Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Rendra putra kandung Yoga


__ADS_3

Dengan langkah pasti Yoga berjalan memasuki rumahnya yang dulu ia tinggali bersama Desy, kini rumah itu sudah ia serahkan pada Desy sebagai pemberian harta gono gini.


"Assalamaualaikum" Sapa Yoga.


"Ma...mas Yoga, ada apa kemari tumben?" tanya Desy.


"Memangnya aku tidak boleh kesini?,"


"Bu...bukan begitu" ucap Desy bingung harus berkata apa.Ia hanya dirumah sendirian sedangkan Hendra belum pulang.


"Kedatanganku kesini hanya ingin mengambil hakku"


"Apa maksudmu mas?, bukanya rumah dan mobil sudah kita sepakati di depan pengadilan semua menjadi milikku"


"Aku tidak tertarik dengan rumah ini, rumah yang kau buat mesum bersama pasanganmu"


"Jadi kau mau ambil Mobil?"


"Tidak, aku tidak tertarik dengan semua yang sudah aku berikan padamu"


"Lalu?"


"Rendra"


"M..maksud kamu apa?,"


"Aku mau ambil Rendra"


"Kamu nggak bisa ambil Rendra, dia anakku dan mas Hendra nggak ada hubunganya sama kamu"


"Kamu yakin itu anak Hendra, bahkan dulu kau mengemis dan bilang padaku kalau anak itu anakku, tapi kenapa sekarang berubah"


"Itu dulu mas, aku hanya ingin kembali padamu saja jadi aku jadikan anak ini sebagai alat"


"Dasar wanita munafik!"


Ucap Yoga ia langsung menuju tempat tidur Rendra dilihatnya bayi tiga bulan itu sedang tertidur pulas, wajahnya makin mirip dengan Yoga.Tanpa basa-basi Yoga langsung mengendong Rendra, Desy berusaha menghalanginya namun tenaganya jauh bila dibandingkan dengan Yoga.

__ADS_1


"Jangan bawa anakku!"


"Diam kau, ini anakku! Asal kau tau, aku sudah melakukan test DNA dan terbukti anak ini anakku aku akan mengambilnya sekarang dan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan hak asuh anak ini.Dengan uang aku bisa melakukan segalanya apalagi posisimu tidak menguntungkan, kau berselingkuh dan ia juga tidak memunim asi darimu jadi aku akan memenangkan kasus ini" ucap Yoga berlalu pergi meninggalkan tempat itu sambil membawa Rendra


"Jangan bawa anakku, tolong!" teriak Desy namun Yoga sama sekali tak mengubris teriakan Desy.


Desy meraung meratapi kepergian anaknya, ia kemudian menghubungi Hendra agar segera pulang tak lama kemudian mobil taxy yang dikemudikan Hendra sudah tiba dipelataran rumahnya.


"Des, katakan apa yang terjadi?, mengapa kau menangis seperti ini.Kau menghubungiku juga tidak jelas cuma suruh pulang"


"Rendra mas, Rendra"


"Iya Rendra kenapa?, dari tadi kamu cuma bilang Rendra, Rendra!"


"Dia dibawa mas Yoga"


"Bagaimana bisa?" Mata Hendra emmbola mendengar anaknya dibawa Yoga.


"Tadi ia kesini ngamuk-ngamuk dan langsung mengambil Rendra aku tidak bisa mencegahnya"


"Bagaimana bisa dia mengambil Rendra dia tak punya hak sama sekali, kita bisa laporkan kasus ini ke polisi, dengan tuduhan penculikan anak"


"Kalau begitu kita kerumahnya sekarang, enak saja bawa anak orang dipikir ini bukan Negara hukum apa?"


Hendra dan Desy langsung bergegas menuju kediaman rumah Mamanya Yoga, sesampainya disana Hendra langsung berteriak seperti orang kesetanan.


"Yoga, keluar kau pengecut! Kesini kalau berani hadapi aku jangan libatkan anakku dalam masalah kita"


"Diam!, kalian datang kerumah orang berteriak-teriak, kalian pikir ini hutan? Teriakan kalian bisa membangunkan anakku" ujar Yoga yang baru saja krluar setelah mendengar keributan diluar.


"Anakmu kamu bilang? Kamu sudah tidak waras? Mengambil anak orang dan mengakuinya sebagai anak kamu" bentak Hendra.Otot-otot lehernya menojol keluar.


"Kamu yang tidak waras, dengan tidak tau malunya merebut istri dan anak orang lain, soal perempuan murahan itu aku sudah mengiklaskan tapi tidak dengan anakku" ucap Yoga sambil mentapa tajam kearah Hendra.


"Tutup mulutmu, berhenti mengakui anakku sebagai anakmu" ucap Hendra tidak terima.


Yoga langsung masuk kedalam rumah, ia terlalu muak beradu mulut dengan Hendra.

__ADS_1


"Jangan lari kau pengecut, keluar kau!" teriak Hendra.


Tak lama kemudian Yoga keluar dengan membawa sebuah amplop berlogo sebuah rumah sakit ternama.Ia melempar amplop itu kearah Hendra.


"Buka matamu, bacalah apa yang ada disitu, setelah itu baru kau tau betapa bodohnya dirimu meninggalkan berlian demi batu kerikil itu"


Rahang Hendra mengetat, matanya melotot kearah Yoda, dengan kasar ia mengambil amplop itu ia juga penasaran dengan isi amplop itu, Amplop terbuka.


"Test DNA?, maksudnya apa ini?" batin Hendra.Ia terus membuka hasil test itu matanya membeliak tatkala melihat nama Anaknya dan Yoga tertera disana dan test itu mengatakan bahwa Yoga adalah terbukti scara sah sebagai ayah biologis dari Rendra.Dunia rasanya runtuh, anak yang ia sayangi yang ia puja-puja siang dan malam nyatanya bukanlah darah dagingnya.Lagi-lagi Desy sukses membohongi dirinya, hidupnya benar-benar hancur saat ini.


"Kau sudah tau isi test itukan?, aku minta tinggalkan tempat ini segera, oh ya satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu, cobalah kamu test kesuburanmu sendiri, karena apa? Karena mantan istrimu itu sekarang tengah hamil, itu artinya apa? Artinya kau yang bermasalah" tukas Yoga.


"Diam!" Hendra benar-benar dalam puncak Emosi, ia langsung menatap kearah Desy lalu meyeret perempuan itu ke dalam mobilnya.


"Hend, lepaskan sakit! Namun bukanya melepaskan cengkramanya justru ia semakin kuat menarik tangan Desy.


"Diam!, kita selesaikan dirumah" bentak Hendra.Kemudian ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, sesampainya dirumah ia sudah tak bisa lagi menahan emosinya ia menghajar Desy dengan membabi buta, ia menulikan pendengaranya setiap kali Desy memohon ampun, setelab puas menghajar Desy ia langsung meninggalkan Desy begitu saja.


"Brengsek! Kenapa hidupku sehancur ini, Sita maafkan aku sayang, Sita aku masih mencintaimu" Hendra terus meracau. Pikiranya benar-benar gelap, ia membawa mobilnya ke sebuah bar, sejenak ingin melupakan semua masalah yang ia hadapi saat ini, dengan mengalihkanya pada minuman haram.


"Sita, itukah dirimu sayang?" ucap Hendra meracau di bar saat melihat seorang wanita berjalan di depanya ia langsung memeluk perempuan itu.


"Jangan pergi lagi sayang, maafkan aku yang bodoh ini" ucap Hendra yang mabuk berat sambil memeluk perempuan yang ada didepanya ini.


"Lepaskan!, jangan kurang ajar kamu" teriak perempuan itu berusaha melepaskan diri dari pelukan Hendra.


"Mark, tolong!" ucap perempuan tersebut.


"Bugh..." sebuah bogem mentah mendarat di muka Hendra hingga membuat Hendra tersungkur dilantai.


"Bang***!, beraninya kau sentuh kekasihku"


"Bugh...bugh...bugh..." laki-laki itu memukul Hendra hingga babak belur, pihak keamanan datang lalu melerai, setelah itu dari pihak keamanan menghubungi keluarga Hendra untuk menjemput Hendra di bar.


"Hendra, kamu kenapa lagi sih nak" tangis Ibunya Hendra pecah saat melihat putra kesayanganya pulang dalam keadaan babak belur.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa, like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2