Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Kembali berulah


__ADS_3

Malam hari setelah makan malam Sita menanyakan keberadaan Hendra kemarin malam kembali.


"Mas, sebenarnya kemarin malam kamu kemana?"


"Kan mas sudah bilang, kalau Mas kerumah Ibu"


"Kerumah Ibu?" tanya Sita ulang


"Iya, kan Mas udah bilang tadi pagi"


"Lantas kenapa Ibu, tadi pagi marah-marah karena mas tidak pernah kesana, ponselmu juga nggak aktif dia melampiaskan kekesalanya padaku"


"Glek" Hendra menelan ludah kasar, dia sudah terlanjur bohong sejauh ini.


"Masalahnya aku pas kesana Ibu nggak ada, jadi ya nggak ketemu.Makanya dia nyari aku" jawab Hendra ngeles.


"Apa benar dia kesana tapi tidak ketemu Ibu?" batin Sita.


Sita sudah tidak mendebat Hendra lagi.Dia harus mencari cara, agar punya bukti kalau Hendra berbohong.Akhir-akhir ini kalau dirumah Hendra jarang membuka gawainya, karena takut Sita curiga.Tengah malam ponsel hendra berbunyi, Sita Id pemanggilnya Zainal, Hendra sama sekali tidak mendengar suara ponselnya, Sita Iseng mengangkat ponsel Hendra.


"Hallo" ucap Sita


Hening tak ada sautan dari seberang sana, beberapa saat kemudian sambungan telephone dimatikan.


Pagi harinya Sita memberitau kalau semalam ia mendapat panggilan telepone dari Zainal.


"Mas, semalam ponsel kamu bunyi terus.Aku angkat tiba-tiba mati"


"Oh.." jawab Hendra singkat.


Tak lama setelah itu ponsel Hendra kembali berdering ID pemanggilnya masih sama yaitu Zainal. Hendra hanya melirik seikilas lalu mengabaikanya.


"Mas, kok nggak diangkat sih.Itu hanphone kamu bunyi terus" ucap Sita.


"Ah, biarkan saja. Itu pak Zainal penilik sekolah yang baru, paling minta laporan aku belum selesai bikinya" ucap Hendra ngeles.


"Ya, paling tidak diangkat gitu biar dia nggak penasaran lagi, tuh bunyi lagi.Aku ke kamar dulu kirim email" ucap Sita.


Sita langsung masuk kamar, ia pura-pura membuka laptopnya dan menyelesaikan pekerjaanya.ia ingin tau apa yang suaminya bicarakan dengan Zainal, karena ia curiga dari tadi Hendra nampak gelisah.Benar saja ketika Sita masuk kamar Hendra langsung mengangkat telephonenya ia berjalan ke luar rumah agar Sita tak mendengarkanya.Begitu Hendra keluar, Sita mengendap-endap dia ingin menguping pembicaraan suaminya.Dia merapatkan badanya dibalik dinding.

__ADS_1


[Kamu ini,kenapa sih? Aku kan sudah bilang jangan sekali-kali menghubungiku ketika aku dirumah] ucap Hendra


[Habisnya kamu janji kemarin mau kesini nggak jadi, semalam aku hubungi kamu malah istrimu yang mangangkat] ucap Desy.


[Ok, nanti sepulang kerja aku kesitu sebelum Sita pulang.Aku harus pulang]


"Brengsek, dia mau kencan dengan selingkuhanya. Apakah itu Bu Desy?" batin Sita terus bertanya.


"Ok, aku ikuti permainan kamu mas, tapi bagaimana ini, hari ini aku tidak mungkin ijin.Ayo Sita mikir" Sita terus berpikir bagaimana caranya manangkap basah suaminya.


Setelah berpikir cukup lama, Sita meminta alamat Desy pada Bu Dian.


"Ok, yang penting sekarang aku tau alamat Desy, aku bisa selidiki lain waktu.Sialnya hari ini kerjaan lagi banyak-banyaknya jadi aku nggak bisa stalking Mas Hendra" guman Sita setelah Hendra pergi.


Sampai dikantor Sita, bener-bener disibukkan dengan segudang pekerjaan yang numpuk, waktu istirahat ia gunakan untuk mengejar deadline dengan harapan ia bisa pulang lebih cepat.


"Alhamdulillah selesai juga pekerjaan ini.Jam segini apa Mas Hendra masih disana?" batin Sita


Setelah pulang kantor ia langsung menuju alamat rumah Desy. Dia bertanya pada tetangga Desy.


"Selamat Sore bu, mau nanya apa benar itu rumahnya Bu Desy, ini orangnya?" tanya Sita sembari memperlihatkan foto Desy.


"Kalau boleh tau, Bu Desy tinggal dengan siapa?" tanya Sita.


"Oh dia tinggal sendiri kok mbak, tapi kadang sepupunya nginep disini"


"Sepupunya laki-laki atau perempuan"


"Laki-laki mbak" ucap Tetangga Desy.


"Tadi juga habis dari sini.tapi sepertinya orangnya sudah pulang" ucap Tetangga Desy.


Setelah bertanya-tanya pada Tetangga Desy ia memutuskan untuk pulang.Ia berusaha mencari cara yang tepat untuk menangkap basah suaminya.Sesampainya dirumah Sita berusaha bersikab setenang mungkin walau tak dapat ia pungkiri dadanya bergemuruh hebat menahan sesak didadanya.


"Mas, dari tadi kamu main ponsel terus! Nggak cape apa?" tanya Sita.


"Hiburan aja sayang, aku main games" ucap Hendra berbohong.


Sita mulai membuka laptopnya karena ia sudah mulai curiga dengan sikab Hendra yang sejak tadi senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


Rupanya Hendra sedang berkirim pesan dengan Desy, yang namanya diganti lagi dengan nama Zainal.


Hendra: baru aja pulang udah kangen aja sama kamu


Zainal : Sama


Sita menghela nafas, dadanya penuh sesak sekuat tenaga ia menahan segala rasa nyeri dalam dadanya.Mata Sita terbelalak lebar saat Desy mengirim foto selfi mengunakan baju sexy pada Hendra.


"Sabar, Sabar Sita, lihat besuk Mas apa yang akan aku lakukan pada kalian.Kamu jahat mas sudah menghianati aku sampai segininya" Sita tak kuasa menahan tangisnya.Air matanya tumpah, Namun Hendra tak menyadarinya karena dia sibuk berbalas pesan pada Desy.Sita langsung mengirim pesan pada Doni besuk pagi untuk mengikuti Hendra dan memergoki dia dengan Desy.Ia takut tak kuat menahan nyeri hatinya jika ia melihat sendiri suaminya bermain gila dengan wanita lain.Ia juga mengirim pesan pada Erwin jika besuk tidak bernagkat kerja karena ada kepentingan mendadak.Erwin mengijinkan Sita untuk Pamit.


Setalah puas berkirim pesan pada Desy Hendra melihat Sita didepan laptop matanya basah. Ia mendekat lalu bertanya.


"Sita, kamu menangis kenapa?" tanya Hendra.Sita cepat-cepat menutup laptopnya ia sudah menyusun rencana sematang mungkin untuk esuk pagi.Dia harus bersikab setenang mungkin.


"Aku nggak apa-apa Mas, cuma habis lihat drakor aja, jadi kebawa emosi" ucap Sita berdusta


"Oalah kiran kenapa?, ya udah sekarang kamu tidur jangan begadang!" ucap Hendra sok perhatian.


"Mas kenapa juga belum tidur?, masih pingin ngegame?"


"Kayanya enggak deh, Mas mau tidur aja. Mas juga sudah ngantuk, Tapi sebelum tidur malam ini Mas menginginkan kamu" ucap Hendra dengan tatapan menginginkan Sita.


"Emmm...maaf ya Mas, sepertinya malam ini nggak bisa deh.Soalnya aku lagi halangan" dusta Sita


"Enak aja mau minta jatah!, yang ada aku sudah jijik sama kamu mas" batin Sita


"Bukanya jadwal kamu masih minggu depan ya?"


"Ini maju Mas, mungkin karena aku stres" ucap Sita


"Stres kenapa?, jangan terlalu diprosir kerjanya" ucap Hendra.


"Stres karena dirimu!, kau buat aku hampir gila" batin Sita berteriak


"Gimana nggak diprosir mas, semua kebutuhan aku yang tanggung termasuk bensinmu, aku yang tanggung belum lagi. Cicilan banyak" ucap Sita yang kesal


Tbc


Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen

__ADS_1


__ADS_2