
Saat Hendra lengah, Rizal dengan sigab memukul tengkuk Hendra.
"Brugh" Hendra terjatuh, otomatis Sita terlepas, ia langsung mengunakan kesempatan itu untuk berlari. Ia bersembunyi dibalik punggung Rizal.
"Jangan lari sayang, kita belum selasai main-mainya" ucap Hendra
"Sekarang tolong ringkus dia pak, bawa ke yang berwajib" ujar Rizal
Semua bernafas lega, Hendra digelandang ke kantor polisi, Hendra terpaksa menginap dikantor polisi malam ini,Ibunya kelimpungan ia menjual perhiasan ditambah uang dari Hendra yang sedianya akan digunakan untuk membayar utang, akhirnya digunakan untuk jaminan Hendra.
"Pak Hendra, sekarang anda bisa keluar dari tempat ini dengan jaminan dari Ibu anda, tapi saya ingatkan sekali lagi jangan buat keributan lagi"
"Iya pak, saya janji!. Saya juga sangat menyesal pak, tau begini saya akan sedikit lebih sabar" ucap Hendra.
"Penyesalan itu datangnya belakangan pak, kalau dari awal itu namanya pendaftaran" ucap polisi tanpa ekspresi.
Setelah diberikan jaminan Hendra langsung pulang kerumah Ibunya.Sepanjang perjalanan Ibunya Hendra terus mengomel karena perhiasanya harus dijual.
"Semua gara-gara kamu Ibu harus jual perhiasan. Ibu nggak bisa pamer lagi di acara kumpulan PKK"
"Bisa ya, Ibu berkata seperti itu? Ibu lebih senang anakmu ini mendekam lebih lama lagi dipenjara?, lagian Ibu beli perhiasan juga pake uang Hendra" ucap Hendra.
"Kalau saja kamu tidak bertindak bodoh, semua ini nggak bakal terjadi lagian apasih bagusnya Sita, nggak ada bagus-bagusnya"
Sepanjang perjalanan pulang keduanya terus berdebat. Berbeda halnya dengan Sita, setelah menyandang status baru, kini lebih semangat lagi untuk bekerja, dukungan mengalir dari sahabat, teman dan terutama keluarga. Selain bekerja ditempat biasa dia juga jualan krim kecantikan online kini ia rajin memposting dagangannya, Banyak yang simpati dengan kasusnya mereka berbondong-bondong membeli skincare Sita. Cuan terus mengalir, Sita semakin glowing dan menarik pesonanya tak terkalahkan oleh perawan.
Sementara itu, suaminya Desy ingin memberi pelajaran pada Desy dan Hendra. Yoga melaporkan kasus perselingkuhan istrinya ke Dinas UPT setempat, laporan langsung ditanggapi oleh pihak yang bersangkutan.
"Pak, apakah sanksi yang akan diterima oleh istri saya bila kedapatan selingkuh?" tanya Yoga.
"Berdasarkan PP nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS, sanksi bagi PNS yang berselingkuh adalah pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS" ucap salah satu pegawai UPT tersebut.
__ADS_1
Yoga sangat puas dengan jawaban dari petugas itu, ia makin mantab melaporkan kasus ini sebagai pembelajaran bagi Desy dan Hendra.
"Kami akan segera menindak lanjuti laporan ini" ucap pagawai tersebut.
"Sekarang rasakan pembalasanku Desy, Hendra, kalian mau makan apa jika dipecat?, dan kau Desy aku sudah mendaftarkan gugatan cerai kepengadilan agar perceraian kita resmi dimata Negara" batin Yoga.
Seminggu setelah laporan dari Yoga. Desy dan Hendra si panggil ke kantor UPT, mereka mendapatkan sanksi sebagaimana diatur dalam undang-undang.Sepulang dari kantor UPT Hendra dan Desy terlibat cekcok.
"Semua gara-gara kamu, aku kehilangan istriku dan sekarang aku kehilangan pekerjaanku"
"Kamu pikir kamu aja yang dirugikan disini, Mas Yoga sudah menceraikanku juga saat ini dan aku yakin sekarang dia juga mendaftarkan perceraian kami kepengadilan agama, habis semua harapanku hidup enak" umpat Desy.
