Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Lamaran untuk Amel


__ADS_3

"Kalian sudah pulang?" tanya Mamanya Sita.


Amel langsung cemberut dan menerocos, ia sangat kesal pertemuan kakaknya dengan pria yang konon katanya anak teman Mamanya membuat ia jengkel sendiri.


"Mama, nemu Alien kek gitu dimana si" sewot Amel ketika bertemu Mamanya.


"Kok kamu bilang begitu Mel, nggak boleh!, biar bagaimanapun dia calon suami kakakmu loh"


"Mama nggak salah?" ucap Amel


"Amel kamu istirahat di kamar, biar aku yang bicara sama Mama" ucap Sita.


"Ok, selamat berjuang mbak, Mas Rizal harga mati" bisik Amel ketelinga Sita, sesaat kemudian ia langsung melangkah masuk kedalam kamarmya sesuai intruksi dari Sita.


"Gimana tadi?" tanya Mamanya Sita antusias.


"Mama yakin mau jodohin Sita sama makluk kaya gitu?" ucap Sita memastikan.


"Sita kamu jangan ngomong kaya gitu, biar bagaimanapun dia anak sahabat Mama, tolong hargai itu" ucap Mamanya Sita.


"Ma, kali ini Sita bener-bener mohin sama Mama, please stop rencana Mama jodohin aku sama anak sahabat Mama itu".


"Katakan apa yang membuat kamu menolak perjodohan ini nak?, dia itu anak baik, dari keluarga baik-baik juga.Mama jamin kalau dia jadi suamimu kelak ia akan menjadi Imam yang baik, didikan sahabat Mama nggak mungkin salah".


"Mama, orang itu bener-bener ngeselin Ma, kata-katanya nggak sopan, dia juga rendahin Sita, apa yang mau Sita harapkan dari laki-laki seperti itu Ma?" ucap Sita mencoba menjelaskan daru segi sudut pandangnya.


"Kamu belum mengenal dia aja nak, kamu ingat pepatah jawa mengatakan witing tresno jalaran seko kulino. Yang artinya cinta itu akan hadir dengan seiring kebersamaan" ucap Mamanya Sita untuk meyakinkan putrinya.


"Mama, Sita itu nggak bohong, dia itu beneran deh Ma, aduh...harus dengan apa Sita mengambarkanya, kalau Mama tidak percaya Mama bisa tanya Amel" ucap Sita.


"Itu hanya asumsi kalian aja, sebenarnya dia baik cuma kamu belum kenal aja, Mama lakukan semua ini demi kebaikan kamu sayang, nggak lebih"


"Terserah Mama, Sita capek mau tidur besuk harus mulai kerja lagi" ucap Sita yang menyerah berdebat dengan Mamanya.Ia langsung bergegas menuju kamarnya


"Goblok banget tadi gue nggak rekam, pembicaraan kita. Kalau Mama denger sendiri bagaimana dia hina aku apa Mama masih mau paksa aku untuk menikah dengan alien itu" guman Sita setelah sampai dikamar.

__ADS_1


"Amit-amit punya suami kaya gitu, kaya nggak ada yang lainya aja. Andai di dunia ini hanya tersisa laki-laki hanya dia lebih baik aku menjanda selamanya dari pada menikah dengan laki-laki yang otaknya isinya kurang seperempat sendok gitu" kembali Sita berguman.


Melihat Kakaknya masuk kamar Amel langsung menemui Mamanya menceritakan semua yang ia alami bersama Sita, intinya Amel menentang perjodohan Kakaknya dengan manusia aneh itu.


"Amel, kamu itu masih kecil jangan ikut campur urusan oramg dewasa, lebih baik kamu fokus sama sekolah kamu" nasehat Mamanya Sita.


"Mama yakin sudah tau latar belakang laki-laki itu pendidikanya apa, pekerjaanya apa? Yang aku lihat nih ya Ma dia itu nggak pernah makan sekolah" ujar Amel berapi-api.


"Hush...jangan ngawur kamu, dia itu lulusan universitas ternama"


"Yakin Ma?"


"Yakinlah, Mamanya sendiri yang bilang"


"Tapi kok Amel malah yakinya dia lulusan rumah sakit jiwa"


"Amel!" bentak Mamanya.


