Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Surat panggilan dari pengadilan agama


__ADS_3

Sita dan yang lainya sudah kembali pulang kerumah masing-masing, liburan sudah usai, saatnya kembali kedunia nyata. Dimana ia harus siap menghadapi sidang perdananya.


"Gimana liburanya Sit?" tanya Erwin


"Alhamdulillah, menyenangkan pak"


"Syukurlah kalau begitu, semoga kau semakin rajin dan lebih produktif lagi"


"Amien, makasih ya Pak, tapi sepertinya saya akan semakin sering ijin, minggu ini adalah sidang perdana perceraian saya"


"Enggak apa-apa, pekerjaan kan bisa kamu selesaikan dirumah.Semoga suamimu tidak datang dengan begitu prosesnya akan semakin cepat" ucap Erwin


"Amin, makasih Pak. Bapak sendiri bagaimana?, sidangnya sudah ada keputusan?"


"Alhamdulilah setelah melewati sidang yang melelahkan, akhirnya aku mendapat gelar Duda, ha..haha...ha" ucap Erwin disertai gelak tawa.


"Ah, Bapak ada-ada saja!, jadi duda kok bangga"


"Harus dirayakan itu" ucap Erwin. Yang kini tak sungkan mendekati Sita yang sebentar lagi juga akan menjadi janda.


Sementara itu dikediaman Ibunya Hendra, Wiwik perempuan paruh baya ini nampak sedang marah-marah, karena sikab warga yang terus menyudutkanya karena imbas vidio viral Hendra dan Desy.


"Hendra, kamu itu harusnya mainya agak pinteran dikit, kalau gini Ibu yang jadi sasaran gunjingan warga, memalukan sekali" omel Wiwik.


"Sudahlah bu, Henda itu lagi pusing.Ibu taukan kalau Hendra lagi discorsing, bukanya kasih semangat malah ikut memojokkan" sungut Hendra.


"Salah sendiri ngapain juga selingkuh,kalau tau resikonya bakal kek gini"


"Ini semua juga gara-gara Ibu yang terus menekanku, pakai minta hal-hal yang mustahil, coba saja Ibu tidak punya Ide beli mobil semua ini nggak bakal terjadi.Ibu tau sumber keuanganku Sita. Kini ia pergi, buat beli rokok aja susah, mana uang kalau udah masuk ke Ibu susah banget keluarnya" runtuk Hendra.


"Kamu minta uang sama Desy sana!, dia kan gajinya utuh"


Hendra Diam. Berdebat dengan Ibunya hanya membuat kepalanya bertambah sakit.


"Paket..." terdengar suara kurir mengantar paket


"Ibu beli apa lagi?, sudah tau keadaan kaya gini malah masih belanja online"


"Ibu pusing dengerin omongan tetangga makanya Ibu belanja online saja agar telinga Ibu nggak budek denger gunjingan tetangga" ucap Ibunya Hendra.


"Hidup dibikin ribet sendiri" guman Hendra


Ibunya Hendra langsung keluar untuk mengambil paket.


"Atas nama Bapak Hendra?"

__ADS_1


"Owalah kirain paket saya yang datang, ternyata dia belanja online juga.Gitu aja pake marah-marah Ibunya belanja online"


"Tolong ditanda tangani bu" ucap kurir


Tak lama kemudian ia menandatangani paket itu dan membawanya kedalam.


"Rupanya ini paket kamu, gitu aja marah-marah, Ibu cuma belanja online di indoapril"


"Hendra nggak pesen paket apapun" ucap Hendra sembari mengambil paket dari tangan Ibunya.Ia lalu membukanya.Paket dengan bungkusan plastik hitam itu langsung dibuka.Betapa terkejutnya Hendra saat melibat sebuah amplop berlogo pengadilan Agama.


"Apa ini maksudnya? Tidak, tidak ini tidak benar" dengan gemetar Hendra membuka amplop itu.


"Ya Tuhan, Sita kamu benar-benar tega melakukan ini padaku." ucap Hendra sambil menangis.


"Aku harus temui Sita, ini nggak boleh terjadi" Hendra kembali berguman


"Kenapa kamu panik gitu Hend?,"


"Lihat ini!, semua gara-gara Ibu" ucap Hendra marah


"Bisa-bisanya kamu nyalahin Ibu" ucap Ibunya Sita.