"Kalian berdua nggak usah ribut!, kalian memang cocok sampah dan lalat bener-bener pasangan serasi. Satu hal lagi Hen, mantan istrimu makin hari makin cantik.Nggak ada salahnya kalau aku deketi dia" ucap Yoga memanasi Hendra.
"Brengsek!, jangan pernah kau dekati Istriku aku bisa membunuhmu" maki Hendra.
"Ralat, bukan Istri tapi mantan istri. Lalat sepertimu tak akan pernah tau bahwa bunga itu lebih indah dari pada sampah" ucap Yoga.
Hendra melayangkan tanganya hendak menghajar Yoga.
"Bangsad kamu Yoga!" umpat Hendra, jika saja ia tak mengingat statusnya saat ini dia sudah menghajar Yoga hingga babak belur.
"Sudah ya, nikmati kebersamaan kalian.Bukankah ini yang kalian tunggu-tunggu.Kalian tidak usah kucing-kucingan dengan kami mantan pasangan kalian dan satu lagi kalian tak perlu membolos hanya untuk menghabiskan waktu, karena waktu kalian sangat banyak karena apa? Karena kalian tidak punya pekerjaan, hahahahha" tawa Yoga mengelegar ia sangat puas melihat wajah Desy dan Hendra yang merah padam memendam amarah.Setelah puas mengejek pasangan selingkuh itu Yoga meninggalkan tempat itu.
Hendra tak mempedulikan teriakan Desy ia langsung melesat pulang kerumahnya.Berbicara pada Ibunya adalah pilihan terbaik agar Ibunya bisa mengendalikan keinginan-keinginan ajaibnya.Dengan wajah muram Hendra mengajak bicara Ibunya.
"Ada apa Hend?"
"Ibu, mulai sekarang Hendra penganguran, jadi Ibu iritlah mengeluarkan uang" ucap Hendra.
"Hendra yang sabar kamu, bentar lagi scorsing kamu juga dicabut, kamu akan gagah kembali memakai seragam PNS" ucap Ibunya bangga.
__ADS_1
"Hendra sudah tidak akan pernah memakai seragam itu lagi selamanya"
"Hendra kamu tidak putua asa, putus asa itu dosa" ucap Ibunya sok bijak
"Hendra dipecat bu!"
"Apa?, kamu jangan bercanda begini, ini sama sekali nggak lucu" ujar Ibunya Hendra. Jujur ia mulai ketakutan dengan apa yang ia dengar barusan.
"Ibu kira disituasi begini, aku masih bisa bercanda?"
"Haduh gimana ini, kemarin Ibu ikut arisan perhiasan, mana Ibu dapat yang pertama , terus uang itu Ibu gunakan untuk menjamin kamu, gimana ini?"
Ibunya Hendra panik.
"Makanya Ibu jangan boros-boros mulai sekarang, hidup sewajarnya. Nggak usah ikutan arisan segala, Ibu semua arisan diikuti, mulai dari arisan panci sampai arisan emas semua diikuti, padahal panci juga sudah banyak hanya menuhin lemarin.Dulu Sita pinjam saja, Ibu nggak perbolehin, padahal belinya pakai uangku yang harusnya jadi haknya dia"
"Diam!, jangan sebut perempuan bawa sial itu" ucap Ibunya Hendra.
"Tapi apa yang Hendra katakan benar kan bu?" cecar Hendra
"Gara-gara dia, hidup kita jadi sengasara, kusumpahi hidupnya belangsak, dari pada mikirin mantan menantu tidak tau diri itu lebih baik Ibu keluar cari udara segar, Hend Ibu mau ketempat bu Tuti arisan panci" umpat Ibunya Hendra.
"Ya Sallam, baru aja dibilangin jangan ikut kegiatan kek gitu, eh...sekarang sudah gatal pingin kesana"
"Terserah kamu mau ngomong apa, Ibu juga butuh hiburan. Akhir-akhir ini Ibu pusing dengan masalahmu" ucap Ibunya Hendra sembari menenteng tas kebangganya.
Sesampainya di rumah Ibu Tuti, Ibunya bersikab biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.
"Bu Wiwik sini, ada barang baru ini pasti cocok untuk bu Wiwik" ucap Ibu Tuti
"Wah...ini koleksi baru ya?" tanya wiwik langsung memegang panci tersebut denga mata berbinar.
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like, komen dan favorite ya men temen