Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Cauvade sydrome


__ADS_3

Sita menatap kepergian mantan mertuanya dengan berkaca-kaca, sudah bukan menjadi bagian dari keluargnya tapi mengapa, mantan mertuanya masih mengusik ketenangan hidupnya.


"Sayang kamu kok melamun" tegur Mama Henny


"Ma..mama" ucap Sita terbata sambil mengusap air matanya.


"Kamu menangis sayang?, ada apa? Ada yang sakit?" tanya Mama Henny cemas


Sita mengeleng, ia merasa beruntung sekali mendapat mertua seperti Mama Henny.Jika dibandingkan dengan Wiwik sikabnya bak langit dan Bumi.


"Pasti ada sesuatu, aku harus menyelidikinya jika Sita tidak sakit mana mungkin dia menangis, aku tau dibalik bibirnya yang terus tersenyum aku melihat luka yang tersorot dari matanya"batin Mama Henny.


"Kalau begitu, kita pulang saja sayang sepertinya kamu sangat lelah"


"Iya Ma, kita pulang saja"


Sejurus kemudian mereka sudah sampai dirumah, Mamanya langsung Pamitan pulang.Sementata itu Rizal ternyata juga sudah pulang dari tempat ia bekerja ia duduk di ruang keluarga sendirian menunggu istrinya pulang.


"Sayang kamu sudah pulang?, kok tumben jam segini udah pulang?"


"Iya badanku nggak enak, sejak pagi rasanya nano-nano" ucap Rizal


Sita mendekati suaminya hendak memeriksa kening suaminya.


"Hoek...hoek...Sita kamu kenapa bau sekali?" ucap Rizal seraya memecet hidungnya.Sita langsung mengendus-endus sendiri badanya.


"Perasaan nggak bau" ucap Sita.Kemudian ia langsung mandi dan ganti pakaian, lalu membuatkan bubur untuk suaminya.


"Mas, kamu makan dulu gih. Kamu kelihatanya lemes banget" ucap Sita.


"Sit, kamu jauh-jauh deh. Kamu pakai sabun apa sih"


"Ya sabun biasanya, sama dengan yang kamu pakai"


"Aku nggak suka aroma sabun itu, terlalu menyengat"


"Loh Mas, bukanya ini sabun kesukaan Mas.Kamu ini aneh deh Mas" ucap Sita kesal.


Rizal juga merasa ada yang aneh dengan dirinya, ia menjadi sensitif dan kadang-kadang marah nggak jelas jluntrunganya.Pagi mulai menyapa kediaman Sita, pagi ini dimulai lagi dengan drama Rizal mual-mual dan muntah-muntah dikamar mandi.


"Mas, sepertinya kamu harus diperiksa dokter deh mas, sejak kemarin kamu itu muntah-muntah terus dan kadang nggak kuat bau-bau, bahkan bau sabunpun kamu nggak kuat, dan anehnya kami seneng banget nyium bau bawang, idih padahal itu baunya" ucap Sita setengah tidak percaya dengan apa yang terjadi pada suaminya.

__ADS_1


"Nggak perlu, aku hanya butuh istirahat saja tapi kamu temani aku disini, jangan kemana-mana. Kamu nggak usah mandi aku nggak suka bau sabun itu" ucap Rizal manja ia tak mau ditinggal Sita barang sebentar saja.


Sita menemani suaminya dikamar, suaminya tampak lemas tak berdaya setelah memuntahkan semua isi perutnya, Sita memijit Rizal sampai pria itu tertidur, kemudian Sita menghubungi instansi dimana Rizal bekerja untuk memintakan ijin suaminya, karena khawatir dengan keadaan suaminya Sita menghubungi Mama mertuanya dan menceritakan penyakit aneh Rizal.Tak lama kemudian Mama Henny datang kekediaman Hendra.


"Sayang!, kamu dimana?" terdengar teriakan Rizal dari dalam kamar yang mencari keberadaan istrinya.


"Iya bentar" sahut Sita.


Sita langsung berlari ke kamar untuk melihat keadaan suaminya.


"Ting...tung"


"Sita..." Panggil Mama Henny hang sudah datang.


Sita langsung membukakan pintu mertuanya.Mama ta Henny seketika membeliak melihat kondisi Sita yang awut-awutan biasanya setiap pagi perempuan itu pasti selalu tampil cantik dan menarik.


