Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Simalakama


__ADS_3

Susah payah Boni membujuk Rini agar tidak menuntut cerai, namun tekad Rini sudah bulat.Berpisah lebih baik dari pada bersama tapi saling menyakiti.Sebulan sudah setelah kejadian itu Boni menerima panggilan sidang dari pengadilan agama.


"Mas, ada surat untukmu" kata Wina yang tak mampu menyembunyikan senyumnya mengetahui surat dari pengadilan.


"Surat apa?"


"Istri tuamu, yang sebentar lagi menjadi mantanmu"


"Jaga bicaramu Wina, sampai kapanpun aku tak kan menceraikan Rini"


"Sadar dong Mas, mungkin perempuan itu sudah nggak cinta lagi sama kamu, atau mungkin dia sudah punya pacar"


"Diam kamu Wina!" bentak Boni


lalu ia mengambil surat dari pengadilan dan merobeknya.Bergegas mengambil jacket lalu dengan menggunakan motor ia menuju rumah Rini.Sebenarnya ini jatah dia di rumah Wina, setelah kejadian ribut sebulan yang lalu. ia memutuskan empat hari dirumah Rini dan tiga hari di rumah Wina.Sikab Rini juga sudah kooperatif namun hari ini ia sungguh kaget dengan datangnya surat dari pengadilan agama.Dengan menahan gemuruh di dada Boni melajukan kecepatan motornya ia bergegas menuju rumah Rini.Ingin rasanya segera bertemu dengan Rini dan menanyakan alasan bodohnya kenapa tetap ngotot cerai.


"Bukanya ini jatahnya, kenapa kau kemari.Aku nggak mau ya Mas nanti dia mencak-mencak disini dan bikin keributan.Pulanglah istrimu menunggumu"


Begitu sampai dirumah Rini Boni langsung mendapat sambutan, serentetan protesan dari istri pertamanya.


"Rin, kenapa kamu nekat mengajukan gugatan cerai.Tidak kau kasihan pada anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya" ucap Boni kembali meruntuhkan tekat Rini.


"Sayangnya,aku melakukan semua ini karena Arka yang minta"


"Tidak mungkin!"


"Apanya yang tidak mungkin, karena ulahmu anakmu harus diejek teman-teman disekolahnya.Karena ulahmu anakku dewasa belum waktunya" ucap Rini sambil berurai air mata


"Maafkan aku Rin, aku sungguh tak tau"


"Terlambat, andaikan maafmu menyelesaikan masalah aku tidak akan menggugatmu.Nyatanya hanya ribuan maaf yang kau lontarkan tapi kamu mengulangi lagi dan lagi kesalahan yang sama.Setiap orang punya ambang batas kesabaran masing-masing begitu juga dengan diriku.Saat ini aku sudah diambang batas kesabaranku" ucap Rini berusaha menahan sesak didadanya.

__ADS_1


"Apa yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki semua, tolong beri aku kesempatan satu kali lagi.Aku berjanji akan berubah untukmu dan anak-anak"


"Kamu akan melakukan apapun untuku dan anak-anak.Kamu yakin dengan ucapanmu?"


"Ya, aku Yakin"


"Kalau begitu tinggalkan wanita itu demi kami"


"Deg..." Hati Boni bergejolak mendengar permintaan istri pertamanya.


Hening tak ada suara seketika.


"Kenapa diam?, nggak bisa jawabkan!.sudah kuduga, makanya jangan sok-sokan akan melakukan apapun demi kami.Itu hanya bualanmu saja.Kalau nggak ada yang perlu dibahas pulanglah sebelum istri tercintamu ngreog disini" usir Rini.


"Rini, jangan begini sayang.Kamu boleh minta apapun asal jangan yang satu itu.Wina sendirian di kota ini hanya aku yang dia punya" ucap Boni memelas.


"Heeehhh" Rini menghela nafas.Berbalik badan dan meninggalkan Boni yang masih mengatupkan tanganya di depan dada.Rini terus melangkah masuk dan menutup pintu ia tak ingin, ada keributan lagi, rasanya sudah capek adu urat setiap hari.Hingga malam Boni masih betah di depan rumah ia berharap hati Rini terketuk dan membatalkan gugatanya.Rini mengintip dari balik jendela ia sangat kesal karena suaminya belum beranjak dari tempat semula.Ia juga melihat para tetangga yang menyapa suaminya dan menanyakan kenapa sejak tadi di luar. Tak ingin menjadi bahan gunjingan ia membukakan pintu untuk suaminya.Boni sangat senang Rini membukakan pintu untuknya.


