Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Mulai menyelidiki Hendra


__ADS_3

"Mas aku perhatiin kamu dari tadi sibuk terus?" ucap Sita.


"Ah enggak, ini main game saja" dusta Hendra.


"Ini sudah malam, sebaiknya kamu tidur!, jangan ngegames terus!" ucap Sita


"Iya bentar lagi selesai" ucap Doni. Hingga Sita mau tidur Doni masih senyam-senyum sambil memainkan ponselnya. Karena penasaran Sita langsung membuka laptopnya dan melihat apa yang dilakukan suaminya.


"Rupanya dia mulai membohongiku, dia berbalas pesan dengan Tarno, aku baca aja pesanya malam ini. Yang lainya masih malas bacanya jijik juga" batin Sita.Sementara itu Hendra masih bertukar pesan dengan Desy yang namanya ia ganti dengan nama Tarno.


Hendra : Sita sudah mulai cerewet nyuruh aku tidur.


"Sialan dia bilang aku cerewet!" batin Sita setelah melihat pesan yang dikirim ke Desy. Sita melirik suaminya yang masih senyum-senyum sendiri.


Tarno : Apa dia nggak curiga sama kamu?, dari tadiloh kita berbalas pesan.


Hendra : Enggak, aku bilang kalau aku lagi main games


Tarno : Dasar kamu, bisa-bisanya bohongi istri sendiri.


Hendra : Tapi kamu suka kan


Tarno : Aku suka semua dari kamu, terutama disaat kamu diranjang kamu bagaikan singa kelaparan, auuummm


Mendadak perut Sita mual membaca pesan dari Tarno jijik lebih tepatnya. Ia membayangkan jika suaminya bermain ranjang dengan sesama jenis.Ia langsung berdiri dan mendekati Hendra.


"Mana ponselnya, lihat games kamu!"


"Jangan Sit, kamu tidur dulu ini lagi seru-serunya" dusta Hendra.


"Matikan atau aku lihat games kamu" ucap Sita dengan tatapan mengintimidasi.


"Sit, kamu kok jadi aneh gini sih? Orang lakinya cuma main games aja nggak boleh"


"Makanya kalau cuma main games aku mau lihat?" tanya Sita. Hendra kebingungan harus jawab apa pertanyaan Sita. Terpaksa ia mengakiri Chatnya dengan Desy, ia langsung tidur saat hendak memeluk Sita. Mendadak Sita menjadi jijik sendiri.


"Maaf aku lagi halangan" Dusta Sita

__ADS_1


"Aduh, apes deh" ujar Hendra.


"Enak aja kamu mas!, setelah puas berkirim pesan dengan pasangan gaymu kamu mau meniduriku, yang ada aku jijik kamu pasti membayangkan kekasih gilamu saat mengauliku. Nggak sudi aku" batin Sita


Tanpa banyak drama keduanya langsung tertidur, pagi harinya seperti biasa Hendra berangkat pagi-pagi untuk ketempat Desy menuntaskan hasratnya yang tertunda.Sita kehilangan jejak, ia sengaja kesekolah dimana Hendra mengajar ia sengaja membawa bekal untuk Hendra supaya dia punya alasan.


"Kenapa sekolah masih sepi, dan kenapa nggak ada yang senam?" batin Sita.


Tak lama kemudian, Bu Dian teman guru Hendra datang.


"Bu Sita, kok pagi-pagi sudah datang?"


"Ini bekal suami saya ketingalan, tadi buru-buru katanya mau ada acara senam begitu, Oh ya senamnya dimana ya bu, kok saya nggak lihat ada orang senam?"


"Senam?, nggak ada kegiatan senam bu, kegiatan senam itu hanya dilakukan seminggu sekali pada hari jum'at aja, itupun pak Hendra tidak pernah ikut bu" ujar Bu Dian.


"Jadi kemana saja dia selama ini?" batin Sita terus bertanya-tanya


"Mungkin suami saya, mampir ke tempat mertua saya dulu Bu, Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, tolong jangan katakan saya kesini dan saya tidak jadi nitip ini mungkin dia sudah bawa bekal dari sana" ucap Sita. Ia yak ingin suaminya tau kalau dia sudah mulai menyelidikinya.


