
"Sudah tau lagi susah begini malah bikin ulah" Maki Ibunya Hendra.
Hendra masih meracau tidak jelas, bau alkohol menguar dari mulutnya, dalam keadaan babak belur ia masih saja menyebut nama Sita, Ibunya kesal mendengarnya.
"Keadaan kaya gini, kamu malah terus-terusan menyebut nama perempuan sialan itu" Maki Ibunya Hendra.
"Sita, maafkan Mas sayang!, Mas salah" Hendra terus saja meracau.
Dengan kesal Ibunya Hendra mendorong Hendra ke kamar mandi lalu menguyur dia pernah dengar jika orang yang mabuk akan cepat sadar bila diguyur air, tanpa pikir panjang ia terus menguyur Hendra.
Pagi harinya kondisi Hendra jauh lebih baik dari pada semalam, namun ia masih kesakitan akibat dihajar orang di bar semalam.Ibunya Hendra dengan telaten membuatkan bubur untuk anak kesayanganya.
"Hend, kamu ini kenapa sih,coba sekali aja kamu nggak bikin masalah bisa nggak?, Ibu itu cape harusnya diusia Ibu ini tinggal ongkang-ongkang dirumah menikmati hidup, eh ini malah kamu bikin gara-gara tiap hari sampai membuat Ibu stres" ucap Ibunya Hendra dengan nada emosi.
"Ibu, Hendra bener-bener hancur saat ini.Desy ternyata benar-benar licik! Dia sudah menghacurkan seluruh hidup Hendra Bu" ucap Hendra sambil menangis pilu meratapi kisah hidupnya.
"Memangnya ada apa lagi?, Ibu lihat semenjak ada Hendra kalian hidup rukun dan harmonis, sekarang ada masalah apa lagi?" tanya Ibunya Hendra penasaran
"Rendra bu"
"Iya, Rendra kenapa?"
"Hendra sangat menyayangi Rendra, tapi kenapa harus sesakit ini saat Hendra mengetahui kenyataan yang sebenarnya"
"Rendra kenapa?, jangan bikin Ibu panik?, apa cucu Ibu sakit?"
"Dia tidak sakit bu"
"Lalu?"
"Dia bukan anak Hendra"
"Apa maksud kamu?, jangan ngaco kamu"
"Ini kenyataan Bu, Rendra itu anak kandung Yoga, dia sudah membuktikan dengan adanya test DNA" ucap Hendra pilu
"Tidak mungkin!, ini tidak mungkin, bagaimana bisa? Mau ditaruh dimana muka Ibu? Kamu tau Sita sekarang sedang hamil, kalau Rendra bukan anakmu dan Sita begitu cerai dari kamu dan menikah lagi langsung hamil itu artinya?" ucap Ibunya Hendra menutup mulutnya sendiri.
__ADS_1
"Hendra juga nggak tau bu, selama ini Hendra tidak pernah periksa kesuburan Hendra, selama menikah dengan Sita hanya Sita yang periksa dan hasilnya Sita tidak ada masalah" ucap Hendra lirih.
"Hendra, bagaimanapun caranya kamu harus rebut Rendra itu, mau ditaruh dimana muka Ibu"
"Ibu!, kenapa Ibu malah sibuk memikirkan perasaan Ibu sendiri, bukanya kasih support ke aku" ucap Hendra sewot dengan apa yang Ibunya lakukan.
"Ibu nggak mau tau, rebut Rendra kembali agar Ibu bisa tegak menatap semua orang, kalau kau tidak berhasil mau ditaruh dimana mukaku" ucap Ibunya Hendra mengebu.
Hendra mengacak rambutnya kasar, bagaimana caranya mau melawan Yoga, yang jelas ia punya bukti yang akurat ditambah dia juga punya uang dan kekuasaan.
"Hendra pusing Bu, Hendra capek, Hendra istirahat dulu" ucap Hendra langsung meninggalkan tempat itu.
Hari berikutnya seperti biasa setiap pagi Ibunya Hendra belanja di tukang sayur.Banyak warga juga sedang berbelanja disana.Mereka sibuk mengunjingkan Wiwik dan Hendra.
"Eh bu, denger-dengar Sita itu sekarang setelah menikah dengan suami yang baru dia langsung hamil loh, padahal ia berumah tangga dengan Hendra bertaun-taun tak kunjung mendapatkan momongan"
"Iya bener bu, kemarin aku sempat ketemu Sita, perutnya sudah membuncit"
"Berarti selama ini dia cuma korban fitnah dong, kasian dia selalu dikatai Mandul"
"Ada apa kalian sibuk sekali mengurusi urusan orang, aku tau kalian pasti mau menghakimiku karena sekarang Sita hamilkan" ucap Wiwik to the point
"Ya bener itu, kalau Sita hamil berarti yang bermasalah itu anakmu"
"Tutip mulut kalian, kalian buta apa? Hendra sudah memiliki seorang putra dari istri keduanya, itu berarti apa dia tidak ada masalah sama sekali bukan" ucap Wiwik penuh emosi.
"Ya bisa aja kan , itu anak suaminya yang dulu"
"Jangan asal tuduh kalian itu bisa menimbulkan fitnah" ucap Wiwik langsung meninggalkan tempat tukang sayur itu tanpa membeli apapun, telinganya sudah panas dengan ocehan tetangganya.
"Kenapa pergi?, takut dengan kenyataan ya"
Ibunya Hendra tak mengubris lagi perkataan Ibu-ibu yang ada ditukang sayur itu.
Sementara itu dikediaman Rizal, Sita tengah menyiapkan makan siang untuk suami dan Mama mertuanya.
"Ah...semuanya sudah selesai, yang ini aku tinggal pesan ojol biar dikirim ke kantor Mas Rizal, kalau yang ini aku bisa makan siang bersama Mama Henny" guman Sita dengan wajah sumringah.Tak lama kemudian ia memesan ojol untuk mengantarkan makan siang Rizal bersamaan dengan itu Mama Henny datang kerumahnya.
__ADS_1
"Hai..Ma, kebetulan aku sudah nyiapin makan siang untuk kita berdua dan punya Mas Rizal sudah aku kirim pakai ojol" ucap Sita pada mertuanya.
"Aduh sayang, Mama kan udah bilang kamu nggak boleh cape-cape, Rizal kalau makan siang biar beli di kantin atau pesen melalui ojol sendiri, kamu nggak perlu repot-repot begini nanti kamu cape sayang"ucap Mama Henny.
"Enggak kok Ma, lagian Sita bosan kalau dirumah sendirian mau ngapain, mau ke kafe bantuin Mama nggak boleh" ucap Sita pura-pura ngambek.
Sifat Sita yang rajin dan sangat menghormati orang yang lebih tua ini dulunya dimanfaatkan oleh mertuanya, tak jarang ia dijadikan pembantu gratisan oleh mertuanya.Bahkan kondisi keuangan keluarga kecil Sita Mertuanya yang handle.
"Sebenarnya Mama kesini itu mau ngajak kamu belanja, tapi kamu udah cape begini Mama nggak tega"
"Ayo Ma!, Sita nggak apa-apa kita berangkat sekarang aja"
"No, Mama putuskan besuk saja belanjanya Malam ini Mama putuskan untuk menginap disini biar besuk kita langsung bisa belanja, ingat pesan Mama kamu nggak boleh kecapean"
"Iya Ma," ucap Sita patuh.
Keesokan harinya Mama Henny benar-benar mengajak Sita berbelanja kebutuhan sehari-hari bersama Sita.
"Sayang, kamu disini dulu ya! Mama mau kesana ambil kebutuhan yang lainnya, ingat pesan Mama jangan kemana-mana" ucap Mama Henny.
Saat Sita sedang memilih-milih belanjaanya tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
"Maaf, nggak sengaja" ucap Sita.
"Sial, setiap ketemu kamu kenapa aku selalu sial, dasar perempuan mandul" ucap perempuan yang ditabrak Sita yang ternyata Wiwik mantan mertuanya.
"Ibu," ucap Sita.
"Diam aku bukan Ibumu, kesialan demi kesialan terus mengikutiku semenjak aku mengenalmu, aku dengar kau sekarang jadi menantu orang kaya, pake pelet apa kamu?, kamu itu ngaca dong, kamu itu nggak pantas buat siapapun apalagi jadi menantu Jeng Henny perempuan kampungan, mana mandul lagi, apa yang diharapkan coba" ucap Wiwik dengan nada meremehkan.
"Awas ya jika kau berani mengadu pada jeng Henny, aku pastikan hidup Mamamu akan kena imbasnya kamu tau siapa aku kan?" ucap Wiwik mengancam Sita.
Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan tempat itu, hatinya mendadak panas melihat fakta yang baru saja ia lihat, Sita tengah mengandung itu artinya Hendra yang bermasalah.
Tbc
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen
__ADS_1