
Rini bertekat untuk mempertahankan rumah tangganya meskipun sampai berdarah-darah, ia tak mau kalah dengan sang madu.Ia mulai membenahi diri dimulai dari penampilan, ia juga memperbaiki atitudenya.Jika Boni pulang ia tak akan menuntut ini dan itu seperti biasanya, ia juga bersikab seolah tak tau, kalau Boni sudah menikah lagi.Ini adalah hal ya g tersulit bagi dia.Jika ia diceraikan oleh Boni ia akan kemana juga belum tau, Ibu dan kakaknya sedang dalam kesulitan ekonomi sedangkan dia sendiri hanya Ibu rumah tangga biasa.Ia mulai ikut les menjahit setidaknya jika suatu saat nanti kemungkinan terburuknya adalah berpisah dari Boni ia sudah punya ketrampilan.
"Mama sekarang ini beda banget, jadi lebih rajin nggak manja, nggak suka ngomel-ngomel, patuh sama suami" puji Boni yang melihat perubahan istrinya.
"Mama melakukan semua ini agar Papa makin sayang sama Mama" ujar Rini.
"Papa selalu sayang Mama, dari dulu sampai sekarang nggak ada yang berubah, malah sekarang Papa tambah sayang karena perubahan Mama ini" ujar Boni
"Selalu sayang, kepalalu peang.Kalau sayang nggak bakal punya istri lagi" batin Rini
"Janji ya Pa, Papa akan selalu ada untuk kami" ucap Rini memancing.
"Papa kan juga harus kerja dong Ma, nanti dapurnya nggak ngepul kalau Papa ngumpul terus sama kalian dan nggak kerja" ucap Boni ngeles
"Pinter banget kamu Mas, bilang aja sekarang waktumu terbagi buat perempuan lain" batin Rini
"Ok..Wina saat ini Mas Boni sedang bersamaku, berarti dia milikku.Aku akan melakukan sesuatu" Rini kembali membatin
__ADS_1
Rini mendekat pada Boni dan mengajak anak-anaknya foto bersama kemudian ia mengupload di sosmednya.Ia yakin Wina pasti akan kepo dengan dirinya.Tak lama kemudian ia mengupload foto kebersamaan keluarga kecil mereka.dengan caption " Yang Sah memang selalu jadi pemenang" Sontak postingan Rini lansung banjir komentar.Ia sangat yakin Wina saat ini sedang kebakaran jengot.
Tak lama setelah itu nampak ponsel Bonu bergetar.Rini tersenyum penuh kemenangan.
"Mas, kalau lagi dirumah sebaiknya ponselnya di matiin dong sayang, biar kita bisa quality time"
"Iya Pah, lagi asik begini malah sibuk sama hpnya Papa nggak seru" ucap Arka.Rini tersenyum puas mendengar penuturan anaknya, ia yakin Boni akan menuruti perkataan anaknya.Dan benar saja Boni sama sekali tak menyentuh ponselnya.
Sementara itu Wina yang melihat postingan Rina,hatinya mendadak panas, ada rasa cemburu yang mengerogoti jiwanya, biasanya jika suaminya pulang kerumah istri tuanya, ia tak akan segelisah ini. Tapi melihat berbagai postingan Rini di sosmed membuat ia menjadi terbakar cemburu.
"Ini tidak bisa dibiarkan, ia bisa mengunakan anaknya untuk menekan Mas Boni."
"Sedang apa kamu mas disana?, jangan bilang kamu lagi menghabiskan malam dengan istri tuamu" guman Wina yang mulai nampak gusar.
Hari berikutnya tiba giliran Boni menginap dirumah Wina, segala upaya dilakukan oleh Rini agar sang suami tidak kembali kepelukan istri mudanya.Ia menservice habis-habisan Boni ditambah anak-anak selalu menempel pada Boni membuat laki-laki ini sedikit lebih lama dirumah istri tuanya.