"Ada apa denganmu? Kenapa penampilanmu seperti terkena angin ****** beliung begini?" tanya Mama Henny keheranan.Sebagai wanita dewasa ia sangat faham apa yang barusan terjadi.


"Mas Rizal Ma, sejak tadi muntah-muntah" ucap Sita yang sungkan dengan penampilanya terlihat kacau.Sita langsung melangkah menuju kamarmya Mama Henny mengekor dari belakang.Sita meringis malu kondisi kamarnya bak kamar pecah sebelum Rizal kembali muntah-muntah ia mengajak Sita bergelut peluh.


"Maaf Ma, kondisi kamar Sita kaya begini" ucap Sita tertunduk malu.Mama Henny hanya tersenyum dan menuju toilet ia masih mendenga putranya mengeluarkan semua isi perutnya.


"Rizal kamu baik-baik aja nak?" tanya Mama Henny.


"Ah...betapa betuntungnya aku punya mertua seperti Mama Henny, andai aku masih bersama Mas Hendra ntah apa yang akan dilakukanya" batin Sita.


"Ini anak kenapa kelaurnya lama sekali, Sita kamu siap-siap sekarang kita harus bawa Rizal kerumah sakit" titah Mama Henny.


"Iya Ma, aku ganti baju dulu" ucap Sita.


"Kamu nggak mandi dulu?" tanya Mama Henny keheranan.


"Emm...itu Ma, Mas Rizal nggak bolehin aku mandi katanya nggak kuat bau sabun, dia bilang lebih suka aku nggak mandi"


Mama Henny mengeryitkan dahinya mendengar ucapan Sita, sejurus kemudian ia tertawa terbahak-bahak.


"Fix, ini kamu harus diperiksa juga"


"Aku kan nggak sakit Ma" ucap Sita bingung.


"Kamu nggak sakit, yang sakit itu Rizal tapi karena kamu"

__ADS_1


"Aku ma?" tanya Sita sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, dia mengalami kehamilan simpatik, jadi dia akan merasakan yang namanya ngidam dan dia akan lebih sensitif"


"Mama tau dari mana?"


"Dulu Papanya Rizal juga begitu pas Mama mengandung Rizal"


"Tapi ada benernya juga sih Ma, kadang Mas Rizal suka marah-marah nggak jelas, tengah malam bangunin Sita minta dibikinin makanan"


💪🏻"Kamu yang sabar ya" ucap Mama Henny sambil mengelus pucuk rambut Sita.


"Ceklek" Rizal keluar dari kamar mandi dengan wajah pucatnya.


"Sekarang kita kerumah sakit!" titah Mama Henny.


"Aku nggak sakit Ma, mungkin cuma maag aja"


"Maag bagaimana kamu ini terkena cauvade sydrome atau kehamilan simpati, saat ini istrimu yang hamil tapi kamu yang ngidam" ucap Mama Henny.


"Heeehhh" terdengar hembusan nafas Rizal


"Mas kalau ngidam yang enak-enak aja, jangan muntah-muntah dan marah-marah!" ucap Sita polos


"Diam kamu, kalau masih cerewet aku cium kamu di depan Mama, Aku begini juga karena kamu. Kurang cinta apa aku sama kamu sampai ngidampun aku yang ngalami" ucap Rizal mendadak kesal.Sita mengulum senyum, memang benar apa yang dikatakan Rizal laki-laki ini terlalu memujanya semua keiginanya selalu dituruti.


"Mas, ijinin aku mandi ya?, aku sampai bau kaya gini" ucap Sita memohon.


Rizal mengeleng lemah.


"Kamu mau aku pingsan karena bau sabunmu?"


"Rizal....biarkan Sita mandi, Sita kamu pakai sabun punya Mama barangkali Rizal tidak muntah pakai sabun Mama.Kebetulan Mama kemarin beli sabun masih ditas Mama"


"Jangan-jangan! sabun Mama itu Rizal nggak suka dari dulu baunya alay"


"Sita, jangan bengong buruan mandi ini sabunya!" ucap Mama Sita.


Tak berselang lama Sita langsung Mandi dan balik ke kamar, namun ia sedikit ragu takut reaksi suaminya seperti yanh sudah-sudah akan marah-marah Sita sampai bosan gonta-ganti sabun mandi.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2