Hendra tak menyauti ucapan Ibunya, ia langsung menyambar jaket lalu melesat dengan sepeda motornya.Beberapa saat kemudian ia sudah sampai dihalaman rumah mertuanya.


"Ada apa Hend, Sita masih kerja.Mungkin hari ini dia lembur?, ada apa?" tanya Mama mertua Hendra.


"Ini soal gugatan yang di layangkan Sita padaku Ma, tolong bujuk Sita untuk membatalkan gugatanya" ucap Hendra sambil menakupkan kedua tanganya.


"Maaf ya Hend, soal itu Mama nggak bisa bantu, semua keputusan ditangan Sita. Kamu pasti tau dengan pasti mengapa Sita melakukan itu?" ucap Mama mertua Hendra.


"Ampuni aku Ma, aku khilaf ma" ucap Hendra sambil bersimpuh didepan kaki Mamanya Sita.


"Bangun Hend, kamu bukan anak kecil yang hanya bisa merengek.Kamu pasti tau dengan pasti konsekuensi dengan apa yang telah kamu lakukan" ucap Mamanya Sita sambil membimbing Hendra bangun


"Enggak Ma, Hendra tidak akan bangun sampai Mama memaafkan Hendra"


"Bangun Hend!" ucap Mamanya Sita agak membentak ia tak mau jadi tontonan tetangga.


"Bu Wati, jangan didengerin!, selingkuh itu penyakit ntar kambuh repot. Sita itu cantik, biar cari laki-laki lain saja"


"Bener bu, punya menantu kek gitu buang aja kelaut biar jadi santapan Hiu, aku aja yang lihat Videonya gedek"


"Jadi orang jangan sabar-sabar bu, ntar diinjak-injak"


"Kalau Ibu tidak bisa mengusir laki-laki pezina ini biarkan kami yang mengusir"

__ADS_1


Ucapan sumbang makin lama makin menjadi.Warga mendekat dan mencaci Hendra.


"Pulanglah Hend, sebelum kamu kena amuk warga" ucap Mamanya Sita, ia tak lagi mengunakan kata Nak, seperti yang selama ini ia lakukan pada Hendra sebelum kasus ini mencuat.


"Tidak Ma, biar saja Hendra mati dimasa asal Mama dan dek Sita memaafkan Hendra"


"Hendra, dengarkan Mama baik-baik!, bukan hanya warga saja yang marah bila kau tetap disini. Doni sebentar lagi pulang kamu tau bagaimana watak Doni bukan" ancam Bu Wati, ia sengaja mengunakan nama Doni agar Hendra lekas pergi.


Mendengar nama Doni disebut Hendra langsung panik, ia berdiri dan mencium tangan Mama mertuanya lalu berpamitan.


"Huuu..., segitu aja nyalinya?, mana yang katanya rela mati demi Sita"


"Dasar mental tempe!, begitu saja takut" ucap Ibu-ibu yang lainya.


Mereka bergerak dekat Hendra ada yang membawa centong, sapu, kemoceng


"Jangan lari, lawan kami emak-emak anti diselingkuhi" ucap Ibu-ibu


Hendra semakin gemetar ia langsung berlari ke motornya langsung menstater motor dan melesat pergi.


Setelah Hendra pergi, pasukan Ibu-ibu bubar.Bebera saat kemudian Amel pulang dari Bimbel.


"Ma, ini kok halamanya berantakan banget kaya habis ada badai?" tanya Amel


"Tadi Hendra kemari"


"Ih, ngapain lagi dia kemari?, Sita sebel banget sama itu orang Ma. Mbak Sita sampai pingsan di Bali waktu lihat Video Viral itu"


"Kamu kok nggak pernah cerita?"


"Mbak Sita melarangku Ma, takut Mama kepikiran"


"Anak itu, selalu saja menyimpan masalahnya dari Mama" ucap Mamanya Sita sambil menghembuskan nafas kasar


"Oh ya Ma, gimana ceritanya halaman rumah kita sampai langsak begini?"


"Tadi Ibu-Ibu lihat Hendra kesini, sampai sujud-sujud gitu. Ibu-ibu geram dan mendatangi Hendra"


"Terus?"


"Mama suruh pergi nggak mau, terpaksa Mama pakai nama Doni, eh dia beneran takut lalu pergi" ucap Mamanya Sita.


"Hahahah...hahah" lucu sekali Ma


Jangan lupa tinggalkan jejak, like, comment dan favorite ha men temen

__ADS_1


__ADS_2