
"Gimana bu Wiwik, pilih yang mana?, ini murce loh bu" ucap Bu Tini yang menawarkan daganganya.
Ibunya Hendra mendekap panci itu, ia sangat tergoda untuk membelinya, namun dia langsung ingat bahwa Hendra baru saja kehilangan pekerjaanya, ia masih punya tanggungan banyak.
"Enggak dulu deh bu" ucap Wiwik menyesal
"Kenapa?, apa anak Bu Wiwik yang PNS itu sudah nggak loyal lagi"
"Tentu saja, dia masih loyal Bu. Cuma saya saja yang belum kepingin" dusta Wiwik.
Arisan berlangsung sangat lama, masing-masing dari mereka pamer keberhasilan anak mereka, dan tidak tau malunya Wiwik masih membangga-bangakan Hendra, teman-teman arisanya tidak ada yang tau kalau Hendra sudah dipecat.
"Eh jeng, kemarin saya ketemu dengan Sita mantan menantu Bu Wiwik. Aduh tau nggak jeng? Sekarang dia glowing, shining,splending aduh bak anak perawan. Dia setelah bercerai malah bersinar"
"Oh ya, dimana Jeng ketemu?, di rumah makan Ibunya, masakan Ibunya endol surendol, terkendol-kendol, ghunah" ucap Ibu-ibu itu sambil mengacungkan jempolnya.
Wiwik yang mendengarkan pembicaraan Ibu-Ibu itu menjadi sangat jengkel.Ia merasa hidupnya tak adil kini Sita dipuja-puja sedangka dia dan Hendra sampai saat ini masih panen hujatan.Belum lagi, hidupnya bakal sengasara karena tidak ada sumber pendapatan.
"Eh denger ya Ibu-Ibu, Sita itu ngerampas semua tabungan anak saya, buat modal Ibunya" Wiwik langsung melancarkan serangan fitnah.
"Masak sih bu, ini ya kata anak saya Mamanya Itu dimodalin sama si Doni itu, adeknya Sita"
"Ibu main percaya gitu aja?, dari mana coba anak ingusan itu modalin Ibunya?" ucap Ibunya Hendra dengan bibir maju lima centi
"Loh Doni itu kerja loh Bu, dia sebagai teknisi IT malah kata anak saya dia itu heker apa keker handal gitu, duitnya banyak kerja kek gitu"
"Keker itu pekerjaan apa?, malak orang?, pantas dia kaya preman kek gitu" sembur Wiwik tidak terima.
__ADS_1
"Bukan bu, Kata anak saya Heker atau keker atau apa itu, kerjanya dikomputer gitu, dia bisa bobol data-data orang.Kata anak saya dia bisa loh lihat isi handphone Ibu tanpa memegang hp Ibu" ucap Ibu-Ibu tadi.
"Kerjaan nggak jelas!, lihat anak saya noh, kerjaan jelas PNS"
"Jangan salah bu Wiwik, gaji si Doni itu dolar"
"Apa itu Dolar?, mana ada kerja kaya gitu jangan mudah percaya omongan orang nggak masuk akal, ah" ucap Ibu Wiwik yang tidak terima, baginya tak ada yang lebih hebat dari Hendra.
Sepulang dari arisan Wiwik merasa kesal sendiri mendengar pencapaian keluarga Sita, betul-betul membuatnya muak.Kali ini ia tak dapat berbuat apa-apa salah sedikit saja fatal akibatnya.Keesokan harinya ia diam-diam mengamati Sita dan keluarganya ternyata yang dikatakan teman-temanya itu benar adanya. Nampak Sita dengan angunya pergi ke kantor menaiki sepeda motor kesayanganya, Doni mengawalnya dati belakang sembariengantar Amel sekolah, Sementara Mamanya sibuk melayani pelanggan yang berjubel.
"Ini tidak bisa dibiarkan, enak saja mereka hidup senang sedangkan aku dan Hendra harus ngirit"
Wiwik lalu mendekati calon pembeli yang akan datang ke warung Mamanya Sita.
"Ibu kenapa masih suka beli diwarung itu?, ini ya kemarin pas saya beli sayur disana saya sampe keracuan loh bu, saya bawa kedokter katanya penyebanya dari sayur yang saya konsumsi, terus nih saya selidiki nggak mau asal tuduh ya, ternyata, eh ternyata, sayurnya-sayur busuk dicuci dan diolah, lebih parahnya lagi sayur basi sisa penjualan kemarin dicampur. Apa nggak ngeri itu?, Ih serem kalau saya sekarang maunya makanan yang sehat bu. Kesehatan itu mahal harganya, Kalau Ibu sih terserah ya" ucap Wiwik memprovokasi.
Ia semakin gencar memprovokasi warga agar tidak membeli di warung Mamanya Sita, Hasutanya berhasil.Beberapa hari setelahnya warung sangat sepi.
"Mama nggak ngurangi resep atau apapun itu kan?"
"Enggak Mama, masak seperti biasanya"
"Gini aja deh Ma, nanti Sita coba tawarkan pada temen-temen dikantor, mereka kan juga jarang masak siapa tau cocok sama masakan Mama, nanti Sita juga bakal hubungi Doni, biar Doni bantu dia temenya juga banyak. Bujang biasanya malas masak" ucap Sita menenangkan Mamanya.
"Amel juga mau bantu Mama"
"Kamu nggak malu mel?, sekolah sambil jualan"
__ADS_1
"Tenang aja, temen-temen Amel itu semuanya baik. Pasti mereka juga mau beli masakan Mama, secara masakan Mama tiada duanya" ujar Amel seraya mengacungkan jempol.
Hari itu Sita, Amel dan Doni mulai bergerak memasarkan masakan Mama mereka yang sepi pembeli.Mamanya Sita sendiri mencoba kembali berdagang meskipun sepi ia masih sabar menunggu pembeli datang.
"Bu, Ririn nggak mampir dulu" Sapa Mamanya Sita, saat melihat pelanggan setianya lewat depan warungnya.
"Eh Bu Wati, Maaf ya sekarang saya pindah warung, yah walaupun makanannya tidak seenak masakan Bu Wati,tapi ini sehat"
"Maksudnya gimana ya bu, saya kurang mengerti"
"Maaf ya bu, saya denger desas-desus dari orang-orang kalau sayur yang Ibu gunakan untuk memasak dagangan sayut busuk, ihh...kami kan jadi ngeri, dan lebih parahnya lagi sisa sayur yang tidak terjual kemarin Ibu campur dengan masakan baru" ucap Ibu-Ibu itu sambil bergidik ngeri.
"Atagfirullahaladzim...saya nggak pernah lakukan itu bu" ucap Mamanya sita.
"Ya, kita nggak tau ya bu.Tapi kita kan juga sayang badan bagaimana kalau ternyata bener dagangan Ibu kaya yang dituduhkan orang-orang, kan serem. Udah ya bu, saya mau ke warung bu Wiwik dulu biarpun masakannya nggak seenak bu wati tapi bahanya berkualitas semua" ucap Ibu-Ibu tadi sambil melengang pergi begitu saja.
"Ya Allah, kok ada ya?, orang yang fitnah kami segitu kejinya" guman Mama wati
Sementara itu Ibunya Hendra ketiban rejeki nomplok, pelanggan Mamanya Sita lari ketempat dia semua, setelah serangkaian fitnah yang ia sebarkan berhasil mempengaruhi warga untuk pindah ke warungnya.
"Kenapa nggak dari dulu aja aku jualan, kalau untungnya segede ini, aku tinggal beli bahan-bahan sayur yang sudah mau dibuang penjual aku beli harga murah, cuci langsung dimasak, kan nggak ada yang tau, toh masakanya sama aja rasanya" batin Ibunya Hendra bersorak gembira.Ia terus melayani pembeli yang berdatangan, dengan senyum yang terus mengembang.
"Bu Wiwik, apa nggak cape jualan kaya gini?, bukanya gaji anak Ibu sudah lebih dari cukup?, ngapain masih repot-repot jualan begini?" tanya salah seorang pembeli di warungnya.
"Kalau Hendra masih jadi PNS ngapain aku harus repot-repot bangun pagi, masak dan jualan.Dulu hidupku begitu mulia, mau beli apapun bisa rumah selalu bersih karena ada Sita, eh ngapain aku ingat-ingat perempuan pembawa sial itu" batin Wiwik
"Iya bu, buat ngisi waktu aja dari pada bengong dirumah"
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen