Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Madu yang pahit


__ADS_3

Rini masih berada di tempat persembunyianya.Matanya terus mengawasi pergerakan Boni, terlihat Boni turun dan memasuki rumah itu, anehnya Boni seperti masuk rumah sendiri.Tak berselang lama setelah itu, nampak Boni memapah seorang wanita yang berjalan tertatih tatih. Nampaknya Boni tak sabar ia langsung mengendong wanita itu.Dada Rini terasa terbakar oleh api cemburu, ia hendak keluar dan melabrak Boni beserta perempuan itu namun, Boni keburu naik dalam mobilnya bersama wanita itu.Mau tak mau Rini mengikuti pergerakan mobil suaminya.Ternyata suaminya membawa perempuan itu ke sebuah Rumah sakit.


"Aku nggak boleh gegabah, salah bertindak nasib anak-anakku akan menjadi taruhanya" batin Rini.


Rini memutuskan untuk pulang karena ia harus menjemput anaknya sekolah terlebih dahulu.Dalam perjalanan pulang hatinya benar-benar tidak tenang.


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?, kalau aku nanya Mas Boni pasti dia akan mengelak, tapi kalau aku pergoki langsung dia tak akan pernah bisa mengelak, tapi bagaimana kalau Mas Boni lebih memilih perempuan itu dari pada aku? Bagaimana nasib anak-anakku? Aku otomatis akan terpisah dari mereka, karena aku tidak berpenghasilan sama sekali. Ya Tuhan inikah karmaku dulu aku sering mengejek Sita pada saat diselingkuhi Mas Hendra, aku malah mendukung perselingkuhan itu tapi kini semua berbalik padaku, hiks...hikss...hiks aku harus bagaimana? Sita dengan mudah meninggalkan Mas Hendra, karena dia tidak punya anak tapi bagaimana dengan aku dan anak-anakku, aku takut kehilangan mereka, hiks...hikss..hiks" Rini terus saja menangis.


"Mama habis nangis ya?, kok matanya bengkak" tanya anak Rini


"Enggak kok sayang, tadi Mama kelilipan" ucap Rini berdusta.


"Oh ya Ma, Papa kapan pulang? Kenapa sekarang Papa kalau pulang cepet banget terus ninggalin kita lagi" ucap Arka putra sulungnya


Ada rasa nyeri tak tertahankan yang dirasakan oleh Rini, kalau biasanya ia akan berusaha menjelaskan tentang Papanya yang sibuk mencari uang untuk dirinya dan anak-anak tanpa beban sama sekali, namun beda kali ia saat ia berusaha menjelaskan pada anaknya tentang Papanya yang lagi cari uang, seperti ada godam yang menghantam dadanya.


"Papa lagi kerja sayang, nanti juga pulang lagi" ucap Rini.


Arka hanya bisa mencebik kesal, ia masih kangen dengan Papanya.Tapi Papanya harus pergi ketempat wanita lain.


"Aku harus tenang dan menyelidiki sampai seberapa jauh hubungan Mas Boni dengan perempuan itu.Yang penting sekarang aku sudah mengetahui alamat perempuan itu" batin Rini.


Pagi harinya setelah mengantar Arka sekolah Rini langsung ketempat dimana ia melihat Boni, hatinya berdesir hebat saat melihat mobil suaminya sudah terparkir cantik dirumah perempuan itu.Tak lama setelah itu nampak Boni keluar dari rumah itu diikuti seorang perempuan ternyata perempuan yang tersebut adalah perempuan teman di sanggar yang baru ia kenal kemarin.Matanya tak pernah lepas melihat kearah Boni dan perempuan tadi.Ia juga melihat perempuan tadi mencium tangan Boni lalu Boni mencium kening perempuan itu dan memeluk perempuan itu.

__ADS_1


"Sakiiiittt...sakit Mas, kenapa kamu lakukan ini padaku" guman Rini sambil terisak.Sekuat tenaga ia berusaha mendamaikan hatinya, namun rasa sakit itu tak kunjung hilang.


"Mbak Sita, Maafkan aku!, ternyata sesakit ini dihianati hiks...hikss"


Setelah Boni pergi, Rini segera menuju rumah dimana ia melihat Boni tadi.Sekuat tenaga dia menegarkan hatinya untuk menemui wanita lain dari suaminya, entah sebatas apa hubungan mereka Rini tak tau.


