
"Apasih bagusnya Sita hingga semua orang sibuk mengejar dia. Perempuan mandul kaya gitu dibangga-banggain" protes Desy ketika Hendra masih saja mengagung-agungkan mantan Istrinya.
"Diam kamu!, Sita bukan perempuan mandul, ia pernah melakukan test hasilnya tak ada masalah apapun pada dirinya" bentak Hendra.
"Kau mau tau, apa kelebihan apa yang dimiliki Sita?, kalau aku ceritakan kelebihan dia mungkin sampai sore nanti juga tidak akan ada habisnya, jika membicarakan kelebihan dia" lanjutnya
"Kalau kau tau dia istimewa mengapa engkau masih selingkuh denganku, itu berarti aku lebih baik dari pada dia bukan?" ucap Desy.
"Bukan, kamu salah besar!, karena yang membuat diriku menghianatinya karena kau terlalu murahan dan tukang obral hingga aku terpedaya, tetapi tetap saja aku tidak bisa mencintaimu karena kamu sama saja dengan pelacur yang dibutuhkan hanya jasamu di kasur, selebihnya kau tak ada bagus-bagusnya"ucap Hendra dengan nada mengejek.
Setelah pertengkaranya dengan Desy Hendra pergi begitu saja, entah kemana.
"Ini tidak bisa dibiarkan aku harus labrak perempuan itu agar tidak selalu bergentayangan diotak Hendra" guman Desy.
Beberapa hari ini Desy mengikuti aktivitas Sita, kini ia tau Sita sudah membuka kafe baru, ia semakin bersinar sementara dirinya dirundung nestapa dengan menikahi Hendra. Dia sedikit ragu saat ingin memasuki kafe Sita, kafenya sangat bagus pengunjungnya juga banyak.Perempuan ini bukanya menangis atau terpuruk setelah perceraianya dengan Hendra, setelah cerai dengan Hendra ia semakin cemerlang dan jadi incaran semua laki-laki termasuk Suami Desy dan mantan suami Desy.
"Silahkan bu, ini buku menunya dilihat-lihat dulu" ucap waiters memberikan buku menu pada Desy.
"Nggak perlu, aku kesini mau ketemu boss kamu Sita" ucap Desy setengah berteriak.
"Maaf Bu Sitanya lagi sibuk!" ucap waiters tersebut.
"Sita....Sita...keluar kamu!" teriak Desy
Mendengar kegaduhan diluar membuat Sita mau taka mau keluar melihat apa yang terjadi.
"Ada apa ini rame-rame?" tanya Sita
"Ini Bu, Ibu ini maksa ingin masuk ketemu Ibu" ucap waiters itu.
__ADS_1
"Kamu balik kerja lagi, biar dia aku yang tangani" ucap Sita
"Ngapain kamu kesini?, setauku kita nggak ada masalah apapun lagi" tanya Sita. Ia sedikit heran dengan kedatangan Desy.
"Sita, mulai sekarang aku memintamu agar berhenti caper sama suamiku, ingat kau bukan siapa-siapa lagi bagi dia" ucap Desy lantang.
"Sorry Des, gue udah nggak minat sama suami elu!, bukanya sudah gue kasih ke elu.Harusnya kamu berterima kasih pada gue karena elu terbebas dari Zina dengan menikahinya.Pergilah kita sudah nggak ada urusan apapun lagi" ucap Sita. Ia langsung balik badan meninggalkan Desy, tak ada gunanya ia berdebat dengan perempuan yang tak tau malu seperti Desy. Secepat kilat Desy menarik tangan Sita hingga membuat Sita sedikit terhuyung.
"Ada apa ini? Siapa kamu" ucap Rere salah satu karyawan Sita.
"Diam kamu!, aku nggak ada urusan sama kamu" bentak Desy.
"Ohh...aku baru ingat kamu rupanya perempuan yang Viral itu, jadi kamu pelakor itu?, masih punya nyali kamu disini?" bentak Rere tak kalah keras. Spontan pengunjung langsung melihat kearah mereka.
Suara sumbang mencibir Desy langsung bersautan.
"Pelakor itu harusnya sadar diri, udah berhasil merebut suaminya malah kesini mencak-mencak" ujar seorang pengunjung.Ia tiba-tiba beranjak bangun dari tempat duduknya dan mendekati Desy.
