami saya pekerjaanya berlayar dan saya hanya berhubungan dengan Mas Hendra, oleh karena itu suami saya menceraikan saya, untuk itu saya minta pertanggung jawaban mas Hendra selaku ayah biologis dari bayi yang saya kandung ini"
"Sebentar-sebentar Ibu baru ingat, kamu temen ngajarnya Hendra kan?, berarti kamu juga dipecat seperti Hendra kan?, bukannya apa ya, tapi kamu tau sendiri Hendra itu sekarang penganguran, kamu sendiri juga penganguran.Kalau kamu mau minta dinikahi Hendra maksudmu aku yang harus menanggung biaya hidup kalian begitu?, termasuk calon bayimu itu?" tanya Ibunya hendra to the point
"Bukan, bukan begitu Bu, meskipun saya dicerai saya masih dapat harta gono gini dari suami saya sebelumnya, yah jadi saya juga nggak miskin-miskin amat" ucap Desy
"Memangnya kamu dapat apa aja?"
"Saya dapat rumah, mobil dan tunjangan dari suami saya dan bahkan gaji saya selama menjadi guru belum pernah saya gunakan sama sekali karena jatah bulanan dari suami saya terlalu banyak hingga saya bingung bagaimana cara manghabiskanya" ujar Desy, ia tau persis kelemahan dari Ibunya Hendra sedikit banya ia tau perangai wanita paruh baya ini dari curhatan Hendra.Mulut Ibunya Hendra menganganga mendengar penuturan Desy.
"Ini perempuan bener-bener tajir, kalau dia jadi menantuku aku tak perlu lagi susah-susah cari uang, hidupku bakal senang, aku bisa gabung arisan lagi, selamat tinggal hidup ngirit" batin Ibubya Hendra
"Perempuan tua ini, keliatanya sudah mulai terpengaruh dengan ucapanku, biarkan dia senang mrmbayangkan ia bisa memperalatku seperti dia memperalat Sita, tapi jangan harap setelah aku menikah dengan Hendra kau bisa menikmati uangku, enak saja" batin Desy dengan senyum evil
Mendengar ucapan Desy, membuat Ibunya mengelengkan kepala, ia tak mungkin ia melepaskan tambang emas dihadapanya saat ini.
"Kamu jangan berkata seperti itu, walau bagaimanapun juga anak dalam perut kamu itu cucu Ibu, secepatnya Ibu akan menyuruh Hendra menikahimu" ujar Ibunya Hendra.
"Terima kasih Ibu, kalau begitu saya permisi.Tolong beri saya kepastian secepatnya masalahnya perut saya juga semakin membesar" ucap Desy.
"Ibu janji, secepatnya menikahkan kalian" ucap Ibunya Hendra dengan semangat empat lima.
__ADS_1
Setelah itu Desy berpamitan pulang, tak lama kemudian Hendra juga pulang kerumah Ibunya, Wiwik langsung mengutarakan keinginanya menikahkan Hendra dengan Desy ia sedikit memaksa Hendra.
"Ibu, Hendra sendiri aja tidak yakin itu anak Hendra apa bukan, jadi buat apa Hendra menikahi dia"
"Kamu itu harusnya bersyukur, lepas dari istri mandulmu itu sekarang dapat permpuan subur, malah sekarang dia lagi mengandung anakmu" cecarnya.
"Pokoknya Hendra tidak mau menikahi Desy titik"
"Kalau kamu tidak mau menikahi Desy, sebaiknya kamu tinggalkan rumah ini"
"Ibu mengusirku?, rumah ini yang bangun aku bu, Ibu ingat dulunya rumah ini hanya sebuah rumah reot.Aku yang membangun bahkan isinya semua juga dibeli dengan uangku, sampai hak istriku tak pernah aku penuhi semua uang aku kasib Ibu" umpat Hendra ia sangat marah kenapa Ibunya tega mengusirnya.
"Terserah kamu mau terima atau tidak, itu sudah menjadi keputusan Ibu.Untuk urusan membangun rumah dan isinya itu memang benar semua pakai uangmu tapi itu bekum seberapa dengan jasa Ibu dari mengandung,melahirkan, merawat,membesarkanku bahkan menyekolahkanmu, ingat itu"
"Mana ada orang tua peritungan macam itu sama anaknya sendiri ,selain Ibu" ujar Hendra tidak terima.
"Terserah kalau kau tidak nurut angkat kakimu dari rumah ini, terserah mau tidur dimana, mau dijalan, dikolong jembatan sekalipun Ibu nggak peduli"
Hendra mendesah frustasi Ibunya sangat keras kepala, ucapanya tidak main-main saat ini dia tidak punya tempat tinggal sama sekali, uangpun ia hanya tinggal sedikit karena Ibunya terus merongrongnya.Mau tak mau dia mengikuti keiginan Ibunya untuk menikah dengan Desy, entah bagaimana kedepanya ia sendiri tidak tau akan seperti apa masa depannya, melawan Ibunya adalah keputusan yang tidak tepat untuk Hendra saat ini.Dua hari setelahnya Hendra melamar Desy selang satu minggu kemudian keduanya menikah secara Siri, karena dua-duanya belum dapat akta cerai dari pengadilan.Desy tersenyum puas rencana berhasil.Ibunya Hendra menyuruh Desy tinggal dirumahnya agar ia bebas menyetir menantunya.Seminggu pertama Desy menurut tinggal dirumah Ibu mertuanya drama Ibu Mertua dan menantu dimulai kembali.
"Des, kamu ini perempuan! bangunya agak pagian dikit kenapa?, ini matahari sudah tinggi baru bangun, Heran aku sama kamu, jauh banget sama Sita. Sita itu sebelum subuh sudah bangun, menyiapkan sarapan, mencuci,ngepel, semua pekerjaan rumah ia kerjakan sendiri, lah ini kamu sudah seminggu disini kerjaanmu selain makan tidur tidaka ada, pantes saja badanmu seperti Babi"
"Ibu Bilang apa?, saya harus bangun pagi, mau ngapain? Saya bukan pembantu ya bu, lagian Ibu kan tinggal bersih-bersih masak, uang juga dari saya. Saya lagi hamil harus istirahat total satu lagi jangan banding-bandingkan saya dengan Si Sita bodoh itu, kita beda level, satu lagi jangan bilang badab saya kaya Babi, saya sedang mengandung cucu Ibu camkan itu" teriak Desy
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like,comment dan favorite ygy