Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Kejadian tak terduga


__ADS_3

"Selamat datang kembali" ucap Karyawan Mamanya Sita.Rupanya mereka memberikan kejutan pada Mamanya Sita, tentu saja di situ ada Rizal juga.Mata Mama Sita langsung tertuju pada Rizal lalu menghampirinya


"Nak Rizal, Maafin Mama ya?" ucapnya Tulus


"Iya Tante, jauh sebelum tante minta maaf Rizal sudah memaafkan tante" ucap Rizal tulus


"Jangan panggil tante, panggil Mama seperti Sita" ucap Mamanya Sita.


"Mama, apakah itu artinya hilal restu sudah ada? " Spontan Amel berteriak kegirangan.


Mamanya Sita menganguk, semua tersenyum bahagia mendengar ucapan Mamanya Sita.Sita langsung memeluk Mamanya.


"Makasih Mama" ucapnya haru


"Maafkan Mama, harusnya Mama lakukan ini sejak dulu, Mama yang bodoh memukul semua PNS sama" ujar Mamanya Sita.


"Sejujurnya Doni, lebih senang mbak Sita bersama dengan Kak Rizal dari pada laki-laki yang nggak jelas, mungkin ini cara yang kuasa menyatukan Mbak Sita dan Mas Rizal, bukan berarti Doni senang Mama kecelakaan, namun kita bisa ambil hikmah dari setiap kejadian" ujar Doni bijak


Mendengar ucapan Doni, Sita menatap haru adek kandungnya penuh rasa haru.


"Don, Mbak nggak nyangka kamu sudah sedewasa ini.Makasih ya selama ini kamu selalu ada untuk kami" ucap Sita.


Kepulangan Mama Sita disambut dengan suka cita dan penuh haru. Ini adalah babak awal Sita dan Rizal memulai sebuah hubungan, Seminggu setelahnya Rizal melamar secara resmi Sita.Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga Sita.


Sementara itu keluarga Hendra, tiada hari tanpa keributan.Ia merasa bak tinggal dineraka rumah tangganya jauh dari kata damai, setiap hari ada saja yanh selalu diributkan.


"Hen, mantan istri yang kamu bangga-banggakan itu hari ini tunangan kamu nggak datang untuk menyelamatinya" sindir Desy.


"Jangan sok tau kamu, Sita tidak mungkin tunangan dengan siapapun.Dia hanya mencintaiku dan selamanya hanya begitu"


"Bangun dari mimpi kamu!, bekerjalah anakmu membutuhkan uang, kelak jika ia lahir mau pake uang apa?, mikir dong!"


"Itukan anakmu, ngapain aku ikut pusing"


"Brengsek kamu ya Hend"


"Iya, aku adalah laki-laki brengsek sejak mengenalmu. Dulu, aku adalah laki-laki setia yang sangat menyayangi istriku kehadiranmu merusak hidupku"


"Kamu memang laki-laki sialan Hend, ceraikan aku" teriak Desy


"No..no.no tak akan ada perceraian, aku pergi dulu pusing kepalaku mendengar kau mengoceh tanpa henti, dulu rumah adalah tempat aku pulang menemukan kedamaian sekarang rumah bak neraka" umpat Hendra.


"Iya, ini memang neraka dan kau setanya" teriak Desy.

__ADS_1


Hendra tak mempedulikan teriakan Desy ia langsung kabur begitu saja.Ia ingin mengetahui kebenaran cerita Desy bahwa hari ini Sita lamaran.Dan benar saja begitu sampai di dekat rumahnya Sita warungnya ditutup banyak tamu disana sepertinya ada hajatan.


"Permisi bu, mau numpang tanya dirumahnya bu wati ada acara apa ya bu?"


"Oh itu Mas, acara lamaran Mbak Sita.Maklum janda cantik banyak yang antri eh, ternyata yang beruntung itu mas rijal"


Mendengar ucapan Ibu-ibu tadi dada Hendra bergemuruh, darahnya terasa mendidih, sedih, marah, kecewa jadi satu.Ia tak bisa menerima kenyataan kalau Sita sudah move on darinya.


"Oh ya, makasih ya bu infonya" ucap Hendra.


Dia berpikir keras bagaimana caranya mengagalkan acara lamaran tersebut, kemudian terbesit sebuah Ide jahat dalam otaknya, ia lantas menemui anak kecil yang sedang bermain.


