Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Memanas


__ADS_3

Bapaknya Hendra mulai angkat bicara melihat kondisi belum juga kondusif.


"Nak Doni, bapak sebagai orang tua Hendra sekaligus suami Wiwik.Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan yang selama ini dilakukan oleh Hendra dan Ibu pun dengan anak bungsu saya Rini, Tapi saya mohon dengan segala kerendahan hati kepada Nak Doni, untuk tidak membawa kasus ini ke jalur hukum.Sebaiknya kita selesaikan secara kekeluargaan saja" ucap Bapaknya Hendra pada Akhirnya.Ia juga tidak mau nama baik keluarganya tercoreng begitu saja.


"Bapak ini apa-apaan sih,pakai minta maaf pada cecunguk kecil ini" bisik Wiwik pada suaminya, sambil mencubit lengan suaminya sebagai tanda protes.


"Diam kamu!, kamu mau masuk penjara?" Bisik Bapaknya Hendra.Wiwik hanya bisa mengeleng lemah, ibarat macan ia sudah tidak punya taring.


"Brugh..." bersamaan dengan itu Sita jatuh pingsan.Terlalu berat beban yang ia pikul.


"Mbak Sita!," teriak Doni lalu mengangkat tubuh Sita, Dan berteriak meminta bantuan suster untuk memberi pertolongan pada Kakaknya.


"Mbak sadar mbak!" ucap Doni panik.Bapaknya Hendra dan Wiwik ikut berlari melihat kondisi Sita.


"Sebaiknya kamu tenangkan dirimu!" ucap Bapaknya Hendra.Doni hanya menganguk lemah.


"Ini karma, baru aja nyiksa orang eh kakaknya langsung sekarat" ucap Wiwik seakan tidak jera dengan mulut pedasnya.


"Ibu Bisa diam nggak!, bukanya perihatin malah memperkeruh keadaan" ucap Bapaknya Hendra.


"Sebaiknya Ibu tinggalkan tempat ini!, sebelum saya khilaf" Doni terang-terangan mengusir Wiwik.


Bapapknya Hendra langsung menyeret Wiwik menjauh.Namun Wiwik tetaplah wiwik ia ngomel sepajang jalan.


"Sebaiknya kita tunggu Hendra saja,jangan bikin masalah lagi!" bentak bapaknya Hendra.


"Biar tau rasa anak songong itu, aku sumpahin kakaknya nggak bangun-bangun!"


"Kamu ngomong apa sih bu? Kamu nyumpahin Hendra menjadi duda?"


"Biar saja,Ibu juga sudah muak dengan Sita.Malah ini adeknya gebukin Hendra Ibu jadi semakin muak"


"Diam!, jangan bikin suasana tambah kacau.Kalau Hendra dengar dan nuntut kamu atas tuduhan pengelapan uang Mamanya kamu mau apa?, bisa bayar utang kamu" Bentak Bapaknya Hendra.Wiwik langsung diam seribu bahasa, ia bergidik ngeri membayangkan hidup dibalik jeruji besi.

__ADS_1


Menjelang sore hari teman-temen guru Hendra menjenguknya, termasuk Desy dia ikut juga menjenguk Hendra.Sita yang melihat Desy menjenguk Hendra mengurungkan niatnya untuk pulang, ia sudah sadar dan kondisinya juga baik-baik saja.Terbesit sebuah Ide begitu melihat Desy dan kawan-kawan memasuki ruang rawat Hendra.Sita menyalami satu persatu tamu yang menjenguk Hendra termasuk Desy.


"Selamat Sore bu Desy!, Apa kabar?" tanya Sita setenang mungkin.


Hendra yang melihat hal itu, jantungnya berdetak enam kali lebih cepat, Sita nggak mungkin baik-baik saja setelah tau semuanya.


"Ya Tuhan, apa yang akan dilakukan Sita, Sementara aku tidak bisa ngapa-ngapain?" batin Hendra.


"Sore Dek Sita!" ucap Desy ragu


"Bukan Dek Sita, karena apa? aku nyatanya adalah Kakak madumu" ucap Sita yang membuat semua mata tertuju pada mereka.Teman-teman Hendra tidak tau apa yang sebenarnya terjadi mengapa Sita berkata seperti itu.


"Dek Sita jangan bercanda ini nggak lucu" ucap Desy kikuk.