"Iya bu," ucap Bu Dian


"Don, mbak mau minta bantuan kamu"


"Bantuan apa mbak, tolong settingin laptop dan ponsel mbak agar mbak tau dimana posisi mas Hendra"


"Dari dulu, aku udah nawari mbak selalu nolak. Apa yang membuat mbak Sita berubah pikiran?"


"Hehhhhh" Sita menghela nafas, ia mau tak mau harus bercerita pada adeknya karena jika ia tidak bercerita maka Doni pasti tidak mau membantunya.


"Mas Hendra selingkuh Don"


"Aku sudah lama curiga mbak"


"Masalahnya dia selingkuh dengan sesama laki-laki, aku nggak nyangka dia berbelok seperti itu"


"Dari mana mbak tau?"

__ADS_1


"Lihat ini!" Sita memberikan laptopnya pada Doni dan memperlihatkan chat Hendra dan Tarno.


Doni mengotak atik Laptop Sita, sambil membaca pesan Hendra dan Desy


"Ini akal-akalan dia aja mbak, ini jelas perempuan bahasanya juga kek gini. Dia mau membohongimu mbak"


"Rizal juga berkata begitu"


"Mbak cerita pada Rizal, tapi tidak cerita padaku?"


"Aku cerita pada Rizal, aku bilang ini masalah temenku, bukan masalahku jadi dia tidak tau kalau aku lagi ada masalah"


"Oh, kirain"


"Tadi pagi aja dia udah bohongi mbak lagi, hampir setiap pagi ia berangkat pagi-pagi alasannya senamlah, apalah. Tadi aku iseng kesekolah tempat ia mengajar tapi, ia tidak ada disana. Yang lebih parahnya lagi mas Hendra ternyata tidak pernah mengikuti senam seperti yang selama ini ia ceritakan" ucap Desy benar-benar sedih.


"Mbak ini hanya dugaanku saja, mudah-mudahan dugaanku salah. Aku sudah dua kali lihat mas Hendra sama temanya yang bernama Desy itu, pertama aku lihat dipasar malam yang kedua aku lihat pas dia anterin pulang dari rumah, keduanya tampak mesra sekali"ucap Hendra.


"Tidak mungkin kalau mbak Desy, dia orangnya baik. Lagian dia sudah bersuami meskipun suaminya jauh"


"Nah itu dia mbak masalahnya dia LDRan sama suaminya, segala kemungkinan bisa terjadi" ungkap Doni


"Ah...mbak rasa, Tidak mungkin kalau mbak Desy pacarnya Mas Hendra" ucap Sita.


"Mbak ternyata mereka telah melangkah terlalu jauh, lihat dipercakapan ini mereka membahas liburan ke solo ini ada tanggalnya" ucap Doni sambil memperlihatkan chat Hendra dan Desy


"Iya, gila ternyata mereka sudah sejauh ini"


"Lihat, ini Mas Hendra mau melepas perempuan itu, tapi ternyata dia punya utang 130 juta pada perempuan itu" ucap Doni lagi


"Seratus tiga puluh juta, untuk apa? Bahkan aku berjuang sendirian mencukupi hidup kami, semua cicilan aku yang bayar, bahkan sepeserpun dia tak pernah andil.Bensin aja dia minta sama mbak:


"Ini keterlaluan mbak, sekarang mbak tenang dulu. Kita kumpulkan bukti yang lebih banyak lagi, mbak jangan gegabah, tetap tanang,seolah-olah mbak tidak tau apa-apa sampai kita tau siapa perempuan selingkuhan Mas Hendra setelah itu terserah mbak mau apain"


"Don, please masalah ini jangan sampai Mama tau ya, aku nggak mau Mama sampai kepikiran. Cukup aku dan kamu aja" ujar Sita


"Iya mbak, semuanya aman. Tapi mbak harus janji jangan merasa sendiri ada kami yang selalu ada untuk Mbak, sekarang pulanglah mbak nanti suamimu curiga kalau mbak telat lagi"

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen


__ADS_2