Amel langsung kabur ke kamarnya, ia juga merasa percuma berdebat dengan Mamanya.


Seminggu setelah kejadian itu, Sita pikir Syarif tak akan pernah menghubunginya lagi, tapi pemandangan pagi ini benar-benar membuat Sita naik darah, ia melihat Syarif dengan wanita paruh baya datang kerumahnya, buat apalagu kalau bukan membicarakan rencana perjodohan anak-anak mereka.


"Eh Jeng Rina, Ayo masuk" Sapa Mamanya Sita ramah.


Sita mengintip dari balik pintu malas sekali rasanya dia menemui laki-laki kurang satu persen itu. Dilihatnya ia duduk dengan perempuan paruh baya, Sita yakin itu Mamanya Laki-laki kurang satu persen ini. Dengan begitu percaya dirinya laki-laki itu menyalakan rokoknya dihadapan Mamanya Sita dan Mamanya sendiri.


"Sita, tolong bawakan minum nak" ucap Mamanya Sita memanggil Sita.


"Kasih sianida dosa nggak sih" guman Sita


Tak lama kemudian Sita keluar dengan membawa teh hangat dan cemilan.


"Silahkan diminum tante!" ucap Sita ramah.


"Kok, Nak Syarifnya nggak ditawari" goda Mamanya Sita.

__ADS_1


Sita hanya diam lalu tersenyum, sebenarnya dia ingin mengumpat.


"Maksud kedatangan saya kesini mau menindak lanjuti pembicaraan kita kemarin, soal anak-anak"


"Ya bagaimana jadinya jeng?" Tanya Mamanya Sita antusias


"Maafkan anak saya jeng dia sepertinya menyukai anak jeng, tapi bukan yang ini yang satunya kalau nggak salah namanya Amel"


Dalam hati Sita ingin tertawa terpingkal-pingkal, bagaimana kalau Amel tau laki-laki kurang satu persen ini melamar dirinya, kemarin saja dia ngomel-ngomel nggak karuan.


"Loh Dek Sita, harusnya kamu sedih kok malah ketawa-tawa begitu" ujar Syarif


"Alhamdulilah" ucap Sita langsung bersyukur.


Mamanya Sita sedikit bingung dengan apa yang terjadi, ia menoleh pada Sita lalu pada Syarif.kemudian Syarif berbicara


"Nggak apa-apa kok tante, saya maklum Dek Sita ini pasti sakit hati karena saya tolak mentah-mentah kemarin. Sebelumnya saya minta maaf ya tante, saya sarankan kalau anak tante pingin cari laki-laki itu lihat bibit bebet dan bobotnya dulu, jangan ketingian nanti jatuh kan kasian"


Muka Sita langsung memerah mendengar ocehan laki-laki didepanya ini, andai tidak ada Mamanya dan teman Mamanya pasti dia sudah mencakar-cakar laki-laki ini.


Bukan hanya Sita yang merasa tersinggung dengan ucapan Syarif Mamanya Sita juga langsung tersinggung.


"Maksud nak Syarif apa ya?"


"Begini tante, kemarin itu Dek Sita maksa-maksa saya untuk menerima perjodohan ini, tapi maaf tante perasaan nggak bisa dipaksa, lagian saya masih perjaka ting-ting masak harus dapat sisa orang lain" ucap Syarif.


"Cukup nak Syarif, Sebenarnya dari awal Sita menentang perjodohan ini. Saya yang memaksa dia untuk menemui nak Syarif tapi bukan berarti Sita itu mengejar-ngejar kamu" Ibunya Sita mulai terpancing Emosi.


Satu Sisi Sita merasa lega, Mamanya nggak akan maksa dia lagi menikah dengan manusia jadi-jadian ini tapi di satu sisi ia sangat sedih, pasti Mamanya juga terluka dengan ucapan manusia langka di depanya ini.


"Jeng, Perjodohan ini nggak batal kok, anak jeng tetep kita jodohkan dengan anakku tapi yang Amel, kan sama aja kita tetap besanan" ujar Mamanya Syarif.


"Dek Sita, aku harap kamu iklas menerima semua ini demi kebahagiaan adekmu" ucap Syarif dengan begitu percaya diri.


"Kamu terlalu percaya diri, andai Amel disini pasti mukamu sudah dicakar-cakar olehnya" batin Sita

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2