Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Kena batunya


__ADS_3

Sejenak kulihat dia sering banget melamun bahkan setiap mau mengajar aku lihat dia bengong.Aku mencoba mendekatinya dan menyapanya.


"Mas, kelihatanya capek banget? Dan kelihatan Be te? Ada apa? Nggak dapat jatah dari istri ya?" godaku


"Eh, bu Desy. Enggak ada apa-apa kok" ucapnya saat itu.


Hari itu ia masih belum terbuka, hari berikutnya aku mencoba mengajaknya berbincang-bincang ternyata dia orangya asik juga.Hari ke hari kami semakin akrab, bahkan ia mulai menceritakan kisruh rumah tangganya.Dia sangat mencintai istrinya tapi ia tak berdaya dihadapan Ibu dan adeknya. Aku menghiburnya dia semakin nyaman curhat denganku.


Kami sering keluar sekedar makan bareng, setiap pagi aku juga membawakan bekal untuk dia.Sepertinya dia juga cocok masakanku, tanpa aku sadari aku semakin nyaman berhubungan dengan Mas Hendra.Ia sering membelikanku hadiah kecil sebagai ucapan terima kasih.Pernah suatu ketika mungkin terbawa suasana kami berciuman.Tapi sepertinya dia sangat menyesal, dan sedikit ia menjahuiku tapi itu tidak berlansung lama.Karena drama rumah tangganya belum usai istri dan Ibunya tak pernah akur. Aku menjadi pendengar setia, kadang aku memberi masukan sama dia.Hubungan kami makin lengket, ciuman adalah hal yang wajar kami lakukan. Suatu ketika ia terkena masalah ia meminjam uang aku seratus juta, Aku tidak tega membiarkan dia kesusahan ku pinjamkan uangku padanya. Tapi kejadian itu terulang lagi. Dia pinjam lagi, jujur aku keberatan lalu aku menawarkan simbiosis mutualisme, kalau dia mau berhungan denganku layaknya suami istri maka aku akan meminjamkan ia uang. Terjadilah malam panas waktu itu untuk yang pertama kali.Mungkin bagi dia ini adalah kesalahan tapi tidak bagiku, aku merasa ketagihan, mungkin karena suamiku tidak ada dirumah.Aku haus belaian, aku gunakan uangku untuk menekan dia. Semula ia menjauhiku tapi aku tau kelemahanya yaitu uang. Sejak saat itu hubungan kami terjalin kembali.Dan huhungan kami layaknya suami istri


Mulai saat itu, aku tak pernah merasa kesepian lagi, mau beli baju ada yang nemenin setiap pagi aku masakin dia, ah dunia begitu indah bagiku. Hal-hal yang tidak pernah aku dapatkan dari mas Yoga aku dapatkan dari mas Hendra.Mas Yoga orangnya cuek, kalau pulang ia banyak menghabiskan waktu untuk keluarga dan teman-temanya. mungkin benar kata orang, selingkuhan itu rasanya lebih nikmat. Saat itu aku positif hamil, tapi aku sendiri tidak yakin ini anak siapa?, karena Mas Yoga juga sempat pulang kalaupun tidak pulang dia memintaku untuk menemuainya di tempat ia singgah, meskipun itu diluar kota. Aku gunakan kesempatan ini untuk menjerat mas Hendra, aku bisa bermanja-manja padanya kalau aku bilang aku hamil anaknya. Hamil suami tidak didampingi suami rasanya tidak enak, tapi aku punya mas Hendra yang bisa kapanpun ada buat aku, Hingga suatu ketika aku terkena batunya.


Pagi itu Mas Hendra tidak berangkat mengajar, sejak semalaman aku tak dapat menghubunginya.Pagi hari aku juga tidak dapat menghubunginya pesanku hanya dibaca tanpa di balas.

__ADS_1


"Ada apa ini?, tidak biasanya dia begini" batinku


Sesampainya di sekolah Mas Hendra ternyata tidak masuk, siang hari aku mendapat kabar kalau Mas Hendra masuk rumah sakit, aku sangat cemas. Kenapa dia tiba-tiba sakit dan dirumah sakit, kemarin dia masih baik-baik saja. Kami menghabiskan waktu untuk memadu kasih dengan dia. Kenapa sekarang dia dirumah sakit ada apa ini. Semua tanya singgah di benakku.


Setibanya di rumah sakit, aku sangat kaget melihat kondisi Mas Hendra yang babak belur seperti habis dihajar orang. Aku juga melihat, disana ada Sita Istrinya. Dengan tenang ia menyalami kami satu persatu. Setelah itu tanpa aku duga dia mempermalukanku dihadapan teman-teman guru ditempat aku mengajar.


Sita yang selama ini aku kenal, jauh berbeda dengan Sita yang ada dihadapanku saat ini.Dengan begitu santai dan PD dia membuka aibku dan mas Hendra, sebisa mungkin aku ngeles setiap kali ia lontarkan kata-kata yang memojokkanku, Kini aku faham ternyata Mas Hendra begini mungkin habis digebukin adeknya Sita. Aku sedikit melirik kearah adeknya Sita, cakep, kekar dan penuh wibawa itulah kesan yang aku tangkap saat pertama kali melihat adeknya Sita.Seketika aku sadar kalau Mas Hendra begini, bisa jadi karena dia. Aku jadi bergidik ngeri.Mas Hendra sering bilang, kalau dia takut dengan Iparnya mungkin laki-laki ini yang dimaksud Mas Hendra.


Sita terus memojokkanku, dengan memperlihatkan foto, Vidio kedekatan kami entah dari mana ia mendapatkanya , aku tak dapat berpikir jernih, Aku punya seribu satu cara untuk mematahkan tuduhanya.Namun itu tak berlangsung lama, Sita memanggil adeknya yang bernama Doni itu. Jantungku rasanya mau lompat dari tempatnya.


"Mampus gue!" batinku.


Sita terus memojokkanku, dia menantangku agar aku berbicara lantangs seperti pada waktu Ibu mertuaku datang, tentu saja aku tak dapat melakukan itu.Wajahku semakin pucat, Sita memutar perdebatan kami barusan.Aku kaget seketika.

__ADS_1


"Kapan dia merekamnya, kenapa dia sempat merekam pembicaraan kami tadi, Oh Tuhan ini apalagi" batinku


Belum habis keterkejutanku, Sita memperlihatkan foto kebersamaanku dengan Mas Hendra, aku melirik sekilas mertuaku tampak kilatan kemarahan diwajah keriputnya. Aku jadi ketakutan sendiri. Karena situasi sudah tidak kondusif lagi.Bu Dian berpamitan lalu aku ikut pulang.


"Ah...akhirnya aku bisa keluar dari kandang macan"


Penderitaanku rupanya kemarin itu hanya sebuah permulaan, pagi harinya mertuaku menyambangi rumahku dia berteriak-teriak di depan rumah.Para tetangga langsung Kepo dan melihat mertuaku memakiku.


"Desy, sejak awal aku memang tidak pernah menyetujuimu. Karena aku sudah menyelidiki latar belakangmu,aku tau siapa dirimu, masa mudamu kau habiskan untuk gonta-ganti pacar yang lebih kaya, hingga kau menjerat putraku. Setelah berhasil menjeratnya kau melempar kotoran ke muka kami.Dimana harga dirimu sebagai seorang perempuan Dasar murahan!" teriaknya.


Sumpah serapah ia keluarkan, aku tak bisa membantahnya karena nasibku ada ditangan anaknya.Warga sekitar perumahanku langsung mengunjingku. Bahkan mereka terang-terang bilang pada Mertuaku kalau Mas Hendra sering kemari. Bahkan tak tau waktu berkunjung kemari, semua itu membuat mertuaku makin meradang.


"Ibu-ibu tolong, awasi menantu saya yang tak tau diri ini.Tolong bila selingkuhanya kemari kasih tau saya. Biarlah suaminya sendiri yang akan memberi pelajaran padanya dan pasangan mesumnya" ucap Mertuaku sambil menunjukku.

__ADS_1


Tbc....


Jangan lupa like, comment dan favirite ya men temen


__ADS_2