
Kejadian di Kafe Bening menjadi Viral dijagat maya. Ribuan komentar negatif netizen membajiri postingan perdebatan Hendra, Desy dan suaminya.
"Dasar perempuan nggak tau diri!"
"Perempuan nggak bener"
"Suami kerja nyari uang, malah ditinggal selingkuh"
Banyak lagi komen nitizen menangapi postingan tersebut.Sementara itu di Bali , Amel yang sedang berselancar di Dunia Maya melihat postingan itu. Mencak-mencak tidak karuan.
"Dasar laki-laki nggak tau diri, keluarganya sudah menjadi benalu, malah dia bikin malu aja" ucap Amel marah-marah.
"Sit, adekmu kenapa kok marah-marah begitu?" tanya Mamanya Rizal yang sedang menikmati secangkir teh bersama Sita.
"Entahlah Tante, tadi dia baik-baik saja terus main ponsel, lalu marah-marah kaya gitu" ucap Sita.
"Amel, kamu ini kenapa kok marah-marah gitu?" tanya Sita.
"Lihat ini kelakuan suami Mbak Sita, eh calon mantan suami maksudku" ucap Sita sambil menyerahkan ponselnya yang masih memutar Vidio viral Hendra.
Sita membekab mulutnya sendiri, ia tau Hendra selingkuh tapi ia tak menyangka kalau Desy sampai hamil, perlahan namun pasti air matanya mengenang dipelupuk matanya, kemudian membajiri wajah cantiknya.
"Sita, kamu yang sabar ya sayang" ucap Mamanya Rizal sambil memeluk Sita.
"Amel tolong jauhkan itu dari kakakmu!" ucap Mamanya Rizal
"Mbak maafin aku, hiks..hikss...hik mbak jangan nangis lagi" ucap Amel, ia menyesal memperlihatkan Vidio barusan, nyatanya membuat kakaknya yang beberapa hari ini sudah ceria kembali terluka.
"Brug" Sita pingsan
"Mbak Sita bangun Mbak!" ucap Amel sambil menangis histeris
"Sita Sayang, jangan kayak gini nak?" ucap Mamanya Rizal mengoyang-goyangkan badan Sita, namun Sita tetap diam tak bergeming.
"Amel panggil Rizal, suruh angkat Sita ke kamar" perintah Mamanya Rizal pada Amel.
Tak lama kemudian Rizal datang dan membopong Sita kekamar, Rizal juga memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Sita.Amel terus menagis, ia semakin merasa bersalah pada kakaknya.
"Mbak maafin Amel, hiks...hikss"
"Udah jangan nangis lagi, nanti Sita juga siuman. Lain kali kalau ada apa-apa jangan langsung kasih tau Kakakmu"
__ADS_1
"Iya mas, Sita menyesal" ucap Amel.
Sementara itu disekolah tempat Hendra dan Desy mengajar terjadi kericuhan. orang tua wali murid berdemo setelah melihat Vidio Viral Desy dan Hendra.
"Kami tak mau anak kami, di didik oleh pengajar yang tak bermoral"
"Pecat meraka, yang sudah merusak citra sekolah"
"Guru, bukanya menjadi teladan malah, memberikan contoh yang buruk pada anak didiknya"
"Pecat mereka berdua"
"Rajam saja!"
Riuh suara Demontrans yang berdemo disekolah tempat dimana Hendra dan Sita mengajar.
"Bapak-Bapak, Ibu-Ibu harap tenang, jangan mudah terprovokasi"Ucap kepala sekolah menenangkan wali murid yang berdemo
"Kalau masalah ini tidak segera ditindak lanjuti, maka kami akan menarik kembali putra putri kami dari sekolah ini"
"Sekarang saya minta anda semua bubar dulu, nanti kita akan berembug bersama.Sekarang ijinkan saya mengintrogasi yang bersangkutan dulu"
"Kami janji paling lambat lusa, kita akan mengadakan pertemuan lagi"ucap kepla sekolah lagi
Setalah itu para wali murid membubarkan diri.Setelah mereka pulang Hendra dan Desy diintrograsi oleh kepala sekolah.
"Pak Hendra, Bu Desy, tolong jelaskan mengenai Vidio yang beredar ini" tanya kepala sekolah.
Hendra hanya diam, ia tak tau harus bicara apa. Semua bukti sudah menyudutkanya.
"Itu tidak benar Pak, itu fitnah" ucap Desy membela diri.
