
"Kamu kok berani melawan Ibu!, bertaun-taun Sita menjadi menantuku, tak pernah sekalipun ia berkata kasar, apalagi membentakku, beda sekali dengan kamu yang katanya seorang guru, namun nyatanya kamu tak ada etila sama sekali" umpat Ibunya Hendra.
"Saya bukan Sita yang bodoh itu, yang mau-maunya disetir oleh Ibu, kita beda level"
"Iya ,kalian memang beda level, kalau dinalai angka Sita itu sepuluh sedangkan kamu enolpun tak ada, nilaimu minus" ucapnya tak kalah sengit.
"Lihatlah kelakuan istrimu Hend, tak beradap sama sekali" lanjunya.
"Inikan menantu pilihan Ibu, harusnya Ibu masih membangga-banggakanya seperti waktu Ibu menyuruhku menikahinya, sekarang nikmatilah bagimana rasanya punya menantu seperti ini, sekarang Ibu tau bagaimana baiknya, lembutnya dan sabarnya Sita"
"Diam kamu Hend!, bukannya menenangkan Ibu malah asik menyalahkan Ibu"
"Bisa-bisanya kamu bandingin aku dengan istri bodohmu itu" sembur Desy.
"Kalian lanjutkan saja ributnya, aku mau mau keluar dulu" ujar Hendra langsung berlalu begitu saja.
"Nggak bisa!, kamu nggak boleh pergi! ujung-ujungnya kamu bakal curhat sama orang lain lalu selingkuh" ucap Desy
"Owh...paham banget, pengalaman ya diajak selingkuh" ejek Hendra
"Sialan kamu Hend, awas saja jika kau berani pergi"
"Kau mau apa?, minta cerai?, ok aku bakal kabulin" ucap Hendra dengan nada mengejek. Lalu dia pergi begitu saja.Desy yang tidak terima suaminya pergi begitu saja ia langsung membuntuti dari belakang mengunakan sepeda motornya, betapa kesalnya dia karena tak dapat mengikuti jejak suaminya.
"Sialan kamu Hend!, lihat saja kalau kau pulang" guman Desy dengan gigi gemeletuk.
Sampai sore hari Hendra belum juga kembali, mendadak Desy jadi ingat warung Mamanya Sita yang lagi Viral itu.
"Pasti laki-laki itu disitu, ini nggak bisa dibiarin" batin Desy kesal. Ia langsung bersiap dan langsung menyambar motornya menuju warung Mama Sita.Sesampainya disana ia melihat motor suaminya parkir disana.Sebelum sampai di sana mendadak ia punya Ide licik.Ia mengompori warga perempuan kalau warung Sita itu nggak bener.
"Ibu-Ibu harus waspada, sekarang dikampung ini ada janda gatel, liat aja sono warungnya kebanyakan pembelinya laki-laki semua, mencurigakan apalagi yang di mau laki-laki kalau lihat janda bening kek gitu, ingat Ibu-ibu hal ini jangan dibiarkan!, nanti suami kita lupa jalan pulang bahaya" Desy terus saja mengompori warga
Ibu-Ibu merasa panas mendengar provokasi dari Desy, mereka berduyun-duyun ke warung Mama sita dan berdemo disana
"Tutup warungnya atau kami bakar"
"Dasar janda g***l"
__ADS_1
"Usir saja"
Suara-suara sumbang semakin terdengar di depan warung Mamanya Sita, Pengunjung yang sedang makan ikut terganggu, mereka keluar melihat apa yang terjadi, rupanya diluar sedang ada demo warga.
"Ada apa ini" Sita keluar
"Itu dia tersangkanya, hanjar dia!"
Para Ibu langsung melempari Sita dengan benda seadanya ada yang melempar batu, ada yang melempar telur busuk, Sita benar-benar menjadi bulan-bulanan tak lama kemudian Doni dan Rizal datang.
"Don, bawa Sita masuk biar aku yang atasi mereka" perintah Rizal
Sita langsung diamankan Doni, ia langsung dibawa masuk kedalam rumah, sementara itu Mamanya Sita hanya bisa menangis melihat keadaan putri sulungnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi mbak?"
"Mbak nggak tau, tiba-tiba saja mereka datang dan langsung menyerang mbak, hiks..hiks..hiks"
"Amel, Ibu temani mbak Sita didalam jangan pernah keluar!, kunci pintunya Diluar ada brandon yang jaga, sekarang mbak Sita mandi, ganti baju dan istirahatlah, ingat pesanku tadi jangan pernah keluar" ucap Doni
Sementara itu Rizal tengah sibuk menenangkan warga.
"Hallah, kamu pasti salah satu laki-laki yang menikmati tubuh Sita"
"Kalian punya bukti atas tuduhan kalian!" tiba-tiba Doni datang dan langsung menyembur
"Sabar Don!, sabar" ucap Rizal
"Hallah maling mana ada yang ngaku" ucap salah satu dari mereka.
Tak lama kemudia ketua RT datang, suasana lebih kondusif dibandingkan tadi.
"Ibu-Ibu sebenarnya ini ada apa?, mengapa kalian berbuat anarkis diwarung Ibu Wati"
"Kami nggak terima Pak RT, kampung kita dijadikan tempat maksiat" ucap warga.
"Maksiat bagaimana?"
__ADS_1
"Warung ini adalah prostitusi tersembunyi, buktinya pengunjung kebanyakan laki-laki, dan itu Si Sita kenapa jualannya cuma sore sampai malam aja, itu juga sudah merupakan bukti"
"Benar Pak RT, usir saja!"
"Tenang, tenang sekarang Mas Doni perwakilan dari pihak keluarga silahkan berbicara"
"Assalamualaikum warrahmutullahi wabarokatuh, Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian saya disini sebagai perwakilan keluarga, Kami sangat tersinggung sekali dengan tindakan warga disini dengan main hakim sendiri, merusak properti kami bahkan melempari kakak saya dengan batu dan telur busuk, yang ingin saya tanyakan apa salah kami terutama kakak saya?, mengenai praktek prostitusi kami tidak pernah melakukanya, bukti kami ada cctv dan saya minta bapak-bapak atau Ibu-Ibu bahkan mbak-mbak yang menjadi langanan warung kami saya mohon bersaksi" ucap Doni dingin.
"Sekarang mohon perwakilan dari Bapak-bapak, krmudian mas-mas da lanjut mbak-mbak untuk bersaksi, apa alasan anda suka makan diwarung ini dan apakah disini anda melihat praktek prostitusi seperti yang dituduhkan warga"Ucap RT setempat
"Saya senang makan disini karena masakanya enak, istri saya dirumah jarang masak dan penjualnya ramah"
"Saya senang makan disini karena, ada Wifi gratis"
"Saya senang makan disini karena selain masakannya enak, juga karena pelanyanya cogan-cogan"
"Hu....uuu"
"Saya makan disini karena naksir mbak Sita, biarpun nggak mungkin.Asal saya liat tiap hari juga sudah senang"
"Huu...uuu"
"Sekarang saya akan membuka CCTV warung Mama saya, mohon dilihat ini dari jam buka, sampai tutup kembali semua bisa dilihat apakah ada praktek semacam yang anda sekalian tuduhkan"
"Sekarang semua sudah jelas bukan, jadi saya minta kalian semau meminta maaf pada keluarga Ibu Wati terutama mbak Sita, jika ada yang berkeberatan maka saya akan mempersilahkan Mas Doni menempuh jalur hukum, pastinya kalian tau konsekuensinya"
Semua Diam dan saling pandang menghabiskan waktu dibalik jeruji besi tentunya adalah pilihan terburuk bagi mereka, satu persatu langsung berduyun-duyun meminta maaf pada Sita dan keluarga.
"Karena semua sudah selasai dan berdamai maka saya persilahkan untuk bubar" ucap Ketua RT.
Perlahan-lahan mereka membubarkan diri, tinggalah Pak RT, Rizal dan keluarga Sita yang masih stay disitu.
"Begini Bu Wati, sebaiknya Mbak Sita segara menikah kembali saja, agar warga tidak resah melihat wajah cantik mbak Sita"
"Lah apa hubunganya warga resah dengan kakak saya menikah, Pak RT ini ada-ada saja" ucap Doni
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen