Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Sidang putusan


__ADS_3

Hari terus berlalu begitu cepat, kini sidang kedua dimulai.Suasana sidang ricuh, karena dari Pihak Hendra juga menuduh Sita selingkuh.


"Begini yang mulia, saya sangat mencintai istri saya meskipun berulang kali dia selingkuh"


Mata Sita melotot mendengar fitnahan dari Hendra.


"Keberatan yang Mulia!" ucap Sita


"Saudara pengugat, tolong tenang dulu biarkan saudara tergugat menyampaikan dakwaanya"ucap Hakim


"Terima kasih yang Mulia, Karena saya mencintai istri saya apapun yang terjadi saya akan tetap mempertahankan pernikahan kami. Saya akui saya memang sempat khilaf tapi saya langsung menyadarinya"


"Saudara tergugat, apakah anda punya bukti atau saksi dengan apa yang anda katakan tadi" tanya hakim


"Tentu saja yang mulia, saya ada bukti dan saksi, bisa dilihat Video ini" ucap Hendra mantap.


Kemudian Hakim melihat bukti video Sita tengah ditampar oleh istrinya Erwin.


"Masih ada satu Vidio lagi yang mulia, ini Video masih baru" ucap Hendra


Kemudian Hendra juga memperlihatkan Vidio kebersamaan Sita dengan Erwin di kafe beberapa hari yang lalu.


"Keberatan yang mulia" ucap Doni.


"Keberatan diterima, silahkan berikan sangahan"


"Pada Video kedua itu terjadi setelah sidang perdana, saya mengajak kakak saya ke kafe dan tidak sengaja bertemu boss kakak saya, disitu saya juga ada. Cuma Video itu di potong" ucap Doni


"Anda bisa membuktikan perkataan anda?"


"Baik yang mulia kami akan buktikan Video sangahan dari pihak kami" ucap Doni


"Ok, sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda kesaksian dari para saksi dan juga Vidio sanggahan mohon dihadirkan. Sidang ditutup,tok..tok...tok" Hakim menutup sidang hari itu.

__ADS_1


Saat keluar dari ruang sidang, Hendra menghampiri Sita dan Doni


"Kalian nyerah saja, bukti dariku cukup kuat"


"Jangan mimpi kamu pecundang!" ucap Doni sambil meninggalkan Hendra. Ia langsung mengantarkan Kakaknya pulang terlebih dahulu kemudian ia menemui Erwin untuk meminta bantuan.


Mereka bertemu disebuah kafe tanpa Sita.Doni langsung menceritakan apa yang dituduhkan Hendra pada Sita di sidang kali ini.


"Jadi begitu ceritanya Kak," ucap Doni


"Begini saja, aku akan hubungi restouran tempat kami meeting waktu itu disitu pasti ada CCTVnya"


"Makasih Kak"


"Aku juga akan bersaksi dalam sidang yang akan datang" ucap Erwin mantab.


Setelah pertemuan itu Erwin langsung mengumpulkan bukti-bukti CCTV dari restouran dan kafe yang mereka kunjungi.


Sementara itu Hendra bekerja sama dengan mantan Istri Erwin.Perempuan ini akan bersaksi untuk Hendra.


"Saudara saksi, silahkan anda sampaikan apa yang akan menjadi kesaksian saudara"


Dengan penuh percaya diri mantan istri Erwin mengatakan bahwa, Sita telah berslingkuh dengan mantan suaminya hingga menyebabkan dirinya bercerai.


"Keberatan yang mulia!, Klien kami tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan saudara saksi" ucap pengacara Sita, sejak ricuh sidang kemarin Doni memutuskan untuk mencari pengacara yang bisa mendampingi Sita.


"Kebertan diterima, silahkan hadirkan saksi yang menguatkan"


Pihak Sita kemudian menghadirkan Erwin sebagai saksi. Erwin mengemukankan bantahanya dia juga memberikan bukti CCTV restauran dan kafe yang dimaksud dalam vidoe tersebut.


"Dari sini yang Mulia bisa menyimpulkan tidak ada hubungan apa-apa antara klien saya dengan saudara Erwin, hubungan mereka hanya sebatas hubungan kerja" ucap Pengacara Sita.


Hendra memucat, ia tak dapat lagi berargumen semua bukti sudah jelas.Majelis hakin akhirnya menutup sidang dengan agenda minggu depan mediasi.Minggu berikutnya sidang digelar kembali dengan agenda mediasi namun tidak ketemu titik temu, Sita ngotot cerai sedangkan Hendra ngotot ingin mempertahankan rumah tangganya.

__ADS_1


"Aku harap cecunguk itu tidak bikin ulah lagi disidang putusan, muak rasanya terus-terusan berada dekat orang gila macam dia" umpat Doni.


"Kamu fokus kuliah aja, lagian mbak udah ada pengacara. Tinggal tunggu sidang putusan aja, mbak yakin Mbak akan menang, jadi kamu nggak perlu khawatir"


"Tapi Doni takut, laki-laki nggak berguna itu akan menyakiti mbak"


"Nggak usah berlebihan, banyak yang dampingi, fokus pad kuliahmu kamu sudah kebanyakan bolos Don" ucap Sita meyakinkan adeknya.


Sidang putusan digelar, hakim mengabulkan gugatan cerai dari Sita.Hari ini Sita resmi dicerai oleh Hendra, karena rasa sakit hatinya terlalu mendalam Hendra menjatuhkan talak tiga sekaligus, air mata Sita tak dapat terbendung lagi, meskipun hal ini sesuai dengan keiginanya namun tetap saja ia merasa sakit atas hancurnya bahtera rumah tangga yang ia jalani selama ini dengan Hendra.Palu diketok kini Sita resmi menyandang gelar janda tanpa anak. Sita dan timnya keluar dari ruang sidang, Hendra menatap nanar kepergian Sita ia langsung mengejar Sita dan memeluknya erat.


"Sita, jangan pergi! Jangan pernah tinggalkan aku sayang" ucap Hendra sambil beruarai air mata ia mendekap erat tubuh Sita.


"Lepaskan Mas!, jangan begini kita bukan suami istri lagi"


"Tidak, tidak, ini tidak benar sampai kapanpun kau tetap istriku"


"Jangan gila kamu Mas, Pak tolong saya" ucap Sita meminta pertolongan pada pengacaranya.


"Lepaskan Ibu Sita!, tolong hargai keputusan majelis hakim, bahkan anda sendiri yang sudah lantang mentalak tiga Ibu Sita."


"Tidak, sampai kapanpun dia milikku!" teriak Hendra sambil terus mendekap Sita.


Sita berusaha berontak namum tenaganya tak sebanding dengan Hendra, pengacara Sita membantu Sita melepaskan Sita dari Hendra, dia mengancam jika mendekat maka Sita akan dicekik.Suasana mencekam di depan ruang sidang, pihak keamanan membujuk Hendra untuk melepaskan Sita namun, Hendra terus mengancam bila mereka mendekat maka Sita akan celaka. Sita bak sandera bagi Hendra, kini Sita menyesal karena tidak mengijinkan Doni ikut denganya andai, ada Doni kejadian seperti ini pasti tidak akan pernah terjadi.Pengacara mengubungi Doni ia menceritakan kejadian dipengadilan secara runtut, sayangnya Doni hari ini tidak kuliah karena ia keluar kota untuk masalah pekerjaan.


Dari balik celanaya Hedra mengambil sebuah pisau kemudia ia letakkan dileher Sita.


"Bila ada yang berani mendekat, habislah riwayat Sita" Ancam Hendra.


Suasana kembali mencekam, tak lama setelah itu Rizal datang atas permintaan Doni, ia berusaha bernegosiasi dengan Hendra, namun Hendra kekeh tidak mau melepaskan Sita.Hendra tersenyum penuh kemenangan, sementara itu sita mengigil ketakukan ia sungguh tak menyangka Hendra akan melakukan hal ini padanya, Hendra yang Sita kenal selama ini jauh beda dengan Hendra yang ada dibelakangnya saat ini.


"Mas, tolong lepaskan aku Mas. Hiks...hikss...hik.., jauhkan pisau itu aku takut" ucap Sita sambil menangis tubuhnya gemetar jika ia berontak sedikit saja maka pisau itu akan mengores lehernya


Tbc

__ADS_1


Jangan tegang ya guys, Ayo tinggalkan jejak dengan like, comment dan favorite ya. Nanti kalau sudah di fav kalian akan tau kalau author updates


__ADS_2