"Fitnah bagaimana bu Desy?, pelaku Vidio viral bukanya anda, suami anda dan pak Hendra" ucap Kepala sekolah geram disaat seperti ini Desy masih saja mengelak.
"Tapi tidak semuanya benar Pak" kilah Desy
"Bagian mana yang tidak benar?, lihat lanjutan Vidio yang isinya hanya anda dan pak Hendra. Disini jelas sekali kalau anda meminta pertanggung jawaban pak Hendra."
Desy diam.Ia tak bisa berkutik lagi.
"Mulai besuk pagi, anda berdua kami scorsing sampai waktu yang belum bisa kami tentukan, keputusan selanjutnya kami serahkan pada dinas pendidikan" ucap Kepala sekolah tegas.
__ADS_1
Desy hanya bisa menunduk dan menangis, ia tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.Menyesalpun tiada guna.
Hari berikutnya, kepala sekolah mengundang wali murid untuk memberikan kejelasan tentang kasus Desy dan Hendra mereka tidak puas kalau Desy dan Hendra hanya kena sanksi scorsing saja.Setelah dari sekolah anak-anak mereka langsung UPTDK setempat untuk kembali berdemo karena merasa tuntutan mereka belum di penuhi oleh kepala sekolah tempat anak mereka belajar.Seminggu sudah anak-anak sekolah tidak diijinkan untuk sekolah ditempat itu.Kepala sekolah benar-benar kelimpungan berita perselingkuhan itu sudah sampai di pusat.
Berita Viral itu sampai juga ditelinga Ibunya Hendra, ia menjadi bahan gunjingan Ibu-ibu ditempat tukang sayur.
"Aduh, kasian bu Wiwik. Dulu bangga-bangain anaknya yang PNS, eh ternyata dia tukang selingkuh, malah sampai hamil lagi"
"Masih bagusan anak saya, biarpun hanya kuli pabrik akhaknya joss, setia sama pasangan"
"Padahal Istrinya juga tak kalah cantik, sabar,eh masih diselingkuhin"
"Itu malah berkah buat Sita, di bisa bebas dari mertua yang jahat dan mata duitan. Padahal anakku bilang gaji seorang marketing itu lumayan, tapi lihat Sita baju itu-itu aja, Ya karena harus tangung kebutuhan rumah tangga sendiri, bahkan kabarnya semua cicilan si Sita itu yang bayar, kasian ya Sita"
Kasak kusuk terus terdengar, membuat Ibunya Hendra gerah dan mendatangi Ibu-ibu yang mengunjingnya.
"Hei, Ibu-ibu denger ya!, apa hidup kalian sudah sempurna hingga kalian berhak menghujat kami?"
Seketika mereka diam, tetapi tetap berbisik-bisik
"Lihatlah, emaknya aja galaknya kaya singa gitu, mana anaknya tukang selingkuh kasian Sita"
"Lagian Wajar kalau Hendra mencari wanita lain.Sita itu mandul, mana ada laki-laki yang mau sama wanita mandul, jadi sah-sah saja Hendra mencari ladang lain untuk meneruskan keturunanya" ucap Wiwik
"Bu Wiwik ini bagaimana sih?, anak salah kok dibelain harusnya dinasehatin agar jangan salah jalan" ucap salah satu Ibu-ibu
"Tau apa kalian soal mendidik anak, anak kalian jadi apa?, penganguran? Buruh pabrik. Lihatlah didikanku dia jadi seorang PNS"
"Bangga banget jadi PNS, tukang selingkuh, apanya yang dibanggain?, nanti diakhirat ibu juga kecipratan dosa Hendra, ihh...serem"
"Tau apa kalian soal akhirat?, Apakah kalian wakil Tuhan?, hingga berhak menghakimi kami" ucap Wiwik meradang.
"Aduh Ibu-ibu kalau ribut jangan disini, dagangan saya yang jadi korbanya" ucap Tukang sayur, Ia sedih daganganya dijadikan bahan lemparan antara bu Wiwik dan warga setempat.
"Maaf saya sudah nggak minat, beli sayur" ucap Wiwik ngeloyor begitu saja
"Kami juga sudah tidak minat!"
"Aduh bagaimana ini dagangan saya?, siapa yang mau tanggung jawab?" ucap penjual sayur frustasi.
Jangan lupa tinggalkan jejak, like, coment dan favorite ya men temen
__ADS_1