"Rin, andai kamu dulu bersikab seperti ini mungkin aku tak akan pernah menduakanmu.Sikabmu yang congkak dan mau menang sendiri membuat aku muak, lalu datanglah Wina dengan segala kelembutannya membuatku selalu nyaman hingga kami terbuai dalam hubungan terlarang. Tapi kini setelah semua sudah terjadi kamu berubah begitu drastis, tapi sayangnya nasi sudah menjadi bubur.Aku tidak bisa meninggalkan Wina begitu saja" batin Boni.Ia gelisah karena merasa bersalah pada istri mudanya.Setelah pulang kerja ia langsung pulang kerumah istri mudanya dan baru mengabari Rini.
__ADS_1
Sesampainya dikediaman istri mudanya, ia disambut suka cita oleh Wina.Perempuan ini tak mau kalah dengan Rini ia lekas mengabadikan setiap kegiatanya bersama suaminya.Wina lekas mengirim swafoto dirinya dan suaminya sehabis melakukan aktivitas panas mereka, Boni terlihat tidur lelap dengan bertelanjang dada.Wina menyeringai lalu mengirim pesan disertai foto Boni yang tampak kelelahan.
[Mbak, nggak usah mencemaskan suami kita.Dia baik-baik saja,lihatlah! Dia tampak kelelahan, sehabis melalukan aktivitas suami istri bersamaku.Terimakasih kakak madu kau sudah mengembalikan dia padaku] sent,
pesan langsung terkirim ke ponsel Rini dan langsung centang dua biru, artinya Rini sudah membacanya, Dia sudah membayangkan pasti saat ini Rini sedang kebakaran jengot karena mendapat pesan beserta foto yang ia kirim.Wina menantikan balasan pesa dari kakak madunya beberapa saat lamanya, namun nyatanya ia tak mendapat balasan apapun dari Rini, Wina menjadi kesal sendiri.
Tiga hari berikutnya, giliran dirumah Rini hari ini bertepatan dengan ulang tahun Arka putra sulung Rini dan Boni, kondisi keuangan Boni lagi stabil mereka mengundang seluruh keluarga,tetangga dan saudara-saudara untuk hadir diacara ulang tahun Arka.Tamu undangan datang silih berganti dan mengucapkan selamat pada Arka.
Nampak Hendra dan Ibunya juga hadir dalam acara ulang tahun Arka.Acara berlangsung sangat meriah.Arka adalah anak yang berprestasi meskipun masih TK dia sering mendapatkan banyak penghargaan dari berbagai lomba, Rini membuat Vidio sing tentang prestasi sang anak dan ia menyuruh MC untuk memutarnya.
Dalam Vidio itu tampak Arka sangat sumringah dikala ia mendapatkan juara pertama mewarnai, selanjutnya juga ada lomba membaca puisi ia juga mendapat penghargaan.Tepuk tangan bergemuruh dari para tamu yang menyaksikan berbagai tayangan prestasi Arka.Namun semua itu tak berlansung lama, setelah Vidio berikutnya memperlihatkan Boni sedang di grebek warga karena ketahuan berzina dengan Wina, nampak juga setelha itu Boni dinikahkan saat itu juga, Vidio selanjutnya nampak Boni terlihat tengah berlibur dengan istri Mudanya.
Semua mata langsung tertuju pada Boni, Tatapan menegerikan dari Hendra langsung menghunus tajam kearah Boni, Kini Hendra tau bagaimana rasanya ia menjadi Doni saat ia menyakiti Sita.Perlahan namun pasti Hendra mendekati Boni dan langsung melayangkan tinju pada Boni.
"Bugh...bugh...bugh...,Bangsad, teryata kau tak kalah bejatnya dariku" teriak Hendra terbakar emosi.
Boni terhuyung dan kemudian tersungkur, sementara itu Rini menangis sejadi-jadinya mati-matian ia menyembunyikan luka hatinya kini semua terpampang nyata dihadapanya sakit itulah yang ia rasakan.
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like comment dan fav ya men temen