"Selamat siang Mbak Wina!" sapa Rini. Sekuat tenaga ia menentramkan hatinya menetralkan segala rasa yang berkecamuk dalam dadanya.


"Oh, Mbak Rini.Ayo masuk mbak" ucap Wina ramah.


Begitu memasuki rumah Wina, darah Rini langsung mendidih melihat foto pengantin yang terpajang di dinding ruang tamu.Mungkin bagi orang lain adalah hal yang lumrah melihat foto pengantin di ruang tamu, tapi tidak bagi Rini, karena disana terlihat senyum bahagia ayah dari anak-anaknya.Rini tak kuasa menahan laju air matanya yang berdesak-desakan keluar.


"Mbak baik-baik saja?" tanya Wina.


"Maksud mbak Rini apa?, jangan bercanda deh" ucap Wina.


"Ok, aku kasih tau kamu dia laki-laki yang kamu sebut suami itu adalah suamiku, kami sudah lama menikah dan kami juga sudah punya anak, tapi kenapa kamu tega lakukan ini pada kami,apa salahku padamu" teriak Rini


"Su..suami?" jawab Wina kaget, ia memang sudah tau kalau Boni sudah beristri.Tapi ia tak menyangka bahwa Rinilah istrinya.Dalam sekejab Wina bisa menguasai keadaan.


"Oh, begitu mbak.Baiklah berarti kamu adalah kakak maduku, aku akan usahakan Mas Boni bisa bersikab adil pada kedua istrinya" ucap Wina tenang, namun beda halnya dengan Rini ia tampak Shock dengan sikab tenang Wina.


"Dasar pelakor kamu ya!" Rini gelap mata ia hendak menyerang Wina, namun Wina menyadari pergerakan Rini, ia langsung menghindar.

__ADS_1


"Kalau tujuan Mbak kesini cuma mau Ribut sebaiknya mbak keluar dari rumahku!"


"Kurang ajar kamu ya pelakor murahan"


"Oh, jadi seperti ini kelakuan istri tua suami aku, pantesan ia betah disini" ejek Wina.


Rini bungkam, ia menyadari selama ini selalu bersikab bar-bar mungkin ini yang membuat suaminya berpaling.


"Ok, urusan kita belum selesai aku harap kau bersedia mundur, jika kau masih punya hati" ucap Rini setenang mungkin sebelum meninggalkan tempat itu.Bersikab bar-bar hanya akan menambah masalah baginya.Ia takut Boni akan marah lalu menceraikanya.


"Sayangnya aku tidak bisa mundur kakak maduku sayang" ucap Wina.Ia memang sangat mencintai Boni, sikab ramah dan perhatian Boni meluluhkan hatinya.Pertemuan tidak sengaja satu tahun yang lalu tepatnya di sebuah pesta mengantarkan ia berkenalan dengan Boni tak membutuhkan waktu lama keduanya menjadi dekat dan semakin intens bertemu hingga terjadilah hubungan terlarang itu dan naasnya, mereka digrebek warga dan dinikahkan saat itu juga.Namun Wina tak menyesal meskipun ia tau ia istri kedua namun Boni selalu menomor satukan dia, dan hari ini ia tau siapa kakak madunya.


Sementara itu Rini pulang dengan hati yang sudah hancur berkeping-keping.Sekuat tenaga ia tidak akan menangis dihadapan anak-anaknya, sepulang dari tempat Wina ia langsung menjemput anaknya dari sekolah.Ia berusaha bersikab baik-baik saja dihadapan anaknya.Sesampainya dirumah ponselnya berdering Ia langsung mengangkatnya.


[Ya hallo, bu ada apa?]


[Rini, mana uangnya kok sampai sekarang kamu belum transfer]


"Ya Tuhan, satu masalah belum selesai ini Ibu mana pakai minta transfer uang lagi.Kalau aku transfer uang pasti Mas Boni akan bertanya kemana uang itu, aku harus jawab apa hubungan kami sedang tidak baik-baik saja, Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan.Ibu kalau belum dikasih pasti akan menerorku terus" batin Rini.


[Hallo, Rin kamu nggak lupa kan?] cecar Ibunya.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen. Sementara kita fokus ke nasib Rini dulu ya guys


__ADS_2