"Cinta, aku bahkan sudah tidak tau lagi apa yang namanya cinta" ucap Rini dingin.


Semalam suntuk Rini tak dapat memejamkan matanya,banyak pikiran-pikiran buruk yang berkeliaran dibenaknya.Semalam Boni juga memutuskan menginap dirumah Rini ia mengirim pesan pada Wina agar jangan menganggunya terlebih dahulu ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Rini.Awalnya Wina menolak dan mengancam akan membuat keributan dirumah Rini,namun Boni mengancam balik jika Wina nekat maka ia akan menceraikanya, seketika nyali Wina menciut mendengar ancaman Boni mau tak mau ia menuruti permintaan Boni.


"Mas Boni, aku akan mencabut gugatan perceraian kita dengan satu syarat" ucap Rini pada malam itu.Setelah menimbang dari berbagai segi.Ia membuat keputusan besar dalam hidupnya.


"Alhamdulillah......benarkah sayang, katakan kau mau apa akan aku kabulkan" ucap Boni semangat empat lima.


"Aku mau kau bersikab adil bagiku dan anak-anakmu"


"Itu sayang, Iya bukankah sekarang aku sudah mulai adil bahkan ini masih jatahnya Wina tapi aku masih disini bersama kalian" ucap Boni dengan penuh percaya diri.


"Bukan itu yang aku maksud, aku ingin Empat hari kau disini, tiga hari kau disana.Untuk keuangan jatahku 3/4 bagian karena aku ada anak-anak sementara istri mudamu belum punya anak, atau mungkin tidak mau punya anak"

__ADS_1


Mendengar ucapan Rini, ia kaget bagaimana mungkin Wina cuma dapat 1/4 bagian gajinya tentu saja istri mudanya akan mengamuk.Ia memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.


"Rin, bisakah kau mentolelir soal keuangan tadi, kalau waktu empat hari aku disini aku nggak keberatan kalau soal uang, aduh bagaimana ya.Kalian sama-sama istriku aku harus adil"


"Adil bagi dia tapi tidak untukku dan anak-anak, kalau kau memang keberatan aku tak akan memaksamu.Kita selesaikan semuanya segera"


"Rin, jangan bicara seperti itu.Tolong mengertilah posisiku"


"Aku kurang mengerti apa selama ini Mas, pernahkah aku menuntut sewaktu kita hidup susah?, kalau istrimu benar-benar mencintaimu ajari dia hidup dari bawah sepertiku dulu"


"Rin, tolong pikirkan sekali lagi!"


"Keputusanku sudah bulat, mari kita tunggu keputusan sidang kuharap kau mau bekerja sama agar kau bisa bebas menikmati waktumu bersama gundikmu" ucap Rini meninggalkan Boni begitu saja.


Boni sangat frustasi dengan keputusan yang di buat Rini.Berkali-kali ia membujuk namun semua tidak ada pengaruhnya sama sekali.Terbesit dalam otak liciknya ia akan pura-pura menyetujui permintaan ini, namun setelah Rini mencabut tuntutanya ia akan memberi nafkah pada Wina seperti semula.


"Rin, aku menyetujui syarat darimu"


"Kamu serius? Tanya Rini penuh selidik"


"Iya aku serius," ucap Boni meyakinkan Rini.


"Baiklah, tunggu sebentar" ucap Rini lalu menuju kamarnya dan menyodorkan sebuah kertas kepada Boni


"Ini apa Rin?" tanya Boni terkejut melihat sebuah kertas bermaterai dihadapanya


"Katanya kamu setuju, Ayo tanda tangan di atas materai"


Boni kaget seketika ia tak menyangka Rini sudah menyiapkan semua ini.Niatnya untuk mengelabuhi Rini pupus sudah.


Tbc

__ADS_1


Hai...ator nongol lagi nih, disela-sela kesibukan otor didunia nyata.Jangan lupa goyangkan jarinya agar ator semangat


__ADS_2