"Nggak lucu ya?, emang ini nggak lucu. Yang lucu itu anda sudah bersuami bisa-bisanya mengoda suami orang" ucap Sita naik satu oktaf.


Semua yang ada diruangan itu dibuat bengong dengan kata-kata Sita.


"Bagaimana rasanya bercinta dengan suami saya?, Enak?" Sarkas Sita.


"Wah...wah, selain punya bakat pelakor anda juga pandai bersilat lidah rupanya. Lihat ini apa? Inikah yang kamu maksud teman curhat? Lihatlah tanpa malu kau memakai lingerine yang kau kirim pada suamimu, inikah cara kalian curhat" Sita memperlihatkan Chat Desy yang mengirim swafotonya memakai lingerine.


"Gimana mas penampilanku, makanya cepetan kemari" Sita membacakan pesan yang dikirim Desy.


Hendra rasanya ingin tengelam kedasar Bumi mendengar ia dikuliti habis-habisan oleh Sita.


"Ayo jawab Ibu Desy yang terhormat!"


"Kamu salah faham, aku hanya mencoba baju itu dan maksudku kukirim ke suamiku ternyata ke kekirim ke suamimu" Desy masih saja berkilah.


"Lihat ini apa?, ini adalah foto kalian berdua menghabiskan malam di solo hanya berdua, apakah ini hanya salah faham?" ucap Sita meninggi.


"Kamu itu hanya istri yang cemburuan Sita, kami tidak ada hubungan apa-apa,Hendra hanya butuh teman curhat karena kamu dan Ibunya tidak pernah akur, sementara ia ditengah tak bisa memilib diantara kalian berdua.Sekarang aku tau kenapa suamimu sering curhat begini sama aku ternyata begini sikabmu" ucap Desy pongah.

__ADS_1


"Bu Desy, udah jelas-jelas salah masih saja pongah. Dan berkata begitu lantangnya" ucap Bu Dian


"Ok, kalau aku hanya istri yang cemburuan lalu bagaimana dengan suamimu, apa dia tidak berkeberatan dengan sikab kamu ini?"


"Tentu saja tidak karena dia bukan suami yang cemburuan sepertimu" ucap Desy jumawa.


"Ok, setelah suamimu pulang kita lihat bagaimana reaksinya?" ucap Sita.


"Silahkan!" ucap Desy masih begitu percaya diri.


"Doni!, kamu tau apa yang bisa kamu lakukan sekarang?" ucap Sita penuh penekanan.


"Beres!, Bawa masuk!" ucap Doni pada seseorang melalui ponselnya.


Tak lama kemudian Datang seorang wanita paruh baya yang sangat Desy kenal.


"Mama?, ke...kenapa Mama disini?" tanya Sita gugup setelah melihat mertuanya datang.Rupanya Doni sudah mempersiapkan hal ini sejak awal tinggal esksekusi aja.Dia sudah memberitau kepada mertua Desy tentang kelakuan Desy bersama Hendra.


"Kenapa Des?, kok kaget gitu?" tanya Mama mertua Desy.Seketika ruangan itu menjadi Hening dan tegang.


"Des, katakan sekali lagi bahwa suamimu bisa menerima dan mentolelir semua perbuatanmu dihadapan Mama mertuamu!" tantang Sita.


Desy menjadi menciut tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya.Ia bingung harus bagaimana sekarang, ia tak menyangka bahwa mertuanya akan datang kesini.Ia berpikir pendek bahwa suaminya tidak akan pernah bisa datang kesini karena jadwal kepulanganya masih bulan depan.


"Kenapa diam Bu Desy?, Mana suaramu yang tadi lantang, bahwa suamimu bisa menerima semua yang kamu lakukan dengan suamiku" ucap Sita.


"Diam kamu!, jangan mengada-ada kamu" ucap Desy menutupi ketakutanya.


"Oh, anda takut?. Dimana Desy tadi yang menantang dengan ucapan lantangnya, Ibu Henny tolong dengarkan apa ini" ucap Sita sambil memberikan rekaman pembicaraanya tadi.Tidak hanya sampai disitu saja Sita juga memperlihatkan Chat dan foto-foto kebersamaan Desy dan Hendra.


Wanita paruh baya itu menutup mulutnya sendiri melihat kenyataan yang ada di depan matanya.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2