Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Suami Desy pulang


__ADS_3

Sita sudah mengajukan cuti untuk liburan ke bali bersama Amel, Sang adek sangat antusias menyambut acara liburan ini.Sedangkan Doni sibuk menyiapkan gugatan cerai Sita pada Hendra.


"Mbak, aku seneng banget akhirnya bisa liburan ke bali.Sumpah nggak nyangka banget, kenapa nggak dari dulu kita liburan"


"Ya, karena nggak ada duit sayang"


"Tapi ini kan, ticket dari Mas Doni"


"Mungkin kalau mbak lagi nggak terpuruk gini, tiket ini dia pakai sendiri bersama pacarnya mungkin"


"Mas Doni itu jomblo akut mbak, mana ada pacar"


"Iya ya, apapun itu kita nikmati saja liburan kita kali ini"


Amel dan Sita benar-benar menikmati liburanya. Disaat sedang asyik bermain pasir dipantai tiba-tiba Sita sikejutkan dengan kehadiran Rizal.


"Sita?, ini Kamu kan?, wah nggak nyangka kita ketemu disini" ucap Rizal


"Eh Kamu Zal, sama siapa kamu kemari?"


"Aku sama Mama, biasalah Mama maksa buat ditemani kesini, kamu dengan siapa? Suamimu mana?"


Tiba-tiba suasana hati Sita memburuk saat Rizal bertanya tentang suaminya.


"Aku kesini sama Amel adek aku, itu orangnya" ucap Sita sambil menunjuk ke arah Amel


Melihat gestur Sita yang tidak nyaman saat Rizal menanyakan keberadaan suaminya membuat Rizal menjadi tidak enak sendiri.Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka.Dia adalah Mamanya Rizal, ia sangat senang berkenalan dengan Sita dan kebetulan mereka menginap di hotel yang sama.Mamanya Rizal cepat akrab dengan Sita, ia sangat senang dengan pribadi Sita.


"Sita kamu sudah menikah?"


"Sudah tante, tapi rumah tangga Sita sedang tidak baik-baik saja tante, Saat ini Sita sedang mengajukan gugatan cerai" ucap Sita sedih


"Maafkan tante ya, kalau pertanyaan tante membuat kamu sedih. Apapun yang terjadi kamu harus bahagia" ucap Sofia Mamanya Rizal.Ia kemudian memeluk Sita.


Kedekatan Sita dan Mamanya Rizal kian hari kian lengket seperti Ibu dan anak saja.Mamanya Rizal menawarkan Sita untuk bergabung dengan menjual kosmetik yang sedang Booming.Sita tertarik ia mau gabung dengan Mamanya Rizal.


Sementara itu Doni sudah memasukkan gugatan cerai Sita, ia juga sudah mengumpulkan bukti-bukti perslingkuhan Hendra dengan Desy.Pagi ini Hendra kembali menyambangi kediaman Mama mertuanya.

__ADS_1


"Pagi Don?" Sapa Hendra. Meskipun ia masih jiper bila bertemu dengan Doni tapi tak ada pilihan lain terpaksa ia memberanikan diri menyambangi rumah Mama mertuanya.


"Masih punya muka kamu?"


"Maafkan aku Don!"


"Maaf, setelah apa yang kamu dan kelurgamu lakukan dengan mbak Sita, kamu masih punya muka untuk minta maaf?"


"Aku janji Don, aku akan berubah" ucap Hendra penuh permohonan


"Janji-janji tingalah janji, pergi sana temui kakakku di pengadilan, oh ya satu lagi kamu masih punya utang lima puluh juta ke mbak Sita kan?, segera lunasi atau aku akan bertindak" ancam Doni


"Don, kasih aku kesempatan satu kali lagi"


"PERGI!!" Doni membentak Hendra.


Hendra mengigil ketakutan ia langsung pergi dari tempat itu, tak ingin kena tinju dari Doni lagi.Setelah dari rumah Mama mertuanya Hendra hendak kembali kerumah Mamanya.Dalam perjalanan pulang, ia mendapat pangilan telephone dari Desy namun, ia mengabaikanya. Desy tidak putus asa ponsel Hendra terus berdering, akhirnya ia mangangkatnya juga.


[Temui aku di kafe Bening, sekarang]


[Temui kami sekarang atau kau tidak akan selamat dijalan] terdengar suara laki-laki dengan suara mengintimidasi.


Hendra gemetar, rasa ngilu di hajar Doni beberapa hari yang lalu masih terasa, ia tak dapat mengabaikan pesan laki-laki tadi.


"Siapa dia?, apa itu suami Desy?, bukanya Desy pernah bilang, kalau bulan depan suaminya baru pulang" guman Hendra. Dengan perasaan tidak menentu ia ke kafe yang dimaksud Desy.Sesampainya disana ia melihat Desy yang bermuka sembab duduk dengan seorang laki-laki yang Hendra yakini itu suami Desy, karena ia sering melihat foto laki-laki itu dirumah Desy.Hendra menghampiri Desy dan suaminya.


"Bugh" sebuah bogem mentah melujur diwajah Hendra.


"Jadi kamu selingkuhan Desy?"


Hendra diam tak menjawab


"Jawab?, kenapa diam?"


"Kami hanya berteman" ucap Hendra pelan.


"Pertemanan macam apa yang kau maksud hingga istriku hamil anakmu?" Hendra bungkam tak dapat bicara apa-apa lagi.

__ADS_1


"Mas, ini anakmu. Mas ingatkan terakir kali kita ketemu di hotel Laurent waktu mas singgah, ini anakmu Mas sungguh" ucap Desy.


"Kau pikir aku tidak tau, kau sering menghabiskan waktu bersama pria busuk ini, dia juga habis dihajar oleh iparnya karena ketauan selingkuh dengan kamu. Kamu masih mau mengelak" ucap suami Desy dengan nada naik satu oktaf.


"Aku nggak bohong Mas, tolong percaya sama aku, hiks..hikss..hikss" Desy menangis histeris ia memeluk kaki suaminya.


Suasana kafe menjadi ricuh, banyak yang mengabadikan kejadian itu dan di uploadke media sosial.


"Desy Ratnadumilah mulai saat ini aku talak kamu dengan talak tiga, kamu bebas bersama dengan selingkuhanmu ini tapi kamu harus pergi dari rumahku, betuntung rumah itu belum balik nama atas nama kamu"


"Cabut kata-katamu Mas, aku nggak mau pisah sama kamu, kasian anak kita. Dia butuh kamu"


"Dia tidak butuh aku, sepertinya kamu juga sudah tidak membutuhkanku lagi. Mulai saat ini jangan pernah ganggu hidupku lagi." ucap suami Desy yang menhempaskan tubuh Desy hingga terjatuh dilantai.


"Dan kamu, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, mulai saat ini dia bukan istriku lagi. Permisi!" ucap suami Desy lalu meninggalkan tempat itu.


Desy mengejar suaminya, namun suaminya sama sekali tidak menghiraukanya. Ia langsung keparkiran mobil dan meninggalkan tempat itu dengan sejuta kemarahan.


"Ini semua gara-gara kamu Hend, suamiku meninggalkan aku. Kamu harus tanggung jawab nikahi aku!" bentak Desy


"Nggak bisa gitu dong Des, aku punya istri aku nggak mungkin menikahimu.Lagian kamu sendiri yang bilang kalau itu bukan anakku melainkananak suamimu" ucap Hendra.


"Hendra, jangan jadi pengecut kamu. Berani berbuat maka juga harus berani tanggung jawab jangan mau enaknya saja" teriak Desy


"Mau kamu menyembah dikakiku sekalipun, aku tak akan menikahi perempuan murahan seperti kamu. Istriku Sita terlalu berharga untuk digantikan dengan perempuan murahan macam dirimu" maki Hendra.Kepalanya rasanya pingin meledak masalahnya dengan Sita belum selesai kini ditambah lagi masalah dengan Desy.


"Plak" tamparan mendarat dipipi Hendra.


"Kamu bilang apa?, aku perempuan murahan?" ucap Desy matanya memerah


"Iya, kamu memang perempuan murahan ,kalau tidak murahan kenapa kau tidur dengan laki-laki yang bukan suamimu"


"Brengsek kau Hendra, sampai mati aku tak akan melepaskanmu.Kalau hancur kita hancur bersama aku tidak ingin hancur sendirian, rumah tanggaku hancur maka rumah tanggamu juga harus hancur" teriak Desy


Tbc


Tingalkan jejak ya men temen, like, comment dan favorite ya

__ADS_1


__ADS_2