Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Masih harus bersabar


__ADS_3

Setelah rombongan Syarif pulang suasana hening kembali, hari ini Mamanya Sita memutuskan untuk menutup warungnya, setalah huru hara yang terjadi pagi ini.Hari ini dihabiskan hanya untuk bersantai bersama keluarga.Sita dan Doni getol untuk mengoda Amel dan Mamanya.


"Mel, kamu wanita pilihan Mr.Syarif loh" goda Doni.


"Apaan sih Gaje banget!" sewot Amel


Semua tertawa melihat tingkah Amel yang ngamuk-ngamuk jika digoda soal Syarif, dibalik itu semua Sita yang merasa paling lega, karena ia terlepas dari perjodohan yang dirancang Mamanya.Semenjak kejadian itu Mamanya Syarif masih sering menghubungi Mamanya Sita untuk menanyakan kelanjutan hubungan Amel dan Syarif, dengan tegas Mamanya Sita menolak dan mengatakan bahwa takkan ada lagi perjodohan dikeluarga mereka.Sita mulai bisa menikmati hidup meskipun tanpa pendamping, Hendra sudah tidak merecoki hidupnya lagi.


Malam ini Doni mengajak Sita, Mamanya dan Amel ke pesta pernikahan temanya, karena memang mereka sekeluarga diundang teman Doni.Suasana pesta sangat meriah, terlihat Rizal juga ada disana, jika biasanya Rizal langsung gabung dan ngobrol akrab dengan keluarga Doni, Kini Rizal hanya bersay hello saja.


"Malam Don, tante, amel dan Sita" Rizal menyapa semua anggota keluarga Sita.


"Malam" jawab mereka kompak.


"Tante apa kabar?" tanya Rizal sembari mencium tangan Mamanya Sita, sebuah kebiasaan yang selalu ia lakukan bila bertemu dengan Mamanya Sita.


"Baik" jawab Mama Sita singkat.Ia sebenarnya tidak membenci Rizal hanya saja, karena profesinya Rizal yang membuat ia meminta untuk menjauhi putrinya.


Suasana menjadi cangung seketika, Rizal menyadari hal itu ia langsung berpamitan untuk pindah ketempat yang agak jauh dari keluarga Sita.


"Saya kesana dulu ya tante" Pamit Rizal pada Mamanya Sita.


"Iya, silahkan" jawab Mamanya Sita singkat.


"Ma, Amel kesana sebentar" pamit Amel pada Mamanya.Ia merasa kasihan pada Rizal dan berniat menemaninya.


"Mau ngapain kamu?," tanya Mamanya Sita.


"Mama ini kenapa sih?, biarkan saja Amel dia udah besar nggak bakal ilang" sahut Doni.Ia mengerti kemana Amel akan pergi, sebenarnya ia juga kasihan sama Rizal mau menemaninya tapi takut Mamanya salah faham, jika Amel pasti punya seribu cara.Benar saja Amel sudag melipir dan mendekati Rizal


"Mas, maafin sikab Mama ya?. Mama itu sebenarnya nggak benci sama Kak Rizal, cuma kak Rizal tau sendirikan kalau Mama itu paling anti pati dengan yang namanya PNS"


"Iya Mel, aku tau tenang aja.Aku nggak apa-apa kok, kalau kami jodoh pasti akan ada jalan untuk kami, aku yakin itu" ucap Rizal mantab.


"Itu baru namanya calon kakak Iparku" ucap Amel sambil mengacungkan jempol.


"Udah dulu ya Mas, Itu Mama udah pasang bom dimukanya ntar lagi meledak, aku pergi dulu" ucap Amel


"Amel..Amel kamu ini ada-ada saja" ucap Rizal sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat Amel tengah mengambil makanan ia dikejutkan dengan adanya Syarif didekatnya.


"Hai calon istriku, kamu disini juga"


Amel begidik ngeri mendengar ucapan laki-laki aneh didekatnya ini.Jika saja ini bukan ditempat pesta pasti ia sudah maki-maki laki-laki ini.Amel langsung berlalu begitu saja seolah tidak mengenal Syarif, tiba-tiba tangan Syarif mencekal lenganya.


"Lepaskan!, kamu ini siapa?, kenapa kurang ajar?" tanya Sita seolah-olah tidak mengenal Syarif.


Spontan orang-orang langsung menoleh kearah Amel.


