Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Aksi Wina


__ADS_3

Wina pulang dengan sejuta kesal dihatinya.Niat hati ingin merubah nasib dengan mendatangi kakak madunya. Bermaksud mengintimidasi namun, yang didapat malah sebaliknya, bukan apa yang ia harapkan justru ia dipermalukan dirumah Rini.Namun bukan Wina kalau menyerah begitu saja.Sebuah pesan masuk dalam ponsel Wina.


[Win, kita lagi di kafe cinta nongky.Segara gabung sama kita, tinggal elu aja yang belum datang]


"Sialan, lagi bokek begini.Malah ngajak ngafe, mana mbak Rini resek minta ampun" guman Wina seraya melempar ponselnya keranjang miliknya.


Seharian setelah dari rumah Rini, Wina hanya berdiam diri dirumah, ia melihat medsos Rini.Hatinya terbakar, bagaimana tidak Rini tengah mengunggah foto di kafe bersama seoarang temanya entah itu siapa.


"Sialan kamu mbak, bisa-bisanya kamu nongkrong di kafe padahal disini aku harus ngirit, dasar perempuan serakah" maki Wina.


Wina melempar semua benda yang ada didekatnya.Ia mengamuk menangis sejadi-jadinya.Ia merasa dunia tak pernah berpihak padanya sanksi sosial yang ia dapat di masyarakat masih ia terima belum lagi keputusan Rini sepertinya tidak bisa diganggu gugat.Hari ini masih jatahnya Boni dirumahnya ia sengaja menanas manasi Rini dengan mengirim pesan pada kakak madunya.


[Hai...kakak, kamu nggak usah mikirin suami kita, dia nampaknya sedang kelelahan setelah aktifitas malam kami] send... Wina mengirimkan pesan pada Rini untuk memanasi kakak madunya itu.tak lupa ia juga mengirimkan foto suaminya yang tidur sambil bertelanjang dada.


Sementara itu Rini yang menerima pesan dadanya bergerumuh, rasa cemburu mengerogoti hatinya, namun sebisa mungkin ia tidak terpancing dengan pesan dari Wina.Namun bukan Wina kalau menyerah begitu saja ia kembali mengirim swafoto dirinya yang penuh dengan bercak ****** di semua tempat.Rini terpancing juga akhirnya ia membalas pesan dari adek madunya.


[Kamu memang harus melakukan itu, karena apa? Karena senjatamu cuma itu.Kasian sekali hidupmu, punya suami tapi tak pernah dikenalkan pada keluarganya, Ibarat kata Mas Boni hanya butuh tubuhmu untuk menghangatkan ranjangnya, lalu apa bedanya kamu dengan p*****r]


Wina kesal sendiri dengan balasan dari Rini,niatnya ingin memanasi kakak madunya malah ia yang sakit hati dengan ucapan Kakak madunya


Hari terus berlalu begitu cepat dua bulan sudah Wina menjalani hidup pas-pasan bersama Boni, belum lagi jatah Boni kerumahnya hanya tiga hari, ia nampak kesal pada suaminya.


"Mas, kenapa buru-buru balik ke istri tuamu yang tak tau diri itu"

__ADS_1


"Win, ini memang jatahnya Rini"


"Ini nggak adil mas, jatah uangku dikurangi dan jatah kunjunganmu dikurangi juga.Ini nggak adil Mas" ucap Rini sambil memegangi tangan suaminya.Tak ingin ditinggal oleh suaminya selama ini ia merasa sudah mengalah namun kali ini ia tak mau mengalah.


"Jangan seperti ini.Aku mohon pengertian kamu" ucap Boni


Ia berharap hari ini bisa kerumah Rini, karena ia sudah berjanji akan mengadakan camping di halaman belakang rumah mereka.Arka pasti kecewa kalau dirinya tidak datang.


"Enggak Mas, kamu nggak boleh pergi!"


"Wina, aku sudah tiga hari disini.sekarang jatah Rini dan anak-anakku, mereka pasti sedang menungguku"


"Lalu aku bagaimana?, kamu tega membiarkan aku dirumah sendirian.Sementara kamu sedang asyik bersama anak dan istri tuamu.Malam hari aku akan menangis karena merindukanmu sementara dirimu yang aku rindukan tengah memadu kasih dengan istri tuamu, itukah yang kau anggap adil Mas?"


"Mas, perempuan itu tidak dirumah sendirian ada anak-anak yang menemaninya.Apa salahnya kau menemaniku disini?"


Boni memijit pelipisnya mendengar rengekan istri mudanya, ia merasa istri mudanya ini terlalu banyak tuntutan.Berbada dengan ketika mereka masih berpacaran.Dengan terpaksa Wina mengijinkan suaminya untuk kerumah kakak madunya.Boni megendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Rini.Sampai disana ia sudah disambut hangat oleh anak-anaknya.


"Papa...kirain papa nggak datang" ujar Arka


"Papa pasti datang dong, Kan Papa sudah janji" ucap Boni


Boni berserta anak-anaknya menuju belakang rumah dimana disana sudah terpasang tenda, ia juga melihat Rini dan Sila tengah asik membakar ikan.

__ADS_1


"Wah, harum sekali.Papa tiba-tiba jadi lapar" ujar Boni.


"Ya udah, Papa sama Arka ngipasin ikanya Mama ambil nasi di dalam dulu" ujar Rini.Sesaat kemudian ia masuk ke dalam rumah untuk mengambil nasi.Saat ia keluar ia melihat Boni dan anak-anaknya sedang tertawa bersama.Hati Rini menghangat melihat pemandangan itu.Ia mengambil ponselnya lalu mengabadikanya kemudian ia memposting di medsosnya.Sesaat kemudian berbagai komentar langsung membanjiri postingan Rini.Hal ini juga tak luput dari Wina perempuan ini merasa panas melihat postingan kakak madunya.Ia langsung mengirim pesan pada Kakak madunya.


[Jangan merasa kamu sudah menang, lihat saja setelah ini apakah suami kita masih mau menemanimu disitu]


[Adek madu, bukankan hal yang wajar jika seoarang ayah dekat dengan anaknya.Upss... lupa kamu kan tidak punya anak atau lebih tepatnya tidak mau punya anak] balas Rini


Gigi Wina gemeletuk menahan amarah melihat pesan yang dikirim oleh Rini.


"Sialan kamu mbak!" maki Wina.Namun perempuan itu tak menyerah begitu saja, ia teringat dengan ucapan suaminya tadi sebelum berangkat yang mengatakan kalau dirinya dan Rini malam ini tidak mungkin bermesraan seperti apa yang dipikirkan oleh Wina.Mendadak sebuah ide gila muncul dalam benaknya.Ia lekas mengunakan lingerine warna merah menyala yang sangat kontras dengan kulitnya, kemudian ia mengirim pesan pada Rini.


[Mbak, bagaimana kalau foto ini aku kirim ke suami kita, aku tau saat ini dirimu sedang berhalangan karena tadi sebelum kesini suami kita sudah mengatakan kalau akan berpuasa dulu selama dengan kamu]


Pesan langsung terkirim, centang dua berwarna biru yang menandakan pemiliknya sudah membaca pesan yang dikirim oleh Wina.Setalah mengirim pesan pada Rini Wina lalu mengirim pesan pada suaminya.


[Mas, aku kangen kamu.Entah mengapa aku pingin jagung bakar.Apa aku keluar sebentar minta tolong sama kang Dadang untuk membelikan jagung bakar?, karena aku nggak mungkin keluar sendirian malam-malam begini, atau aku ajak dia aja ya? Itung-itung punya temana ngobrol dari pada bete dirumah]


Pesan langsung dikirim pada Boni, langsung centang dua biru.Sementara itu Boni setelah menerima pesan dari istri mudanya nampak begitu gelisah, Rini memperhatikan gelagat suaminya.


"Mas, kamu kenapa kok kaya gelisah begitu" tanya Rini.Padahal ia sudah tau pasti saat ini suaminya baru saja menerima pesan dari istri mudanya yang mengirimkan swafoto dengan baju kurang bahan.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2