
Mendengar istrinya dikatai mandul dan ingin mencari kepuasan laki-laki lain membuat darah Rizal mendidih, tangan Rizal mengepal sempurna buku-buku tanganya sampai memutih.Ia menyusuri kota mencari keberadaan istrinya, instingnya menariknya menuju ke sebuah taman dan benar saja Sita sedang duduk sendirian di taman dan sedang menangis, Rizal langsung memeluk Sita dari belakang, Sita yang terlalu asik menangis tak menyadari kedatangan Rizal.
"Kenapa kamu disini?, aku hampir gila mencarimu disemua tempat"
Tak ingin terlihat lemah, Sita langsung menyusut air matanya.
"Maaf tadi nggak bilang, aku cuma mencari udara segar" dusta Sita.Rizal sudah tau semua yang dialami istrinya, namun ia tak ingin mendesak istrinya untuk bercerita.
"Katanya tadi pingin makan di cafe Mama, ayo aku temani!" bujuk Rizal
"Aku udah nggak nafsu makan disana" ucap Sita.Rizal tentu saja tau alasan mengapa Sita enggan makan disana.
"Baiklah bagaimana kalau kita makan di resto depan itu, kelihatanya enak" bujuk Rizal.Sita menganguk karena sejatinya ia sudah lapar sejak tadi ditambah dengan keributan yang dibuat mantan mertuanya membuat energinya benar-benar terkuras.Setalah mengantar Sita pulang Rizal langsung berpamitan pada Sita.
"Sayang, Mas keluar bentar ya!"
"Mau kemana?, ngopi bentar dengan kawan lama, tenang aja aku nggak bakal lama kok, atau kamu mau ikut aja?" Rizal sengaja berkata demikian, karena ia yakin istrinya tidak akan tertarik untuk pergi bersamanya.
"Aku dirumah aja, tapi kamu harus janji jangan lama-lama" ujar Sita entah mengapa semenjak hamil menjadi lebih manja.Sita Rasanya sangat malas jika harus keluar apalagi energinya benar-benar habis terkuras menghadapi mantan mertuanya ia hanya ingin dirumah rebahan saja.
Rizal bergegas kekediaman Hendra, sampai disana ia tak menemukan Wiwik hanya ada Hendra disana.
"Permisi!,"ucap Rizal tidak ramah
Hendra sedikit agak gugup dengan kedatangan Rizal, pasalnya ia tak membuat kesalahan apapun pada pria dihadapanya kini, tapi kenapa sekarang tiba-tiba ada di depan rumahnya.
"Ada apa Zal?" tanya Hendra.
"Di mana Ibumu?,"
"Belum pulang sejak tadi pagi, memangnya ada perlu apa kau mencari Ibuku?"
"Sialan!" runtuk Rizal.
"Aku kasih tau kamu ya, tolong beri tau Ibumu jangan pernah mengusik Sita lagi atau aku tidak akan segan-segan memenjarakan Ibumu!" ancam Rizal
"Memangnya apa yang dilakukan Ibu?"
__ADS_1
"Ibumu yang tidak tau Tata krama itu barusan mempermalukan Sita, dia bilang Sita perempuan nggak bener, pingin cari pelampiasan lain karena aku tidak mampu memuaskanya, sebagai laki-laki dan suaminya aku sangat tersingung"
Hendra kaget mendengar penuturan Rizal, mengapa Ibunya senekat itu mendatangi Sita, kalau hanya untuk memaki dan mempermalukanya.
"Dia bilang istriku mandul!, memangnya apa peduli dia mau mandul atau tidak dia tidak ada hubunganya dengan kalian jadi berhentilah mengolok-olok Sita, dan asal kamu tau Sita bukan perempuan Mandul saat ini dia sedang mengandung anakku, jadi sebelum kalian menghakimi orang lain tolong periksa kesehatanmu dulu!" ujar Rizal
Hendra terperangah mendengar penuturan Rizal, bagaimana bisa Sita hamil padahal baru saja menikah dengan Rizal sedangan bertaun-taun hidup denganya tak kunjung hamil.
"Camkan kata-kataku, aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku" ancam Rizal sembari meninggalkan tempat itu.Hendra menatap nanar kepergian Rizal.
"Ibu apalagi sih yang Ibu lakukan?, nggak cukup apa sudah membuat aku dan Sita berpisah" guman Rizal lirih.
Ia tau betul Rizal bukan orang yang bisa diajak main-main, dia punya uang tentu saja punya kekuasaan sedangkan dirinya dan Ibunya untuk biaya hidup sehari hari saja mereka mengandalkan Desy.Menjelang sore Ibunya Hendra baru kembali diantar oleh Ine.
"Ibu dari mana aja?" tanya Hendra
"Healing lah, dirumah sumpek gara-gara kamu aku sekarang hidup susah, kamu sendiri ngapain disini? bukanya kamu harus stay dirumah istrimu sebentar lagi melahirkan" ucap Ibunya seolah mengusirnya. Dahulu saat Hendra masih banyak uang, Ibunya selalu menahanya setiap kali ingin pulang ke rumahnya bersama Sita.
"Healing-healing kaya punya duit aja, ingat kita lagi dibawah bu" tegur Hendra.
"Tau apa kamu soal hidup Ibu"
"Ibu sudah nggak punya urusan sama perempuan mandul itu"
"Stop berhenti bilang Sita mandul!"
"Kenapa kamu yang nggak terima, kenyataan kok,kalian menikah lama tapi tak kunjung hamil terus kamu hubungan gelap sama perempuan lain langsung hamil itu apa namanya kalau bukan mandul"
"Mulai sekarang Ibu jangan pernah mencampuri urusanku lagi, termasuk merecoki Sita. Jika sampai itu terjadi lagi aku tidak akan bisa melindungi Ibu dari jeruji besi"
"Deg..."
"Jeruji besi" mendengar kata Jeruji besi membuat Wiwik gemetar.
"A...ak..u tidak melakukan apapun pada perempuan itu" elak Wiwik.
"Ibu masih mau mengelak?"
__ADS_1
"I..ibu tidak pernah bertemu perempuan itu lagi kok, su...ssungguh"
"Asal Ibu tau, suami Sita yang sekarang itu kaya raya,Ibu taukan orang kaya itu bisa melakukan apapun yang ia mau! Dan barusan suami Sita kemari mencari Ibu" ucap Hendra pada akhirnya.
Tubuh Wiwik menjadi gemetar, ia tidak menyangka kalau Sita akan mendapatkan laki-laki kaya.
"Ini gawat ini, bagaimana kalau suami bangkotan Sita benar-benar marah" batin Ibunya Rizal.
Sementara itu, setelah dari kediaman rumah Ibunya Hendra ia langsung pulang untuk menemui Istrinya.
"Mas, tadi dari mana? Kok cepet banget pulangnya?"
"Tadi diajak nggak mau?, kan tadi sudah aku bilang kalau keluar cuma sebentar"
Sita hanya nyengir kuda mendengar ucapan suaminya.
"Mama mana?, apa belum pulang"
"Belum mas, aku juga khawatir mama kok jam segini belum pulang"
"Assalamualaikum..." ucap Mama Henny.
"Waalaikum salam..., umur panjang Ma, kita baru saja membicarakan Mama" ucap Sita meraih tangan Mama mertuanya dan menciumnya dengan takjim.
"Oh...anak Mama, sebentar lagi kamu mau kasih Mama cucu, makasih ya sayang" ucap Mama Henny lalu memeluk Sita.
"Aku nggak dipeluk, aku kan juga akan jadi calon Papa"
"Kamu nggak diajak" ejek Mama Henny
"Mama semenjak ada Sita, anak Mama sendiri selalu dinistakan" ucap Rizal pura-pura ngambek ia sangat bahagia Sita dan Mamanya selalu akur seperti anak dan Ibu kandung.
"Rizal, karena cucu Mama ini usianya masih rentan seminggu ini biar Sita tidur sama Mama dulu, Soalnya Mama takut kamu khilaf dan nyakitin calon cucu Mama" ujar Mama Henny
"Ngak bisa gitu dong Ma, Sita itu istri aku masak tidurnya terpisah, enggak-enggak Rizal nggak mau, enak aja itu istri Rizal Ma" protes Rizal, ia tidak bisa membayangkan bila tidur harus terpisah sama Sita.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen