
Boni tak percaya apa yang dilakukan istri pertamanya benar-benar diluar dugaanya.Rini yang ia kenal tidak secerdas ini tapi kenapa kini menjadi seperti ini.
"Kok diem Mas?, Ayo katanya mau memenuhi persyaratan dariku.Bubuhkan tanda tanganmu diatas materai ini"
Boni mengeleng ia membaca satu persatu point yang ditulis oleh Rini, ia salah melangkangkah sedikit saja masa depanya menjadi taruhanya.Rini juga mencantumkan jika Boni suatu saat memgingkari janjinya maka, semua harta Boni akan jatuh ketangan anak-anak mereka.
"Rin, kenapa pakai surat bermetarai segala?, percayalah mas tidak akan ingkar janji"
"Janji sama Tuhan saja kamu ingkari apalagi hanya sebatas janji padaku"ucap Rini sinis.
Boni tak bisa berkata apa-apa lagi.Menandatangani surat perjanjian itu artinya ia sudah siap jika setiap hari harus ribut dengan istri mudanya,namun mengbabaikan perjanjian itu dia akan kehilangan Rini dan anak-anaknya juga orang tuanya pasti akan membencinya jika bercerai dengan Rini.Belum lagi Hendra yang beringas itu pasti akan leluasa untuk menekan istri mudanya agar menjadi down.Sepertinya laki-laki itu tau letak kelemahan istri mudanya.
"Kesempatan hanya datang satu kali,aku tidak akan memberimu kesempatan lagi.Cukup sudah kesempatan yang kuberikan padamu dan kau sia-siakan"
Boni mendesah frustasi.Ia benar-benar kacau dengan rencana Rini.Andai waktu bisa diulang mungkin ia tak akan main gila dengan Wina.
"Rin, kamu jangan sepenuhnya menyalahkanku atas poligami yang aku jalani saat ini.Ingat kamu juga mengambil peranan yang cukup berarti.Ingatkah kamu dulu adalah wanita yang egois,ingin menang sendiri bahkan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginanmu.Apa kamu lupa bahwa kamu dulu pernah mencuri skincare kakak Iparmu demi tampil cantik" Boni mengungkit kesalahan masa lalu Rini.Agar Rini mengubah keputusanya.
"Itulah kebodohanku dimasa lalu kini aku telah menuai karma, suamiku yang sangat aku agung-agungkan nyatanya tega menipuku habis-habisan"
"Rin!"
"Aku rasa pembicaraan kita sampai disini.Tak perlu diperpanjang lagi,intinya mungkin jodoh kita hanya sampai disini aku turut berdoa semoga rumah tanggamu aman sentosa" sindir Rini lalu mengambil kertas itu dan meninggalkan Boni begitu saja.
"Rin, tunggu!. Beri aku waktu dua hari untuk membicarakan ini dengan Wina"
"Aku rasa hasilnya sama saja,bukankah kau lebih faham sifat istrimu?"
"Aku mohon Rin,hanya dua hari setelah itu aku akan terima keputusanmu apapun itu setelah aku bicara dengan Wina mengenai hal ini" ucap Boni sambil bersimpuh didepan Rini.
__ADS_1
"Bangun Mas!"
"Enggak, aku nggak akan bangun sebelum kau memberiku kesempatan selama dua hari saja aku butuh waktu memutuskan semua.Please"
Boni terus bersimpuh dihadapan Rini, Rasanya Rini mau menginjak kepala laki-laki berkepala batu itu.
"Sungguh tak tau diri sekali kamu Mas" batin Rini.Ia hanya bisa membatin tak ingin suaranya membangunkan anak-anaknya karena posisinya kini dekat dengan kamar anak-anaknya.
"Bangun, jangan buat keributan ini sudah malam.Berani berbuat berani tanggung segala resikonya" ucap Rini.
"Enggak Rin" suara Boni mengelegar.
"Mama....kenapa Papa menangis dan belsimpuh sepelti itu" tanya Sila yang tiba-tiba keluar kamar karena mendengar keributan.
"Enggak apa-apa sayang!, Mama sama Papa lagi main drama aja, kaya di TV itu"
"Jadi kalian ndak beltengkal?" tanya Sila polos
"Aku beri kesempatan dua hari.Pergilah kerumah istrimu bicarkan dengan dia" bisik Rini
"Terima kasih sayang" Ucap Boni sambil memeluk Rini dengan erat.
"Sayang Ayo Bobo lagi.Mama temani yuk" ucap Rini pada Sila.
"Ma, bisakan Papa bobo bareng Sila malam ini?"
Sebuah pertanyaan sederhana keluar dari mulut Sila, namun bagi Rini dan Boni ini bukan hal hang sederhana jika Boni menenami anaknya tidur malam ini bisa dipastikan ia akan kesusahan meninggalkan anak itu,jika bangun pasti mencarinya sementara dirinya harus segera pergi untuk membicarakan masalahnya dengan Rini pada istri mudanya.
"Sayang, Papa harus balik lagi ke kantor.Sekarang Sila cantik bobo sama Mama dulu" ucap Rini mencoba memberikan alasan yang mungkin bisa diterima bocah itu.
__ADS_1
"Malam-malam begini kelja lagi!" protes bocah itu.
"Iya sayang, nanti kalau Papa nggak berangkat sekarang Papa bisa dimarahin bossnya Papa.Sila nggak maukan Papa di marahin" ucap Boni mengelabuhi anaknya.Akhirnya Sila menganguk pertanda ia mengijinkan ayahnya untuk pergi.Bergegas Boni meninggalkan rumah Rini untuk menghampiri istri mudanya.
Tak berapa lama kemudian Boni sudah sampai dikediaman istri mudanya.Ia tampak lesu memasuki rumah istri mudanya.
"Mas,kamu kenapa? Kok nggak semangat gitu.Biasanya kalau kau kemari selalu ceria karena sudah tak sabar untuk menghabiskan waktu bersamaku" ucap Wina yang bergelayut manja dilengan suaminya.
"Rini, masih ngotot ingin cerai dariku Win" ucap Boni seolah semangat hidupnya lenyap begitu saja.
"Ya, bagus dong mas.Biar saja perempuan banyak gaya itu tau bagaimana hidup susah.Tinggal berbagi aja susah banget jadi orang"
"Hidup susah, bukan masalah buat Rini, Dulu hidup kami juga susah dia bisa menjalani semuanya"
"Ya bagus dong, terus apa yang kamu khawatirkan?"
"Win, kamu sadar nggak sih, kalau aku cerai dari mereka aku akan terpisah dari anak-anakku.Kamu juga nggak mungkin meu merawat mereka"
"Bukanya nggak mau Mas, anak-anak pasti juga nggak terbiasa denganku.Mereka pasti juga menolakku kasian mereka kalau harus dipisahkan dengan Ibunya" Rini berdalih
"Enak aja ngurusi anak orang, punya anak sendiri aja aku ogah, Ribet! Nggak bebas lagi harus mengurusin anak belum lagi mereka rewel, terus jatahku harus terbagi dengan mereka, ogah banget" batin Wina
"Jika aku berpisah dengan Rini, bisa dipastikan aku akan dibenci oleh Papa dan Mamaku kemudian di coret dari daftar penerima warisan.Papaku mempunyai beberapa bidang tanah yang belum dibagikan pada anak-anaknya beliau pernah berpesan bila suatu saat terjadi sesuatu dengan pernikahanku dab Rini maka otomatis warisan Papa akan jatuh ketangan anak-anakku"
"Mana bisa begitu Mas, kamu kan anaknya harusnya lewat kamu dulu.Bukan langsung ke anak-anak kamu" protes Wina
"Keputusan Papa tidak bisa di ganggu gugat"
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa like,comment dan favorite ya men temen