"Hai adek lagi apa kamu?"


"Om nggak lihat, aku lagi main?"


"Mainan kaya gitu nggak asik, om nih punya mainan asik, lihat!"


"Itukan petasan Om,"


"Iya ini petasan, kamu mau?" ucap Hendra.


"Mau Om, mau" ucap anak itu antusias.


"Syaratnya apaan Om?" tanya anak itu penasaran.


"Kamu mainnya dirumah yang itu" ucap Hendra sambil menunjuk rumah Sita.


"Enggak ah, Nanti bisa dimarahin Om Doni" tolak bocah itu.


"Jangan salah, justru ini yang nyuruh Om Doni. Tapi Om agak sibuk jadi Om minta tolong sama kamu, ada hadiah lagi ini ada uang lima puluh ribu juga buat kamu, tadi yang ngasih juga Om Doni" ucap Hendra mempengaruhi anak itu.Beberapa saat anak itu terdiam dan kemudian ia menyetujui ide Hendra.


"Oh ya, nama Om siapa?, Aku namaku Erwin" ujar Hendra


"Satu tepuk dua lalat mati, dengan begini Doni akan mengejar Erwin dan membenci Erwin, satu musuh tumbang" batin Hendra sambil tersenyum miring.


Setelah memastikan anak itu masuk kepelataran rumah Sita, Hendra segera kabur agar ia tidak terkena masalah.Tanpa curiga anak itu langsung melempar petasan kedalam rumah Sita seperti yang diinstruksikan Hendra.


"Duarrr...."


Semua yang ada didalam berhamburan keluar, Sita, Doni, Rizal dan yang lainya juga ikut keluar, betapa kagetnya diluar sedang ada bocah kecil yang hendak melempar lagi petasan ke dalam rumah.


Dengan sigab Doni meraih petasan itu dan membuangnya jauh.

__ADS_1


"Duar...." petasan kembali meledak di pinggi jalan.


"Apa yang kamu lakukan?" bentak Doni.


"Maafkan anak saya Mas" seorang Ibu langsung memeluk anak kecil yang melempar petasan itu tadi.


"Ibu bagaimana sih, kok anaknya dibiarkan main sendiri mana mainan bahaya begitu, bagaimana bila tadi itu kena orang? Apa Ibu nggak mikir?" ucap Doni tegas.


"Nak kenapa kamu lakukan ini, dari mana kamu dapat petasan ini?, Bukankan Ibu cuma kasih uang jajan kamu lima ribu, dari mana kamu dapat beli petasan segede ini, bahkan jumlahnya banyak begini" murka sang Ibu pada anaknya.


"Aku cuma disuruh bu"


"Siapa yang menyuruh kamu?" tanya Doni


"Temanya Om Doni, dia bilang ini juga yang menyuruh Om Doni, ini buktinya dia kasih uang yang Om kasih ke temen Om itu" ucap Bocah itu polos.


"Katakan siapa orang itu?" bentak Doni.


Bocah itu langsung ketakutan dan menagis.


"Don, jangan kasar-kasar sama anak kecil" ucap Sita.


"Adek siapa yang menyuruh kamu?" tanya Sita lembut.


"Tante janji ya bakal lindungi aku kalau, aku kasih tau siapa yang menyuruh aku" ucap anak kecil itu sambil mengigil ketakutan.


"Iya tante janji, Ayo kasih tau tante siapa yang suruh kamu?" tanya Sita lagi.


"Yang nyuruh itu namanya Om Erwin"


Mendengar ucapan bocah kecil itu, sontak semua terbelalak kaget, mereka semua tau kalau Erwin ada hati dengan Sita, tapi tidak menyangka ia akan senekat ini.


"Keterlaluan Erwin!" ucap Doni matanya memerah.


"Don, aku rasa nggak mungkin kalau Mas Erwin pelakunya" ucap Sita.


"Sayang kamu kok malah belain dia jelas-jelas anak ini bilang kalau disuruh Erwin" ucap Rizal yang dilanda cemburu sehingga ia tak memakai logikanya.


"Aku bukanya belain dia, cuma aku kenal betul siapa mas Erwin nggak mungkin dia ngelakuin hal kek gini.Ini bukan dia banget"


"Segitunya ya kamu belain Erwin" Api cemburu di dada Rizal makin berkobar.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like,comment dan favorite ya men temen


__ADS_2