
"Dari mana Sita kenal orang sekelas jeng Henny, menurut Wiwik dia kan hanya anak seorang janda miskin?, ah sudahlah ngapain aku pusing mikirin dia kenal dimana, yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya agar Sita nggak buka mulut soal aku kenal dia dan dulu pernah membullynya bersama Wiwik" batin Ine
Didalam ruangan ber AC, Ine mengeluarkan keringat dingin, "Secepatnya aku harus kabur dari tempat ini, kalau keceplosan bisa mati berdiri aku.Bagaimanapun juga utangku masih banyak pada Jeng Henny" Batin Ine.
"Jeng Henny, aku pulang dulu ya.Sepertinya aku melupakan sesuatu" ucapnya agar bisa cepat pergi dari tempat itu.
"Aduh sayang sekali Jeng, padahal aku ingin kau lebih mengenal menantuku ini" ucap Mama Henny
"Lain kali saja Jeng, maaf banget aku terburu-buru. Nak Sita tante pergi dulu ya" ucapnya kemudian ia kabur dari tempat itu. Ia langsung menuju kediaman Wiwik.Ia sudah tidak sabar ingin bertemu Wiwik.
"Jeng...jeng Wiwik!"ucap Ine sambil ngos-ngosan bak dikejar anjing
"Siapa sih teriak-teriak, ganguin orang tidur aja" runtuk Wiwik.
Kemudian perempuan paruh baya itu keluar sambil mengumpat sepanjang jalan menuju depan rumahnya, sampai diluar rumah sudah nampak sahabatnya Ine didepan rumahnya.Mau tak mau ia menampilkan senyum palsunya.
"Hai Jeng, Ayo masuk!" ucap Wiwik tak iklas karena tidur siangnya terganggu dengan kedatangan Ine.
"Jeng bisa-bisanya kamu bohongi aku, tau nggak aku sampai nggak punya muka di depan jeng Henny" ucap Ine kesal
"Jeng ini ngomong apa sih kok, aku ndak paham datang-datang terus marah-marah"
"Jelas aku marah, pokonya ya Jeng kalau Jeng Henny sampai tau soal Menantunya itu aku nggak ikut-ikutan" ucap Ine masih kesal.
"Aduh, Jeng aku ini bener-bener bingung loh apa yang Jeng omongkan ini?
Ine mengandeng tangan Wiwik lalu mengajaknya duduk di bangku yang ada di rumah Wiwik.
"Kamu tau nggak siapa menantu Jeng Henny?"
"Ya enggaklah, aku kenal juga belum lama itupun kamu yang kenalin"
"Aku kasih tau jeng ya, tapi jangan pingsan"
__ADS_1
"Hallah to the point aja bikin penasaran aja"
"Menantu Jeng Hennny adalah Sita mantan menantumu"
Wiwik malah tertawa mendengar ucapan Ine
"Kenapa kamu malah ketawa?, harusnya kamu panik!" tanya
"Habisnya Jeng Ine ini lucu, anak kampung kaya dia mana bisa kenal wanita sekelas Jeng Henny, aku aja kenal karena dirimu"
"Terserah kamu mau percaya atau tidak, atau mengatakan aku seorang pembual, tapi yang pasti jika suatu saat nanti Sita cerita sama Jeng Henny jangan bawa-bawa namaku"
"Jeng, kamu kok jadi parnoan gitu.Mungkin saja namanya yang sama, tapi beda orang kan bisa saja" ucap Wiwik masih tidak percaya.
"Ihh...kamu ini dibilangin nggak percaya, aku tadi habis ketemu jeng Henny sama Sita, dan satu hal yang harus kamu tau Sita sedang hamil dia tidak mandul seperti yang selama ini kamu gembar-gemborkan"
"Ti..tidak ini tidak mungkin" ucap Wiwik sambil mengeleng
"Wik, kamu baik-baik aja kan?" tanya Ine memastikan
"Iya"
"Bagaimana mungkin seorang Sita bisa kenal dengan wanita sosialita seperti Henny, dan apa kabar dengan aku jika dia tau aku pinjam uang dari dia untuk membabaskan Hendra karena hendak mencelakai anaknya" batin Wiwik
Seketika kepalanya menjadi pening, untuk sesaat lamanya ia terdiam entah mau bilang apa dia sendiri juga tidak tau.
"Aku ulang lagi nih ya, menantu yang kamu bilang mandul itu sekarang tengah mengandung cucu keluarga konglomlerat"
"Dia hamil?" tanya Wiwik setengah tidak percaya.Bagaimana bisa dia hamil dalam waktu singkat sementara ia bertahun-tahun berumah tangga dengan anaknya tidak mempunyai keturunan.
"Ini sangat tidak mungkin, Jeng Henny itu wanita terhormat dia tidak mungkin asal menerima menantu sembarangan, apalagi Sita itu janda dan mandul lagi"
"Berulang kali aku bilang dia hamil, jadi tidak mandul" ucap Ine sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Atau jangan-jangan perempuan kampung itu pakai guna-guna agar bisa menjerat pria kaya, lalu dia pura-pura hamil, luar biasa memang Sita" ujar Wiwik semakin ngawur
"Wik, kamu pikir jeng Henny itu perempuan bodoh yang bisa ditipu?, mikir dong dia itu perempuan cerdas!, pusing aku, terserah kamu mau percaya atau tidak bukan urusanku, tapi yang menjadi masalah disini adalah bagaimana kalau Sita mengadu pada Jeng Henny, bisa mati berdiri aku kalau Jeng Henny marah lalu menagih semua utangku termasuk utangmu" ucap Ine jengkel karena Wiwik masih sempat-sempatnya menyangkal apa yang ia bicarakan padahal posisi sedang genting.
"Gimana ceritanya tadi kamu bisa ketemu Sita?"
"Cape ngomong sama kamu, dari tadi aku berbicara sampai berbisa. Sekarang kamu masih nanya" ucap Ine kesal.
"Aduh bagaimana kalau Sita ngadu ke Jeng Henny, lalu dia marah dan nagih utang, dari mana aku dapat uang segitu banyak" Wiwik langsung panik
"Hello....tadi kemana saja? Sini ngomong berbusa situ baru ngeh, kita berdoa saja semoga Sita tidak mengadu" ucap Ine
Sementara itu kebahagiaan tengah dirasakan Hendra dan keluarganya, Hendra lebih semangat bekerja.Setiap kali pulang kerja ia selalu menyempatkan untuk sekedar bermain dengan buah hatinya.
"Hend, aku senang melihat perubahanmu semenjak Rendra putra kita lahir"
"Aku selalu semangat bila melihat Rendra, setiap kerja rasanya ingin cepat pulang agar bisa mengendongnya" ujar Hendra.
"Semoga kedepanya kita akan selalu begini ya Hend" ujar Desy.
Hari terus berlalu begitu cepat, Kini Yoga sudah selesai dengan urusanya ia langsung merealisasikan renacanaya untuk melakukan test DNA anaknya Desy.Dengan wajah sumringah ia melakukan test DNA tanpa sepengetahuan Desy dan Hendra berbekal potongan rambut yang ia dapat dari suster ketika Rendra lahir.
"Sebentar lagi semuanya akan jelas, Yah seminggu lagi hasil test itu akan keluar" guman Yoga sambil menyeringai.
Selama menunggu hasil test Yoga, sama sekali tidak manampakkan batang hidungnya di depan Desy sehingga Desy tak pernah tau pergerakan Yoga, Hari terus berlalu begitu cepat tanpa terasa hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh Yoga, karena hasil test DNA akan keluar. Dengan gemetar ia membuka hasil test tersebut.
"Bismillah, apapun hasilnya aku sudah siap" batin Yoga. Kemudian ia membuka hasil test itu dengan seksama tanpa ada yang terlewatkan
"Hasilnya positif, jadi dia benar-benar putraku" guman Yoga
"Aku akan mengambilnya segera, aku pastikan hak asuhnya akan jatuh ketanganku karena Desy terbukti bukan Istri dan Ibu yang baik, aku sudah banyak mengumpulkan bukti yang akan ia gunakan untuk merebut anaknya"
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen