
Pov Hendra.
Namaku Hendra, aku dua bersaudara aku adalah anak tertua yang sangat dibanggakan kelaurga kami.Karena aku memang lebih pintar dari adekku Rini.Sejak kecil nilaiku memang selalu bagus.Ibu dan Bapakku selalu membanggakanku. Ibu sangat ingin aku menjadi seorang PNS, nasib baik berpihak padaku aku diterima menjadi seorang guru PNS, Ibu dan Bapakku sangat bangga dengan pencapaianku saat itu. Pada saat SK turun Ibu mengelar pengajian akbar dia sengaja melalukan ini karena ingin memperlihatkan pada orang di kampungku kalau aku sudah hebat bisa menjadi seorang PNS.Pujian terus dilontarkan oleh Ibuku dan tetangga-tetanggaku aku senang melihat Ibuku senang seperti ini.Dia sangat membangga-banggakan aku dimanapun dia berada.
Saat itu aku tengah menjalin cinta dengan wanita yang sangat aku cintai namanya Sita, dia cantik, pintar juga energic, dia berasal dari keluarga sederhana Ibunya seorang janda, adek laki-lakinya kuliah sambil bekerja.Jujur saat aku mendekati Sita aku sedikit jiper bila berhadapan dengan dia namanya Doni, selain ahli IT dia juga jago bela diri dia punya club geng motor dijalanan. Nggak malakin orang sih, cuma mereka terlihat sangar-sangar. Dengan segala janji manisku akhirnya Sita setuju menikah denganku.Doni awalnya menentang hubungan kami pun juga dengan Ibuku Karena Sita bukanlah seorang PNS, Ibu sangat ingin aku mempunyai istri seorang PNS sepertiku juga. Katanya biar sepadan.
Singkat cerita aku bisa meyakinkan Doni juga Ibuku, aku menikahi Sita hatiku sangat berbunga-bunga, namun rupanya Ibuku belum bisa menerima Sita sebagai menantunya. Gajiku sebulan full diminta Ibu sebagai ganti biaya sekolah dan membesarkan aku selama ini katanya.Aku berbicara pada Sita soal itu, Sita mau tidak mau dia menyetujui keiginan Ibuku
Hari terus berlalu, setiap hari ada aja keributan di rumah, entah Ibu dan Sita atau Adeku Rini dengan Sita, Kepalaku rasanya mau pecah, setiap hari mendengar keributan di rumah. Aku berada di tengah-tengah Ibuku dan Sita, tapi aku lebih berat pada Ibuku karena walau bagaimanpun juga beliau yang sudah melahirkan, merawat dan membesarkanku selama ini.
Aku melihat Sita sering menangis, mungkin dia tertekan. Dia mengajak aku untuk pindah rumah, awalnya Ibu tidak setuju namun lama kelamaan Ibuku menyetujuinya.
Dari sinilah, kehancuran rumah tanggaku dimulai. Semenjak pindah Ibu sering kali berkunjung dan menekan Sita, hingga suatu ketika aku kehabisan akal karena Ibu meminjam uang dalam jumlah yang banyak padahal aku tidak punya. Aku yang sedang pusing tujuh keliling, dihibur Desy dia sering memberi aku masukan-masukan sehingga aku lebih nyaman bila bersamanya.Karena seiring berjalannya waktu kami semakin dekat dan entah bagaimana awalnya kami akhirnya berselingkuh dengan sadar.
__ADS_1
Aku mengambil uang Mamanya Sita untuk kupinjamkan pada Ibu, naas setelah itu Iparku kecelakaan dan Mama meminta uang itu, aku kehabisan akal menagih utang pada Ibu dan Rini. Lagi-lagi Desy hadir sebagai dewi penolong, dia meminjamkan uang padaku, meskipun tidak sebanyak uang yang dipinjam Ibu tapi, paling tidak bisa mengatasi masalahku untuk sementara waktu.Aku semakin terperosok dalam dosa bersama Desy, Ia mengancam akan menagih utang itu jika aku meninggalkanya.
Aku rasanya ingin bunuh diri saja saat itu, Sita sudah mulai curiga. Naas hubungan kami terendus rekan sesama guru dan mereka mengibah kami di depan Sita, Sita sangat marah, Saat itu duniaku benar-benar runtuh aku tidak mau kehilangan Sita, aku sangat mencintainya aku sampai bersujud dikakinya untuk memohon ampun.
"Ampuni aku Sit?, Aku salah tapi aku hanya menjadikan Desy teman curhat tidak lebih dari itu" ucapku tentu saja aju berdusta, aku tak ingin kehilangan Sita.
"Dimana hati kamu mas?, disaat Ibumu dan adekmu menjatuhkan mentalku aku butuh sandaran, dan sandaran itu harusnya kamu, tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah mencari kenyamanan diluar sana. Bahkan kau sampai memukul Rizal hanya karena kecemburuanmu yang tidak jelas itu.Bagaimana kalau aku diposisimu aku curhat diluaran sana bersandar pada laki-laki lain apa kamu bisa terima?" ucap Sita dengan berderai air mata. Sungguh aku sangat sakit melihat Sita seterluka ini karena ulahku.
"Jangan sita!, jangan lakukan ini padaku aku sangat mencintaimu" ucapku
Suatu ketika Sita mengajakku berbicara serius ia ingin, membenahi rumah tangga kami yang hampir bobrok, aku menyambutnya dengan suka cita. Rumah tanggaku kembali harmonis seperti sedia kala.Kini hubunganku dengan Desy hanya sebatas profesional kerja.Aku tak perlu capek-capek lagi untuk membagi waktu antara Sita dan Desy.Bagiku kesalahan masalaluku akan aku jadikan pembelajaran.Sita mengajak promil jujur aku belum siap dari segi finalsial, uangku masih disetor pada Ibu semua dan biaya hidup serta cicilan yang tanggung Sita semua. Aku nggak mau semakin membebani Sita. Dengan kehadiran anak diantara kami. Sita pasti akan semakin sibuk otomatis dia akan sering bertemu dengan Rizal maupun Erwin diluaran sana, aku tak mau hal itu terjadi.Sebagai laki-laki aku tau persis Erwin dan Rizal menyukai istriku, aku tak akan membiarkan mereka terlalu dekat, aku tak mau kehilangan Sita. Aku menolak keiginan Sita untuk promil secara halus dengan bilang aku tak mau test kesuburan.Sita kelihatanya pasrah ia sudah tidak menanyakan lagi soal promil itu kembali. Rumah tanggaku adem ayam kembali. Namun rupanya Tuhan tidak membiarkan aku hidup dengan tenang.Sepulang dari mengajar Desy menghadangku.
"Mas, bisa kita bicara sebentar" ucapnya
__ADS_1
"Mau apalagi Des, kita sudah sepakat mengakiri hubungan kita sampai disini" ucapku tak ingin menambah masalah lagi.Cukup sudah rentetan peristiwa kemarin yang membuatku nyaris bunuh diri.Lebih baik aku menghindari Desy. Namun Desy tetaplah Desy ia kekeh ingin bicara denganku. Aku menyetujuinya untuk berbicara berdua di warung bakso.Setelah sampai disana dan memesan bakso Desy langsung mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan.
"Des, waktuku tidak banyak Sita menungguku dirumah" ucapku tak ingin berlama-lama dengan Desy.
"Aku hamil Mas!" ucapnya
"Juedeerrrr ....." bagai disambar petir aku mendengar berita tentang kehamilan Desy.
"Ok, tenang Hen. Belum tentu itu anak kamu secara dia punya suami" batinku menanangkan diriku sendiri yang nyaris pingsan mendengar berita yang disampaikan Desy barusan.
"Kamu hamil? Terus apa hubunganya denganku?" tanyaku santai.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa, like, comment dan favirite ya men temen