
"Bagaimana ini?," Rini semakin panik ketika warga mulai melampari rumahnya pakai kerikil dan batu.
"Kamu tenang, jangan keluar sebelum mas Rizal datang," ucap Sita menenangkan Rini.
"Prang...." kaca pecah terkena lemparan batu.
"Keluar kau!, jangan bersembunyi atau kubakar rumahmu," teriak Warga.
Rini semakin mengigil ketakutan.Ia menangis tanpa suara,menekuk kedua lututnya menengelamkan wajahnya disana.
"Ya Allah, tolong hambamu ini ya Allah,"
Rini terus berdoa,hatinya ketar-ketir bila mendengar ucapan warga yang ingin membakar rumahnya.
"Bagaimana ini?, kalau aku keluar sama saja menyerahkan nyawaku pada mereka, tapi kalau aku tetap didalam mereka akan membakarku hidup-hidup.Disini atau keluar sama-sama akan mati konyol tapi kalau aku keluar mereka pasti akan mencaci dan menyiksaku tanpa mau mendengar penjelasanku, tapi kalau disini aku juga akan dipanggang hidup-hidup,"
Sambil terus berdzikir, air mata Rini terus mengalir.Ia tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya.
"Ya Allah, jika hamba harus kembali padamu hari ini juga hamba iklas, tapi hamba mohon selamatkan anak-anakku berilah kasih sayang yang melimpah padanya, jangan biarkan mereka kekurangan sedikitpun," Rini terus merapalkan doa-doa. Ia iklas bila hari ini harus mati terbakar dalam rumahnya dari pada keluar dikeroyok masa dan menghujat dirinya dari kesalahan apa yang tak pernah ia tau.
"Hei perempuan pembala petaka, cepat keluar sebelum kesabaran kami habis,"
"Kamu tidak budegkan?,"
"Ini peringatan terakir, kami hitung sampai sepuluh mundur.Jika kau masih tidak mau kelaur maka kau akan hangus bersama rumahmu ini,"
"10, 9...8...7...6...5...4.."
"Aku iklas ya Allah, la khaulawala quwataillabillah,"guman Rini
"3....2.5......!"
Rini semakin mengigil ketakutan,ia tak pernah membayangkan akan menemui nasib seperti saat ini.Ia terus berdoa dan berdzikir seperti yang dituntun sita meleluai vicall.Tak lama kemudian terdengar sirine polisi semakin lama semakin mendekati rumah Rini.Sementara itu diluar rumah Demo warga masih berlangsung.
"Berhenti!, jangan main hakim sendiri" teriak anggota kepolisian yang baru datang memecah keramaian warga yang tengah berdemo
"Kami minta keadilan, tangkap wanita pembawa petaka itu dari kampung kita,"
__ADS_1
"Dia bandar Na*****," tuduh warga
"Kalian jangan main hakim sendiri!, ini negara hukum," teriak polisi.Kemudian mengetuk pintu rumah Rini.
"Tok...tok...tok.., Ibu Rini kami dari kepolisian tolong keluar anda sudah aman, kami hanya minta kesaksian anda," ujar polisi
Mendengar suara polisi,Rini semakin mengigil ketakutan.Kemudian ia keluar ia pikir lebih baik ikut polisi dari pada dimasa, toh ia juga tidak tau apa kesalahanya.
"Ceklek...dreeett..." pintu dibuka nampak Rini keluar dengan mata sembab dan muka pucatnya.
"Ini dia biang keroknya,"
"Tenang jangan main hakim sendiri" teriak polisi.Seketika suasana menjadi hening.
"RTnya mana?"
"Itu dia orangnya," tunjuk salah satu warga.
"RT, sama kamu dan kamu ikut saya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.Jangan berbuat anarkis,ini negara hukum semua perbuatan kejahatan ada sanksinya,"
Tak lama setelah itu Rini didampingi Rizal kekantor polisi beserta perwakilan warga yang ikut berdemo.Warga membubarkan diri semenjak polisi dan rombongan orang-orang yang ditunjuk kekantor polisi meninggalkan tempat itu.Sesampainya dikantor polisi, mereka segara diinterogasi.
"Ini pak lihat buktinya, disini terlihat Rini sedang bertransaksi dan yang ini paket ini isinya barang haram yang Rini jual,"
"Itu tidak benar pak" Sanggah Rini
"Ibu tenang dulu nanti, ada saatnya Ibu kami mintai keterangan,"
"Kita lanjut ya Pak, bagaimana bapak bisa tau kalau ini Ibu Rini sedang bertransaksi dan paket yang ada difoto ini barang haram,"
"Itu sudah pasti, karena wanita ini mengangur anaknya tiga, belum lagi suaminya punya istri lagi dan belum lama ini ia kedapatan belanja barang-barang keperluan rumah.Dari mana coba?,"
"Anda tidak bisa membuat kesimpulan sendiri sebelum lihat faktanya.Karena apa? Karena jika tuduhan anda tidak benar anda bisa dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik," ujar polisi.
Setelah polisi mencecar para warga yang dimintai keterangan di kantor polisi, kini giliran Rini yang dimintai keterangan.
"Saudara Rini, Apa benar yang ada dalam foto ini adalah anda dan ini paket-paket ini milik anda?," tanya polisi
__ADS_1
"Benar itu saya Pak, dan paket-paket itu punya saya pak.Tapi beneran pak itu bukan barang haram seperti yang mereka katakan," Ujar Rini mulai tenang
"Sekarang anda jelaskan siapa saja dalam foto pertama ini dan apa hubunganya dengan anda dan apa yang anda lakukan bersama dia,"
"Itu saya lagi ketemu custumer saya pak di cafe pelangi milik Pak Rizal ini"
"Custumer?, kata tetangga anda.Anda ini seorang penganguran kenapa anda bisa punya custemer?,"
"Sebenarnya saya bukan penganguran pak, saya jualan kosmetik online punya istri pak Rizal ini"
"Apa benar begitu Pak Rizal?,"
"Benar pak, dia salah satu reseller kosmetik istri saya,"
"Bisakah anda memberikan bukti CCTV dimana Saudara Rini bertemu dengan custumernya?,"
"Bisa pak, tunggu sebentar saya akan meminta karyawan saya untuk meminta rekaman cctv di hari itu" ujar Rizal
"Saudara Rini, apakah paket-paket itu sudah anda jual semua?,"
"Kebetulan belum saya buka Pak, karena saya masih sibuk kursus dan saya juga punya tiga orang anak kecil,jadi rencana malam ini baru saya buka,"
"Bagus kalau begitu, barang itu bisa kami hadirkan sebagai bukti" kata polisi.
Rini mengangguk pertanda setuju, ini adalah salah satu solusi terbaik buat dia.Setelah semua kesalah pahaman berakir warga meminta maaf pada Rini, dan Rini juga tidak memperpanjang masalah.Ia sudah memaafkan warga.Setelah itu dia pulang diantar Rizal, sesampainya di rumah warga berbodong-bondong kerumah Rini untuk meminta maaf.Setalah warga pergi Rizal hendak berpamitan pulang karena masalah Rini sudah selesai saat hendak pulang ia berpapasan dengan Boni yang langsung menghajar Rizal, karena salah faham dan dihasut oleh istri mudanya sebelum pulang kerumah Rini.Benar saja ketika pulang darahnya mendidih melihat Rizal baru keluar dari rumahnya.
"Bugh....,bangsat,"
Rizal mengusap ujung bibirnya yang pecah kerana tonjokan keras dari Boni.
"Kamu sudah nggak waras atau bagaimana, datang-datang bukanya salam malah nonjok orang," hardik Rizal
"Harusnya aku bukan hanya menojokmu tapi aku membunuhmu kerana kau sudah berselingkuh dengan istriku, bangsat!,"
"Kamu ini atau mabuk, siapa yang selingkuh.Makanya kalau punya otak dipakai bukan hanya untuk senang-senang sehingga pikiranmu kotor seperti itu,"
"Diam kau bedebah, sudah salah malah ceramah,"
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen