Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Dihadang Istri Erwin


__ADS_3

Malam ini sita memutuskan untuk tidur sendiri.Terlalu sakit baginya melihat suami yang ia cintai, harusnya menjadi sadaranya tapi malah dengan santainya pergi diluar sana untuk mencari kenyamanan.


"Aku harus main cantik, ok Aku akan ikuti permainan kamu mas.Aku akan pura-pura percaya padamu" batin Sita. Ia terus berperang melawan hatinya.Ia juga belum menceritakan kisruh rumah tangganya pada Doni.Pertemuan terakir, Doni belum tau kalau Sita sudah mengetahui siapa sebenarnya selingkuhan Hendra.


"Mas, malam ini aku mau menginap dirumah Mama" tulis pesan Sita yang dikirim pada Hendra suaminya.


Hendra hanya bisa menghela nafas, ia mengakui sudah terlalu jauh menyakiti Sita, tak mungkin juga dia jujur sepenuhnya tentang perselingkuhanya dengan Desy.Ia tak mau kehilangan Sita.Desy mulai memahami posisinya saat ini, sementara waktu ia tak menuntut Hendra untuk selalu menemuinya hingga situasi kembali kondusif.


"Aku nyusul kesana ya?" ujar Hendra


"Nggak perlu!, aku perlu sendiri dulu"


Setelah pulang kantor Sita langsung pulang kekediaman Mamanya. Disana hanya ada Amel dirumah, Mamanya sedang mengikuti perkumpulan PKK dilingkunganya sedangkan Doni memang jarang pulang karena kesibukanya kuliah sambil bekerja.


"Amel, Mama masih lama nggak ya?" tanya Sita


"Paling bentar lagi pulang, ada apasih mbak kok kayaknya serius banget"


"Cuma kangen Mama aja" elak Sita


"Jangan bilang mbak lagi ada masalah sama mertua mbak yang rese itu"


"Hushh...jangan bilang begitu!" nasehat Sita


"Habisnya Amel kesel, kemarin kita dipermalukan di mall, mertua mbak yang sok kaya itu bilang kita ngabisin uang anaknya yang PNS itu" ungkap Amel sebal.


"Oh ya, kok kalian nggak cerita"


"Ups...keceplosan" ucap Amel tanpa sadar.Mau tidak mau Amel menceritakan kejadian yang menimpanya beberapa waktu yang lalu.


"Maafkan Mbak ya Mel, gara-gara keluarga suami mbak, kalian dipermalukan didepan umum" ucap Sita.


Sita menangis sesengukan ia tak menyangka kisah hidupnya akan seperti ini yang lebih parahnya, semua berdampak pada keluarganya.


"Mbak, maafin aku!, harusnya aku nggak cerita soal ini pada mbak, jangan nangis lagi mbak, Amel jadi merasa bersalah banget" ucap Amel.


Tak lama kemudian Mamanya Sita pulang dari kegiatan PKK melihat kedua putrinya menangis dan berpelukan.


"Assalamualaikum....loh,loh ada apa ini kenapa kalian menangis?" tanya Mamanya Sita kepada dua putrinya.

__ADS_1


"Mama, maafin amel gara-gara amel mbak Sita nangis, hiks...hiks...hiks"


"Ini bukan salah Amel, Ma" ujar Sita menenangkan adeknya.


"Ada apa ini kenapa kalian menangis berjamaah?" tanya Mamanya Sita.


"Amel cerita soal kejadian di mall kemarin Ma, mbak Sita langsung nangis" ujar Amel


"Maafin Sita ya Ma, kalian semua kena imbasnya, hiks...hik...hikss"


"Udah, nggak usah nangis lagi, toh kejadianya juga sudah lewat, Mama juga sudah melupakan kejadian itu." ujar Mamanya Sita.


Sita memeluk Mamanya, ia menemukan kedamaian disana.


"Kamu nggak lagi ada masalah sama suamimukan Nak?" tanya Mamanya Sita.


"Kenapa Mama tanya kayak gitu?"


"Bukan apa-apa, tadi bu Hesti nangis-nangis di acara PKK karena jadi bahan gunjingan karena anaknya kawin cerai" ujar Mamanga Sita.


"Deg" Hati Sita berdegub lebih kencang.Ini berarti seandainya ia cerai dengan Hendra maka Mamanya pasti akan sedih karena jadi bahan gunjingan.