"Sialan kamu!, jangan ikut campur urusanku" teriak Desy
"Mbak Sita terlalu baik, hingga membuat kami terlalu gemas padamu" ucap Perempuan gemuk yang sedang meminum orange jus ia juga menyiramkan pada muka Desy.
Bahkan ada juga seorang pengunjung yang langsung menjambak rambut Desy.
"Rasakan ini pelakor busuk!, bukanya tobat malah bikin ulah"
"Sudah,sudah hentikan kasian dia bisa terluka" ucap Sita.Namun bukanya surut jumlah mereka makin banyak dan melempari Desy dengan makanan yang ada didepan mereka.Mau tak mau Desy kabur dari tempat itu.Teriakan dan makian mengiringi kepergian Desy dari tempat itu.Sita menghembuskan nafas, ia tak habis pikir bagaimana nasib Desy jika tidak kabur dari tempat itu.
"Mbak Sita, memang wanita yang lembut andai saya jadi mbak Sita sudah aku bejek-bejek muka pelakor tidak tau diri itu," ucap pengunjung yang mendekati Sita yang masih berdiri ditempat semula
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Sita lalu masuk kedalam kafe. Ia butuh rehat sebentar untuk merefresh otaknya yang ngeblur.
Sementara itu Desy sudah sampai dirumahnya penampilanya yang awut-awutan menjadi pusat perhatian para tetangga disekitarnya.Tatapan sinis dari tetangga ia dapatkan ia tak mempedulikan itu
"Habis diapain lagi pelakor itu?, apa dia habis dapat mangsa baru terus ketauan istri sahnya?"
"Palingan dia habis bikin ulah lagi, bikin malu kampung kita aja.Kita usir aja dia dari pada bikin malu warga sini."
Mendengar kasak-kusuk yang membuat telinga Desy panas, ia berbalik badan dan langsung menyerang dengan kata-kata dengan nada tinggi
"Denger ya Ibu-ibu, yang saya lakukan ini tidak ada hubunganya dengan kalian, jadi stop mengurusi hidup saya, kaya hidupnya sudah benar saja!" teriak Desy
"Nggak ada hubunganya bagaimana, bayangkan saja setiap belanja ke pasar, ngantar anak sekolah semua orang langsung menyerbu karena mereka tau aku sekampung dengan kamu, gara-gara kamu kami harus malu kampung kita jadi terkenal, ya kalau terkenal karena bagusnya kita ikut bangga lah ini kita terkenal karena adanya elu pelakor tidak tau malu yang Viral di medsos, kita bener-bener seperti terseret dalam masalah yang kau buat" ujar salah satu emak-emak berdaster kembang-kembang.Perempuan itu memperhatikan penampilan Desy dari atas sampai bawah.
"Lihatlah penampilanmu seperti tikus kecemplung got, iyuh"
Sontak yang lainya ikut memperhatikan penampilan Desy.
"Mata Hendra buta apa?, istri sesempurna Sita ditukar dajjal macam kamu" sinis yang lainya.
"Katanya pendidik, harusnya menjadi contoh, eh malah jadi pelakor"
Telingga Desy semakin panas, baru saja ia di bully di kafe Sita sekarang sampai dirumah disambut kembali dengan bullyan yang tak kalah sadis.Gigi Desy gemeletuk, matanya memerah tanganya mengepal menandakan ia sedang dipuncak amarahnya.
"Dengar kalian semua, sepenganguran itukah kalian hingga sibuk sekali mengurusi urusan orang lain, memangnya kalian pikir siapa?, orang tuaku?, orang yang kasih aku makan? Atau kalian Tuhan sehingga kalian berhak menghakimiku seperti ini?"ucap Desy sambil berteriak matanya basah banjir air mata, namun ia masih sanggup berteriak seperti orang kesurupan.
"Kamu nggak malu bicara seperti itu?, bukan hanya kami yang tau aibmu bahkan seluruh dunia mungkin tau kelakuan busukmu, bukanya sadar malah nyolot" ucap emak-emak berdaster kembang-kembang tadi.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa like,comment dan favorite ya men temen
Love you all