"Mas lepasin dong kasian mbaknya sampai ketakutan gitu"


"Dia calon istri saya!" ucapnya.


"Bohong!, saya tidak mengenalnya" ucap Amel.


Doni yang melihat keributan langsung menghampiri adeknya.Dan menghempaskan tangan Syarif.


"Hei sekali lagi kamu ganggu adekku, kupatahkan batang lehermu" ancam Doni.


"Ampun bang jago!"


"Sita, kamu nggak lagi janjian kan?, tadi sama Rizal" tanya Mamanya Sita tiba-tiba


"Mama ini apa-apaan sih, itukan tempat umum, dan dia kesitu pasti kerena diundanglah" ucap Sita.


"Lagian Mama ini aneh, orang Kak Rizalnya juga nggak ngapa-ngapain, Mama curigaan melulu" protes Doni.


"Tau nih Mama, maunya menantu kaya apa sih?, Heran Amel"


"Mama maunya yang kaya Syarif itu Mel" ucap Doni.


"Iyuuhhh...nggak banget!, Iya itu menantu idola Mama banget, entah lahir dari planet mana" ucap Amel


Sita hanya tersenyum mendengar ucapan Adeknya, kehadiran Syarif benar-benar diluar eskpektasi, tingkah lakunya uang absurd kadang bikin kepala jadi pening.


Pagi harinya Doni sudah berangkat kerja Sita juga sudah siap-siap berangkat kerja, sementara Amel sudah mengendong tasnya siap untuk masuk kesekolah, saat keduanya hendak berangkat tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Syarif.


"Assalamualaikum....wahai calon makmumku!" ucap Syarif.

__ADS_1


Amel langsung masuk kedalam rumah mengambil seember air.


"Byurr..." Air langsung disiramkan ke tubuh Syarif.


"Pergi nggak!" usir Amel sambil membawa gagang sapu.


"Aku kesini baik-baik loh dek, mau antar kamu kesekolah" ujar Syarif.


"Dasar Syaraf!" maki Amel.


Sita tidak habis pikir, Adeknya didatangi laki-laki aneh ini, andai dia diposisi Amel belum tentu bisa bersikab seperti Amel.


"Bugh..bugh" Amel memukul Syarif dengan gagang sapu.


"Sita!, lihat ini hasil didikanmu. Aku tau kau marah padaku karena tidak jadi menikah denganku, tapi kamu jangan hasut adekmu menjadi seperti ini.Bertaubatlah Sita" ucap Syarif.


"Yang harusnya bertaubat itu kamu peak" maki Amel.


Mendengar keributan diluar Mamanya Sita langsung keluar, melihat apa yang terjadi pagi ini sungguh kepalanya menjadi pusing, bagaimana bisa ia mau menjodohkan Sita dengan manusia aneh seperti ini.Ia langsung berpikir jernih tak mungkin juga ia melawan orang setengah waras ini.Doni juga sudah berangkat kerja, terpaksa ia meminta bantuan Rizal.Mendapat telephone dari rumah Sita membuat hati Rizal berbunga-bunga, ia langsung tancap gas kerumah Sita.Hal pertama yang dilakukan Rizal adalah mengusir Syarif, Rizal datang dengan mangajak kawanya seorang polisi, melihat polisi datang Syarif langsung lari terbirit-birit.Hal berikutnya yang Rizal lakukan adalah menghubungi RT setempat untuk meminta bantuan kalau Syarif datang mohon bantuanya untuk mengusir karena menganggu ketenangan keluarga Sita.Mamanya Sita berterima kasih sekali pada Rizal namun ia juga masih mengatakan kalau dia belum bisa memberi restu pada Sita dan Rizal.


"Mama, aku berangkat sama Kak Rizal aja biar Aman" ucap Sita.


Mamanya hanya bisa mengangguk setuju, sampai di tengah jalan Sita minta diturunkan.


"Kak, aku sampai disini aja!"


"Loh...loh, kenapa?" tanya Rizal keheranan.


"Ia langsung menghentikan motor Sita yang lewat"


"Ohh...kamu mau bareng kakakmu?"


"Tentu tidak, aku mau pakai mobil kak Rizal"


"Terus aku?" tanya Rizal


"Kakak naik motor sama mbak Sita" ucap Amel sambil nyengir


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favirite ya guys ya


__ADS_2