"Nak, namanya berumah tangga itu pasti ada masalah, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Jangan gunakan perasaan tapi gunakan hatimu, selalu meminta petunjuk pada yang Kuasa" Nasehat Mamanya Sita


"Iya Ma" ucap Sita.


"Kenapa kau kesini sendiri, Hendra mana? Kau sudah ijin menginap disini?" tanya Mamanya Sita


"Mas Hendra ada kerjaan Ma, aku juga sudah ijin kok, lagian aku cuma menginap sehari disini karena aku kangen Mama" ucap Sita.


Pagi Harinya Sita berangkat kerja dari rumah Mamanya.Sesampainya di kantor ia langsung mendengar kasak-kusuk tentang Erwin yang mau bercerai dari istrinya. Perasaan Sita mendadak menjadi tidak enak.


"Apa ini ada hubunganya denganku?" batin Sita, Seharian ia bekerja tidak tenang. Sebelum pulang ia menyempatkan diri keruangan Erwin.


"Tok...tok...tok"


"Masuk!" terdengar suara Erwin menyuruhnya untuk masuk, dengan sedikit ragu Sita memasuki ruangan Erwin.


"Ceklek" pintu dibuka, nampak Erwin sedang memeriksa beberapa dokumen.

__ADS_1


"Ada apa Sit?" tanya Erwin


"Silahkan duduk" lanjutnya.


"Makasih Pak, em...begini pak, gimana ya saya mau bertanya tapi tidak enak, tapi kalau tidak bertanya saya terus kepikiran" ucap Sita ragu-ragu.


"Ada apa?, kamu ada masalah dalam pekerjaan?, atau kamu mau pinjam uang lagi? Tenang aja nggak akan ada yang labrak kamu sekarang" tanya Erwin.


"Justru itu yang ingin saya tanyakan Pak?"


"Ok, kamu butuh berapa, nomor rekeningmu masih sama kan?"


"Bukan soal uang Pak?"


"Lalu?"


"Emm....soal Bapak" ucap Sita lirih


"Aku kenapa?"


"Maaf pak, saya lancang. Saya denger-dengar dari kasak-kusuk karyawan Bapak mau bercerai ya?, apa ini ada hubungannya dengan kejadian beberapa waktu yang lalu pak, Maafkan saya Pak.Gara-gara saya Bapak terkena masalah dengan istri Bapak, Saya bersedia kok menjelaskan pada Istri Bapak" ucap Sita takut-takut.


Erwin tersenyum sambil menatap Sita.


"Sita-Sita, dengarkan aku. Aku bercerai dengan istriku itu tidak ada hubunganya denganmu,aku dan istriku memang sudah tidak ada kecocokan lagi jadi kami memutuskan untuk berpisah saja" ujar Erwin.


"Tapi salah satu pemicunya pasti karena kejadian di restouran itu, pasti istri bapak masih mengira kalau saya selingkuhan Bapak gara-gara Bapak nolongin saya, Maafkan saya Pak" ungkap Sita lagi.


"Kamu nggak perlu meminta maaf, hubungan kami memang sudah tidak harmonis sejak dulu, asal kamu tau setelah kejadian waktu itu direstouran istriku mengulang kejadian yang sama dengan Bu Bertha clien kita, parahnya bu Bertha marah besar dan memutuskan kontrak dengan kita. Aku dapat teguran dari atasan, kemudian aku nasehati dia eh malah dia nyari pelarian ke pria lain, dalihnya sih karena dia tertekan dan butuh teman curhat, tapi apa nyatanya dia malah selingkuh dengan temanya itu.Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.Makanya aku putuskan untuk menceraikan dia, hubungan kami memang sudah tidak sehat jadi buat apa diteruskan, jadi stop kamu jangan pernah merasa bersalah atas kejadian ini" ucap Erwin menenangkan Sita.


Setelah dari ruangan Erwin, Sita memutuskan untuk pulang di tenggah jalan ia dihadang oleh istri Erwin dan dua orang laki-laki bertubuh besar.


"Berhenti kamu pelakor" teriak Istri Erwin menghentikan motor Sita.


"Itu Bukanya istrinya Pak, Erwin ya? Mau apa dia? Ya Tuhan selamatkan Hamba" batin Sita terus berdoa


Tbc


Makasih Ya men temen yang sudah mengikuti cerita receh author remahan renginang ini, semoga kalian terhibur

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2